Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

Contoh Teks Narasi (Dongeng Fabel)

Posted by lembursingkur pada Juli 7, 2016

Di bawah ini disajikan contoh karya peserta didik SMP Santa Ursula BSD.

Kelinci dan Serigala yang Licik

Pada zaman dahulu kala, di sebuah hutan yang indah, hidup seekor kelinci putih yang gemuk nan imut. Ia terkenal sebagai binatang yang baik hati dan suka menolong. Hutan yang ia tempati sangat berkelimpahan makanan. Berbanding terbalik dengan hutan di dekat tempat tinggalnya. Hutan itu hutan yang gersang dan miskin makanan. Konon hutan itu pernah dikutuk oleh seorang dewa yang menyebabkan tidak ada seekor binatangpun yang dapat keluar dari hutan tersebut. Mereka hanya diberi dua pohon buah dan sebuah sungai yang hanya berbuah dan mengalir setiap dua kali sehari, pagi dan malam. Oleh karena itu, kelinci putih suka mengantarkan makanan dari hutannya sebagai makanan tambahan untuk teman-temannya di hutan itu. Semua teman-temannya sangat bersyukur mempunyai teman seperti kelinci. Seperti aturan dewa yang disebutkan tadi, rupanya setiap binatang yang masuk ke hutan itu tidak dapat keluar lagi. Tetapi pengecualian untuk kelinci. Dewa mengizinkan kelici keluar-masuk hanya pada siang hari dan hanya untuk membawa makanan.

Suatu hari, seekor serigala licik dibuang oleh kawanannya ke hutan itu karena dianggap pengkhianat. Tentunya ia tidak dapat keluar lagi dan akhirnya harus tinggal di hutan itu untuk memenuhi sisa hidupnya. Hal pertama yang ia dengar setelah mauk ke hutan itu adalah “kelinci sedang sakit”. Ia pun bingung dan bertanya-tanya dalam hati karena ia tidak tahu siapa sosok kelinci yang dimaksud. Kebingungannya itu membuat mulutnya mengatakan sebuah pertanyaan pada salah satu hewan yang sedang berkerumun di sana. “Kelinci itu siapa? Dia tinggal di mana?”. Tak lama kemudian, hewan yang merupakan teman kelinci itu pun menjawab: “Oh, pendatang baru, kamu belum tahu ya? Kelinci itu teman kami dari hutan sebelah. Ia gemuk dan lucu loh. Semenjak hutan ini dikutuk, dia suka membawakan makanan untuk kami semua. Tapi saat ini, dia sedang sakit”.

Mendengar perkataan tersebut, timbullah nafsu si Serigala dengan akal licik untuk memangsa kelinci. Selama kelinci sakit, tentunya ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia rela memakan buah-buahan selama kelinci belum pulih dengan anggapan bahwa ia akan memangsa kelinci nantinya. Waktu menunggu ini pun tak ia sia-siakan begitu saja. Ia menyusun rencana “pemburuan kelinci”. Serigala memasang perangkap di sepanjang jalan yang biasa kelinci lewati. Semua informasi yang ia dapatkan dari hewan-hewan di hutan dengan berpura-pura bersikap baik. Banyak hewan yang tidak menyadari akal busuk serigala, namun teman-teman kelinci yang ini sangat peka dan akhirnya mengetahui akal licik si Serigala. Mereka adalah Kura-Kura, Monyet, Sigung, Burung Hantu, dan Beruang. Lima sekawan ini tentunya juga mempersiapkan rencana agar rencana si Serigala licik gagal dan justru mengenai serigala.

Hari yang dinantikan pun tiba. Kelinci yang sudah sembuh kembali mengantarkan makanan untuk teman-temannya yang tercinta. Kelinci yang tidak mengetahui adanya perangkap-perangkap yang menantinya hanya berjalan seperti biasa tanpa ada gangguan pikiran apapun, tetapi tentunya dengan hati yang berseri-seri. Perangkap pertama yang dibuat serigala adalah jarring. Jaring itu akan tertarik ke atas bila mendapat sentuhan atau injakan. Agar tidak kasat mata, Serigala menyelimutinya dengan dedaunan. Perangkap itu dibatalkan oleh lima sekawan dengan menggantikan kelinci yang diharapkan terjebak dengan sebuah batu saat kelinci belum melihat dedaunan yang berserakan itu. Serigala yang pintar tapi licik hanya menunggu di jebakan ke-tiga, karena jebakan itulah yang ia anggap paling ampuh. Ia kurang yakin dengan jebakan pertama dan ke-dua karena beranggapan kelinci akan lolos dari jebakan itu. Sesuai dengan pemikiran serigala, kelinci lolos dan terbebas dari segala ancaman pada jebakan-jebakan itu tentunya semua hasil kerja sama antar lima sekawan. Pada jebakan ke-tiga, serigala mengayukan segelondong kayu yang masing-masing ujungnya diikatkan pada tali. Dengan sigap temann-teman kelinci berteriak dari arah berlawanan dengan gelondongan kayu:

“Kelinci! Menunduk!”, teriak mereka.

Karena selalu percaya dengan teman-temannya, ia menurutinya. Serigala yang menyaksikan itu terkejut dan terbengong-bengong dengan mulut menganga. Tanpa disadari olehnya, gelondongan kayu tersebut ternyata sudah berbalik arah menuju dirinya akibat ayunan berkekuatan ekstra dari teman-teman kelinci. “Tiga, dua, satu….. BRAAAAK!”, teriak lima sekawan itu menuju detik-detik gelondongan kayu menyentuh moncong serigala. Akhirnya, serigala pingsan dan dibawa ke tempat berkumpul semua binatang di hutan itu.

Saat serigala membuka matanya, ia melihat puluhan mata tertuju padanya. Ia langsung bangun dan merasa malu pada dirinya sendiri. Ia berjanji tidak akan mengulanginya dan akan selalu akur dengan hewan-hewan lain.

Pesan moral dari cerita ini adalah kita harus selalu berbuat baik dan saling membantu teman dan tentunya percaya adalah hal paling utama yang harus kita lakukan pada teman kita. Tetapi kita juga harus pintar-pintar dalam mempercayai teman. Tak semua teman baik di mata kita maupun orang lain, jadi kita harus selektif. Kita juga harus berhati-hati terhadap orang-orang baru di lingkungan sekitar kita. “Be Careful of Strangers”. J

(– Vania Aileen/VIII-B/33)

 

Satu Tanggapan to “Contoh Teks Narasi (Dongeng Fabel)”

  1. […] Contoh Teks Narasi (Dongeng Fabel) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: