Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

PENGALAMAN MENDAMPINGI ANAK KORBAN BULLYING

Posted by lembursingkur pada Desember 15, 2015

Pengalaman mendampingi anak yang di-bully menggembirakan dan mengesankan saya dalam berkomunikasi selama bekerja sebagai guru di SMP Santa Ursula BSD :

Saat saya mendampingi anak yang mengalami di-bully oleh temannya yang dulunya satu geng dengannya.  Bully yang dilakukan berupa ancaman melalui SMS, pandangan dingin, menjauhi, dan mengotori baju ganti di ruang ganti dengan sambal. Anak tersebut, sebut saja S, merasa tertekan saat dia berada di kelas 8 semester 2 karena dia dikeluarkan dari gengnya. S merasa terganggu dan takut masuk sekolah. Saat dia naik kelas 9, saya menjadi wali kelasnya.  Saya mengetahui dia dibully karena perilaku anak ini di kelas tampak pendiam dan tertekan serta prestasinya buruk. Ketika saya mempelajari rapotnya di kelas 7 dia selalu menduduki rangking antara 2-5. Namun, ketika di semester 2 kelas 8 dia menduduki rangking 15.

Kemudian saya memanggil dia dan bertanya tentang perasaannya. Dia bercerita tentang hal   yang menyebabkan dia di-dibully. Langkah berikutnya, saya berdiskusi dengan guru bimbingan konseling untuk mendampingi anak ini dan membantu menyelesaikan masalahnya. Langkah selanjutnya saya memanggil ketua geng yang me-mbully (kita sebut saja M) dan mempengaruhi anggota untuk ikut mem-bully.

Dari pembicaraan dengan M, saya menjadi tahu alasan M tidak suka S karena menurut M S suka ‘kepo’ terlalu ingin tahu urusan orang lain. Sementara S menyatakan bahwa ia merasa sebagai sesama teman dekat harus berbagi rahasia. Ada salah paham antara mereka.

Kami (saya dan guru BK) sepakat mempertemukan S dan M. Ketika mereka dipertemukan, terjadilah adegan seperti dalam sinetron Indonesia. Keduanya salingmemaki.  Kami membimbing keduanya untuk rekonsiliasi . Memerlukan waktu ya 4 minggu untuk mereka bisa melakukannya.

Akhirnya S dan M bertemu kembali sesuai dengan waktu yang disepakati bersama.  Pelukan saling memaafkan pun terjadi. Kami pastilah terharu melihatnya. Meskipun sesudah peristiwa itu, kdeduanya tak bisa karib kembali. Saya bisa memaklumi sesuatu yang sudah terputus ketika disambung lagi tak seutuh dulu. Apalagi ini dalam relasi hati.

Satu hal lagi yang menggembirakan saya adalah S pada semester 1 di kelas 9 meraih rangking 3 dan di semeter 2 ranking 2. Jelas ada korelasi antara antara prestasi dengan perasaan trertekan.  Karena itu, saya selalu berperinsip, tuntaskan bully dengan segera dan dampingi korban bully dengan baik sehingga ia tidak berlarut. Jangan biarkan bullying merajalela.

(Ch. Enung Martina)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: