Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

PERJALANAN 8 : Milan, Kota Adibusana

Posted by lembursingkur pada September 12, 2015

Setelah berwisata ke Gunung Kudus Varallo, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat kota terkenal yang sering tercatat karena sepak bolanya dan karena menjadi pusat fashion dunia.


Comune di Milano merupakan kota yang terletak di Lombardia, wilayah paling maju di Italia. Sebagai ibu kota dari wilayah Lombardia, kota Milan terkenal dengan perusahaan adibusana dan toko-tokonya  yang terletak di via Montenapoleone dan Galleria Vittorio Emanuele di Piazza Duomo, yang adalah salah satu pusat belanja tertua di dunia. Beberapa perusahaan merek dunia yang ada di Milan misalnya Giorgio Armani, Dolce & Gabbana, Prada, Gianni Versace, Pirelli, Telecom Italia, Fiera Milano, Alemagna, Alfa Romeo, Motta, Mediaset, Bugatti, dll.

Milano berasal dari bahasa Latin, Mediolanum yang berarti ‘di tengah hamparan’. Kota ini adalah kota utama di sebelah utara Italia yang merupakan ibu kota wilayah Lombardia dan pusat ekonomi serta keuangan Italia. Provinsi Milan mencakup wilayah seluas 1.982 km² dan mempunyai 188 distrik.

Selain dikenal sebagai pusat fashion dunia, Milan juga dikenal dengan karya seninya yang mendunia. Di sini ditemukan bangunan-bangunan dengan seni artsitektur tinggi.  Beberapa bangunan gereja dengan arsitektur tinggi adalah    Duomo (katedral Milan), Sant’Alessandro, Basilica di Sant’Ambrogio, Santa Maria delle Grazie (di dalamnya terdapat lukisan terkenal  “Jamuan Terakhir” karya Leonardo da Vinci), San Babila, San Bernardino alle Ossa, Basilica di Sant’Eustorgio, Basilica di San Lorenzo, San Marco, Santuario di Santa Maria dei Miracoli, Santa Maria del Carmine, Basilica di San Nazaro Maggiore, Santa Maria presso San Satiro, Santo Stefano Maggiore.

Sebetulnya, saya tidak berjalan-jalan keliling untuk mencari objek bersejarah dan seni. Mengingat waktu yang tersedia terbatas, menjadi pilihan yang tak mudah kala itu untuk memutuskan: memilih berkeliling melihat aneka karya seni atau berkeliling melihat pusat belanja dunia? Saya akhirnya memutuskan  berkeliling masuk dari toko ke toko untuk melihat berbagai barang merek terkenal dunia karena ada banyak jenis karya seni dan arsitektur yang tersebar di seluruh Italia. Beberapa karya dan objek seni itu sudah saya kunjungi. Sebetulnya saya masuk dari toko ke toko  hanya lihat saja karena pastilah kocek saya tak bisa beli barang-barang itu. Maklum euro-nya terbatas! Saya hanya penasaran saja, ingin tahu seperti apa pusat belanja kelas dunia ini. Saya ikut teman saya, Ibu Paramitha,  yang sangat akrab dengan berbagai merek barang tersebut. Saya ternganga saja melihat harga barang yang bagi saya tak masuk di akal ketika dikalkulasi ke rupiah. Namun, ketika dari toko- ke toko saya sambangi, setiap toko berjejal dengan orang, pembeli atau mungkin juga jenis orang seperti saya yang hanya ingin tahu saja.

Namun, saya tak kurang akal untuk mencari keindahan Milan dari sudut seni. Saya mencari tahu dari media dan bertanya-tanya pada tour guide kami, Louis. Inilah hasil penjelajahan saya!

Katedral dengan gaya Gothic , Duomo, terletak di jantung geografis pusat kota. Bangunan ini hanya saya lewati dan pandang dari sebrang tempat parkir bis kami. Banguan klasik yang  satu  ini mengungkapkan cinta dan keindahan serta  kekuatan yang masih membuat kota ini nampak berbeda dari kota lainnya hingga  hari ini. Konstruksi bangunan ini dimulai pada tahun 1386 namun penyelesaiannya memakan waktu hampir 500 tahun. Katedral ini memiliki 135 menara dan 3.200 patung yang menghiasi atap katedral.  Katedral ini merupakan gereja ketiga terbesar di dunia berwarna abu abu muda, berukuran tinggi 108 m dan panjang 158 m, dengan bentuk bangunan yang sangat artistik ini masih berdiri kokoh sampai saat ini.

Piazza del Duomo, merupakan alun-alun dari katedral yang merupakan pusat sejarah kota Milan. Di alun-alun ini juga terdapat  patung Vittorio Emanuele dan perumahan Palazzo Reale, Museum Duomo dan Museum of Contemporary Art. Louis menjelaskan bahwa jika kita memperhatikan jalan-jalan yang berada di sekitar kawasan ini, maka akan terlihat jelas bahwa jalan-jalan tersebut membentuk pola yang berpusat di Piazza del Duomo. Sebuah bukti yang sekali lagi menunjukan bahwa tempat ini memiliki kedudukan paling penting di Milan.

Bangunan lain adalah Basilika Sant ‘Ambrogio adalah salah satu gereja tertua di Milan. Gereja ini dibangun pada tahun 379 s/d 386 SM. St. ‘Ambrogio (Ambrosius) adalah santo pelindung Milan. Kata Louis, kita  bisa melihatnya (tubuh yang diawetkan) di ruang bawah tanah bersama dengan dua martir dari  abad ketiga. Gereja ini adalah contoh yang sangat bagus dari arsitektur Romawi dan di dalamnya terdapat peninggalan, ukiran, mosaik dan juga mezbah emas.

Selain bangunan gereja, bangunan lain yang terkenal dengan keindahan arsitekturnya adalah Castello Sforzesco, Ca’ Granda (Universitas Milan), Palazzo della Ragione, Palazzo Reale, Teatro alla Scala, Stasiun Sentral Milan, Palazzo Serbelloni, Galleria Vittorio Emanuele II, Menara Velasca, dan Menara Pirelli. Selain itu ada juga beberapa musium yang memamerkan  berbagai barang bersejarah seperti  Museo Egizio, Museo Poldi Pezzoli, Museo della Preistoria e Protostoria, Museo d’Arte Antica, Museo Teatro alla Scala. Tentu saja kami tak sempat mengunjungi semua tempat yang menjanjikan penuh dengan petualangan ilmu pengetahuan tersebut.

Koleksi seni lama dan baru berpadu menjadi satu di kota metropolitan ini. Lukisan yang paling terkenal di Milan adalah  The Last Supper karya Leonardo Da Vinci yang tersembunyi di dinding ruang makan yang berdampingan dengan Basilica di Santa Maria delle Grazie. Karya ini menggambarkan Kristus dan murid-muridnya pada saat yang perjamuan terakhir yang dramatis. Lukisan itu berkisah  ketika Kristus mengungkapkan bahwa dia menyadari pengkhianatan salah satu muridnya, Yudas Iskariot. Lukisan itu  adalah salah satu karya yang sarat secara  psikologis menurut para ahli. Karya ini merupakan  salah satu gambar yang menjadi  ikon dunia.

Pusat belanja kelas dunia yang  tak tertandingi merupakan  salah satu dari daya tarik tersendiri bagi para turis. Kompleks perdagangan besar ini tak bisa lepas dari  kehidupan malam yang  berkilau. Pamor opera di La Scala, jejak karya Si Jenius Leonardo da Vinci, dan aneka merek dunia yang bertebaran, membuat Milan dikenal sebagai kota yang tak tertandingi.

Saya mau bagi-bagi pengalaman bagi yang gemar berbelanja. Bila Anda akan belanja di Milano, yang gemar berbelanja pakaian ataupun barang-barang bermerk terkenal seperti : Gucci, Versace, Fratelli Rossetti, Prada, Cartier dan masih banyak lagi. Ada beberapa tempat atau pusat perbelanjaan yang terkenal di kota Milan, antara lain : Via Montenapoleone, Via della Spiga, Via Sant’Andrea, Via Manzoni, Via Borgospesso dan Via Santo Spirito. Bagi Anda yang gemar berburu barang bermerk Giorgio Armani, Via Manzoni adalah tempat yang harus Anda tuju.

Jika Anda hanya ingin berbelanja di outlet-outlet, di kota Milan pun banyak tersedia. Harg-harga barang yang dijual di outlet biasanya relatif murah. Louis memberikan tips berbelanja di Milan. Katanya untuk mendapatkan seasonal sale hingga diskon 70%, datanglah pada awal bulan Januari dan Juli. Butik terkenal ‘10 Corso Como’ juga mempunyai outlet yang menjual barang-barang dari musim lalu. Outlet ‘10 Corso Como’  ini berada di Via Tazzoli 3 – 20154 Milan. Kata Louis lagi , ada baiknya mengunjungi butik-butik di segitiga emas Montenapoleone di Milan, karena butik-butik Prada, Gucci dan merk lainnya itu dibangun dan didesain seperti layaknya museum. Walaupun kita tidak berbelanja di sini, kita tetap bisa melihat dan mengalami pengalaman berbelanja barang bermerk. Begitu kata Louis.

O, ya ada sisi kurang enak dari kota ini: Selain dikenal dengan kemegahannya, kota ini juga dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang cukup tinggi terutama kasus pencopetan. Milan menjadi salah satu kota yang tidak aman di Eropa karena banyaknya turis-turis yang berkunjung untuk berbelanja dan hal ini digunakan sebagai kesempatan para kriminal untuk mendapatkan keuntungan dari orang-orang tertentu. Daerah-daerah di sekitar pusat perbelanjaan menjadi tempat yang sangat popular bagi sekelompok orang bohemian, gypsy, atau imigran-imigran yang datang dari Asia Selatan dan Afrika Utara untuk mencuri barang atau uang para pengunjung dengan sangat cepat.

Sisi yang tidak enak yang lain adalah pengunjung juga wajib berhati-hati saat berada di Piazza de Duomo, biasanya imigran-imigran dari Asia Selatan datang menghampiri untuk menawarkan sekepal jagung untuk makanan burung-burung merpati. Kita memang dapat menolaknya walaupun mereka akan terus memaksa. Dan jika Anda menerimanya maka bersiap-siaplah untuk membayar dengan harga tinggi. Satu-satunya cara untuk menghindar adalah dengan mengalihkan diri atau berjalan menuju crabieneri (polisi) di sekitar Anda. Tempat lain yang harus diwaspadai adalah saat berada di Milan Stazione Centrale, stasiun kereta utama di kota Milan. Turis-turis yang terlihat baru tiba pertama kali di kota ini akan menjadi tujuan para kriminal jika tidak berhati-hati.

Milan memang memiliki magnet bagi setiap orang yang berkunjung ke sana. Tidak hanya wisata belanjanya, tetapi juga keindahan bangunan bangunan kuno yang bersejarah yang masih terawat dengan baik. Milan memang mempesona dan pesonanya siap menghipnotis siapa saja yang sempat menginjakan kakinya di Milan. Karena itu berhati-hatilah berbelanja di sini, bisa-bisa  membuat lupa waktu dan nyaris menghabiskan limit kartu kredit atau persediaan euro Anda! . (Ch. Enung Martina)

Satu Tanggapan to “PERJALANAN 8 : Milan, Kota Adibusana”

  1. […] https://lembursingkur.wordpress.com/2015/09/12/perjalanan-8-milan-kota-adibusana/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: