Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL 12

Posted by lembursingkur pada Desember 23, 2011

Di bawah ini kita akan melihat salah satu ringkasan novel sastra yang dibuat oleh seorang penulis yang sangat produktif pada masanya. Beliau adalah Nur Sutan Iskandar. Karena saking produktifnya, beliau sering dijuluki Raja Pengarang Ba;ai Pustaka. Selamat membaca! ( Ch. Enung Martina )

Judul :           Salah Pilih

Pengarang :           Nur Sutan Iskandar

Penerbit :           PT (Persero) Penerbit dan Percetakan

BALAI PUSTAKA

Cetakan ke :           Dua Puluh Sembilan

Ringkasan :

Asnah adalah anak angkat dari Ibu Mariati. Sejak lahir ia tinggal di sana dan sudah dianggap sebagi anak sendiri. Mereka tinggal di daerah Maninjau. Ibu Mariati memiliki seorang anak laki – laki yang bernama Asri. Karena Ibu Mariati tidak memiliki anak perempuan, maka ia mengangkat Asnah sebagai anaknya. Di dalam rumah itu ada Makcik Liah, saudara Ibu Mariati. Setelah beranjak dewasa, Asri bersekolah ke Jawa dan Asnah tetap berada di sana menjaga Ibu Mariati yang tengah sakit. Beberapa tahun kemudian, Asri kembali ke Maninjau dan bertemu dengan keluarganya. Saat itu Asnah telah jatuh cinta kepada Asri, tetapi Asri hanya menganggapnya sebagai adik dan kakak. Asri tidak diizinkan kembali ke Jawa oleh Ibu Mariati karena disuruh menikah.

Di desanya, Asri sangat akrab dengan warga. Ia berjumpa kembali dengan teman – temannya. Di sana terdapat sebuah rumah yang bernama “rumah berukir”. Itu adalah rumah yang sering didatanginya. Rumah itu merupakan rumah orang bangsawan. Ada seorang anak laki – laki dan dua orang perempuan. Yang paling sulung seorang perempuan bernama Rusiah yang sudah menikah dengan Sutan Sinaro. Yang kedua seorang laki – laki bernama Kaharuddin. Dan yang terakhir bernama Saniah, seorang perempuan yang berumur 16 tahun. Ibu mereka bernama Rangkayo Saleah yang sangat berpegang teguh pada adat. Ia sombong dan tidak suka bergaul dengan orang miskin. Sesampainya di rumah, Asri diberikan pilihan perempuan oleh ibunya. Mereka berunding cukup lama dan akhirnya Asri menetapkan Saniah untuk menjadi istrinya.

Akhirnya, lamaran pun dimulai dan diterima dengan baik oleh pihak perempuan. Setelah pernikahan, Saniah tinggal bersama dengan Asri di rumahnya. Saniah dinasehati oleh ibunya untuk menguasai rumah itu agar harta Asri jatuh ke tangannya. Asri memiliki jabatan yang tinggi di kantornya. Saniah disuruh agar menyingkirkan Asnah agar rencananya dapat berhasil. Akan tetapi, Asnah kuat dan tidak dapat diusir. Saniah tidak mau berbaur dengan orang dalam rumah itu dan hanya berdiam diri di dalam kamar. Pasangan suami istri itu sering sekali bertengkar dan Asri berpikir bahwa ia telah salah pilih istri. Suatu hari, Ibu Mariati meninggal dan ia berpesan kepada Asri dan Asnah bahwa mereka harus menikah. Tetapi hal itu tidak mungkin karena mereka satu suku. Itu melanggar adat. Kelakuan Saniah semakin semena – mena terhadap Asnah dan ia sering bertengkar dengan Asri. Kelakuan mereka diketahui oleh warga sekitar. Rankayo Saleah menerima kabar dari Kaharuddin akan menikah di Padang. Akhirnya, Rangkayo Saleah dan Saniah pergi ke sana . Dalam perjalanan, oto yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan sehingga mereka berdua meninggal.

Setelah kejadian itu, Asri tinggal sendirian di rumahnya, karena Asnah tinggal di rumah Ibu Mariah, adik Ibu Mariati di Bayur. Saat itu, Asri memutuskan untuk menikah dengan Asnah, meskipun dilarang oleh adat. Ia berpendapat bahwa adat seperti itu harus dihilangkan karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Akhirnya, ia menemui Asnah yang berada di Bayur. Ia membicarakan rencana pernikahan dengan Ibu Mariah dan Asnah. Ibu Mariah mengetahui seorang penghulu yang berpegang teguh pada Quran dan Hadis. Pernikahan pun dilangsungkan secara diam – diam di rumah Ibu Mariah. Keesokan harinya, mereka berangkat pergi ke Jakarta untuk tinggal di sana .

Setelah kepergian mereka, warga mengetahui hal tersebut dan menjelek jelekkan nama Asri dan Asnah. Sesampainya di Jakarta, mereka juga dikucilkan oleh orang Minangkabau yang berada di sana . Mereka dijauhi, tetapi mereka tetap menjalankan hubungan sosial dengan baik. Akhirnya, para tetangga dapat menerima mereka dengan baik. Suatu hari, Asri dan Asnah mendapat surat dari penghulu di desa mereka agar mereka kembali karena Asri akan diangkat sebagai penghulu. Para penghulu dan ahli adat megatakan bahwa kebiasaan menikah tidak boleh sesuku harus diubah dan mereka setuju dengan Asri. Asri dan Asnah kembali ke kampong halamannya dan disambut dengan meriah oleh warga. Mereka hidup berbahagia dan tidak dapat dipisahkan oleh siapa pun juga.

Opini :      Menurut saya, novel ini bagus. Penggambaran seseorang sangat jelas

sehingga pembaca dapat mengetahuinya. Selain itu, para pembaca

dibuat penasaran dengan cerita karena didalamnya terdapat rahasia

rahasia. Meskipun bahasa yang digunakkan sedikit berbeda, tetapi

karena penggambaran yang jelas, pembaca dapat mengikuti alur cerita.

Novel ini memiliki nilai – nilai yang dapat berguna bagi pembaca.

Pelajaran Moral :

–           Kita tidak boleh sombong akan kelebihan kita

–           Kita harus saling tolong – menolong.

–           Janganlah kita menghina atau mengejek sesama kita

( Albert Mario 9B )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: