Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

PUISI TENTANG PEREMPUAN

Posted by lembursingkur pada Desember 4, 2011

DARAH SEORANG PEREMPUAN

Oleh: Gabriel Dietrich*

Aku perempuan dan darahku berteriak:

Siapakah kamu

Menolak kehidupan kepada pemberi-pemberinya?
Kamu semua

Telah keluar dari rahim perempuan

tapi tak seorangpun dari kamu dapat menanggung perempuan, tat kala ia menjadi kuat

dan penuh kegembiraan serta kemampuan

Kamu menginginkan air mata kami

Menjerit minta perlindungan.

Siapakah kamu melindungi kami dari dirimu sendiri?

Aku seorang perempuan

Dan darah bulananku menyadarkan diriku

Darah, Dimaksudkan untuk kehidupan.

Kamulah yang telah menemukan mesin-mesin pembawa maut

Menyebarluaskan kematian

Tiga ton peledak untuk setiap insan di atas bumi.

Aku seorang perempuan

Dan darah korban-korbanku menjerit ke langit

Yang kamu sebut surga

Aku muak padamu imam-imam

Tak pernah kamu menumpahkan darah toh kamu berucap:

Inilah darahku yang ditumpahkan untuk keselamatan banyak orang

Minumlah!

Darah siapa yang telah ditumpahkan demi kehidupan sejak keabadian?

Aku muak padamu imam-imam

Yang mengusahi Garbagriya

Yang memuja rahim sebagai sumber kehidupan

Dan menghalangi aku masuk karena darahku ini mengotori

Aku perempuan

Dan aku tetap menumpahkan darah

Tidak hanya dari rahimku

Melainkan juga dari hati Sebab sukarlah bagiku

belajar membenci

Dan kiranya tak kan membantu

bila aku membenci kamu

Aku masih mencintai anak laki-lakiku

yang mengganggu saudari perempuannya

yang dipelajarinya di luar

Bagaimana aku menghentikannya?

Aku masih mencintai ayah dari anak-anakku

Sebab dia hadir

Selagi aku melahirkan

Aku masih merinduhkan sentuhan kekasihku

Mematahkan penghalang dari laku perseve

Yang telah tumbuh laksana sebuah tembok

Antara perempuan dan laki-laki.

Aku masih mencintai

Kawan-kawan seperjuangan

Sebab mereka peduli

Akan orang-orang lain yang menderita

Dan ada harapan

Bahwa mereka memberikan tubuhnya

dalam perjuangan demi kehidupan

Tidak hanya demi kekuasaan.

Tetapi aku telah belajar

Mencintai saudari-saudari perempuanku

Kami telah belajar saling mencintai

Bahkan kami telah belajar

Untuk menghormati diri kami sendiri

Aku seorang perempuan

Dan darahku menjerit

Kami ini berjuta-juta

dan bersama-sama,  kami kuat.

Lebih baik, kamu mendengarkan kami

Dari pada terkutuk hancur.


  • Gabriel Dietrich, biarawati Katolik asal Jerman. Ia lama bekerja di India. The Blood of a Women merupakan syair yang ditulisnya. Syair ini menghubungkan penumpahan darah perempuan, penumpahan darah Yesus di kayu salib dan perayaan ekaristi. Syair ini menyeruhkan penderitaan dan penumpahan darah yang dipaksakan kepada perempuan dalam aborsi, pemerkosaan, KB, dan pekerjaan rumah tangga. Penumpahan darah perempuan berhubungan dengan kehidupan.  Syair ini mengungkapkan penafsiran kritis atas tradisi kristiani dalam konteks penderitaan kaum perempuan. Sekaligus mengucapkan pesan kenabian dengan jelas dan tegas tanpa memerlukan banyak komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: