Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

PIDATO 5

Posted by lembursingkur pada Desember 11, 2009

Pidato merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang tergolong dalam ketrampilan berbicara. Di bawah ini contoh naskah pidato karya siswa SMP St. Ursula BSD. ( Ch. Enung Martina )

Pendengar : Masyarakat luas yang Peduli Lingkungan
Pembicara : Ketua Lingkungan
Tema          : Lingkungan Hidup
Topik          : Plastik yang mudah didaur ulang
Judul          : Plastik – Ramah Lingkungan yang Dinantikan

Selamat siang,
Salam damai kepada bapak-bapak,ibu-ibu,dan seluruh warga Kampung Rambutan yang saya hormati,terima kasih sebesar-besarnya saya haturkan kepada para panitia yang telah bersedia menyelenggarakan seminar ini dan memberikan kesempatan pada saya untuk dapat berbicara di depan seluruh masyarakat,serta saudara-saudara sekalian yang mau mendengarkan pidato singkat ini. Dalam seminar kali ini,saya sebagai ketua lingkungan akan mengangkat tema tentang lingkungan hidup yang selama ini tidak kita perhatikan benar keadaannya. Saya akan membahas sedikit mengenai plastik yang kita ketahui bahwa keberadaannya merupakan suatu ancaman kecil bagi lingkungan hidup kita. Tujuan dari pembahasan ini adalah sebagai sebuah ajakan yang ditujukan kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan plastik seenaknya.
Dapat kita ketahui kalau hampir tidak ada yang tanpa plastik di sekitar kita. Selama ini sampah plastik terbesar berasal dari pembungkus mi instan. Minuman yang disajikan panas seperti wedang jahe,coklat susu,kopi buatan rumahpun dikemas dalam gelas plastik. Dan lebih parahnya lagi,kita sering bertake-away memindahkan air teh dari botol beling ke dalam plastik,meminumnya menggunakan sedotan plastik pula. Lihat,kejadian-kejadian ini membuat Indonesia menghasilkan 6 juta ton sampah plastik setiap tahunnya dan hanya 5% yang didaur ulang. adapula menurut Kantor Menneg Lingkungan Hidup,4,8 juta ton sampah plastik mengotori jalanan dan memampatkan selokan.
Setelah dihimbau,ternyata sudah banyak negara yang membuat plastik dicampur dengan karbohidrat semacam jagung dan gandum sehingga cepat terurai oleh mikroba. Di negara kita ini,hal seperti itupun ada. Hanya bahan campurannya tapioka/singkong. Bahkan,sebuah pabrik yang bekerja sama dengan Dana Mitra Lingkungan telah memproduksi Bio-bag,kantung sampah dengan kandungan tapioka 30% dan plastik belanja yang disebut Ecoplast yang memiliki kandungan tapioka 50%. Ecoplast rata-rata hancur dalam 10 minggu. Di luar hal tersebut,ada produk baru bernama Oxium yang merupakan bahan aditif dan hancur dalam 2 tahun. Walaupun harga plastik yang mudah hancur/terurai 10-15% lebih mahal,tetapi jauh lebih baik dibandingkan plastik murah yang 1000 tahun baru terurai/busuk dalam tanah.
Dari apa yang telah saya tuturkan,saya akan kembali mengingatkan saudara sekalian bahwa lingkungan hidup yang kita idamkan tidak dapat terbentuk dengan sendirinya. Untuk mewujudkannya,kita harus mulai dari hal kecil. Contohnya dengan mengurangi pemakaian plastik atau menggantinya dengan Bio-bag,Ecoplast,dan Oxium. Jika hendak berbelanja,bawalah tas belanja sendiri,serta pisahkan sampah organik dan nonorganik.

Besar harapan saya, Saudara-saudara dengan senang hati mau membantu mengembalikan lingkungan hidup kembali pada kondisi seharusnya lewat hal kecil ini. Karena hal kecil akan berdampak besar bagi kehidupan kita. Terima kasih atas waktu yang telah diberikan sudi hadir di tempat ini.  Saya juga mohon maaf jika ada salah kata. Selamat siang.

(Sherley Octaviani 9B SMP St. Ursula BSD)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: