Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL SASTRA 5

Posted by lembursingkur pada Oktober 18, 2009

NOVEL SASTRA 7

Di bawah ini kita akan melihat salah satu ringkasan novel sastra yang dibuat oleh seorang penulis yang sangat produktif pada masanya. Beliau adalah Nur Sutan Iskandar. Karena saking produktifnya, beliau sering dijuluki Raja Pengarang Ba;ai Pustaka. Selamat membaca! ( Ch. Enung Martina )

Judul

Salah Pilih

Pengarang

Nur Sutan Iskandar

Penerbit

PT.Balai Pustaka (Persero)

Cetakan

ke 29

Ringkasan

Di sebuah rumah gedang besar di pedalaman Sumatera Barat, tinggalah seorang wanita setengah baya bernama Ibu Mariati dengan saudara perempuan dan kedua anaknya. Hanya saja, anak sulungnya(laki-laki) sedang merantau ke Jakarta untuk belajar. Sedangkan anak bungsunya(perempuan) adalah anak angkat. Saat ini Ibu Mariati sedang kurang kesehatannya. Sehingga harus banyak istirahat. Sitti Maliah, saudaranya, membantunya meracik dan meminum obat. Tetapi, kerap kali Ibu mariati tidak mau meminumnya. Beliau hanya mau dibantu minum obat oleh anak bungsunya, Asnah. Tak berapa lama Ibu Mariati uring-uringan, Asnahpun pulang dari balai. Segera ia membantu ibunya meminum obat. Sambil berbincang-bincang, sekalian saja Ibu Mariati menyampaikan pada Asnah kalau Asri, kakanya, akan segera pulang. Wajahnya langsung tegang mendengar hal itu. Perasaannya yang ia pendam sejak dulu kembali bergejolak di hatinya. Apakah Asnah siap kembali berhadapan dengan Asri yang sudah lama meninggalkan desa untuk bersekolah?

Beberapa hari setelah hari itu, Asri tiba di rumah gedang dengan rasa senang. Mengetahui hal itu, Asnah segera pergi diam-diam menuju kebun karena tidak ingin mengganggu pertemuan ibu dan anak pada saat itu. Asri bingung dengan ketidak adaan Asnah di saat ia pulang. Setelah mendengar alasannya dari ibu, Asri segera menyusul Asnah ke tempat mereka biasa bermain dulu. Mereka berbincang seperti dulu. Tidak ada yang berubah, hanya saja sikap Asnah sudah lebih dewasa. Ia berusaha tidak terlalu dekat dengan kakaknya yang berlawanan jenis. Perasaannya tidak dapat diutarakannya kepada Asri. Karena ia tahu itu tidak boleh.

Sampai pada akhirnya, tiba saatnya Asri harus bertunangan dengan seorang gadis yang tidak dicintainya bernama Saniah. Saniah adalah anak Rangkayo Saleah, ibunya,  yang tinggal di rumah berukir di negeri. Asri terpaksa bertunangan karena ibunya meminta. Umurnya sudah menginjak 19 tahun dan akan sangat malu keluarganya jika di umur segitu anaknya belum menikah. Sejak permintaan ibunya, Asri terus mencari calon istrinya. Ia mencari gadis-gadis yang belum menikah di desanya. Namun, tidak ada yang cocok Sampai akhirnya, ia menerima tawaran ibunya untuk bertunangan dengan Saniah dan betapa sakitnya hati Asnah.

Di hari mereka bertunangan, Asnah membantu-bantu semua persiapannya. Ia sempat sedikit berbincang dengan Saniah. Betap ketus dan kasarnya omongan Saniah kepada Asnah. Semakin sakit hati Asnah ketika mengetahui kalau kakaknya telah salah memilih pendamping hidup. Tapi, Asnah tidak mau menghancurkan acara besar kakaknya pada saat ini, sehingga ia tidak berbicara yang sesungguhnya.

Rahasia itu berhasil ditutupi Asnah sampai Saniah sah menjadi istri Asri. Lama-kelamaan, sebagai suami, Asri mulai merasakan keganjalan perilaku Saniah yang sangat berbeda dengan yang dilihatnya selama ini. Ia sadar kalu Saniah menikah dengannya hanya untuk mendapatkan seluruh hartanya setelah Ibu Mariati meninggal. Terlebih lagi, tidak lama setelah itu, Ibu Mariati dipanggil yang kuasa. Saniah makin menjadi-jadi di rumah gedang. Asnah yang tak dapat bertahan, akhirnya tinggal dengan ibu angkatnya yang satu lagi bernama Ibu Mariah di Bayur.

Asri sudah tidak kuat lagi mempertahankan rumah tangganya yang selalu dipenuhi dengan pertengkaran. Namun ia tidak mau menalak istrinya. Alhasil Asri pergi dari rumah membiarkan Saniah tinggal sendirian. Asri tidak tahu kalu beberapa hari kemudian Saniah ikut dengan ibunya pergi ke Bukittinggi. Di perjalanan mereka mengalami kecelakaan hebat. Rangkayo Saleah meninggal di tempat. Sedangkan Saniah langsung dilarikan ke rumah sakit. Berita tersebut dengan cepat sampai ke telinga Asri. Langsung disusulnya ke Bukittinggi. Pada saat sampai di rumah sakit, kondisi Saniah sudah kritis. Asri terus mendampingi istrinya itu  sampai kematiannya.

Sejak saat itu Asri murung rupanya. Tidak ada lagi keceriaan dan candaan yang keluar darinya. Semuanya terasa terserap oleh tragedy yang menimpa istrinya. Demi menghibur kesedihannya, ia kembali ingat dengan Asnah, adiknya yang sudah lama tak ia jumpai. Selekas mungkin ia menuju Bayur untuk menemui Asnah di rumah Ibu Mariah setelah dapat memulihkan setidaknya sedikit perasaannya. Betapa senang Asnah bertemu kembali dengan kakak yang sesungguhnya ia cintai. Tak lama setelah itu mereka memutuskan untuk menikah. Selama ini mereka tidak terpikir untuk menikah karena menurut adatnya, dilarang menikah dengan sesama suku. Tapi sekarang, mereka sudah mulai mengikuti adat modern yang memperbolehkan mereka menikah. Dan sekarang Asri tidak lagi salah pilih.

Opini

Menurut saya, novel ini adalah novel sejarah yang jarang sekali ditemukan di era sekarang ini. Jaman sekarang lebih banyak novel percintaan atau petualangan di kalangan remaja. Alangkah baik jika sekali-kali kita selingi bacaan kita dengan novel ini. Selain menambah wawasan mengenai budaya-budaya di Indonesia pada jaman 80an, novel ini tidak kalah bagus dan serunya dari novel-novel jaman sekarang. Walau bahasanya sedikit sulit untuk dimengerti.

Nilai Moral

–         Kita sebagai manusia harus selalu menjadi makhluk hidup yang berkembang.

–         Kita akan mendapatkan karma terhadap dosa yang kita perbuat.

–         Jangan suka menyembunyikan perasaan.

–         Jangan serakah.

–         Berbuatlah baik pada orang lain jika kita mau orang lain berlaku hal baik pada kita.

OLEH : SHIRLEY 9B/30



4 Tanggapan to “RINGKASAN NOVEL SASTRA 5”

  1. asoy said

    plis dunk ksh liat adat, kebiasaan, n etika dri novel ini….
    plis y…
    tx…
    klo bsa ksh jwbn`a ke e-mail w, klo bsa rabu pling lambat…
    hehehehehe…
    tx

  2. tob said

    trims ya atas sinopsisnya.. sangat membantu saya..

  3. pieter said

    ringkasannya agus-bagus, sangat membantu!! tapi saya minta tolong dong agar ngeringkasnya per bab, lebih detail!

  4. top said

    ringkasan novelnya bagus, begitu juga dengan isi novelnya. Ceritanya menyedihkan tetapi mengandung makna yang cukup dalam!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: