Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL SASTRA 4

Posted by lembursingkur pada Oktober 18, 2009

NOVEL SASTRA 6

Abdul Muis adalah sastrawan terkemuka Indonesia juga seorang jurnalis, aktivis partai politik dan pejuang kemerdekaan yang berperan besar dalam menumbuhkan nasionalisme rakyat Indonesia melalui karya-karya, tulisan-tulisan di media massa serta sepak terjangnya dalam organisasi pergerakan nasional. ( Ch. Enung Martina )

Judul: Pertemuan Jodoh

Pengarang: Abdoel Moeis

Penerbit: Balai Pustaka

Cetakan Tahun: 1933

Ringakasan

Ratna, seorang murid Frobelkweeschool, secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang pemuda bernama Suparta dalam kereta yang membawanya dari Jakarta ke Bandung. Suparta berusaha mencarikan tempat duduk buat gadis itu, yang semula dipenuhi barang-barang milik sepasang suami istri Tionghoa. Di Stasiun Cimahi, suami istri Tionghoa itu ditahan karena terbukti membawa narkoba.

Pekenalan tersebut ternyata membekas di hati kedua orang itu. Suparta pun setelah sampai, mengantarkan Ratna ke depan sekolahnya. Selanjutnya, mereka saling surat menyurat. Beberapa bulan kemudian, Suparta yang murid Stovia itu mengutarakan niatnya untuk memperistri Ratna. Meskipun tidak secara tegas, namun Ratna menyambut baik niat Suparta. Ia pun bersedia menghabiskan liburanya di Sumedang untuk berkenalan secara baik-baik dengan keluarga Suparta. Ibu Suparta termasuk ‘menak baheula’ yaitu orang turunan bangsawan yang masih berpegang teguh pada keadaan dan adat lembaga zaman dahulu.

Sambutan ibu Suparta ternyata tidak begitu ramah. Ratna kecewa terhadap sikap Nyai Raden Tedja Ningrum yang memandang rendah Ratna setelah tahu Ratna bukan keturunan bangsawan. Ibu Suparta bahkan menyinggung-nyinggung nama gadis lain yang dianggapnya lebih pantas untuk Suparta yang tidak lain adalah teman sekelas Ratna di Frobelkweeschool.

Ratna kemudian memutuskan untuk melupakan Suparta. Berita pertunangan Suparta dengan Nyai Raden Siti Halimah alias “Dewi Kekok” tidak membuatnya putus asa. Namun, kemalangan lain harus ia terima. Usaha pembakaran dapur milik ayahnya, Tuan Atmaja, bangkrut. Akhirnya Ratna harus keluar dari sekolahnya.

Cobaan-cobaan tersebut tidak membuat Ratna putus asa. Ia pun memutuskan untuk segera mencari pekerjaan. Gaji yang ia terima sebagai pelayan toko, ia gunakan untuk membiayai sekolah adiknya, Sudarma. Namun, baru empat bulan bekerja, toko itu harus ditutup atas perintah pengadilan. Ratna kembali melamar di kantor advokat. Namun, ia mengurungkan niatnya karena si advokat itu menggodanya. Dalam sebuah keadaan bingung, ia lewat di depan sebuah rumah besar. Ia berpikir untuk menjadi seorang pembantu rumah tangga. Ia pun menjadi pembantu Tuan dan Nyonya Kornel.

Sementara itu, Suparta yang sudah menjadi dokter tetap berusaha menjumpai Ratna kembali. Ia telah kehilangan jejak kekasihnya itu. Ia juga menyesalkan keputusan ibunya yang menentang keinginanya memperistri Ratna. Namun, ketika sikap ibunya melunak, Suparta malah kehilangan jejak Ratna. Berkat pertolongan direktris Frobelkweeschool, Suparta mendapat alamat orangtua Ratna di Togagapu. Ternyata di rumah orangtua Ratna, Suparta juga tidak bertemu gadis itu. Orangtua Ratna yang melihat kesungguhan hati Suparta, memberikan alamat tempat kerja Ratna di Kebon Sirih. Alangkah terkejutnya Supatrta mendapatkan bahwa Ratna dan adiknya sudah berangkat ke Jakarta dan rumah tempat Ratna bekerja tidak mengetahui tujuan Ratna ke Jakarta.

Sementara itu, selama Ratna bekerja menjadi pembantu di rumah keluarga Kornel, berbagai cobaan harus ia terima dengan tabah, Kehadiranya sebagai pembantu baru di keluarga itu tak luput dari rasa iri Jene, pembantu yang bekerja di rumah keluarga Kornel. Hingga suatu hari Ratna dituduh mencuri perhiasan nyonya kornel atas tuduhan Jene. Ratna kemudian dibawa ke kantor polisi. Ketika para polisi yang menjaganya lengah, ia melarikan diri, kemudian terjun ke sungai di jembatan Kwitang. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan. Dalam keadaan sekarat ia dibawa ke rumah sakit.

Sangat kebetulan bahwa dokter yang merawat Ratna adalah Suparta. Pertemuan itu tentu saja membesarkan hati Ratna dan Suparta. Keyakinan Suparta bahwa Ratna tidak bersalah, ikut mempercepat pemulihan wanita itu. Untuk memulihkan nama baik Ratna, Suparta menyewa pengacara terkenal untuk membantu Ratna di pengadilan. Karena bagaimanapun, Ratna masih harus menghadapi pengadilan.

Di pengadialn terbukti bahwa Ratna tidak bersalah. Si pelaku ternyata adalah Amat, kekasih Jene. Pembantu keluarga Kornel yang bernama Jene ternyata diperalat oleh Amat. Pengadilan memutuskan bahwa Amat diberi hukuman lima tahun penjara, sementara Jene tidak diberi hukuman apapun walaupun ia sebenrnya juga ikut dituntut.

Sidang pengadilan telah mempertemukan Suparta dengan Sudarma, adiknya, yang menjadi saksi pertama, Atas kesepakatan Suparta dengan Sudarma, Ratna harus beristirahat dia pavilion “Bidara Cina”. Gadis itu tidak boleh bertemu sembarang orang kecuali Suparta yang memeriksa kesehatanya setiap sore. Lambat laun kesehatan Ratna mulai membaik dan dia juga mulai ingat segalanya termasuk hubunganya dengan Suparta.

Begitu keluar dri rumah itu. Suparta segera melamar Ratna untuk kedua kalinya dan segera memaksa Ratna untuk melakukanya hari itu juga. Kedua pihak keluarga segera melaksanakanya, dan selesai upacara, Ratna dan Suparta pindah ke Togagapu dimana rumah orangtua Ratna sudah lebih besar berkat Suparta. Suparta dan Ratna segera pindah ke rumah sebelah orangtua Ratna yang sengaja dibeli Suparta untuk hadiah pernikahan.

Opini:

Saya merasa bahwa novel ini sangat menarik. Dimana perkembangan cerita yang sangat luarbiasa dari awal cerita Ratna masuk sekolah hingga ia ditolak oleh keluarga Suparta, orangtuanya bangkrut, ia mendapatkan pekerjaan, hingga ia menikah dengan Suparta. Penggambaran karakter oleh Abdoel Moeis juga sanagt menarik. Beliau menggambarkan karakter dengan sangat detail dan menarik. Secara keseluruhan, novel ini adalah novel yang cocok dibaca oleh siapapun.

Moral:

– Jodoh tidak akan lari kemana-mana asalkan kita percaya.

– Kebenaran pasti menang.

– Berjuanglah menghadapi masalah sberapa beratpun masalh itu.

( Stephen 9b/31)

1. Judul                      : Pertemuan Jodoh

2. Pengarang              : Abdoel Moeis

3. Penerbit                  : Balai Pustaka

4. Cetakan                  : Keempat

5. Ringkasan              :

Suatu hari, Ratna menaiki kereta dari Jakarta menuju Bandung untuk meneruskan sekolahnya. Pada saat di dalam kereta, ia bertemu dengan seorang pemuda laki-laki. Pemuda itu pun berbincang-bincang dengan Ratna dan mereka pun saling memperkenalkan diri. Pemuda itu ternyata bernama Suparta. Ternyata Suparta ingin melanjutkan hubungannya dengan Ratna. Ia pun berjanji akan mengirim surat kepadanya.. Akhirnya, Suparta mulai mengirim surat kepada Ratna yang menyatakan bahwa ia akan meminang Ratna sebagai istrinya. Tetapi, Ratna belum siap meneriman pinangan itu karena ia berpikir bahwa Suparta merupakan keturunan bangsawan sedangkan dirinya hanya dari keturunan yang biasa-biasa saja dan itu dinyatakannya dengan membalas surat dari Suparta. Suparta pun meminta Ratna untuk berkunjung ke rumah ibunya di Sumedang supaya dapat bertemu dan berkenalan dengan ibu Suparta                                                                                                                                    Ratna pun pergi ke Sumedang dengan seorang temannya, Resmi. Akhirnya, ia pun sampai di rumah Nyai Raden Teja Ningrum, ibu Suparta. Akan tetapi, Ratna mengucapkan sebuah kata yang menyinggung hati ibu Suparta. Ibu Suparta pun menyatakan keberatan jika anaknya, Suparta, berhubungan dengannya karena Suparta keturunan bangsawan sedangkan Ratna hanyalah keturunan dari keluarga yang biasa-biasa saja. Akhirnya, mereka pergi dari Sumedang untuk kembali ke rumah Resmi dan Ratna pun merasa sakit hati atas sikap ibu Suparta itu. Sore harinya Suparta pergi menemui Ratna dan mencerirtakan bahwa ia tidak setuju dengan tindakan ibunya itu tadi. Tetapi, Ratna tidak menanggapinya secara serius. Sesaat setelah Suparta meninggalkan mereka, Resmi pun melakukan pebincangan dengan Ratna soal Suparta. Menurut Resmi, Suparta adalah laki-laki yang pantas untuk Ratna. Tetapi pendapat Resmi berlawanan dengan pendapatnya. Menurutnya, ia tidak pantas dengan Suparta karena soal keturunan. Akhirnya Resmi hanya bisa memberi saran kepada Ratna untuk lebih bersabar dan jangan tergesa-gesa untuk memutuskan hubungannya dengan Suparta.                                                                                                                         Tiga bulan pun telah berlalu. Dalam waktu itu banyak masalah yang menimpa Ratna. Salah satunya adalah kondisi pembakaran kapur Atmaja, ayahnya, yang semakin lama semakin menurun. Utang pun semakin banyak dan kerugian pun semakin membesar. Akhirnya, usaha pembakaran kapur milik Atmaja bangkrut oleh karena terlilit utang. Ratna pun berpikir untuk berhenti sekolah dan memilih untuk mencari kerja sebab Sudarma, adiknya, masih memerlukan biaya untuk sekolah. Ratna kembali ke sekolah untuk mengemas barang-barangnya. Ia pun semakin terkejut dengan melihat gambar Suparta sudah ada di tangan Halimah. Akhirnya, Ratna memilih untuk memutuskan segala pertalian hubungan dengan Suparta tanpa disertai alasannya.

Ratna pun mendapat pekerjaan di sebuah toko di Bandung dengan gaji Rp 50,00 setiap bulannya. Mulanya Ratna merasa hampir tidak kuat dengan pekerjaannya sebagai pegawai toko yang membutuhkan kesabaran cukup tinggi. Tetapi toko dimana tempat ia bekerja ditutup dan Ratna pun sudah berhenti dari pekerjaannya itu. Ia pun menangis dengan adiknya karena ia sudah tidak memiliki pekerjaan lagi sementara adiknya masih memerlukan biaya untuk bersekolah sampai 20 bulan lagi. Esok paginya Ratna berada di kantor seorang advokat untuk melamar pekerjaan sebagai juru tulis. Ia pun diterima buat percobaan dan sesaat kemudian tuan advokat memindahkan meja mesin tulis Ratna ke kamarnya. Tetapi Ratna segera keluar dari pekerjaan itu oleh karena sikap tuan advokat yang tidak berbudi kepadanya. Akhirnya ia pergi meninggalkan kantor advokat itu dan terpikir olehnya bayang-bayang Suparta.                                                                                                                                   Sehari Suparta menerima angkatannya menjadi dokter, ia sudah terpikir dengan Ratna. Ia pun pergi ke sekolah Frobelkweekschool untuk menemui Ratna tetapi ternyata Ratna telah keluar dari sekolah. Suparta pun menanyakan kedua orangtua Ratna dan ia pun mendapatkan alamat rumahnya. Suparta pun segera pergi ke rumah orangtua Ratna untuk menjumpai Ratna. Sesampainya di sana, ia bertemu dengan kedua orangtua Ratna tetapi Ratna tidak ada disana. Akhirnya Suparta pun singgah sebentar untuk menanyakan keadaan Ratna. Kedua orangtuannya memberitahukan keadaan Ratna sekarang bahwa ia sedang bekerja di suatu toko di Bandung. Suparta segera menuju Bandung dan memasuki semua toko tetapi ia tidak menemukan Ratna di sana. Ia pun bingung untuk mencarinya.                                  Sudarma memutuskan untuk berhenti sekolah dan hal ini membuat Ratna menjadi terkejut. Sudarma pun memilih untuk bekerja di suatu pegadaian di Purwakarta. Akhirnya, Ratna memutuskan kepada adiknya bahwa untuk sementara ia akan menghilang dahulu. Ratna memutuskan untuk mencari kerja di daerah Jakarta meskipun pekerjaan itu adalah menjadi babu sekalipun. Ratna pun berangkat dengan kereta menuju ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, Ratna terus mencari pekerjaan. Akhirnya, Ratna bekerja sebagai babu di rumah Nyonya Kormel. Nampaknya Nyonya Kormel menyukai dan tertarik kepada Ratna meskipun Tuan Kormel menyuruh untuk tetap menjaganya. Ratna pun tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan oleh Nyonya Kormel.                                                              Pada suatu hari, Ratna diduga telah mencuri emas milik Nyonya Kormel. Ratna pun kaget dan mengatakan bahwa ia tidak mencuri emas itu. Akhirnya Komisaris memutuskan untuk membawa Ratna ke kantor Kepala Komisaris. Saat Komisaris sedang beristirahat di suatu kedai minuman, Ratna tiba-tiba menghilang. Ia pun ditemukan telah hanyut di Jembatan Kwitang. Ratna pun dibawa ke C.B.Z. dan ternyata yang merawatnya adalah Dokter Suparta. Saat di rumah sakit, tiba-tiba Amat, supir Tuan Brandon, menuduh bahwa ia disuruh oleh Ratna untuk menggadaikan emas milik Nyonya Kormel. Dua bulan setelah Ratna dibawa ke rumah sakit, ia pun dibawa ke pengadilan. Disana Ratna tetap berkeras bahwa ia tidak mencuri emas milik Nyonya Kormel. Lalu saksi Mustapa, tukang kebun Tuan Kornel, dipanggil untuk membuktikan siapa yang salah. Mustapa pun berpihak pada Ratna dan ia menunjuk Amat sebagai sang tersangka. Akhirnya kejahatan Amat pun terungkap dan ia pun dijatuhkan hukuman lima tahun dipenjara. Ratna pun jatuh pingsan mendengar keputusan tersebut dan ia pun dibawa Dokter Suparta untuk beristirahat..                                           Ratna pun ditempatkan di sebuah pavilyun tumpangan ‘Bidara Cina’. Disana ia merasa senang dan nyaman. Setiap hari Dokter Suparta mengunjungi Ratna untuk memeriksa kondisinya dan terkadang ia juga meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan Ratna. Semakin lama kondisi Ratna semakin membaik dan sudah berlaku seperti orang normal. Empat bulan pun sudah terlampau dan pada hari itu adalah hari Minggu tanggal 25 Juni tepat dimana Ratna dan Suparta pertama kali berkenalan. Lalu pada siang harinya Suparta datang menemuinya. Ratna pun diajak untuk keluar dari ‘Bidara Cina’ dan Ratna sungguh terkejut karena ia sangat menyukai tempat itu. Tetapi, Suparta ingin membawa Ratna ke rumah Sudarma di Jatinegara. Sebelum ke rumah Sudarma, Suparta mengajak Ratna ke suatu tempat. Disana mereka berbincang-bincang tentang hubungan mereka. Suparta pun menyatakan cintanya hanya kepada Ratna saja dan ia juga mengatakan bahwa ia tidak memiliki hubungan dengan Halimah. Ratna pun juga mengungkapkan rasa cintanya kepada Suparta dan ia berjanji untuk bersedia menerima Suparta.                                                                 Mereka pun pergi ke rumah Sudarma. Disana telah dipersiapkan berbagai bahan untuk merayakan pesta. Ternyata, pesta perkawinan antara Suparta dan Ratna dilaksanakan di rumah itu. Banyak tamu yang hadir untuk merayakan pesta pernikahan itu. Kedua orangtua Ratna sangat senang bisa berjumpa dengan Ratna lagi. Mereka pun menceritakan kondisi rumah mereka saat ini kepada Ratna dan Atmaja, ayah Ratna, mengatakan bahwa di dekat rumahnya ada suatu bangunan yang sangat besar dan pemiliknya adalah orang kaya. Maka, esok paginya, Suparta membawa Ratna beserta kedua orangtuanya ke pegunungan tanah Priangan. Jalan yang berliku-liku pun ditempuh. Mereka pun sampai di suatu rumah yang besar dan Suparta memarkirkan mobilnya di dalam garasi rumah itu. Ratna dan kedua orangtuanya heran terhadap Suparta. Akhirnya, Suparta pun menjelaskan bahwa bangunan yang sebelumnya mereka ceritakan itu adalah rumah milik Suparta yang akan ia tinggali bersana-sama dengan Ratna. Mereka pun sangat terkejut dan bersyukur sebab rumah kedua orangtua Ratna hanya berjarak tiga langkah. Atmaja pun sangat gembira dan ibu Ratna pun tidak henti-hentinya bersyukur. Ratna pun serasa peristiwa ini bagaikan mimpi yang sangat luar biasa dan ia bersyukur ternyata ia bisa tinggal di rumah yang sebesar itu. Kejadian ini merupakan kejadian yang tidak disangka akan terjadi oleh Ratna.

6. Opini                       :

Menurut pendapat saya, buku ini baik untuk dibaca oleh kalangan remaja dan dewasa sebab isi dari buku ini cukup menarik untuk diperhatikan. Banyak nilai-nilai moral yang dapat kita ambil dari novel ini sebab novel ini bercerita bukan hanya tentang percintaan yang biasa-biasa saja tetapi di balik semua itu terdapat juga segala perjuangan dan masalah didalamnya. Selain itu, isi dari novel ini berbeda dari novel-novel remaja atau terjemahan. Dalam novel ini, isinya lebih berbobot dan bermakna daripada novel-novel remaja atau novel terjemahan sehingga nilai kehidupannya juga lebih banyak terkandung dalam novel ini.                      Selain isinya yang menarik, bahasa yang digunakan sudah baik dan sopan. Bahasa yang dipakai juga berbeda dari novel remaja dan terjemahan. Di dalam novel ini bahasanya lebih bersifat formal. Selain itu, dalam novel ini banyak bahasa-bahasa kiasan yang dipakai sehingga bagi para pemula agak sulit untuk dimengerti.. Meskipun begitu, novel ini tidak kalah menariknya dengan novel remaja dan terjemahan.

7. Nilai moral             :

Nilai-nilai yang dapat kita ambil dari novel ini adalah :

Ø  Jangan mudah putus asa dan terus berjuang meskipun masalah yang cukup berat telah menghadang di depan kita.

Ø  Janganlah memandang seseorang dari faktor keturunan atau materi melainkan dari kelakuan dan pribadi seseorang itu sendiri.

Ø  Dalam mengambil keputusan, haruslah dipikirkan terlebih dahulu sehingga kita dapat memastikan bahwa keputusan yang kita ambil sudahlah tepat.

Ø  Janganlah gentar dalam membela kebenaran meskipun kita telah difitnah melakukan suatu kejahatan..

Ø  Suatu pilihan sebaiknya ditentukan oleh hati kita sendiri bukan dengan orang lain sebab pilihan yang dipilih oleh orang lain belum tentu akan cocok dengan diri kita sendiri.

Nama              : Andreas Leonardo

Kelas/no         : 9B / 4


2 Tanggapan to “RINGKASAN NOVEL SASTRA 4”

  1. […] RINGKASAN NOVEL SASTRA 4 October 2009 […]

  2. Lola Vania said

    saya menyukai novel ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: