Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL SASTRA 3

Posted by lembursingkur pada Oktober 18, 2009

NOVEL SASTRA 4

Sori Siregar dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, 12 November 1939. Ia mengikuti 
International Writing Program di Iowa University, Amerika Serikat pada 1970-71, dan pernah bekerja antara lain di BBC London, Radio Suara Malaysia, Matra, Forum Keadilan. Karya-karyanya: Dosa atas Manusia (1967), Pemburu dan Harimau (1972), Senja (1979), Wanita Itu adalah Ibu (1979; novel pemenang hadiah perangsang kreasi Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta 1978), Di Atara Seribu Warna (1980), Susan (1981), Awal Musim Gugur (1981), Reuni 
(1982), Telepon (1982; pemenang hadiah harapan Sayembara Mengarang Roman DKJ 1979); Penjara (1992), Titik Temu (1996). Di samping itu ia banyak nerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia, baik novel, cerita pendek, maupun drama. (Ch. Enung Martina )

Sphere: Related Content

DI 25.10.06  

Judul: AWAL PENDAKIAN

Pengarang: Sori Seregar

Penerbit: Balai Pustaka

Cetakan: Jakarta,1995

Ringkasan:

Malam telah tiba, saat itu Danial telah tiba di rumah Dokter Kahar dan ia pun mengetuk pintu rumah Dokter Kahar. Setelah beberapa kali ketukan, seorang perempuan keluar dan itu adalah pembantu Dokter Kahar. Dokter Kahar adalah dokter ahli penyakit kulit dan kelamin, tetapi dulu ia sempat belajar ahli jiwa. Akhirnya Danial menanyakan tentang keberadaan teman baiknya itu, tapi ternyata saat itu dokter Kahar tidak ada di rumahnya, ia berada di rumah Dokter Rahim. Akhirnya Danial pun segera ke rumah Dokter rahim untuk menemui sahabat karibnya itu, tetapi Danial mendapatkan kesialan lagi karena ternyata sesampainya di sana orang yang dicarinya tidak bisa diganggu, dengan alasan sedang ada rapat. Beberapa menit telah dilalui Danial untuk menunggu sahabatnya selesai dari rapatnya. Orang yang dicari pun tak kunjung keluar, akhirnya ia memutuskan untuk langsung bertemu dengan Dokter Kahar tanpa memperdulikan rapatnya. Pada saat Danial masuk ia terkejut karena sahabat yang dicarinya bukan sedang rapat tetapi sedang berjudi dengan dokter-dokter lainnya. Kemarahan Danial sudah tidak bisa dipendam lagi, ia langsung memarahi sahabatnya. Walaupun seperti itu Dokter Kahar adalah orang yang sabar dan peduli. Ia hanya tersenyum saat Danial masuk ke ruangan tempat ia berjudi. Danial mulai mengeluarkan kata kasarnya untuk memarahi teman baiknya itu,tetapi Dokter Kahar tetap memandang Danial dengan senyuman.

Esok harinya Danial bangun dengan tubuh yang cukup bugar di rumahnya. Tetapi kini berita tentang Dokter Rahim tersebar keseluruh surat kabar. Dalam berita disebutkan bahwa Dokter Rahim telah menyalahgunakan uang negara dalam pembelian alat-alat kedokteran. Selesai Danial membacakan berita itu, Danial berpikir, mungkin Dokter Rahim kalah judi dan resikonya ia terpaksa menggunakan uang negara agar bebas dari hutang judi.. Dari situ Danial berpikir tentang Dokter Kahar yang kini ikut berjudi karena dulu Dokter Kahar termasuk orang yang terpandang baik. Akhirnya Danial memutuskan untuk bertualang keluar rumah dan mencari moment-moment yang  berkesan.Pohon ketapang di samping kantin mulai ramai pagi itu..Ada yang mengobrol, makan, dan bermain.Setelah beberapa lama, Danial kembali ke tempat kerjanya, ia melewati beberapa lorong. Di depan kamar hononarium ia berhenti dan menjenguk ke dalam. Ada 5 orang di dalamnya dan hanya 2 orang yang dikenalnya. Keduanya guru sekolah taman kanak-kanak. Lalu Danial mengunjungi Kepala urusan hononarium. Danial memperhatikan Kepala hononarium sedang sibuk, akhirnya Danial hanya duudk di depan meja Kepala. Beberapa menit kemudian Kepala honor memanggil satu persatu orang yang sedang menunggu, lalu mereka memberikan  sejumlah uang dan meminta mereka satu persatu menantangani kwitansi tanda terima.Tak lama Danial meninggalkan ruangan Kepala itu.

Pagi telah menyapa kedua sahabat itu. Danial dan Dokter Kahar duduk di kursi mereka yang menghadap ke arah perbukitan, di halaman restoran yang luas itu mereka memesan minuman dingin. Di sana Danial mulai menceritakan pengalamannya dengann Robson. Danial berkenalan dengan Robson, Paul Robson, ketika ia membantu Haris yang sedang bekerja di travel biro sebagai guide. Danial hanya menjadi guide selam dua hari. Entah mengapa Robson begitu tertarik dengan Danial. Ia lalu menceritakan halnya kepada Danial. Robson lahir ke dunia bukan karena keinginan ibunya. Lalu ibunya menyerahkan Robson pada panti asuhan. Ibu dan ayahnya sudah lama tidak sejalan, akhirnya mereka bercerai tanpa siapa pun yang tahu. Setelah tiga tahun Robson diasuh oleh neneknya dan kakeknya Robson. Dari kedua orang tuanya itulah Robson mengetahui sejarah hidupnya. Karena ayahnya keburu meninggal ia hanya dapat bertemu dengan ibunya. Pertemuannya dengan ibunya tidak lama. Ibunya menyambut Robson dengan dingin, apalagi ia kini telah menikah lagi. Robson meninggalkan ibunya dengan perasaan terluka. Sampai ia meninggalkan ibunya, Robson tetap mencintai ibunya. Surat demi surat ditulis dan dikirim kepada ibunya tanpa balasan satu pun dari ibunya. Menjelang natal ia mengirimkan hadiah untuk sang ibu. Hadiah itu berupa barang yang ia beli di toko yaitu pakaian termahal. Robson mengantri panjang di kantor pos hanya karena ia ingin mengirimkan hadiah natal untuk ibunya. Tetapi saat ia mengingat kejadian yang telah membuatnya luka, akhirnya ia pun pulang dan membakar hadiah tersebut. Tetapi hingga kini ia tetap menulis surat untuk ibunya. Begitulah cerita yang diceritakan Danial kepada Dokter Kahar.Di situ Danial menyadari bahwa terdapat persamaan diantara ia dengan Robson hanya ibu Danial sangat mencintai Danial hingga membesarkannya. Danial pun terdiam dan berpikir.

Hari bergotong royong pun tiba, tetapi Danial berpikir bahwa ia tak perlu mendatangi acara gotong raoyong itu, karena ia berpikir jika ia banyak yang mengikuti gotong royong itu maka PU akan malas. Kepala lorong yang berusaha mengajak Danial untuk ikut, langsung berdiam dan meninggalkan Danial.Ketika beberapa orang mengeruk parit untuk membersihkan rumput, mereka menyempatkan diri untuk melihat ke arah Danial. Mereka berpikir Danial memang malas,tetapi kepala lorong mengatakan bahwa ia sedang sakit. Beberapa hari kemudian, di taman di tengah kota. Danial duduk di sana

sambil menghisap rokok. Pagi itu Danial tidak masuk kerja karena malas. Di depannya ada wartawan yang sedang memantau kegiatan-kegiatan yang dilakukan banyak orang termasuk anak-anak. Tiba-tiba sahabat karibnya pun datang, Dokter Kahar. Dokter Kahar memberikan suatu cerita yang mencerminkan kehidupan seseorang bahwa orang seperti batang pisang, begitu ditebang akn membusuk dan tidak punya nilai lagi. Cerita Danial dengan Robson kepada ibu, membuat Dokter Kahar berdoa untuk pertama kalinya sejak ia menjadi dokter. Danial berpalinng menatap Dokter Kahar dan mulai mengerti apa yang dikatakan sahabatnya, bahwa saat ini Danial baru memulai pendakian yang sukar. Tetapi ia yakin bahwa ia bisa sampai ke puncak.

Opini:

Cerita yang menceritakan tentang bagaimana kehidupan seseorang yang mengalami banyak masalah membuat pembaca bisa mengambil makna semangat hidup dan cara menjalani hidup. Karakter yang dimiliki Danial memang membuat hidup tidak bermakna, tetapi pengalaman yang terjadi pada Danial memberiakan banyak pesan agar kita bisa lebih menghargai hidup. Cerita ini juga bisa mengembangkan arti sahabat yang bisa membantu kita saat kesusahan. Dalam cerita ini sifat Danial dan sahabatnya sangat berbeda dan membuat jalinan persahabatan dapat saling melengkapi. Namun, dalam cerita ini pengarang masih banyak menggunakan kata-kata yang asing, yang sulit untuk dimengerti.

Pesan Moral:

~kita harus bisa menghargai hidup

~harus bisa bekerja atau membantu orang lain demi kepentingan bersam

~harus bisa menjaga hubungan persahabatan

~kita harus bisa menghilangkan sifat egois dan emosian yang kita miliki

(Hilary Intan 9B)

NOVEL SASTRA 5

Judul                     : Ken Arok

Pengarang          : Saini K. M.

Penerbit              : Balai Pustaka

Cetakan               : I = 1987

II = 1990

Ringkasan            :

Di Kerajaan Kediri masa pemerintahan Raja Kertajaya, hidup seorang lelaki bernama Ken Arok yang hidup di Desa Tumapel, seorang perampok bajingan. Ia tidak hanya merampok, tetapi juga memerkosa istri atau anak gadis orang yang dirampok. Karena tindakannya itu, Desa Tumapel menjadi tidak tenteram, dan Kertajaya mengutus pasukan-pasukan untuk menangkap Ken Arok, namun Ken Arok sangat licik, sehingga tidak ada seseorang pun yang berhasil menangkapnya. Tempat persembunyiannya selalu berubah-berubah, dan keterampilan bela dirinya sangat tinggi.

Pasukan yang tidak berhasil akan melaporkan kegagalan mereka pada kaum Brahmana, para pendeta, dan kaum Brahmana baru yang akan melaporkan ke Raja. Ketika Raja menerima laporan kegagalan lagi, Kertajaya mengambil sebuah tindakan. Ia mengutus kaum Brahmana itu, bernama Mpu Pamor dan Mpu Sridhara, untuk menjinakkan Ken Arok. Kalau mereka tidak berhasil dalam waktu 3 bulan, maka seluruh kaum Brahmana di Kerajaan Kediri akan menyembah pada kaum Ksatria (kaum bangsawan). Ternyata Kertajaya melakukan tindakan itu agar para Brahmana menyadari bahwa mereka hingga saat itu jarang bekerja, hanya santai-santai menghabiskan pajak rakyat.

Mpu Pamor dan Mpu Sridhara memanggil teman mereka Mpu Lohgawe, yang terkenal pintar, untuk membantu mereka menangkap Ken Arok. Mereka mendapat sebuah ide, yaitu menawari Ken Arok untuk menjadi pengawal pribadi Tunggul Ametung, seorang akuwu di Desa Tumapel itu, namun tidak melakukan tindakan merampok lagi. Ken Arok ternyata menyetujui dengan beberapa syarat, yaitu beberapa anak buahnya ikut bersamanya, dan gangguan lagi dari pasukan-pasukan kerajaan yang berniat menangkapnya, dan menjadi Ketua Pengawal. Ketiga Brahmana sangat terpana bahwa Ken Arok menyetujui tawaran itu dengan sangat cepat, tanpa mengetahui bahwa Ken Arok mempunyai rencana licik di balik persetujuannya itu.

Suatu hari di kediaman Tunggul Ametung, Ken Arok secara tidak sengaja melihat betis istri Tunggul Ametung, Ken Dedes. Saat itu juga Ken Arok ingin mendapatkan wanita itu. Ken Dedes dikenal sebagai wanita raneswari, yang memiliki kecantikan tak tertandingi, dan lelaki yang memperistrinya akan menjadi raja. Maka Ken Arok memperalat Wakil Ketua Pengawal, Kebo Ijo, dalam rencana mendapatkan Ken Dedes. Ia memberikan keris yang sangat bagus kepada Kebo Ijo, dan semua orang tahu bahwa Kebo Ijo memiliki keris itu. Pada malam ketika gilirannya berjaga, ia membunuh Tunggul Ametung yang sedang tidur dengan keris Kebo Ijo pemberiannya, dan semua orang menyalahkan Kebo Ijo dan membunuhnya.

Karena Tunggul Ametung meninggal, maka kekuasaan Desa Tumapel pindah ke tangan Ketua Pengawal, yaitu Ken Arok. Lalu Ken Arok memperistri Ken Dedes, mengubah Desa Tumapel menjadi Kerajaan Singhosari, dan mengangkat dirinya sebagai Raja Singhosari yang pertama. Semua pajak rakyat ditiadakan, namun ia mendirikan rumah bordil dan perjudian di seluruh pelosok Kerajaan Singhosari. Akibatnya, banyak rakyat jadi mencuri dan gadis-gadis dipaksa bekerja di rumah bordil. Namun dengan keuntungan yang didapatkan Ken Arok, ia ingin mengalahkan Kerajaan Kediri, yang saat itu merupakan Kerajaannya yang pasukan militernya paling tidak bisa dikalahkan. Dengan banyaknya pasukan Ken Arok yang ikut, juga petani-petani, maka Kerjaan Singhosari menang. Setelah kemenangan Singhosari, Raja Kertajaya bunuh diri, sehingga kekuasaannya pindah ke tangan Ken Arok.

Ken Arok mempunyai anak, bernama Anusapati, yang ternyata anak dari Tunggul Ametung. Anusapati telah dikandung Ken Dedes ketika Tunggul Ametung masih hidup. Ketika Anusapati tahu bahwa ayah kandungnya dibunuh oleh ayah tirinya, ia mendendam, dan membunuh Ken Arok. Anusapati pun menjadi Raja Singhosari yang kedua. Banyak kaum Brahmana yang berdiskusi bahwa Ken Arok terkena karmanya. Karena membunuh untuk mendapatkan apa yang tidak seharusnya didapatkannya dan juga menginginkan kekuasaan, ia juga dibunuh oleh seseorang yang mendapatkan kekuasaannya.

Opini tentang isi               :

Menurut saya, isi dari cerita ini sangat menarik, apalagi dengan menggunakan kata sapaan yang sangat jarang digunakan jaman sekarang ini, contohnya Prabu, Mpu, Akuwu, Kakanda, dll. Cerita Ken Arok ini juga banyak mengungkapkan pelajaran-pelajaran moral, tentang kejahatan yang akan mendatangkan kejahatan lain, tentang kejahatan tidak dilawan dengan kejahatan, bukan juga dengan kebaikan, namun dengan keadilan. Banyak adegan-adegan juga yang membuat kita harus berpikir, tentang rencana-rencana yang dibuat, dan kita dipaksa memutar otak untuk dapat memahaminya.

Cerita ini juga menambah wawasan dalam sejarah Indonesia, tidak hanya alurnya, tetapi budaya, suasana yang pernah ada di Indonesia pada jaman dulu. Dalam segi keagamaan juga berbeda, cerita ini menceritakan tentang budaya agama Hindu, berbeda dengan apa yang kita pelajari di Santa Ursula, yang lebih condong mendidik dalam budaya agama Kristen.

Pelajaran moral                                :

Pesan moral yang saya dapatkan dari cerita ini, yang pertama adalah, jangan berbuat kejahatan, karena dari kejahatan itu kita akan melakukan kejahatan lain. Contohnya dalam cerita ini adalah, orang-orang yang ikut dalam perjudian, yang merupakan hal berdosa, maka ketika kalah mereka akan kehabisan uang, dan akan tergoda untuk merampok, bahkan mereka mungkin tidak akan segan-segan membunuh lawan mainnya untuk mendapatkan uangnya kembali.

Yang kedua adalah untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan tidak juga dengan kebaikan, tetapi dengan keadilan. Kita tidak akan memberikan contekan pada orang yang akan menyontek bukan? Kalau kita melakukan begitu, kita juga berdosa, karena membiarkan orang lain berdosa. Kita seharusnya menolak permintaanya.

Terakhir, bahwa kita hidup untuk berjuang, jangan langsung menyerah. Kertajaya ketika mendengar kekalahan prajuritnya, langsung memutuskan bunuh diri, tidak mau menanggung kekalahanan yang dialaminya. Padahal, kalau saja ia masih mau melawan Ken Arok, dan bila Ken Arok benar-benar terbunuh olehnya, ia masih dapat mempertahankan kerajaannya.

Sasha Yogiswara

9B/29

Satu Tanggapan to “RINGKASAN NOVEL SASTRA 3”

  1. Colby said

    Hello, i think that i saw you visited my website so i came to “return
    the favor”.I’m trying to find things to enhance my website!I suppose its ok to use some of your ideas!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: