Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL 13

Posted by lembursingkur pada Oktober 18, 2009

NOVEL 25

Judul               :Di Sydney Cintaku Berlabuh

2.      Pengarang       :Mira W.

3.      Penerbit           :PT Gramedia Pustaka Utama

4.      Tahun Terbit    :2005

5.      Ringakasan      :

Bastian adalah seorang anak kelas 3 SMU yang selalu merasa iri pada Barry, kakaknya. Menurutnya, Barry lebih ganteng, lebih modis dan pandai merayu cewek. Orangtua mereka sudah bercerai karena ayah mereka ketahuan memiliki wanita simpanan. Bastian dibawa oleh ibunya dan Barry dibawa ayahnya. Setiap liburan Bastian selalu pergi ke Jakarta tempat ayahnya tinggal. Namun kali ini Barry menawarkannya kesempatan untuk pergi ke Sydney menemui Sandy,teman chattingnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan Bastian, dia pun berangkat ke Sydney.

Di Sydney Bastian tinggal di apartemen bersama temannya Agus dan Henny, pacar Agus. Setelah beberapa lama di Sydney, Bastian pun mencari apaertmen Sandy. Setelah bertemu Sandy, dia tahu bahwa yang sebenarnya menjadi teman chatting Barry adalah Anita, teman dari Sandy. Sandy sendiri tidak terlalu memperdulikan Bastian, tetapi Bastian sendiri terus berusaha mendekati Sandy.

Pada suatu saat, Sandy mengundang Bastian ke acara ulang tahunnya di sebuah nightclub. Tetapi saat itu Bastian malah mabuk setelah memaksakan diri minum minuman keras. Untungnya Tara, wanita yang bekerja sebagai bartender di nightclub tersebut bersedia menolongnya dan membawanya ke rumahnya.

Setelah kejadian itu Bastian menumpang di rumah Tara karena Agus tidak ingin terus ditumpangi Bastian. Ibu Tara adalah orang Indonesia yang menikah lagi di Australia. Walaupun bersedia menolong Bastian, sikap Tara sangat dingin dan memiliki kesulitan komunikasi sehingga dia tidak memiliki teman. Kemudian Bastian berhasil pacaran dengan Sandy, tetapi itu hanya sesaat karena kedatangan Barry ke Sydney dan merebut Sandy dari Bastian. Hal itu mengakibatkan Bastian menumpahkan kekesalannya kepada Tara sehingga Tara pergi menghilang.

Setelah itu Bastian memutuskan pulang ke Indonesia. Namun sebelumnya dia berusaha mencari Tara dan meminta maaf. Suatu saat dia menyalakan computer Tara dan menemukan sebuah file yang berjudul Hell. Setelah membaca file tersebut Bastian tahu mengapa Tara mengalami kesulitan komunikasi dan tidak memiliki teman. Ayah tirinya memerkosanya saat Tara berumur 14 tahun. Tara tidak melaporkan perbuatan ayah tirinya karena tidak mau menyakiti hati ibunya. Sejak saat itu Tara memilih dimasukkan ke sekolah berasrama dan mengasingkan dirinya. Setelah berumur 18 tahun dia diperbolehkan tinggal sendiri di apartemen.

Setelah membaca file tersebut tiba-tiba Bastian mengagumi Tara. Sedikit demi sedikit perasaan cinta terhadap Tara tumbuh dihatinya. Sehari sebelum pulang Bastian meletakkan sebuah surat di rumah Tara yang isinya bahwa dia ingin menemui Tara di Darling Harbour untuk meminta maaf secara langsung. Tetapi malah dia sendiri yang datang terlambat dan akhirnya mereka tidak bertemu. Keesokan harinya Bastian mencoba datang ke rumah Tara dan berhasil menemuinya tepet sebelum Tara pergi kuliah. Setelah bastian meminta maaf dan menceritakan segala sesuatu yang telah dia ketahui mengenai Tara, akhirnya Tara memaafkannya dan mau menjalin hubungan dengan Bastian. Setelah pulang ke Indonesia Bastian sudah 2 kali menelepon Tara. Dia sadar, orang yang dicintainya hanya ada dalam hatinya.

6.      Amanat           :

  • Kita harus terus berjuang menjalani kehidupan ini, walaupun apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
  • Keegoisan pada akhirnya hanya akan menyulitkan diri kita sendiri dan membuat kita dibenci orang lain.

7.      Opini               :

Menurut saya, cerita dalam novel tersebut cukup bagus karena mengandung banyak nilai hidup yang dapat dipelajari oleh pembacanya. Tetapi alur ceritanya kurang jelas karena melompat-lompat dari satu kejadian yang belum tuntas ke kejadian yang lainnya.

(Devin Alamsubiru 9C)

NOVEL 26

Judul                          : Misteri Bunga Tasbih

Pengarang                  : V. Lestari

Penerbit                     : PT Gramedia

Tahun Penerbitan     : 1989

Ringkasan                  :

Farida Gunawan pindah ke kota Bogor untuk menenangkan perasaannya yang terluka sejak kematian suaminya. Ia tinggal di rumah kecilnya yang ternyata sangat nyaman bersama Bi Icah, pembantunya. Setiap seminggu sekali, Tommy yang merupakan anak laki – lakinya datang berkunjung. Tommy tinggal di sebuah kos karena merasa tanggung harus pindah sekolah saat sebentar lagi ia akan lulus. Kini Farida harus meninggalkan kehidupannya yang lama, dan ia sudah siap untuk menyambut yang baru.

Setelah Farida selesai membenahi rumah dan melaksanakan tugasnya sebagai penghuni baru, ia segera berkenalan dengan para tetangga. Farida berterus terang bahwa ia berprofesi sebagai pengarang novel misteri, namun agak kecewa saat mengetahui bahwa para tetangganya belum pernah membaca karyanya. Dari perkenalannya itu ia bertemu dengan Ibu Nurlaila. Bu Nur adalah tetangga seberang rumah yang suka bergosip dan Farida segera tahu darinya bahwa rumah yang kelihatan kosong di sebelahnya ternyata dihuni oleh Pak Irawan, seorang duda. Katanya, istri Pak Irawan mendadak pergi tanpa memberitahu suaminya dan menghilang.

Tepat saat Bu Nur masih bercerita, Pak Irawan pulang. Bu Nur segera memperkenalkan mereka satu sama lain. Rupanya Pak Irawan adalah penggemar berat Farida dan ia sangat menyukai novel – novel misterinya. Ia sangat senang bisa bertemu dengan pengarang favoritnya. Pak Irawan sering meneleponnya dan meminjaminya buku – buku yang dapat memberi Farida ide untuk menulis buku selanjutnya. Setelah Farida sudah lebih terbiasa tinggal di tempat itu, ia mulai mengetik cerita barunya. Cerita itu terinspirasi oleh Pak Irawan dan misteri hilangnya istrinya.

Walaupun Pak Irawan baik sekali terhadapnya, Farida merasa ada yang agak ganjil dengannya. Ia terutama sangat penasaran dengan bunga tasbih yang berada di pojok kebun Pak Irawan. Pak Irawan mengaku tidak suka berkebun dan tidak peduli akan kebunnya, tetapi Farida tetap bingung. Tanaman tersebut kelihatan sangat merana, padahal mereka adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh, terutama di tanah Bogor yang subur. Apalagi bunga tasbih putih yang berada di paling ujung memiliki bercak – bercak merah, seakan – akan terciprat darah. Karena rasa ingin tahunya tak tertahankan, saat Pak Irawan sedang pergi bertugas ke Medan, Farida membujuk Tommy untuk mencuri bunga tasbih putih itu. Tommy menyanggupi dan mereka berhasil mendapatkan bunga itu, walaupun dengan susah payah.

Setelah berhasil mendapatkan bunga tasbih milik Pak Irawan, Farida menanamnya dan memetik bunganya yang bernoda merah. Ia segera menyelipkannya di buku telepon agar bunga itu kering. Lalu Farida segera melanjutkan mengetik bukunya. Ia berpikir bahwa istri sang tokoh cerita yang mati dibunuh sebaiknya dikubur di pojok kebun sang pemilik rumah, dan di atasnya ada deretan bunga tasbih yang tumbuh merana, seakan – akan mereka adalah saksi dari kejahatan yang terjadi. Farida agak takut kalau cerita ini bisa menyinggung perasaan Pak Irawan, tapi ia tetap melanjutkannya.

Setelah pencurian bunga itu, Pak Irawan tahu ada yang mengambil bunganya dan ia baru sadar bahwa bunga – bunga tasbih itu jelek sekali. Ia segera menggantinya dengan pohon belimbing. Ada peristiwa aneh yang terjadi saat bunga itu diganti. Bi Icah kebetulan sedang iseng melihat ke arah rumah Pak Irawan dan Bi Icah melihatnya sedang membawa bungkusan plastik biru yang panjang seukuran manusia dan memasukannya ke dalam mobil. Bi Icah memberitahu Farida tentang hal tersebut. Farida merasa curiga, tetapi ia lalu berjalan ke kebun belakangnya untuk melihat tanaman hasil curiannya. Ternyata pohon itu sudah berbunga lagi, tetapi bunga itu hanya putih polos. Farida bingung tetapi ia memetik bunganya dan menyelipkannya juga di buku telepon.

Tak lama kemudian, terdengar berita bahwa sebuah kerangka manusia terbungkus tanah dan plastik biru ditemukan. Para ahli memastikan bahwa kerangka itu dulunya adalah seorang wanita dan adalah korban pembunuhan. Beberapa tulang jarinya ada yang hilang, mungkin karena si pembunuh terburu – buru memindahkannya. Anehnya, tangan kerangka itu mencengkeram bunga tasbih. Tetapi bunga itu tidak layu, padahal seharusnya bunga itu sudah membusuk. Farida menyadari ada yang tidak beres dengan kasus ini dan segera menemui polisi untuk minta izin melihat kerangka itu. Ia bahkan membawa bunga bernoda merah yang sudah dikeringkannya, yang ternyata persis sekali dengan bunga yang dicengkeram sang kerangka. Farida dan para polisi langsung menuju rumah Irawan untuk menggali tempat bekas tumbuhnya bunga tasbih yang merana itu.

Setelah dilakukan penggalian, ditemukan tulang – tulang jari dan gumpalan rambut yang cocok dengan kerangka sang korban. Pak Irawan mengaku bersalah dan ia membunuh istrinya karena kebosanan dan kebencian. Dengan tertangkapnya sang penjahat, Farida memutuskan untuk berhenti melanjutkan novelnya tentang Irawan dan menulis cerita yang baru. Ia merasa cerita itu bukan karya aslinya. Memang ditulis dengan gaya dan caranya sendiri, tetapi idenya bukan. Setelah semua masalah selesai, ia bisa melanjutkan kembali hidupnya dengan damai.

Opini                          :

Buku ini cukup menarik untuk dibaca karena di samping misteri kadang – kadang diselipkan humor. Ceritanya juga tidak membosankan dan unik, sebab misteri tersebut dipecahkan bukan oleh detektif yang hebat tetapi oleh seorang pengarang buku. Menurut saya, walaupun cerita ini agak terlalu santai, pemilihan tempat kejahatannya cukup bagus. Dengan kompleks perumahan yang damai dan penghuni – penghuninya yang baik, tidak akan ada yang menyangka Irawan adalah seorang penjahat.

Nilai yang didapat    :

1.      Jangan menilai orang dari penampilannya saja.

2.      Bangkai yang disembunyikan baunya pasti akan tercium juga.

Fani IX C / 30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: