Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL 14

Posted by lembursingkur pada Oktober 18, 2009

NOVEL 27

Judul              : Misteri Sepasang Hati

Pengarang      : V. Lestari

Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 1995

Ringkasan      :

Seorang pemuda 15 tahun bernama Idang, salah seorang anggota keluarga Sidik, terbangun di suatu subuh dan menemukan emas batangan,sebuah kotak hitam, dan benda-benda tajam yang berlumuran darah segar di garasi rumahnya yang ia duga dibawa oleh keluarganya yang seperinya habis bepergian ke suatu tempat. Tetapi kejadian itu dibantah oleh seluruh anggota keluarganya dan menganggap bahwa Idang bermimpi. Akhirnya Idang pun percaya bahwa kejadian itu hanya mimpi. Tetapi, ia jadi ragu itu adalah mimpi ketika ia membaca berita perampokan di perumahan Lebak Indah. Benda yang dicuri adalah sejumlah banyak uang, emas batangan, dan sebuah kotak hitam berisi perhiasan. Selain itu seluruh anggota keluarga korban dibantai dan hanya ada satu anak perempuan yang selamat.

Idang pun pergi ke Lebak Indah untuk melihat TKP tersebut. Di sana ia bertemu seorang polisi bernama Emir yang sedang menyelidiki kasus tersebut. Kedatangan Idang ke tempat itu menjadi suatu petunjuk yang sangat penting untuk Emir. Tetapi itu juga membuat Emir mencurigai keluarga Idang. Emir berusaha mengorek informasi dari Idang. Suatu hari ia membawa Idang menjenguk satu-satunya korban perampokan yang selamat. Ia adalah seorang gadis 10 tahun bernama Evi. Saat itu Evi berada dalam kondisi koma. Tetapi Idang melihat ilusi bahwa Evi memanggil-manggil minta tolong kepada Idang. Peristiwa ini membuat Emir semakin yakin bahwa Idang adalah kunci untuk memecahkan kasus ini karena hubungan yang luar biasa antara Idang dan Evi.

Idang menyadari keluarganya semakin lama semakin aneh.. Ia merasa terkucilkan. Akhirnya suatu hari ada berita bahwa Evi sudah sadar. Keluarganya menganggap bahwa ini adalah gangguan yang sangaat besar. Mendengar pembicaraan itu Idang menjadi semakin yakin bahwa merekalah yang melakukan perampokan itu. Akhirnya ia pun menghubungi Emir. Emir senang sekali karena Idang menghubunginya setelah sekian lama. Mereka berbincang-bincang lalu Idang menceritakan semua hal yang diketahuinya. Emir senang sekali dan meminta Idang mencari barang bukti tersebut. Lalu Emir mengajak Idang menemui Evi di rumah sakit. Mereka langsung menjadi akrab ketika bertemu padahal Idang sama sekali tidak mengenal Evi begitupun sebaliknya.

Idang pun berusaha mencari barangbukti tersebut. Dan akhirnya ia berhasil menemukannya. Di hari yang sama, setelah Evi keluar dari rumah sakit, sang pembunuh mengunjungi rumah Evi dan membuatnya terkejut setengah mati. Idang berusaha menghubungi Emir tetapi tidak berhasil dan ia mendapat kabar bahwa pembunuh keluarga Evi dating ke rumahnya. Idang pun segera mengunjungi rumah Evi tetapi itu merupakan kesalahan fatal karena ke-3 saudaranya masih mengawasi tempat tersebut sehingga Idang pun diculik oleh mereka. Mereka pun menyiksa Idang dan berniat membunuhnya tetapi Idang berusaha menggenggam nomor telepon Emir sekuat mungkin hingga orang akan langsung menghubungi Emir jika menemukan tubuhnya.

Idang pun berhasil bertahan hidup walau dengan luka di sekujur tubuhnya. Idang segera memberitahu Emir bahwa bukti yang selama ini mereka cari berhasil ia temukan. Emir pun menggeledah rumah Idang dan menemukan barang bukti tersebut dan menangkap seluruh anggota keluarga Sidik kecuali Idang. Ayah beserta ke-3 saudaranya mendapatkan vonis hukuman mati sedangkan kakak sulungnya dihukum 16 tahun penjara dan ibunya 3 tahun penjara. Pada akhirnya setelah 12 tahun Idang menikah dengan Evi dan mereka pun hidup bahagia.

Opini tentang isi novel:

Isi novel ini cukup seru dan membuat penasaran. Alurnya menarik karena pastilah sangat sulit melalui hidup dengan keluarga yang kejam dan tidak berperasaan. Selain itu ada beberapa bagian yang bisa dibilang mengharukan. Bahasa yang digunakan bisa dimengerti dengan mudah dan merupakan bahasa yang dipakai sehari-hari.

Nilai yang diperoleh:

·        Daya juang yang tinggi sangat diperlukan dalam suatu usaha.

·        Membela kebenaran bisa membawa kebahagiaan.

Kevinsanny

IXC/15

NOVEL 28

Judul buku    : Sepasang Remaja

Pengarang    :   V. Lestari

Penerbit        : Gramedia

Tahun terbit : 1988

Ringkasan      :

Cerita ini dimulai dengan latar tempat LPAN (Lembaga Permasyarakatan Anak Nakal). Ada seorang anak laki-laki dan perempuan bernama Abi dan Riri, umur mereka sekitar 17 tahun. Abi dimasukkan ke dalam LPAN karena ia divonis telah membunuh ayahnya sendiri. Sedangkan Riri dititipkan oleh ibunya karena tingkah lakunya yang tidak baik yaitu suka keluyuran tengah malam dan sembarangan bergaul. Abi merupakan seorang anak angkat. Ibunya yang bernama Tina merupakan orang yang mengangkatnya sebagai anak. Sayangnya suaminya, Karim sama sekali tidak mendukungnya. Maka dari itu ia dan Abi tidak pernah akur. Mereka sering bertengkar, dan pada puncaknya, Abi membunuhnya dengan cara meletakkan sepatu roda di atas tangga. Karim yang akan menuruni tangga menginjaknya dan jatuh hingga kepalanya terbentur tembok dan lehernya patah dan akhirnya meninggal. Karena usia Abi yang masih muda maka ia dimasukkan ke dalam LPAN. Sementara itu Tina berusaha untuk melupakan kejadian itu dengan cara menjual rumah tersebut, lalu membeli rumah yang baru, serta mendapatkan cinta yang baru dari seorang laki-laki bernama Johan.  Ia menikah dengannya secara diam-diam tanpa memberitahu Abi.

Riri ternyata lebih dulu pulang. Ia membantu ibunya, Merry di salon miliknya. Sampai suatu hari, ia kangen sekali dengan ayahnya, Adam. Ia ingin minta maaf padanya Tetapi ia tahu, ayahnya begitu benci padanya karena ia pernah ‘bermain’ dengan sahabat ayahnya sendiri. Saat ia pulang ke rumah sendirian, kebetulan sekali ia dapat bertemu ayahnya. Biasanya ayahnya hanya sesekali ke rumahnya untuk mengambil barangnya. Ia tak tinggal di situ lagi. Sayangnya ayahnya bersikap tak bersahabat. Ucapan maaf Riri tak dianggap. Riri yang mengikuti ayahnya melihat ternyata ayahnya sudah mempunyai keluarga baru. Tak terbayangkan betapa sedih dan kecewa Riri. Karena itu ia sakit tiga hari dan menceritakan semua kepada ibunya.

Akhirnya hari itu pun tiba. Abi sudah boleh pulang.Ia dijemput oleh Tina. Ia sangat gembira. Ia pun senang dengan rumah barunya. Tetapi sayangnya begitu ia tahu bahwa ibunya menikah lagi, ia sangat kecewa dan marah. Tetapi bagaimanapun itu sudah terjadi. Makan malam bersama dengan Johan terasa sangat dingin. Terlihat bahwa mereka saling tidak menyukai. Ibunya merasa bahwa ia memiliki kelainan jiwa. Maka dari itu ia menyuruhnya untuk menemui Dokter Waluyo. Sehari sebelum hari yang dijadwalkan itu, Abi mengunjungi Riri sahabat baiknya. Tak disangka ternyata Merry dan Tina sudah saling mengenal dan bersahabat. Kebetulan sekali. Abi dan Riri pun saling bertukar cerita. Tentang ayah Riri dan ‘kejutan’ yang didapati Abi. Lalu Abi mengajak Riri untuk menemaninya ke Dokter Waluyo besok. Untunglah Merry baik, ia mengizinkannya.

Dokter Waluyo menyambut Abi dengan ramah. Ia segera meminta Abi untuk menceritakan segala yang ada di pikirannya. Masa-masa lalu juga termasuk. Sayang, ia tak sanggup untuk bercerita mengenai kematian Karim. Maka dari itu Dokter Waluyo pun mengambil cara dengan menghipnotisnya agar Abi dapat menjawab pertanyaannya tanpa dibebani oleh pikiran dan emosi. Setelah selesai, Abi mengajak Riri untuk masuk. Mereka bertiga berbicara dengan santai. Tak terasa, rasanya mereka sungguh senang dengan Dokter Waluyo. Rasanya mereka telah menemukan sosok ayah yang baru untuk mereka!

Suatu siang, Riri berpapasan dengan ayahnya. Mereka sungguh kaget, dan perang itupun muncul lagi. Kali ini sudah keterlaluan. Akhirnya hari itu pun juga Adam dan Merry bercerai. Keluarga mereka sudah terlalu retak untuk dilanjutkan.

Suatu hari Tina berkata pada Abi untuk mengajak Riri agar gantian yang mengujungi mereka. Ternyata Riri tak menolak. Riri datang ke rumah Abi. Tina sengaja untuk pergi, tetapi menitipkan mereka ke Bi Inem. Mereka tampak gembira. Mereka menonton film bersama, sampai suatu saat sebuah mobil terdengar masuk ke rumah. Mereka mengira itu Tina. Abi sengaja izin ke belakang, agar Riri dapat lebih akrab dengan Tina, pikirnya. Sesosok itu masuk ke rumah, tapi betapa terkejutnya Riri. Itu adalah Johan! Bukan Tina.Teringatlah mereka akan kejadian yang sudah lama berlalu. Ternyata Johan merupakan salah satu orang yang pernah dilayaninya pada saat ia masih merupakan seorang ‘perek’.  Johan merasa ingin kejadian itu terjadi lagi. Tetapi Abi sigap menghajarnya sampai ia terkapar. Johan pun langsung pergi. Esok harinya, Tina yang kaget melihat keadaan dirinya bertanya mengapa ia bisa begitu. Johan berbohong dengan mengatakan bahwa ia dihajar oleh para pemabuk.

Nyonya Debra, langganan salon Merry tergesa-gesa masuk ke salonnya. Ia membawa berita baru. Ia memang terkenal menyebarkan cerita-cerita gossip orang-orang lain. Ternyata ia mengetahui bahwa Johan telah berselingkuh dengan wanita lain. Ia pun merendahkan Tina. Kebetulan sekali, Riri yang berada di sana mendengarnya, lalu segera pergi menemui Abi untuk menceritakan segala yang ia dengar tadi. Abi yang mendengar cerita dari Riri geram. Ia segera menemui Johan dan menceritakan segalanya. Tapi sayang, kali ini Johan pandai mengelak. Abi tak dapat menemukan bukti yang nyata. Dari percakapan mereka, mereka tidak sadar bahwa ada seorang yang mendengarkan mereka secara diam-diam. Tina!

Malam itu Abi dan Johan tak bisa tenang tidur, karena  percakapan mereka yang begitu panas. Johan yang merasa lapar ingin turun ke bawah untuk makan. Tetapi ia sangat takut apa yang terjadi terhadap Karim dulu terjadi kepadanya juga. Tetapi bagaimanapun ia tetap turun. Ia memandang kamar Abi dahulu yang terletak diujung, paling jauh dari tangga. Ia tenang karena tak ada yang bergerak. Tetapi saat ia hendak menuruni tangga, sesuatu yang sangat keras menimpa kepalanya. Kepalanya retak. Ia terhuyung jatuh di tangga, dan sempat menggapai kisi-kisi tangga agar tak jatuh, tetapi sebuah sepakan kuat membuat ia terlempar jatuh ke bawah. Mati. Bi Inem yang mendengar gaduh terkejut luar biasa dan segera menelpon polisi. Abi mengaku bahwa ia adalah pembunuhnya kepada polisi!

Polisi sibuk mengurus kasus ini. Pengakuan Abi memang masuk akal, tetapi ada sesuatu yang janggal. Ia mengaku bahwa ia memukul Johan dengan tangan kosong lalu mendorongnya. Tetapi aneh kepala Johan bisa retak hanya dengan tangan kosong kecuali tangan itu merupakan tangan yang sudah terlatih yang tak dimiliki Abi.

Riri merasa bersalah akan kejadian ini. Ia pergi ke rumah Tina bertujuan untuk menemuinya. Tetapi saat ia sampai, Tina tak ada di sana. Riri memilih untuk menunggu. Ia pun masuk ke kamar Abi. Bi Inem terkejut, takut Tina akan mengetahuinya. Tetapi Riri tetap ingin ke sana. Akhirnya Bi Inem dan Riri pun berbincang di kamar Abi. Terlihat foto Riri yang terpajang di sana. Bi Inem bercerita bahwa saat malam terkakhir sebelum Abi dibawa polisi, fotonya berantakan. Riri pun mengambil foto itu dan terkejut melihat tulisan dibelakangnya,

Kita sepasang remaja

Sama-sama pernah terbuang

Adakah masa depan?

Mereka bilang ada

Mereka bilang kita harus baik

Hanya orang baik punya masa depan

Aku ingin jadi orang baik

Kamu juga

Untuk masa depan kita berdua, Ri!

Tiba-tiba Tina muncul. Ia kaget akan kehadiran Riri di sana. Riri segera menunjukkan foto itu ketika diminta Tina. Tetapi ternyata Tina menyobek-nyobeknya dan marah. Riri segera tahu, bahwa bukan Abi lah pelakunya, melainkan Tina.

Riri segera ke polisi, tetapi ia kecewa karena tidak punya bukti yang benar. Ia pun segera menemui Dokter Waluyo untuk membantunya. Ternyata Dokter Waluyo sudah tahu bahwa Abi bukan pelakunya. Ia tahu dari hipnotis yang ia berikan ke Abi. Saat itulah ia menceritakan segala kebenaran. Ia melakukannya hanya sekadar untuk melindungi ibunya karena ia merasa harus membalas kebaikan ibunya yang telah diberikan selama ini. Mereka pun siap dengan kesaksian mereka.

Esoknya, rekonstruksi kejadian dimulai. Setelah selesai, Riri menemui Abi. Sayang, rencana yang telah disusunnya dengan Dokter Waluyo tak dijalankannya. Ia tak dapat menahan emosi. Ia mengatakan segalanya dengan berapi-api. Tina langsung mengelak. Tetapi Abi ternyata tak disangka-sangka kali ini membetulkan apa yang dikatakan Riri. Abi menceritakan segalanya. Dulu, sebenarnya hubungannya dengan Karim membaik. Tapi sayang, Tina keburu membunuhnya.Tina yang tak percaya berteriak histeris. Ia tak dapat berkata apa-apa lagi. Ia menyerahkan dirinya ke polisi dan mengaku.

Opini:

Cerita pada buku yang berjudul “Sepasang Remaja” karangan V. Lestari ini cukup menarik. Ceritanya tidak membosankan, karena ada bagian yang lucu, menegangkan, dan lainnya sehingga tidak berkesan monoton. Bahasa yang digunakan tidak sepenuhnya baku, membuat buku ini cocok dibaca oleh remaja. Alur cerita yang sedikit membingungkan dan jumlah tokoh yang cukup banyak menjadi kekurangan dari buku ini. Tetapi secara keseluruhan buku ini sangat menarik untuk dibaca.

Nilai hidup yang diperoleh:

-Dalam bergaul kita harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke pergaulan yang menyesatkan.

-Cinta, apalagi cinta dari seorang ibu haruslah tulus tanpa pamrih.

-Kita harus dapat menghargai orang yang rela berkorban demi diri kita sendiri.

-Janganlah cepat berprasangka buruk terhadap orang lain.

-Orang tidak dapat dinilai hanya dari sisi luarnya saja, melainkan dalamnya juga.

( Dibuat oleh: Theodorus Hartopudentio, IX – C / 32)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: