Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL 8

Posted by lembursingkur pada September 28, 2009

NOVEL 15

Judul               : Ketika Lonceng Berdentang

Pengarang       : Marga T.

Penerbit           : Alam Budaya

Tahun terbit     : 1986

RINGKASAN

Ketika Lonceng Berdentang

Faisal adalah seorang dokter bedah yang baru saja lulus dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Ia berdinas di sebuah pulau kecil di Timor Timur selama kurang lebih 9 bulan. Ketika ia baru bertugas selama 3 bulan di sana, ia sebagai satu-satunya dokter yang ada di desa mendapat kehormatan untuk datang dalam pesta khitanan seorang saudagar kaya yang dianggap sebagai seorang yang sangat patut dihormati. Dalam kesendiriannya sebagai seorang yang masih asing di sana, ia berkenalan dengan Tara, seorang guru SMP salah satu sekolah di desa itu. Tara begitu menarik perhatian Faisal, mulai dari gaya bicaranya yang lugas, senyumnya yang manis, hingga pembawaannya yang sopan. Tara juga merupakan anak tunggal dari seorang sesepuh di desa itu, ayahnya sangat dihormati masyarakat desa.

Bermula dari perkenalan di pesta itu, hubungan Faisal dan Tara beranjak serius, keduanya menyadari bahwa mereka saling jatuh cinta. Namun, hubungan cinta mereka tidak begitu mulus. Faisal dan Tara melakukan hubungan yang seharusnya tidak mereka lakukan, hingga akhirnya Tara hamil. Faisal berjanji untuk segera menikahi Tara. Ia datang ke rumah orang tua Tara dan mengatakan keinginannya untuk menikahi Tara. Ayah Tara sangat marah, ia merasa malu mengetahui bahwa Tara, putri tunggalnya hamil di luar pernikahan. Sementara Ibu Tara, merasa cukup senang mengetahui bahwa anaknya akan segera menikah dengan seorang dokter yang masa depannya pasti terjamin. Faisal juga menjelaskan tentang kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan pernikahan. Ia berencana untuk kembali dahulu ke Jakarta dan meminta restu dari kedua orang tuanya. Kedua orang tua Tara menyetujui perjanjian Faisal tersebut. Sebagai satu-satunya dokter yang bertugas di desa itu, Faisal diwajibkan mencari penggantinya hingga akhirnya ia kembali ke desa. Ia pun meminta pertolongan Budi, sahabat karibnya yang juga seorang dokter untuk menggantikan posisinya sebagai dokter desa. Budi pun menyetujui permintaan Faisal. Ia bersedia menggantikan Faisal hingga Faisal kembali dan melaksanakan pernikahannya dengan Tara.

Hari demi hari berlalu, Faisal yang sudah berada di Jakarta meminta restu pernikahan dari kedua orang tuanya. Namun, sang ibu tidak mengizinkan Faisal menikah dengan Tara karena menurutnya, Faisal yang seorang anak tunggal harus menikah dengan wanita kota yang berpendidikan dan dianggap sederajat. Ayah Faisal tidak dapat membela Faisal karena semua keputusan keluarga didominasi oleh keputusan ibunya. Namun, ayah Faisal menyarankan agar Faisal pergi ke Surabaya secepatnya untuk meminta pertolongan sang kakek agar ibu Faisal merestui pernikahannya dengan Tara. Faisal pun segera pergi ke Surabaya dan meminta pertolongan sang kakek. Akhirnya, permintaan sang kakek kepada ibu Faisal agar merestui hubungannya dengan Tara berhasil. Faisal pun segera bersiap-siap membeli bros berlian sebagai hadiah pinangan untuk Tara. Namun, dalam perjalanan pulang setelah ia membeli bros tersebut, Faisal mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang menimpa Faisal tidak terlalu parah, namun Faisal diharuskan beristirahat selama beberapa hari sebelum keberangkatannya lagi ke Timor Timur, sehingga waktu tiba yang dijanjikan Faisal kepada keluarga Tara terlambat. Faisal tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut karena sang kakek sudah mengirimkan telegram kepada keluarga Tara untuk menjelaskan keterlambatan Faisal, telegram akan sampai ke desa dalam waktu dua hari.

Sementara itu, di desa, Budi sibuk menenangkan Tara yang semakin khawatir karena Faisal tidak kunjung datang. Ayah Tara juga sudah mencaci-maki Faisal, sangat marah karena yang ditunggu tidak kunjung datang. Akhirnya, ayah Tara bersama beberapa sesepuh desa membuat suatu ritual desa. Pada malam itu, saat bulan purnama, sebuah boneka digantung tepat di bawah sebuah pohon tua. Kemudian, ayah Tara dengan hati-hati namun pasti mengambil seperangkat alat panah dan memanah tepat ke bagian tubuh boneka tersebut ketika lonceng desa berdentang. Tara berteriak-teriak histeris dan mengangis tersedu-sedu melihat apa yang diperbuat ayahnya. Budi sebagai orang baru di desa itu tidak mengerti apa yang sedang terjadi, namun firasatnya mengatakan bahwa ritual itu bukan suatu hal yang baik bagi Faisal. Beberapa saat kemudian setelah ayah Tara selesai memanah, datang seorang lelaki yang membawakan sebuah telegram. Tara segera berlari menghampiri lelaki itu dan membaca telegram tersebut. Benar saja, telegram itu datang dari Faisal yang menjelaskan tentang kedatangan Faisal yang akan terlambat. Tangisan Tara semakin menjadi-jadi, dan Budi masih tetap bingung dengan apa yang terjadi. Faisal juga tak kunjung datang…

Dua bulan kemudian, Budi kembali ke Jakarta. Tempat pertama yang dikunjungi Budi adalah rumah kediaman Faisal. Ia ingin mengetahui bagaimana keadaan Faisal sampai ia tidak menepati janjinya untuk kembali ke desa dan menikah dengan Tara. Sesampainya di kediaman Faisal, ia disambut oleh ayah Faisal. Budi pun menanyakan tentang kabar Faisal pada ayahnya. Namun, ternyata Faisal sudah meninggal dunia secara mendadak dua bulan yang lalu, dokter yang memeriksa Faisal mengatakan bahwa Faisal terkena serangan jantung. Seketika, Budi menduduk dan mengingat kembali upacara yang dilakukan ayah Tara dua bulan yang lalu. Ia memutuskan untuk tidak menceritakan hal tersebut pada ayah Faisal karena menurutnya itu hanya akan semakin melukai hati orang tua Faisal. Akhirnya, sebelum Budi beranjak untuk pamit pulang, ayah Faisal menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dan sebuah buku harian. Ayah Faisal meminta Budi untuk menyimpan buku harian milik Faisal dan menyerahkan kotak kecil yang ternyata berisi bros berlian kepada Tara. Ia juga menitipkan pesan pada Tara melalui Budi agar Tara mau mengirimkan foto anaknya jika sudah lahir. Budi pun akhirnya berpamitan pulang dan bersiap untuk kembali bertugas di Timor Timur, serta menyampaikan pesan dari ayah Faisal untuk Tara.

OPINI

Menurut saya, isi novel disajikan dengan cukup menarik oleh penulis. Bahasa yang digunakan cukup mudah dimengerti meski pun terdapat beberapa kata kiasan yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Alur cerita ditulis runtut oleh penulis sehingga saya dapat mengerti alurnya dengan baik. Para tokoh utama yang terlibat dalam alur cerita juga dideskripsikan dengan baik oleh penulis sehingga pada saat membaca, saya mengerti bagaimana kisah dan karakter masing-masing tokoh dengan jelas. Isi cerita yang mengisahkan tentang percintaan juga tidak jauh dengan kehidupan sehari-hari, meski pun terdapat kesan mistik yang ditampilkan dalam cerita. Namun secara keseluruhan, isi cerita sarat dengan pesan moral bagi para pembacanya, sehingga menurut saya, cerita ini sangat menarik dan dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

NILAI HIDUP

Berpikir dulu sebelum bertindak. Bagi saya, itu merupakan salah satu nilai hidup yang dapat saya simpulkan dari cerita ini. Dalam novel, diceritakan bahwa Tara hamil di luar nikah. Itu merupakan suatu kesalahan fatal yang mencoreng nama baik keluarga. Meski pun Faisal mau bertanggung jawab, namun ia tetap tidak dapat menepati janjinya untuk menikahi Tara. Manusia boleh berencana, namun kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kehidupan mendatang. Faisal meninggal dan akhirnya Tara sendiri yang harus bertanggung jawab atas anak yang dikandungnya.

Selain itu, nasi sudah menjadi bubur merupakan salah satu kiasan yang juga tepat yang dapat saya simpulkan dalam cerita ini. Ayah Tara yang dilanda emosi tidak mau berpikir positif tentang alasan-alasan lain mengapa Faisal tidak datang. Ia akhirnya membunuh Faisal tepat sebelum alasan ketidakhadiran Faisal diketahui. Orang yang tidak bersalah dan mau bertanggung jawab akhirnya dibunuh oleh ayah Tara yang keras kepala dan tidak sabar.

Saya jadi termotivasi untuk selalu berpikir sebelum bertindak melaksanakan semua hal. Saya juga menjadi lebih mengerti bahwa dalam kehidupan, meski pun kita sedang dilanda masalah besar yang berbelit-belit, kita harus dapat mengontrol emosi dan berpikir positif terhadap segala kemungkinan lain yang dapat terjadi.    (SARI SARTIKA-9C)

NOVEL 16

1. Judul: Bila Hatimu Terluka

2. Pengarang: Mira W.

3. Penerbit: Gramedia

4. Tahun terbit: 2004

5. Ringkasan:

Mauris Herdadi adalah seorang mahasiswa lulusan Melbourne University yang menyukai banyak perempuan dan merupakan kekasih dari Ruri Ambarwati. Ia dan Ruri sudah bersama sejak SMA dan mereka tinggal serumah selama beberapa tahun ketika berkuliah di Melbourne University. Ruri Ambarwati adalah seorang mahasiswi jurusan fashion dan ia sangat mencintai Mauris.Beberapa tahun setelah menetap di Australia, Mauris harus kembali ke Indonesia untuk membantu usaha ayahnya yang hampir bangkrut karena ditipu teman ayahnya sendiri. Ia terpaksa meninggalkan Ruri. Karena kesepian, Ruri ingin pulang bersama Mauris, tetapi sebaliknya, ia dikirim untuk belajar di Eropa.

Pada suatu hari, Mauris ikut menemani Agung, temannya, menjemput Ivo, anak Agung, di sekolah. Mauris bertemu dengan Rafaela, guru Ivo yang sangat ramah dan penyayang. Seketika, Rafaela menjadi tertarik dengan Mauris dan begitu pula sebaliknya. Suatu saat, Mauris mengantarkan Rafaela ke rumahnya. Rumah Rafaela sangat besar dan Mauris pun mengetahui bahwa kakak dari Rafaela, Edo, adalah seorang pengusaha kaya. Timbul keingingan Mauris untuk menjadi ipar Edo demi membantu usaha ayahnya.

Mauris pun menjadi wakil direktur yang sukses di perusahaan Edo. Edo, yang sejak kecil ditinggal orangtuanya bersama Rafaela pun merelakan Rafaela menikah dengan Mauris. Dalam pernikahan mereka, Mauris dan Rafaela dikaruniai seorang putra yang diberi nama Alvin. Mauris pun semakin mencintai Rafaela hari demi hari. Namun, hubungan Mauris dengan Agung hancur karena Agung terlalu ceroboh dalam hubungan kerja samanya dengan Mauris.

Ruri Ambarwati, mantan kekasih Mauris ternyata masih cinta dengan Mauris. Kini, Ruri telah merubah namanya menjadi Gina Sabrina. Sekarang, ia telah menjadi seorang wanita yang sangat menarik dan atraktif. Demi Mauris, Ruri pun bekerja sama dengan Edo. Ternyata, Edo mengetahui bahwa Ruri mencintai Mauris. Karena itu, Edo menikah dengan Ruri agar ia tak mengganggu rumah tangga adiknya dan Ruri pun bersedia hanya agar ia bisa terus bersama dan dapat merebut Mauris.

Ruri terus menerus menggoda Mauris dan Mauris pun akhirnya berselingkuh dengannya. Namun, Mauris menyesal karena melihat cinta Rafaela yang begitu tulus. Suatu hari, Ruri dan Agung membeberkan perselingkuhan Mauris kepada Rafaela dan alasan mengapa Mauris menikah dengannya. Rafaela pun ingin bercerai karena sakit hati, tetapi melihat Mauris yang menyesal, ia sadar bahwa sekarang Mauris mencintainya dan mengurungkan niatnya. Ruri yang masih cinta dengan Mauris pun mengancam Rafaela agar Rafaela bercerai, jika tidak, Edo, yang pernah berusaha membunuh Ruri, akan dilaporkan kepada polisi. Namun, tiba-tiba Edo mengajak Ruri pergi ke Paris. Di Paris, Edo berubah dan menjadi sangat baik, tetapi pada suatu malam, ketika mereka mabuk, Edo meracuni Ruri dan dirinya sendiri. Untungnya, Ruri dan Edo berhasil diselamatkan dan Ruri pun melahirkan seorang anak, yang sewaktu ia diracuni, dikandungnya. Ruri pun ternyata kehilangan ingatannya mengenai peristiwa tersebut sehingga ia bisa melupakan masa lalunya yang kelam.

6. Opini tentang isi novel:

Menurut saya, isi novel ini sangat menarik. Ceritanya sangat menegangkan. Pengarang dapat membawa kita masuk ke dalam cerita ini dan cerita cinta ini dapat menyentuh hati. Persoalannya jelas, tetapi penyelesainnya sulit ditebak sehingga membuat kita tak dapat lepas membaca novel ini. Namun, kekurangan novel ini adalah ada beberapa bagian cerita yang sering diulang-ulang, meskipun tidak perlu.

7. Nilai yang diperoleh:

Kita tidak boleh memanfaatkan seseorang untuk mendapatkan keinginan kita. Walaupun untuk tujuan yang baik, kita tak boleh diam-diam mempermainkan cinta seseorang. Uang bukanlah segalanya dan kita harus menggunakan cara yang benar untuk meraih keinginan kita. Jika kita mempermainkan seseorang, semua akan terkena getahnya. Hal ini hanya akan menimbulkan konflik dan sakit hati. Kebenaran pada akhirnya akan terungkap juga. Penyelesaian konflik seperti ini pun tidak boleh dengan kekerasan karena tak akan menyelesaikan apa pun, hanya menambah konflik saja.

Nama: Maria Elizabeth B.S. (Elis)

Kelas/No. Presensi: 9C/19


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: