Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL I

Posted by lembursingkur pada September 24, 2009

Di bawah ini merupakan  ringkasan novel hasil dari membaca wajib siswa kelas 9 SMP Santa Ursula BSD angkatan 2009-2010. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca.

Ch. Enung Martina

NOVEL 1

1.Judul        : SAYAP- SAYAP CINTA
2.Pengarang    : Maria A. Sardjono
3.Penerbit    : PT. Gramedia Pustaka Utama
4.Tahun terbit    : 2008

Angsa liar, itulah julukan para warga Jalan Mahoni untuk gadis kecil bernama Yulia Anggraini. Bagaikan seekor angsa yang anggun dan cantik, Yulia kecil bermata bulat indah, berambut ikal dan berwajah rupawan. Namun setelah ayahnya meninggal dunia secara mendadak akibat kecelakaan, kehidupan Yulia dan keluarganya yang menyenangkan mulai berubah. Yulia kecil menjadi anak yang liar, nakal, dan suka berkelahi. Akibatnya, ia selalu terlihat kusut, dekil, dan kehitaman akibat terbakar matahari. Ibunya yang pada saat ituhanya bekerja sebagai guru tidak sanggup membiayai 6 orang anaknya sendirian, hingga harus menjual barang-barang berharga yang mereka miliki termasuk piano kesayangan Yulia dan Tiwi, kakaknya juga terpaksa dijual. Hingga pada akhirnya, ibu mereka terpaksa menerima sewa kamar untuk karyawan dan mahasiswa. Dalam waktu singkat empat pemuda telah menyewa dua kamar terdepan. Salah satu diantaranya ialah Oom Hardi yang ternyata menjadi ayah tirinya.
Awalnya, Yulia enggan memiliki ayah tiri yang umurnya terpaut jauh lebih muda dari ibunya, tetapi lama-kelamaan Yulia bisa menerimanya.
Belasan tahun kemudian, suatu malam di sebuah emperan toko yang gelap gulita akibat mati lampu, Yulia berteduh menghindari hujan dan tanpa sengaja ia menabrak tubuh seorang laki-laki. Awalnya, ia tidak mengenal siapa laki-laki itu, tetapi lama-kelamaan, mereka mengobrol akrab sekali, hingga akhirnya hujan mereda dan lampu toko mulai menyala kembali. Ketika memperhatikan wanita tersebut, Gatot pun mengenali Yulia dari bola matanya yang senantiasa mengerjap-ngerjap khas Yulia kecil. Gatot amat terkejut melihat Yulia dewasa yang sangat jelita, berkulit kuning langsat, dan pintar bergaul. Sebelumnya, Yulia tidak mengenali Gatot yang dulunya gendut dan menjadi musuh bebuyutannya semasa kecil, tetapi sekarang telah menjadi pria yang tampan dan memiliki tubuh yang ideal sebagai seorang pria.
Tak lama kemudian, Gatot mengantarkan Yulia pulang ke rumahnya. Sejak pertemuan tersebut, Gatot dan Yulia menjadi akrab. Mereka sering bertemu dan saling bertukar pikiran, meskipun Gatot telah memiliki tunangan yang tidak lain musuh bebuyutannya juga, ialah Nuning. Apalagi, ketika Yulia ingin mengurus perceraiannya dengan suaminya, Hendra. Sejak sebulan setelah pernikahannya dengan Hendra, Yulia tidak tinggal seatap lagi dengan Hendra. Sebab, sehari sebelum pernikahannya, Yulia mengetahui bahwa Hendra telah memiliki istri dan beberapa orang anak. Namun, agar tidak menerima malu dari tetangga-tetangganya dan mencemarkan nama baik keluarganya, ia tetap melanjutkan pernikahannya dengan Hendra. Akan tetapi, pernikahannya dengan Hendra hanya di atas kertas saja, karena ia tidak pernah mau tidur 1 kamar dengan Hendra, sebab ia memiliki prinsip yang sangat kuat untuk tidak menjadi penghancur rumah tangga orang lain. Maka itu, ia ingin segera bercerai dengan
Hendra, namun selama ini Hendra tidah pernah mau bercerai dengan Yulia, hingga pada akhirnya Yulia bersikeras bahwa ia ingin bercerai dengan Hendra karena ia telah memiliki kekasih yang bernama Gatot. Akibat perkataan Yulia yang tidak sengaja terlontar begitu saja, ia akhirnya meminta tolong pada Gatot. Gatot pun membantunya untuk bersandiwara sebagai sepasang kekasih. Akhirnya, sandiwara pun dimainkan dengan sangat sempurna, bahkan membuat mereka terjatuh dalam lubang cinta, sehingga memperlihatkan bahwa mereka adalah sepsang kekasih yang mesra dan romantis. Mereka sering menghabiskan waktu berdua, hingga masalah perceraian Yulia selesai.
Setelah terbebas dari Hendra, Yulia mulai menjaga jarak dengan Gatot, mengingat Gatot telah memiliki tunangan yakni Nuning. Akan tetapi, sulit bagi Gatot untuk melupakan Yulia, hingga pada puncaknya Nuning melakukan teror pada Yulia dengan meneleponnya tanpa memberitahu identitasnya. Dalam telepon tersebut, Yulia dicaci-maki dengan kata-kata yang memekakan telinga. Sampai berlanjut dengan disebarkannya foto-foto mesranya bersama Gatot pada saat mereka refreshing ke Cibodas di sekolah tempat Yulia mengajar saat itu. Hal tersebut membuat Yulia mengundurkan diri dari sekolah tersebut karena tidak ingin mencemarkan nama baik sekolahnya. Dalam waktu singkat, karena kepintaran dan keahlianny dalam bermain piano, ia mendapat pekerjaan sebagai seorang guru di sekolah barunya tersebut. Yulia mencoba lebih membuka dirinya untuk untuk meluaskan pergaulannya dalam segi positif. Akibat pergaulannya itu, terlihat bahwa ia sangat berbakat dalam menyanyi dan bermain
piano, sehingga ia ditawarkan mengisi acara di sebuah restoran besar. Di acara itulah ia bertemu dengan Danardono yang memiliki kesamaan profesi dengan Yulia dan diam-diam Danardono pun menyimpan perasaan khusus dengan Yulia, tetapi Yulia bukanlah orang yang munafik, ia jujur dalam semua hal, dan mengakui Danardono hanya sebagai sahabat dekat dan tidak lebih dari itu.
Lima bulan sudah Gatot tidak menemui Yulia dan tiba-tiba saja Gatot muncul kembali ke kehidupan Yulia. Yulia yang selama ini berkomitmen untuk tidak mengganggu hubungan Gatot dan Nuning, akhirnya luluh dengan rayuan Gatot untuk makan siang bersamanya. Selama berbincang-bincang, Gatot menyatakan perasaannya yang masih mencintai Yulia dan telah memutuskan hubungannya dengan Nuning karena alasan tidak memiliki kecocokan dan hanya mencintai Nuning sebagai adiknya. Yulia yang selama ini menyimpan perasaannya dengan Gatot dalam-dalam, akhirnya mengakuinya juga dan mereka pun tertawa bersama dalam kebahagiaan dan cinta yang mengaliri seluruh tubuh keduanya.

6.Opini    : Menurut saya, isi novel ini sangatlah menarik dan cocok untuk  kalangan ABG ( Anak Baru Gede ) yang sedang merasakan jatuh cinta. Novel ini memperlihatkan betapa seorang gadis yang memiliki pendirian tegas tentang hidupnya jatuh ke dalam lubang cinta yang sangat dalam dan membuatnya lemah tak berdaya ketika berada di samping belahan jiwanya. Novel ini juga memperlihatkan bahwa sayap-sayap cinta dapat tumbuh di antara teman kecil yang tak pernah terduga, bahkan musuh bebuyutannya sekali pun. Jadi, novel ini memiliki kesan tersendiri tentang percintaan yang terjadi di antara kalangan muda di zaman modern ini.
7.Nilai yang diperoleh :
Hendaknya kita menjadi orang yang selalu memiliki komitmen /  pendirian tentang hidup, seperti YuliaØ
Hendaknya kita tidak menjadi orang yang munafikØ
Hendaknya kita mampu menjadi orang yang terbuka dengan apa adanya       ( tidak menutup diri )Ø

Dibuat oleh    :
Nama        : MALINDA
Kelas / No.    : 9c / no. 17

NOVEL 2

Judul Buku :Telepon
Pengarang :Sori Siregar
Penerbit :Balai Pustaka
Cetakan :Kedua

TELEPON

Daud adalah seorang penjaga toko buku. Daud mempunyai hobi yang aneh dan merugikan orang lain. Hobinya itu adalah mengerjai orang-orang yang tidak dikenalnya lewat telepon. Daud juga mempunyai seorang pacar. Pacar Daud yang bernama Lisa. Lisa sangat tidak mendukung hobi Daud, karena menurut Lisa hobi itu tidak baik dan merugikan orang lain.
Pada suatu hari di sebuah telepon umum. Seperti biasa, pada saat Daud melakukan hobinya, ternyata pacarnya, Lisa sudah berada dibelakangnya. Ketika Daud menoleh kebelakang, Daud tidak menyangka Lisa telah ada di belakangnya dan menunggunya. Mereka segera pergi dari telepon umum itu.Lisa berjalan dengan tampang kesal. Lisa mulai memarahi Daud karena melakukan hobinya lagi. Mereka bertengkar dalam perjalanannya yang tanpa tujuan. Akhirnya, Daud memutuskan untuk menghampiri sebuah rumah makan untuk menyelesaikan masalahnya dengan Lisa. Daud berjanji kepada Lisa bahwa ia tidak akan melakukan perbuatan itu lagi.
Pada suatu hari ada seseorang yang sakit parah ingin meminta pertolongan kepada pihak rumah sakit, namun ia ditolak mentah-mentah karena ia tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar administrasi. Mendengar berita tersebut membuat Daud sangat kesal, hingga Daud memutuskan untuk melakukan peneroran pada pihak rumah sakit. Dengan cepat Daud pergi ke sebuah telepon umum untuk melakukan panggilan. Daud mulai menekan nomor telepon rumah sakit, dan mulai mendengarkannya.

Kemudian Daud meneror rumah sakit itu dengan ancaman jika pihak rumah sakit melakukan hal yang sama lagi, maka rumah sakit itu akan di bom. Setelah melakukan peneroran itu Daud merasa sangat lega, bahkan Daud merasa senang.
Suatu hari, Daud bertemu dengan teman lamanya yang bernama Simangunsong. Mereka berbincang-bincang dan saling berbagi pengalaman. Setelah itu mereka makan bersama di sebuah restoran Padang. Keesokan harinya, daud kembali melakukan kebiasaannya itu. Ia menelepon seseorang dengan memutar-mutar nomor secara acak. Namun Daud sangat kaget. Padahal, Daud hanya asal bicara mau berbicara dengan seseorang yang bernama Sukardi. Ternyata orang yang menangkat telepon itu bernama nama Sukardi. Setelah berbincang-bincang cukup lama, Daud menutup telepon itu. Ia bingung karena baru pertama kali ia berbicara dengan orang tepat dengan nama yang ia cari.. Ia mencoba melupakan hal tersebut dan kembali bekerja. Daud bekerja di sebuah toko buku. Setibanya di tempat kerja, Daud di panggil oleh Perwati karena ia mendapat telepon yang mencari Daud. Ternyata telepon itu ditujukan untuk Daud. Ia mengangkat telepon itu dan mendengar majikannya yang memarahinya.

Lalu Daud mengira bahwa majikannya mengetaui kalau Daud lah yang telah meneror majikannya. Akhirnya Daud mencari Burhan dan Lisa, karena hanya merekalah yang mengtahui hal ini. Setelah bertemu Burhan, Daud langsung bertanya bahwa apakah Burhan yang telah memberi tahu Tajuddin kalau Daud telah menjahilinya. Akhirnya kesalahpahaman terjadi. Ternyata Burhan tidak memberitahu apa-apa. Setelah itu ia mencari Lisa. Saat bertemu dengan Lisa, Daud kesal dan langsung memarahinya. Ternyata Lisa juga tidak membertahu apa-apa kepada Tajudin..

Akhirnya ia kembali lagi ke toko dan merenung. Tiba-tiba Lisa datang dan memberitahukan Daud bahwa ia hanya berkhayal. Ternyata, Daud baru ke toko itu, dan ia sama sekali tidak mendapat telepon. Mulai saat itu Daud menjadi bingung akan semua hal yang terjadi padanya.

Akhirnya Daud memutuskan untuk pergi menemui Simangunsong. Daud lalu menceritakan semua kejadian-kejadian yang menimpanya ke Simangunsong. Setelah Simangunsong tau apa yang terjadi, ia menyuruh Daud untuk tidak lagi memakai telepon ataupun menerima telepon. Daud yang kehilangan akal akhirnya mencoba mengikuti apa yang disarankan temannya itu. Esok harinya Daud menjaga di toko seorang diri. Tajuddin sedang ada urusan dan sekertarisnya sedang pergi ke acara kawinan. Daud mencoba saran Simangunsong. Ia mengakali untuk menaruh gagang telepon di meja agar telepon tidak dapat tersambung. Setelah yakin tidak akan terganggu oleh telepon, Dau kembali merenung. Daud tau kalau ia tidak boleh terus-menerus melakukan hal tersebut. Setelah Daus memikirkan berbagai macam hal, ia tertidur. Lalu Daud terbangun oleh suara telepon yang berdering.

Pada saat Daud mencoba mengangkat telepon itu, Daud melihat kalau gagang telepon itu masih di meja dan tidak berada di atas telepon. Ia bingung dengan kejadian yang baru menimpanya. Setelah itu Daud merasa kalau ia bersalah karena telah mengganggu orang-orang dengan kebiasannya itu. Akhirnya Daud mencoba meminta maaf ke orang-orang yang sudah ia isengi dan mencoba untuk tetap memakai telepon untuk kepentingan yang berguna.
Walaupun Daud sudah mencoba, tetapi Daud bingung bagaimana Daud harus meminta maaf. Akhirnya ia memutuskan untuk meminta maaf melalui surat. Lalu Daud menulis surat untuk semua orang-orang yang ia jahili dulu. Daud masih bingung bagaimana ia harus memulai menulis. Lalu ia berpikir kalau seharusnya ia memulai dari ibu Suroso yang dulu yang telah ia isengi.

Namun Daud tetap bingung bagaimana ia harus meminta maaf. Di tengah kebingungannya itu ia jadi berpikir bagaimana kalau ternyata orang-orang yang ia isengi itu tidak memikirkan apa yang telah dilakukannya. Berbagai pikiran-pikiran muncul di benaknya. Sampai Daud berpikir kalau ia sebenarnya tidak bersalah. Karena menurutnya, ia melakukan hal tersebut karena demi kebaikan. Renungannya kemudian terhenti oleh dering telepon. Saat ia angkat teleponnya, orang yang meneleponnya adalah seorang perempuan. Ia memperkenalkan dirinya dan menanyakan sebuah buku yang ia ingin beli. Daud dan ibu itu bercakap-cakap. Sampai akhirnya ibu itu memutuskan untuk membeli buku yang ia cari dan memesan buku tersebut.
Esok harinya, Simangunsong dengan sangat kesal datang menghampiri Daud dengan membawa sebuah pisau. Ternyata adik Simangunsong yang sedang melakukan acara perkawinan tiba-tiba ditelepon oleh seseorang yang memberitahu kalau ada bom di tempat perkawinan itu. Tamu-tamu yang ada di acara perkawinan itu langsung pulang karena takut akan bom tersebut. “Orang yang memungkinkan melakukan itu hanyalah Daud”, pikir Simangunsong. Maka dari itu, Simangunsong langsung secepat mungkin menghampiri rumah Daud. Sesampainya di rumah Daud, Simangunsong langsung memukul Daud dengan tangannya. Daud yang tidak tau apa-apa ingin menjelaskan kalau bukan dia yang menelepon. Namun Simangunsong yang sedang sangat kesal tidak mau mendengarkan penjelasan dari Daud. Tubuh Daud yang menerima serangan secara tiba-tiba berdarah-darah. Untung ada beberapa warga yang kebetulan lewat dan melihat Daud yang berdarah-darah.

Akhirnya mereka membantu Daud dan membawanya ke rumah sakit. Sedangkan Simangunsong akan di bawa ke kantor polisi. Simangunsong ingin berbicara lagi empat mata dengan Daud. Setelah berbicara empat mata, ternyata Daud sama sekali tidak berbohong. Simangunsong yang tadinya tidak percaya pada Daud kini yakin akan kata-katanya. Atas permohonan Daud, Simangunsong tidak di bawa ke kantor polisi.
Setelah beberapa saat, Daud akhirnya keluar dari rumah sakit dan kembali bekerja. Perwati dan Tajuddin sangat kaget karena Daud datang dengan tubuh yang penuh dengan luka. Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang mengaku suami dari perempuan yang menelepon Daud beberapa waktu yang lalu dan mencari pesanan dari istrinya.

Setelah Daud memberikan buku yang dipesan istri laki-laki tersebut, laki-laki tersebut pergi. Pada saat bersamaan, Simangunsong datang. Ia membawa suatu kabar yang sangat penting dan mengagetkan. Ternyata istri dari laki-laki yang barusan datang itulah yang menelepon saat acara perkawinan adik Simangunsong. Laki-laki tersebut baru saja keluar dari kantor polisi untuk menjelaskan kondisi istrinya yang kurang normal. Itu adalah sebuah penyakit karena istrinya terlalu sering di rumah dan jarang keluar, sehingga ia agak menjadi kesepian. Maka dari itu istrinya jadi sering menelepon orang untuk menghilangkan rasa kesepian itu. Setelah mendengar cerita dari Simangunsong tersebut, Daud langsung terkejut. Lalu ia mengira bahwa ia juga terkena penyakit yang sama dengan istri dari laki-laki itu. Namun, Simangunsong meyakinkan Daud bahwa ia tidak terkena penyakit apapun. Ia pun merasa sangat lega dan bersyukur kepada Tuhan akan anugerah yang ia berikan kepada Daud walaupun sering kali ia berbuat dosa .

Nama: Maggie

Kelas/ No.absen : 9B-27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: