Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN BUKU IPTEK

Posted by lembursingkur pada Agustus 30, 2009

Di bawah ini beberapa ringkasan buku tentang ilmu pengetahuan dan teknologi karya siswa-siswi SMP St. Ursula BSD.

Semoga menjadi khasanah ilmu pengetahuan.

Ch. Enung Martina

BAGIAN III

BUKU 11 :  LABA-LABA

Judul                :LABA-LABA, Pemintal Ulung

Penulis             :-

Penerbit           :PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit     :1996

Laba-laba adalah hewan yang masuk dalam ordo Arachnida, contohnya seperti spesies laba biasa, akarina, kalajengking, dan opilion. Ada banyak spesies laba-laba yang dapat ditemukan di muka bumi. Ada yang hidup di rumah, gua, bunga, dan ada juga yang hidup dalam air. Umumnya, laba-laba hidup di daerah tropis dan subtropis.
Laba-laba adalah salah satu binatang yang dapat membyuat perangkap untuk menjebak mangsanya. Meskipun jaring-jaringnya terlihat rapuh, tapi seenarnya dapat mematikan serangga yagn terperangkap di dalamnya. Ia menggunakan sebagian sutranya untuk membuat jarring. Sutra dikeluarkan dari kelenjar tertentu di dalam abodemennya. Ada jgua spesies yang menunggu serangga yang lewat di dekat persembunyiannya, kemudian langsung disambar.

Tubuh laba-laba terbagi menjadi dua, yaitu Toraks untuk bagian atas,dan Abdomen untuk bagian bawah. Bagian-bagian tubuh laba-laba adalah: chelicera yang digunakan untuk menyuntikan bias, perut pengisap untuk menyerap bubur jaringan mangsa, cakar untuk memperbaiki dan memintal jaringnya, sirkulasi terbuka maka darah bebas mengalir diantara jaringannya, kloaka untuk meyimpan kotoran, spineretmengeluarkan sutra, ovari, seperti ovarium, kelenjar sutra, mengahsilkan sutra, selain itu ada oviduk, sendi, femur, dan juga filotrakea, yang berguna untuk bernapas, mulut, saluran bisa, esofagus, pedipalus yang berguna untuk memegang makanan dan yang terakhir ada otak.
Benang sutra yang dihasilkan laba-laba hanya berdiameter 0,003 mm. Jika direntangkan, kita harus memutuskan banyak benang untuk merusaknya. Nyatanya, jarring laba-laba tiga kali lebih tahan terhadap kerusakan daripada kawat baja yang berdiameter sama.
Laba-laba dapat memintal di tempat yang berbeda-beda: cabang semak-semak, batang pohon, dinding tua, dan berbatuan di taman. Jaring yang terkecil biasanya dibuat di kebun. Bentuknya seperti tempat tidur yang menggantung terbalik. Selain itu ada jaring bundar, yang biasanya di ambang jendela, jarring pipih, dan juga jaring segitiga.
Umumnya, laba-laba memiliki sepasang kelenjar thoraks, yaitu kelenjar bisa di bagian depan. Bisanya digunakan untuk membunuh, melumpuhkan mangsanya dan untuk mempertahankan dirinya sendiri. Karakterisitik dan keampuhan bisanya tergantung pada spesies dan ukuran, dan ukuran korbannya. Racunnya biasanya hanya dapat mematikan serangga dan vertebrata kecil.
Laba-laba betina menggendong kapsul yang berisi telur. Dengan cara ini, ia dapat menjaga anaknya terus dari telur sampai anak-anaknya yang menetas sampai beberapa saat lamanya. Pada spesies tertentu, bayi laba-laba lebih suka berkelana dalam perlindungan induknya. JIka salah satu anaknya jatuh atau tersesat, biasanya akan mati.
Fase pertumbuhan laba-laba adalah dari telur, menjadi larva kecil, lalu menjadi nimfa, dan akhirnya menjadi laba-laba. (AUDREY AVILA)

BUKU 12:PENYU HIJAU

Judul: Seri Misteri Alam 58 PENYU HIJAU

Penulis: Hiroshi Takeuci

Penerbit: PT. Elex Media Komputindo

Tahun Terbit: 1997

Ringkasan:

Penyu hijau kecil yang baru lahir / bayi penyu hijau dapat kita sebut juga dengan tukik. Telur penyu hijau dikubur dalam pasir, kira-kira di kedalaman 70 cm. Dengan kelembapan tanah yang konstan, dalam waktu 50-60 hari telur-telur tersebut akan menetas. Seekor / 2 ekor tukik yang menetas tak dapat keluar sendiri. Tukik membuka kulit telurnya dengan tonjolan tajam di ujung paruhnya. Mereka menunggu sampai semuanya menetas, lalu bergerak –gerak bersama. Tukik yang tertimbun pasir akan tertinggal oleh saudara-saudaranya lalu mati. Pantai yang baik dan cocok untuk bertelur bagi penyu hijau adalah pantai yang tidak terlalu landai, berpasir halus, arusnya kuat, dan memiliki hamparan karang yang ditumbuhi rumput laut.

Tukik yang baru menetas memiliki  kurang lebih 4, 5 cm, dan berat badan kurang lebih 25 gram. Pada saat baru lahir tempurung tukik berwarna hitam, tubuhnya sedikit lunak, dan perutnya berwarna putih. Di perut tukik terdapat bekas luka, bekas penyalur makanan saat ia masih di dalam telur. Setelah tumbuh semakin besar, bekas ini semakin tak terihat.

Walaupu baru lahir, secara naluriah tukik dapat mengetahui arah kaut dengan bernar. Akan tetapi, kehidupan tukik yang baru lahir penuh dangan bahaya, karena setiap saat musuhnya dapat menyerang. Tukik sering menjadi santapan kepiting putih. Kadang-kadang kalau kepiting putih menemukan telur penyu hijau, ia langsung memakannya.

Tukik yang tidak tertangkap kepiting putih, akhirnya sampai ke tepi pantai. Mulai saat itu tukik-tukik tersebut harus menempuh kehidupan di laut yang penuh bahaya. Jika mereka sampai ditemukan oleh ikan besar / ikan pemangsa dan burung pemangsa, tukik-tukik dapat dimangsa oleh mereka. Contoh-contoh ikan pemangsa antara lain ikan hiu, buntal dan tenggiri.

Walaupun jika berjalan di darat / pasir tukik berjalan lambat, tetapi mereka dapat berenang dengan gesit dan kecepatannya kira-kira sama dengan kecepatan renang manusia. Tangan dan kaki tukik yang datar digunakan sebagai dayung di dalam air. Dengan menggerakan kedua tangan depan ke atas dan ke bawah, tukik terus maju. Kaki belakangnya digerakan untuk mengganti arah. Pada saat baru lahir, tukik dapat berenang dengan mahir padahal tak ada yang megajari.

Penyu hijau bernafas dengan menggunakan paru-paru, maka dari itu mereka harus muncul di permukaan air sesekali untuk menghirup oksigen.

Seiring dengan pertumbuhannya, lamanya menahan nafas penyu hijaupun bertambah panjang. Setelah dewasa, ia bias tidur di atas batu di dasar laut / di bawah batu karang pada malam hari. Tapi waktu masih kecil, sesekali ia menengadahkan wajahnya untuk bernafas sambil terus berenang di bawah permukaan laut.

Setelah besar, penyu hijau memakan tanaman laut seperti rumput laut dan ganggang. Saat berada di permukaan air, penyu hijau memakan ubur-ubur. Penyu hijau jantan dan betina bertemu dan kawin di laut. Sang penyu jantan naik ke atas punggung penyu betina dan mencengkeramkan kuku kakinya pada tempurung penyu betina. Saat mereka kawin, mereka timbul tenggelam di permukaan air. Lalu jika mereka sudah selesai kawin, penyu jantan menghilang, tetapi penyu betina berenang menuju dataran untuk bertelur.

Penyu hijau yang telah berumur 8 tahun, panjang tempurungnya hampir 1 meter. Berat badannya kurang lebih 80 kilogram. Seekor induk penyu hijau dapat mengeluarkan kira-kira 100 butir telur. Seekor penyu mampu bertelur 4-7 kali dalam waktu 15 hari. Dan juga, untuk sekali bertelur, ia memerlukan waktu lebih dari 3 jam. Kadang-kadang, walaupun induk penyu telah berhati-hati memilih tempat untuk bertelur, bencana alam dan musuh dapat muncul di luar dugaan. Banyak telur  yang membusuk akibat terkena hujan lebat dan ombak laut pada waktu badai. Banyak juga telur yang dimakan kepiting, anjing liar, dan biawak.

Beberapa jenis penyu: *. Penyu Hijau.

*. Penyu Merah.

*. Penyu Sisik.

Oleh: Maurin Tirtana

8D / 22

BUKU 13: CAPUNG MERAH

Hillary Johnson(8d.14)

Judul          :  Capung Merah

Penulis        :  Hidekazu Kubo

Alih Bahasa  :  Arifiana

Penerbit       :  PT Elex Media Komputindo

Tahun terbit :  1997

Capung Merah

Terdapat kira-kira 180 jenis capung, diantaranya 20 jenis capung merah. Capung merah terbang berpasangan setelah kawin ketika musim panen padi berakhir. Ketika sampai di permukaan air, capung betina memukul-mukul ekornya dan menjatuhkan telurnya ke air. Panjang telur capung merah kira-kira 0,5-0,6 mm dan berwarna putih yang kemudian berubah menjadi coklat. Ketika pembentukan telur nimfa sudah sempurna, telur menetas. Nimfa yang keluar berukuran kira-kira 1,3-1,4 mm. Nimfa yang berselaput itu hidup di dalam air. Nimfa mulai tumbuh besar sesudah beberapa kali berganti kulit. Nimfa capung merah memakan binatang air kecil, capung jarum,dan berudu kecil.

Setelah nimfa tumbuh besar, ia merayap keluuar dari air dan mengalami proses perubahan wujud menjadi capung merah dewasa. Setelah dewasa, capung merah siap untuk mengembara ke tempat yang jauh dari lingkungan kelahirannya. Capung merah dewasa memakan nyamuk, lalat,dan kepik kecil. Ketika capung merah berumur 2 bulan maka tubuhnya akan berwarna merah dan ini menandakan bahwa ia telah siap kawin.

BUKU 14: PEMANASAN GLOBAL

OLEH : DEVITA WIDJAJA / 8D / 9

Judul buku   :  Pemanasan Global

Penulis          :  Fred Pearce

Penerjemah  :  Dr. Wibowo Mangunwardoyo, MSc.

Penerbit        :  Erlangga

Tahun terbit :  2003

RINGKASAN BUKU :

Pemanasan global adalah proses memanasnya bumi secara merata dan menyeluruh, dan saat ini pemanasan global sedang terjadi pada bumi kita. Masyrakat Inuit di Amerika Utara melihatnya pada es yang menghilang, beruang kutub yang kelaparan, dan migrasi paus yang tidak menentu. Penduduk di Amerika Latin dan Asia Tenggara mengalami bencana angin ribut, tanah longsor dan banjir. Penduduk Eropa menyaksikannya melalui hilangnya gletser di pegunungan Alpen, kekeringan di daerah Mediterania, dan badai  yang tidak biasa. Peneliti mengamati adanya pemanasan global dari berbagai hal, dari lingkaran tahun pada pohon, endapan pada danau hingga koral, dan gelembung udara yang terjebaak di inti es. Semua bukti itu menunjukkan bahwa bumi belum pernah sepanas ini selama satu milenium atau lebih. Dan mungkin bumi tidak pernah memanas secepat 25 tahun terakhir, suatu masa di mana hal alami yang berpengaruh terhadap suhu global, seperti bintik matahari yang seharusnya berefek mendinginkan tidak berarti apa-apa.

Pemanasan global dapat disebabkan oleh gerak revolusi bumi kita yang berubah, namun kebanyakan disebabkan oleh efek rumah kaca yang telah dikemukakan oleh para ilmuwan selama lebih dari seabad yang lalu. Pada sekitar tahun 1860, John Tyndall telah menemukan gas-gas yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas itu adalah CO2, metana, uap air, CFC, dan NO2. Cara kerjanya adalah, pada saat radiasi panas matahari sampai ke bumi, ada sebagian panas yang lolos ke luar angkasa, tetapi sebagian terperangkap di atmosfer oleh gas rumah kaca. Kemudian radiasi yang diserap itu akan memanaskan atmosfer bagian bawah (troposfer). Sebenarnya efek ini menguntungkan, karena tanpa adanya efek ini, maka suhu di bumi akan turun hingga di bawah titik beku. Namun akhir-akhir ini gas rumah kaca bertambah dengan sangat pesat akibat banyaknya polusi. Sehingga panas yang diserap berlebihan dan membuat suhu di bumi memanas. Efek ini juga menyebabkan lapisan ozon menipis, walau bahan kimia buatan manusia lebih berpengaruh. Menipisnya lapisan ozon dapat membuat radiasi sinar ultraviolet matahari tidak terhalang dan masuk ke dalam bumi. Sinar ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit kanker kulit yang ganas.

Meningkatnya efek rumah kaca juga berakibat terhadap iklim di bumi. Mekanisme mendetail tentang bagaimana efek rumah kaca mempengaruhi iklim masih belum jelas. Hal ini karena adanya efek tak terduga dari umpan balik positif yang disebabkan oleh mencairnya es, meningkatnya uap air, dan berubahnya suhu lautan yang semuanya dapat mempercepat proses pemanasan global. Tetapi atmosfer yang hangat sudah pasti merupakan atmosfer yang lebih dinamis, karena dapat membuat kekeringan dan badai, serta angin dan hujan yang lebih ekstrem. Daerah yang basah menjadi lebih basah, sementara daerah yang kering menjadi lebih kering. El nino dan angin muson Asia kemungkinan akan menjadi lebih eksterm, tetapi lebih tidak dapat diprediksi. Daerah yang saat ini mengalami kelaparan akan mengalami paceklik, sementara daerah yang subur akan lebih produktif. Beberapa ekosistem akan berubah menyesuaikan dengan iklimnya, tetapi sebagian besar akan lenyap. Terumbu karang, rawa mangrove, hutan hujan tropis, dan ekosistem gunung akan musnah selamanya. Kepunahan akan meluas, dan dunia akan menghadapi luapan pengungsi akibat perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, epidemi penyakit, dan perang perebutan air.

Dampak-dampak pemanasan global akan membentuk rantai, sehingga satu dampak saja akan dapat menyebabkan beratus-ratus bencana. Misalnya karena efek rumah kaca, bumi memanas, dan salah satu dampaknya adalah mencairnya sebagian besar es yang berada di bumi. Hal ini akan menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Kenaikan permukaan air laut dapat menenggelamkan daerah-daerah pantai dan pulau-pulau kecil, dan karena volume air laut bertambah, maka air yang menguap juga akan semakin banyak dan terjadilah hujan lebat serta banjir. Mencairnya es juga akan berdampak pada populasi beberapa hewan, terutama beruang kutub. Jika es mencair, maka kemungkinan spesies beruang kutub akan punah. Beberapa bencana lain yang diprediksikan akan terjadi antara lain adalah meluasnya gurun, mengeringnya sungai, danau, mata air, serta oasis, punahnya beberapa spesies hewan dan tumbuhan, dan berubahnya hutan amazon menjadi gurun.

Lama kelamaan pemanasan global ini dapat membawa dampak buruk bagi bumi dan seluruh makhluk yang hidup di dalamnya, bahkan dapat menyebabkan kiamat. Namun masih terdapat bermacam-macam cara untuk mencegahnya. Misalnya bagi negara-negara besar adalah dengan menggunakan sumber energi ramah lingkungan seperti tenaga angin, air, dan surya untuk keperluan mereka sehari-hari. Mereka juga dapat mengurangi polusi akibat asap pabrik dan pembakaran bahan bakar fosil. Bahkan beberapa negara-negara besar seperti Amerika dan Rusia berusaha menekan emisi yang mereka hasilkan melalui Protokol Kyoto. Beberapa negara juga sudah menciptakan berbagai alat transportasi yang ramah lingkungan seperti kereta api magnet yang tidak memerlukan batu bara, dan mobil berbahan bakar hidrogen. Pemerintah beberapa negara juga sudah menggalakan sistem reboisasi dan sistem tebang pilih. Bahkan beberapa organisasi internasional seperti WWF dan organisasi lokal lainnya sudah mengajak warga untuk mengurangi penggunaan kantong pelastik, kertas, dan kendaraan bermotor.


BUKU 15: Crusaders

(Christalent Christocento Sutandya)

Penulis : Melanie, Christopher Rice, dan Christopher Gravett

Tahun Terbit : 2001

Penerbit : Dorling Kindersley Limited 80 Stand, London.

Crusaders adalah pasukan Kristen yang dibuat oleh Paus Urban II untuk mengambil alih Israel dari tangan orang muslim. Mereka percaya apabila mereka bergabung dengan pasukan crusaders, maka mereka akan masuk surga.

Mereka dengan percaya diri menyerang Israel. Peperangan yang pertama, pada 19 Juni 1097 ,terjadi di kota Nicaea selama 7 minggu 3 hari dan pasukan Crusaders berhasil mengambil alih kota ini. Setelah itu mereka menyerang kota Dorylaeum tanggal 1 July 1907, mereka membakar kota tersebut dengan panah api, memaksa orang-orang Turki untuk meninggalkan kota tersebut.

Kemenangan kembali terjadi pada saat mereka mengepung kota Antiokh pada tanggal 2 Juni 1098. Kemudian, salah satu pemimpin orang Turki, Kerbogha, menyerang kota Antiokh dan para Crusaders berhasil membunuh Kerbogha sehingga anak buahnya lari ketakutan.

Akhirnya, pada tanggal 28 Juni 1098, para Crusaders berangkat menuju Yerusalem membawa tombak suci yang dipercaya dipakai oleh salah satu tentara Romawi untuk menombak lambung Yesus. Pada tanggal 14 Juli 1099, pasukan suci ini menyerbu Yerusalem dengan kekuatan penuh dan keesokan harinya, Yerusalem jatuh ke tangan orang Kristen.

Setelah kemenangan tersebut, sebagian dari Crusaders memutuskan untuk tinggal di kota-kota yang mereka rebut. Orang Islam pun memutuskan untuk bertindak dan menyerang mereka. Pemimpin mereka, Sultan Saladin, adalah orang yang menaklukan beberapa kota milik orang Kristen. Akhirnya berita tersebut sampai ke Eropa dan Paus Innocent memutuskan untuk memulai perang suci yang kedua. Kali ini Crusaders mempunyai seorang pemimpin yang pantas untuk tidak dilupakan, Richard “Berhati Singa”. Target mereka kali ini adalah membantu melindungi kota Konstantinopel dari Saracens, sebutan untuk orang Islam. Akhirnya, mereka berhasil dengan misinya dan berhasil memukul mundur para Saracens.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: