Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

ARTIKEL PENDIDIKAN NILAI

Posted by lembursingkur pada Juli 29, 2009

PENDIDIKAN NILAI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Pendidikan nilai bukanlah pengajaran atau sesuatu yang diajarkan, melainkan suatu proses penggalian nilai-nilai hidup (value) yang dirasakan, dihayatai, dan dilakukan siswa dalam hidup kesehariannya bersama dengan orang-orang di sekitarnya dalam lingkungan di mana ia berada. Itu artinya anak bukanlah kertas kosong yang siap ditulisi dan diisi dengan nilai-nilai yang akan ditransfer oleh gurunya dalam proses pedidikan di sekolah. Anak sudah mempunyai seperangkat nilai yang ia pelajari dalam lingkungannya. Kalau begitu bagaimana pendidikan nilai di sekolah bisa dilaksanakan?

Seperti yang dikemukakan di atas bahwa pendidikan nilai adalah suatu proses penggalian nilai-nilai hidup (value) yang dirasakan, dihayatai, dan dilakukan siswa. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan,  tinggal menggali, mengembangkan, dan melanjutkan, serta memaksimalkan dari nilai-nilai yang sudah dipunyai siswa. Semua elemen sekolah melakukannya untuk mengoptimalkan pendidiakn nilai tersebut. Pendidikan nilai bukan hanya dilakukan guru PPKn atau guru agama saja, melainkan semua unsure sekolah. Secara serentak warga sekolah menghayati pendidikan nilai sebagai suatu gerakan bersama.

Dengan demikian seluruh komponen mulai dari komponen yang hidup, program, sampai sarana penunjang diciptakan untuk mewujudkan gerakan bersama tersebut. Dimulai dari kepala yayasan, kepala sekolah, guru, TU, karyawan, dan siswa serentak melakukannya. Memulainya dari hal yang sederhana sampai dengan hal yang besar. Pendidikan nilai menjadi jiwa dalam lembaga tersebut.

Tujuan pendidikan nasional  Indonesia sendiri sarat dengan nilai, kita cermati tujuannya:

Membantu anak didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ( UU Sisdiknas, pasal 3)

Rumusan lain yang berkaitan dengan pendidikan nilai adalah pendapat pakar pendidikan Indonesia yaitu almarhum Driyakara : memanusiakan manusia muda. Membantu manusia muda berkembang semakin menjadi manusia yang utuh dan sempurna.

Bila dicermati dari dua uraian di atas berkaitan dengan pendidikan, jelas bahwa proses pendidikan adalah tak lepas dari nilai-nilai hidup. Nilai-nilai hidup inilah yang akan menjadi pedoman untuk  seseorang menjadi manusia yang siap menghadapi hidupnya dengan segala tantangannya.

Untuk mampu menghadapi hidup dengan segala tantangannya, seseorang harus seperti apa?

  1. Manusia yang berakal budi, yang dapat berpikir, dapat memutuskan, dapat bertanggung jawab
  2. Manusia sebagai pribadi: rohani-jasmani secara keseluruhan. Sebagai pribadi ciptaan Tuhan, manusia bernilai. Karena itu tidak boleh direndahkan.
  3. Manusia yang social: yang hanya berkembang dan menjadi manusia karena bersama orang lain.
  4. Manusia yang berbudaya: yang hidup dalam budaya tertentu dengan nilainya sendiri.
  5. Manusia yang mempunyai tujuan  untuk hidup bahagia baik di dunia ini dan nanti di alam baka.

Kebahagiaan seseorang yang dialaminya tidaklah tercapai sempurna bila tidak keseimbangan  atau keselarasan dengan dirinya, dengan sesamanya, dengan alam semesta, dan dengan Sang Pencipta. Manusia tidak mungkin bahagia sendirian. Bila keseimbangan itu tidak terjadi, maka aka nada ancaman bagi kehidupan manusia. Untuk menjaga keseimbangan itu, maka perlu ada beberapa nilai yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Nilai-nilai itulah yang ingin kita Bantu kembangkan pada anak didik.

Ada banyak nilai yang ada dalam hidup manusia. Namun, kita dapat memilih nilai-nilai pokok. Beberapa nilai pokok yang dikembangkan dalam pendidikan bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. nilai yang berkaitan  dengan relasi manusia –Tuhan
  2. nilai yang berkaitan dengan manusia dan dirinya sendiri
  3. nilai yang berkaitan dengan relasi manusia dengan manusia lain
  4. nilai yang berkaitan dengan relasi manusia dengan alam semesta di sekitarnya.

Nilai yang berkaitan relasi manusia -Tuhan, antara lain: keimanan, ketakwaan terhadap Tuhan. Secara sederhana nilai-nilai itu bisa terlihat dengan beberapa contoh: hormat kepada Tuhan, bersujud, berserah kepada Tuhan dengan tindakan berdoa, pergi ke tempat ibadah, melakukan kebaikan, menghormati orang yang berkeyakinan berbeda dll. Kebanyakan agama mengajarkan tentang nilai ini.

Nilai yang berkaitan relasi manusia – diri sendiri meliputi anatar lain kejujuran, tanggung jawab, ketelitian, kedisiplinan, keterbukaan, kegembiraan, daya juang,  kemandirian,dll.

Nilai yang berkaitan relasi manusia-sesamanya: saling menghormati, hak azasi manusia, penghargaan pribadi manusia, demokrasi, toleransi, kepekaan sosial (orang kecil) , persaudaraan, kesatuan, nondiskriminatif, penghargaan gender, keadilan, kerjasama. dll.

Nilai yang berkaitan relasi manusia – alam semesta, antara lain: keselamatan alam, penghijauan, kebersihan lingkungan, reservasi alam, mengolah alam dengan bijak, pengolahan sampah, daur ulang .

Nilai-nilai itu bila dikembangkan akan menjadikan relasi manusia seimbang dengan Tuhan, diri srndiri, sesama, dan alam semesta. Nilai-nilai itu bila dilanggar akan menyebabkan kehancuran atau paling sedikit kekacauan dalam beberapa segi kehidupan sehingga dapat menganggu keharmonisan, kedamaian, dan kemajuan manusia secara utuh. Dengan demikian mengancam juga kebahagiaan yang menjadi tujuan manusia hidup.

Pendidikan nilai di sekolah seperti yang sudah disinggung  pada paragraph sebelumnya, merupakan tanggung jawab bersama. Yang paling menonjol dan langsung berhubungan dengan siswa memang guru. Oleh karena itu seorang guru/pendidik mempunyai tugas:

  1. membantu anak didik untuk berkembang menjadi manusia yang utuh dan penuh
  2. membantu anak didik mengembangkan nilai-nilai yang diperlukan untuk mengahadapi kehidupan
  3. mendampingi anak didik dalam penemuan nilai baru yang belum mereka miliki.

Pendidikan nilai di sekolah dapat dilaksanakan dengan cara:

  1. pendidikan nilai tersendiri secara khusus lewat pelajaran nilai, seperti pelajaran Budi Pekerti
  2. pendidikan nilai lewat pelajaran agama dan moral
  3. melalui pelajaran biasa oleh setiap guru
  4. melaluli suasana dan kebiasaan sekolah yang sudah dirancang sedemikian rupa
  5. melalui kegiatan di luar kelas dan di luar sekolah, misalnya ekstrakurikuler
  6. atau gabungan dari butir-butir di atas

Dengan demikian kita mengetahui bahwa pelajaran nilai di sekolah bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Setiap sekolah atau lembaga pendidikan apa pun bisa melakukannya. Bila pendidikan nilai serentak dilakukan oleh setiap sekolah dan lembaga pendidikan, niscaya bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang luhur dan besar. Bangsa kita akan menjadi bangsa yang sangat beradab. Itu adalah kerinduan setiap insane yang mencintai kehidupan. Semoga harapan kita semua bukanlah harapan kosong belaka. Mari kita memulai pendidikan nilai ini dari diri sendidi, keluarga, dan akhirnya ke masyarakat luas.

(Ch. Enung Martina: disarikan dari berbagai sumber yang didapatkan dengan membaca dan mengikuti seminar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: