Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

REFLEKSI DALAM PROSES PENDIDIKAN

Posted by lembursingkur pada Juli 18, 2009


(Tulisan didasarkan pada pertemuan guru Santa Ursula BSD  dengan Romo Hendra Sutedja, SJ tahun 2002)

Kegiatan belajar mengajar di sebuah sekolah bisa merupakan suatu kegiatan industri pendidikan belaka atau bisa pula merupakan tanggapan nyata atas rahmat panggilan dan perutusan  yang mendatangkan  keselamatan  dalam dunia pendidikan. Kalau belajar mengajar sebagai kegiatan yang kedua, maka seluruh kegiatan  belajar mengajar ini menjadi wujud  nyata hadir, tumbuh, dan berkembangnya hal yang baik. Untuk belajar mengajar yang pertama, dibutuhkan skil management seperti layaknya suatu industri. Dalam kegiatan belajar mengajar ini tidak ada tempat  untuk Tuhan dan untuk iman.

Bila sebuah sekolah memilih yang kedua, maka selain skil-skil management, sekolah itu perlu (bahkan merupakan urutan pertama)  mengelola batin, menggali, memupuk, mengembangkan nilai-nilai hidup. Untuk itu seluruh unsur dan relasi dunia pendidikan perlu menajamkan daya-daya jiwa dan trampil mewujudkannya dalam kata serta tindakan sebagai pribadi dalam kebersamaannya dengan orang lain.

Untuk hal semua itu perlu adanya kepekaan/kesadaran untuk melihat bahwa Tuhan ada bersama-sama di tengah-tengah hidup kita, Tuhan mengajar dan kita menanggapi-Nya.

Hal yang mendasar yang perlu diperhatikan  dalam proses adalah bagaimana Tuhan mengajar kita menjadi peka dan tajam untuk mendengar, memahami sentuhan dan sapaannya, serta mengungkapkannya dalam kata dan perbuatan. Untuk mencapai hal itu, kita memerlukan alat yaitu ketrampilan menangkap pesan komunikasi Tuhan. Alat itu kita sebut REFLEKSI.

Refleksi arti harafiahnya adalah ‘menengok kembali’, biasanya dipakai untuk menunjuk pada sesuatu tindakan yang mengolah kembali apa yang menjadi pengalaman nyata seseorang, baik yang berkaitan dengan pemahaman maupun afeksinya. Yang membawahi itu semua adalah menemukan arus dasar yang menjadi sumber dari semua itu.

Di dalam dan melalui kita, Tuhan melaksanakan karya penyelamatan-Nya. Pengalaman merupakan lahan kita untuk dapat bertemu Tuhan yang sedang mengungkapkan-Nya pada kita. Kehendak Tuhan adalah arus dasar yang dapat menggerakkan kita. Sedangkan refleksi adalah menemukan Tuhan menemukan Tuhan dalam kompleksitas campuran macam-macam unsur dan pengalaman kita.

Refleksi menjadi hal mutlak karena refleksi merupakan suatu usaha untuk menemukan arus dasar. Karena itu refleksi hal perlu ditekuni untuk hidup batin kita.  Selain itu refleksi juga membuat arus dasar kreatif muncul ke permukaan kesadaran untuk dipahami dan diinginkan. Refleksi yang dilakukan dengan baik dan teratur membantu orang untuk menemukan jati dirinya.

Proses kreatif mencapai kepenuhan arti hanya terjadi dalam iman. Karena hanya dalam rahmat Tuhan orang mampu menengok kembali sampai pada  kedalaman sejati mata air kehidupan.

Tindakan Tuhan dalam jiwa seseorang sesuai dengan rencana-Nya sehingga manusia dibuat asyik untuk masuk dalam kegiatan  mengamati, kemudian manusia dibantu untuk memahami arti gerak itu. Akhirnya manusia dibantu untuk berkeinginan menghayati apa yang ditemukannya.

Tahap selajutnya seseorang bisa memakai kemampuannya untuk mengamati, mengenali, dan memahami gerak batinnya sehingga ia mampu menghayati tawaran kasih Tuhan.

Yang perlu kita ingat dan lakukan dalam sebuiah refleksi yaitu percaya bahwa Tuhan ikut serta  dalam semua pengalaman kita  dengan daya juang yang membantu kita untuk tumbuh. Hal yang berikutnya yang perlu dilakukan adalah ambil jarak dari peristiwa. Akhirnya melanjutkan untuk mencoba merasakan gereak batin  dalam peristiwa:

  1. yang membangun, menumbuhkan, dan menyatukan hal  yang berasal dari Tuhan.
  2. Yang merusak dan memecah belah  berasal dari musuh
  3. Gunakan acuan/refrensi  yang mendukung dan objektif (contoh: Kitab Suci, ajaran agama, , visi misi sebuah lembaga, dll)

Sesudah itu pelajari bagaimana Tuhan mengajar dan bagaimana musuh menipu. Kemudian tegaskan diri bagaimana kita mau menerima tawaran Tuhan.  Akhirnya sebuah refleksi akan diakhiri dengan ucapan syukur dan mohon berkat.

(ditulis kembali oleh Christina Enung Martina)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: