Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

ARTIKEL PEJUANG SOSIAL (ch. enung martina)

Posted by lembursingkur pada Juni 10, 2009

HOLINESS FOR TODAY (by Richard P. Hardy)

Sofranio Roxas adalah  seorang martir dari Filipina. Sebagai seorang petani, Sofranio atau Nonoy, mengetahui persis seperti apa keadaan kehidupan petani di negrinya. Petani sebagai bagian yang penting dalam pengadaan pangan  bagi sebuah negri, tetapi ironisnya nasib baik tidak pernah berpihak pada mereka.kehidupan petani yang sudah sulit, dipersulit lagi dengan system politik di Filipina kala itu (berada di bawah rezim Ferdinand Marcos) yang memiliki kesamaan dengan situasi politik Indonesia pada zaman rezim Orde Baru.

Sofranio berjuang tidak muluk-muluk. Ia memulai perjuangannya dari kenyataan hidup sehari-hari. Ia memberikan perhatian dan pertolongan kepada tetangganya, saudara-saudaranya, warga sedesanya. Mereka itu adalah para petani di Lampayan, Matalam, Kidapawan, Mindano.

Sofranio dibantu oleh beberapa temannya juga para biarawan dari OMI (Oblat Maria Imaculata) mendirikan organisasi yang bernama Lay Leaders Organization yaitu sebuah perkumpulan para petani yang berjuang mencari keadilan untuk perbaikan nasib mereka.

Karena aktivitas sosialnya ini, Sofranio ditangkap dan dipenjarakan oleh pihak pemerintah karena dianggap sebagai seorang komunis dan provokator  yang membawa kekacauan dalam masyarakat.

Perjuangannya untuk para petani harus dibayar dengan nyawanya sendiri. Akhirnya ia tewas ditembak pada suatu siang di hari Rabu 29 Agustus 1984 ketika ia sedang berada di tengah perjalanannya di tengah ladang  dengan naik kuda.

Kematian Sofranio tidak mematikan perjuangan dan cita-citanya. Justru membawa inspirasi bagi banyak orang untuk meneruskan semua perjuangannya. Banyak orang yang tersentuh begitu mengetahui khabar kematian Sofranio. Serentak orang-orang dari seluruh penjuru Filipina datang ke desanya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sang Pahlawan. Orang-orang dari berbagai latar belakang (rakyat jelata, mahasiswa, pemerhati sosial, pekerja sosial, para wartawan, media massa, rohaniwan-wati, pejabat gereja) hadir dalam misa requimnya. Gereja desa itu menjadi penuh sesak bahkan membludak karena semua orang ingin mengantar saudara mereka ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Kehidupan Sofranio, seorang petani sederhana, mampu membangkitkan kesadaran sosial pada masyarakat Filipina, khususnya Gereja Katolik. Gereja menjadi lebih membuka mata akan arti pentingnya Gereja  untuk selalu berjuang bersama dengan umatnya yang sedang berziarah membangun Kerajaan Allah.

Keberanian, kepedulian, dan cinta seorang  Sofranio Roxas mengajarkan kepada kita untuk berani berjuang demi keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Teladan hidupnya juga mengajarkan betapa berartinya keluarga dalam hidup seseorang. Kerjasama dan saling membantu antar warga masyarakat bisa mewujudkan kesejahteraan dan juga cinta di tengah masyarakat.

(sebuah refkleksi  oleh Christina Enung Martina)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: