Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

BUDAYA DAERAH BANTEN

Posted by lembursingkur pada Mei 18, 2009

baduy

Kebudayaan Banten

Felicia Amelia/ 8A -14

Salah satu kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan di Banten. Banten terkenal dengan sebutan kota pantai. Hal ini dikarenakan penduduk asli Banten yang ahli dalam membuat perlengkapan melaut, terutama kapal kayu dan jaring ikan yang panjangnya sampai ratusan meter dan karena Banten merupakan pelabuhan internasional. Selain itu, olahan bahan makanan laut di daerah Banten juga sangat lezat. Salah satu makanan yang cukup menarik perhatian para wisatawan adalah bandeng asap. Bandeng asap ini berisi daging ikan yang telah ditumbuk dan dilunakan serta diberi bumbu. Olahan bahan makanan seperti bandeng asap dan karya – karya penduduk asli Banten menunjukan bahwa Banten merupakan kota yang sebagian besarnya bermatapencaharian di laut. Tetapi tidak berarti bahwa seluruh penduduk Banten bermatapencaharian di laut. Buktinya masih ada pasar – pasar yang menjual barang – barang hasil kerajinan tangan penduduk asli Banten ( Suku Baduy ). Di pasar kota Serang, terdapat banyak penjual yang menjual barang – barang kerajinan tangan khas suku baduy, seperti kain tenun, gelang, kalung akar, tas rajutan, dan golok besi. Barang – barang tersebut merupakan buatan dari suku baduy, yang merupakan suku asli Banten.

Suku Baduy merupakan suatu kelompok masyarakat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Suku Baduy merupakan salah satu suku yang masih ada di Banten. Suku Baduy ini dalam kesehariannya menggunakan bahasa Sunda-Banten, tetapi untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka menggunakan Bahasa Indonesia. Cerita – cerita tentang nenek moyang didapatkan oleh para penduduk Suku Baduy secara lisan dan secara turun temurun dari orang yang lebih tua.

Para penduduk Suku Baduy tidak mendapatkan pelajaran tentang nenek moyang tersebut dari sekolah tetapi dari orang tua mereka atau kakek dan neneknya. Kepercayaan yang dianut oleh para suku baduy berakar dari pemujaan nenek moyang mereka, tetapi perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh agama Budha, Hindu, dan Islam. Walaupun Banten disebut dengan kota pantai, tetapi tidak berarti Suku Baduy juga bermata pencaharian di laut. Mata pencaharian utama Suku Baduy adalah bertani padi huma. Selain itu, mereka juga dapat menambah penghasilan mereka dengan cara berjualan buah – buahan yang mereka temukan di hutan, seperti durian, asam keranji, dan madu hutan.

Jadi, kebudayaan di Banten tidak hanya satu tetapi bermacam – macam, ada Suku Baduy yang merupakan salah satu suku yang terkenal dikalangan masyarakat. Selain itu hasil karya desa yang menjadikan Banten sebagai kota pantai juga merupakan budaya di daerah Banten.

Sudah selayaknya  kita harus melestarikan kebudayaan tersebut agar tidak musnah atau hilang. Banyak kebudayaan di Indonesia ini sudah tidak ada atau hilang.  Suku Baduy merupakan kelompok yang masih ada atau masih dikenal masyarakat, tetapi ada kemungkinan di masa yang akan datang Suku Baduy akan hilang.

Karena itu, kita harus melesetarikan budaya – budaya dari daerah di Indonesia agar tidak cepat punah atau hilang. Kebudayaan – kebudayaan tersebut merupakan tanda bahwa Indonesia memiliki berbagai kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Kita dapat membantu melestarikan budaya di Indonesia dengan cara membeli produk dalam negeri dan mengurangi penggunaan barang buatan luar negeri.  Dengan demikian kita dapat membantu pelestarian barang atau produk dalam negeri dan selain itu kita juga ikut menghargai hasil – hasil karya di Indonesia.

Sumber :

  1. Judul buku : Pendekar Cilik, Pustaka Anak Nusantara : Banten
  2. Penerbit : PT. Dian Rakyat
  3. No ISBN : 979-323-547-8
  4. Editor : Agus Soetomo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: