Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

ARTIKEL KARYA SISWA

Posted by lembursingkur pada Mei 15, 2009

Daya Tarik Yang Terpendam
Oleh Angel/8A

Kata “Bengkulu” sudah tidak asing lagi di telinga warga Indonesia. Provinsi ini sudah terkenal sebagai penghasil emas. Awalnya, deposit emas di Bengkulu ditemukan di daerah Rejang Lebon pada abad ke-19 dan ditempatkan sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Namun sayangnya, kegiatan penambangan komersial dihentikan sejak habisnya deposit. Meski demikian, sampai sekarang Bengkulu tetap terkenal dengan emasnya.
Bengkulu adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Provinsi yang dulu dikenal pula dengan nama Bencoolen, Benkoelen, Bengkulen, dan Bangkahulu ini berada di sebelah utara berbatasan dengan Sumatra Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatra Selatan, dan di sebelah selatan dengan Lampung.

KARYA DESA
Seperti layaknya sebuah provinsi, Bengkulu memiliki beberapa karya yang dapat dikatakan sebagai karya desa khas Bengkulu. Tiga d antaranya yang cukup terkenal adalah perhiasan emas, anyaman, dan kain besurek.
Sebagai penghasil emas, tentu tidak aneh bila perhiasan emas termasuk karya desa utama Bengkulu. Pengolahan emas mentah hingga menjadi perhiasan dilakukan dalam Bengkulu itu sendiri. Para warga sudah terbiasa mengolah emas hingga akhirnya emas tersebut berubah bentuk. Perhiasan yang dibuat juga macam-macam, seperti kalung, gelang, anting, dan lain-lain. Hasilnya akan dijual di toko-toko Pasar Muara Aman.
Para warga juga membuat anyaman secara manual dan tradisional. Alat-alat yang digunakan adalah alat sederhana (contoh: gunting), tapi yang paling utama adalah ketrampilan tangan pembuatnya. Bahannya pun berasal dari alam, yaitu, bambu, rotan, pandan, rumput, kulit pelepah pohon aren, dan lain-lain. Semua bahan mudah untuk didapat di Bengkulu. Hasilnya dapat berupa topi, tikar, dan keranjang. Tetapi, kreativitas warga tidak hanya berhenti sampai situ saja. Konsumen umumnya lebih tertarik dengan warna. Sehingga, agar lebih indah dan menarik, hasil anyaman juga ditambah dengan hiasan warna-warni.
Anyaman yang palin khas dari Bengkulu adalah topidari kulit pelepah pohon aren. Meski seharusnya topi itu sangat khas (sehingga hanya ada di Bengkulu), topi semacam itu juga dapat ditemukan di beberapa tempat di Jawa Barat. Hal itu diperkirakan akibat orang-orang Sunda yang membawa ketrampilan tersebut ketika mereka bekerja sebagai penambang emas.
Kain Besurek sendiri adalah kain tenun tradisional khas Bengkulu. Kain ini cukup mirip dengan kain batik khas Jawa dari segi pembuatan. Yang membedakan Kain Basurek atau Kain Besurek ini dengan batik khas Jawa adalah motif yang ada dalam kain itu sendiri. Motif asli kain ini adalah huruf Arab gundul namun, setelah dikembangkan, motif kain tersebut dicampur dengan motif Bunga Rafflesia Arnoldy, bunga khas Bengkulu. Secara harfiah, kata Besurek juga mempunyai mana menulis atau bersurat. Meski demikian, ada juga toko yang tidak menjual Kain Besurek asli, melainkan kain yang dihasilkan dengan proses cap.
Dapat dilihat bahwa Bengkulu sendiri memiliki kerajinan yang mengagumkan dan juga menarik. Waktu sudah mulai memakan hasil kerajinan Indonesia, jangan sampai kerajinan warga Bengkulu juga ikut menjadi korban. Jika berkunjung ke Bengkulu, jangan lupa untuk membeli karya-karta khas Bengkulu. Selain karya-karya itu layak dimiliki, kita juga dapat membantu melestarikan kebudayaan Bengkulu, Indonesia.

AGAMA DAN KEBUDAYAAN
Sebagai sebuah provinsi, Bengkulu memiliki keragaman. Meski demikian, semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” tetap harus dipegang erat demi persaudaraan dan keakraban sesama warga.
Mayoritas warga Bengkulu beragama Islam. Beberapa corak Islam sudah terlihat dari hasil karya Bengkulu, yaitu, Kain Besurek. Namun tidak berarti ciri Islam hanya ada di Kain Besurek. Para orang tua biasanya lebih suka meminta anak-anaknya untuk mengajari mereka Islam karena merasa segan untuk meminta guru Islam mengajari mereka. Jika ada mayoritas, maka ada minoritas. Minoritas warga Bengkulu (sisanya) beragama Kristen dan Animisme.
Warga desa berasala dari suku-suku yang berbeda-beda. Suku utama Bengkulu adalah Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu, dan Suku Enggano. Karena suku yang beragam, tradisi yang berkembang di Bengkulu juga beragam. Jaipongan, reog, pencak silat, dan kasidah (lagu kerohanian Islam yang diiringi tetabuhan) adalah contoh tradisi yang cukup berkembang. Bahasa yang digunakan juga beragam, antara lain Bahasa Rejang, bahasa Serawai, bahasa Pasemah, bahasa Melayu dialek Bengkulu, bahasa Kaur, bahasa Enggano, bahasa Indonesia, dan lain-lain.

TRANSPORTASI
Untuk berpergian ke berbagai tempat, warga memerlukan kendaraan atau yang biasa disebut sebagai sarana transportasi. Beberapa daerah memilik kendaraan khas sendiri, seperti, delman, kancil, dan lain-lain. Bengkulu juga mempunyai kendaraan khas.
Transportasi umum di Bengkulu berupa mobil bak terbuka yang ditutup kain terpal dan diberi bangku dari kayu dan “becak motor”. Becak motor adalah kendaraan khas bengkulu yang merupakan gabungan motor yang disandingkan dengan becak di sumpingannya.
Angkutan umum banyak tersedia di Bengkulu, seperti ojek, angkot, dan lain-lain. Namun penduduk lebih suka menaiki kendaraan pribadi, sepert sepeda dan sepeda motor. Beberapa warga memiliki mobil pribadi namun hanya sedikit.

Bengkulu hanya salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Bengkulu bahkan hanya sebagian yang sangat kecil dari kebudayaan Indonesia sendiri. Bagai sebuah kerikil di tanah. Namun Bengkulu bukan kerikil, melainkan permata yang belum digosok dan dimanfaatkan dengan benar. Bengkulu pasti dapat menjadi sebuah provinsi yang menarik hati orang Indonesia, bahkan turis asing untuk datang. Karena itu, kebudayaan Bengkulu harus dilestarikan, dirawat, dan lebih dikembangkan sehingga dapat mengikuti perkembangan jaman. Namun bukan dengan menghilangkan budaya itu sendiri.

SUMBER:
1. Judul buku : Anak Emas Lebong Tambang
Edisi : Pustaka Anak Nusantara: Bengkulu
Tim penulis : Visi Anak Bangsa
Penerbit : PT. Dian Rakyat
Editor : Agus Soetomo
No. ISBN : 979-523-528-1
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu
3. http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=196773

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: