Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

ARTIKEL PENDIDIKAN 2: Imaginary Friend

Posted by lembursingkur pada April 29, 2016

Sebagai pendidik, saya sering bertemu dengan berabagai macam kasus anak dengan aneka permasalahannya.  Salah satu yang ditemukan adalah berhadapan dengan anak yang supersensitif.  Suatu kali saya sedang mengajar Bina Iman di kelas gabungan dalam pertemuan akbar Bina Iman Anak di Gereja St. Ambrosius,  Vila Melati Mas, Tangsel.  Saat saya sudah selesai mengajar ada selingan dengan gerak dan lagu yang diikuti oleh anak-anak berusia batita sampai usia 12 tahun itu.  Semua anak asyik  bernyanyi dan menari mengikuti irama musik dan mengikuti gerakan dari kakak-kakak Bina Iman Remaja yang sedang memeragakan gerakannya di depan. Salah satu anak laki-laki berperawakan besar dan  tinggi duduk menyendiri di pojok sambil berurai air mata dan tersedu-sedu. Saya kaget karena dalam suasana riang gembira begini ada anak yang sangat sedih. Sungguh suasana yang berlawanan.

Saya dekati dia. Rupanya di sana ada ibunya yang sedang menenangkan dia. Namun, apa yang dilakukan sang ibu sia-sia karena si anak masih meneruskan tangisannya. Saya datang dan berllutut di depan dia. Saat kegiatan anak-anak duduk di lantai bertikar. Saya tanya seputar alasan dia menangis. Jawabannya selalu “nggak apa-apa, Tante”. Lha, saya bingung, nggak apa-apa kok menangis sampai sesenggukan begitu.

Akhirnya saya ajak dia keluar ruangan. Dia mengatakan, “Aku mau pulang, jalan kaki saja.” Saya membawa dia jalan-jalan seputar komplek gereja dan akhirnya duduk di bawah pohon mangga. Saat berjalan dia masih menangis. Saat kami duduk pun masih menangis. Dia mengatakan, “ Aku memang suka begini, tiba-tiba menangis.”

Akhirnya masih dalam keadaan tersedan-sedan, kami mengobrol. Saya tanya dia seputar rumah, sekolah, dan minat, serta hobi dia. Sebut saja anak ini Lukas. Lukas bercerita bahwa dia sudah kelas lima. Ia bersekolah di SD Kristen dekat rumahnya. Lukas punya sahabat, tetapi sahabatnya ini egois. Dia mempunyai adik perempuan yang bersekolah di TK B di sekolah yang sama. Ia mempunyai hobi menggambar disain. Ia bercita-cita menajdi seorang desainer game. Ia suka bermain game Shadow Fight.

Ada yang menarik bagi saya karena dia mengatakan ia sering bertemu dengan tokoh dari game Shadow Fight yang bernama Shadow. Lukas mengatakan Shadow akan datang bila dia memikirkannya. Ketika saya tanya seperti apa sosoknya. Dia mengatakan dia seorang remaja putri dengan rambut panjang seperti salah satu kakak yang tadi tampil di depan. Maksud Lukas salah satu anak Bina Iman Remaja yang memberi contoh gerak dan lagu. Shadow tidak ada matanya. Ia berbicara dengan Lukas dalam bahasa Indonesia. Lukas senang karena ia bisa berbicara dengan Shadow.

Saya tahu bahwa Lukas yang sensitif ini mempunyai teman imajinasi. Namun, saya jadi agak heran karena usia Lukas yang sudah cukup besar masih menghidupkan teman imajinasinya. Yang saya tahu teman imajinasi anak akan berangsur hilang tatkala anak ini tumbuh makin besar. Pada usia anak kelas lima SD biasanya teman imajinasi mereka sudah tergantikan oleh teman nyata mereka.  Namun, sedikit berbeda dengan Luaks.

Rupanya anak ini termasuk anak yang tidak mudah mendapat teman dan membatasi pertemanannya karena sensitivitasnya. karena itu ia masih memelihara teman imajinasinya karena dia masih memerlukannya untuk saat – saat tertentu yang merasa dia tidak bisa menemukan orang di sekitarnya yang bisa ia percayai.

Imaginary friend atau teman imajinasi atau teman khayalan ini dalam batas wajar memang menjadi bagian dari perkembangan anak. Teman imajinasi ini bisa muncul dari inspirasi sosok nyata orang yang dikagumi anak di dunia nyata, tokoh idola dari film,buku, games kesayangan atau benar-benar tokoh rekayasa imajinasi anak.

Teman imajinasi ini bisa datang dan pergi kapan saja dan di mana saja, atau bisa juga muncul di tempat-tempat tertentu. Anak tampak bermain sendiri bahkan bicara sendiri seolah-olah bicara dengan temannya. Teman imajinasi ini bisa muncul ketika anak umur sekitar dua setengah tahun hingga tujuh tahun saat daya imajinasinya mulai berkembang. Karena itu saya agak heran dengan Luaks karena ia sudah berusia sekitar 11 tahun.

Mary L. Gavin, MD mengatakan bahwa masa-masa prasekolah adalah “magic years” dengan aneka permainan imajinasi yang penting bagi tahapan tumbuh kembang anak. The magic of play. Menurut Marjorie Taylor dari University of Oregon, sebanyak 37% anak memiliki teman khayalan ketika bermain imajinasi. Menurut Patrick J. McGrath, OC, PhD, FRSC sebanyak 65% anak memiliki teman imajinasi. Bahkan menurut  AAP, siap-siap saja ketika preschool anda akan mengenalkan satu teman imajinasinya. Teman imajinasi ini bisa menetap beberapa waktu hingga berbulan-bulan lalu menghilang sendiri ketika anak siap untuk move on. Menurut  dr. Azimatul Karimah, Sp.KJ  gejala ini akan mulai menghilang sekitar anak berumur 7 tahun, namun ada yang berlanjut hingga umur 9 tahun.

Kenapa anak punya teman imajinasi?

Teman imajinasi ini digambarkan sebagai sosok yang mendengarkan dan mendukung anak, menemani anak main, bisa melakukan hal yang anak tidak bisa, hadir spesial hanya untuknya dan tidak pernah menyalahkan anak. Pada kenyataannya teman khayalan ini membantu anak mengeksplorasi dunia khayalan sehingga daya imajinasi anak lebih bagus. Anak yang tidak terpapar televisi lebih sering mengalami, hal ini menunjukkan kehadiran teman khayalan memerlukan situasi saat  anak melakukan permainan tidak terstruktur. Teman imajinasi juga bisa muncul sebagai usaha anak menyembuhkan dirinya dari kejadian traumatik atau kesulitan hidup yang dia alami.

Terkadang anak juga akan meminta ibu atau orang lain untuk terlibat dalam permainan imajinasinya bersama teman imajinasi tersebut, misalnya anak minta ibu memotongkan kue untuk temannya, menyediakan tempat kosong untuk temannya, dll.

Jangan ragu mengakui keberadaan si teman khayalan. Hal itu mengasah imajinasi anak. Dan jangan khawatir, anak tidak akan kehilangan kontak dengan dunia nyata karena teman khayalan. Jika Anda bertanya seputar si sahabat dan membiarkan anak menjawab, kita memastikan bahwa sang sahabat berada di dalam kendali anak.

Namun bukan berarti kita harus membuatkan makan malam ekstra atau membiarkan anak melimpahkan kesalahan kepada teman khayalan saat dia memecahkan vas bunga. Kita  perlu tahu bahwa si sahabat hanya ada di dalam khayalan. Kita bisa “mengembalikan” anak ke dunia nyata saat diperlukan. Selebihnya, nikmati keajaiban yang dilakukan anak bersama “si sahabat setia” dan petik berbagai manfaat di bawah ini;

Teman imajinasi akan:

Memberi kesempatan anak mengembangkan kreativitas melalui berbagai jenis permainan dan mencoba banyak hal baru berdasarkan imajinasi.

Sebagai media untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi.

Mengembangkan emosi dan tindakan, seperti rasa takut atau marah berikut cara mengekspresikan perasaan tersebut dengan aman.

Memberi kesempatan kepada anak untuk mengatur dan mengontrol si sahabat (misalnya teman imajinasinya adalah hewan kesayangan), karena dalam keseharian balita terbiasa diatur oleh orang-orang di sekitarnya.

Memberi ruang bagi kehidupan pribadi anak.

Untuk kasus Lukas, guru dan orang tua harus banyak berkomunikasi denagn anak ini. Kemungkinan Lukas masih memerlukan teman imajinasinya karena dia tidak nyaman dengan keadaan di sekitarnya termasuk orang-orang di sekitarnya. Karena itu guru dan orang tua harus membiasakan Lukas untuk bisa mengungkapkan perasaannya. Yang lebih penting guru dan orang tua harus mau menjadi teman dan pendengar bagi anak-anak.

(Ch. Enung Martina)

Posted in Artikel, Lain-Lain | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Puisi Ungkapan Perasaan Remaja

Posted by lembursingkur pada April 7, 2016

KECEWA

Dunia ini kadang tak terlalu berjalan dengan lancar

Terkadang di atas, pula di bawah

sama…

seperti persahabatan

terkadang senang, pula kecewa

 

Hanya bisa diam, menutup perasaan

Sulit diungkapkan walau ada keinginan

Ingin diungkapkan, namun timbul keraguan

Bingung, harus melalui dari mana

 

Mengertilah

Walau mungkin itu sulit

Mulailah mengerti

Walau mungkin kau tak bisa

 

Beri ku ruang untuk mengungkapkan

walau sedikit, namun bermakna

supaya kau mengerti

ada sedikit rasa kecewa

yang mendera dalam diriku

( by Yuliana Listanti Mage)

 

Posted in Karya Siswa, Puisi, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

ARTIKEL PENDIDIKAN 1

Posted by lembursingkur pada April 1, 2016

MENGHADAPI KETAKUTAN SAAT DIKRITIK

Karya adalah sesuatu yang diciptakan dengan tujuan mengekspresikan perasaan dan  pikiran seseorang. Karya merupakan ekspresi diri seseorang. Karya ibarat anak yang dikandung selama 9 bulan yang dinantikan kelahirannya. Karya merupakan suatu proses perpaduan antara diriku, orang lain, semesta, dan Sang Pencipta. Ketika seseorang berkarya dia menjalankan perannya sebagai citra dari Sang Pencipta. Berkarya berarti melakukan tindakan Sang Pencipta, yaitu mencipta. Ada unsur spiritual dalam sebuah karya bila kita menyadarinya. Sebuah karya pasti mempunyai tujuan yang baik. Yang bertujuan buruk tidak dinamakan karya melainkan dosa yang mengakibatkan malapetaka.

Namun, meskipun orang tahu bahwa berkarya itu untuk tujuan yang baik, terkadang sering orang merasa takut atau malu untuk menampilkan karyanya. Bahkan, ada orang sebelum berkarya sudah takut dulu dengan anggapan dan penilaian orang terhadap karyanya. Karena itu, ia gagal untuk berkarya karena sudah ngeri membayangkan kritikan yang akan dituainya.

Banyak orang yang menganggap, bahwa seseorang yang mendapat kritikan dari suatu hasil yang mereka kerjakan itu akan menjadikan kegagalan bagi diri mereka. Padahal, hal semacam tidak benar. Perlu kita ketahui, bahwa setiap kritikan yang kita dapatkan, akan menjadikan kualitas pekerjaan itu lebih baik lagi.  Jika kita mampu menerima kritikan itu serta melakukan perbaikan terhadap hasil atau pekerjaan kita, maka kita pun nantinya akan mendapatkan pujian yang sepadan.

Jika kita memang merasa takut untuk dikritik, maka, apa yang akan kita lakukan hanya sebatas kemampuan kita. Tidak akan ada perubahan yang lebih baik lagi jika takut kritikan. Hal itu akan membuat kita semakin terpuruk dalam ketertinggalan. Perlu kita ketahui, sebuah kritikan dari orang lain, merupakan salah satu kunci dari kesuksesan orang. Karena, kritikan yang mereka dapat akan memperbaiki kualitas hidup mereka, serta kualitas hasil dari apa yang mereka kerjakan.

Maka dari itu, kenali rasa ketakutan kita dan buang jauh-jauh hal itu dari hidup kita. Ketakutan yang kita alami adalah hal yang benar-benar subjektif. Karena rasa takut itu tidak bisa dilihat atau disentuh, tidak memiliki bau dan juga tidak memiliki rasa serta tidak memiliki bentuk. Ketakutan yang kita alami, berada didalam kepala kita, tepatnya terdapat otak kita.

Ada sementara ahli mengatakan bahwa seseorang yang merasa takut dikritik dan melihat kritikan sebagai saat menjatuhkan dirinya disebabkan karena pengalaman dalam keluarga. Para ahli menngatakan jika kita hidup di dalam keluarga yang selalu memberikan kritikan, kita akan selalu merasa sedang dijatuhkan ketika seseorang mengkritik kita. Kendati kita sudah melakukan hal baik tanpa cela, kita akan cenderung menyalahkan diri sendiri saat dikritik. Padahal kita tahu, ketika kita mengatakan hal buruk terhadap seseorang atau menyakiti hati orang lain lewat perkataan, kita pun sebenarnya sedang mengkritik orang lain, bukan?

Agar kritik tak selalu berdampak buruk, kita bisa mengganti persepsi bahwa yang dikatakan orang terhadap kita bukanlah semata-mata kesalahan yang sudah kita perbuat. Untuk itu, ada beberapa strategi  menghindari ketakutan saat dikritik:

Tak ada manusia yang sempurna, begitu pun kita. Menerima kesalahan yang dilakukan orang lain adalah hal normal, demikian pula bila kita yang melakukan kesalahan. Sangat mudah memperbaiki kesalahan dan fokuslah pada solusi, bukan salah menyalahkan. Kuatkan hati, dengan semakin terbuka terhadap kritikan, hidup kita akan semakin berkembang ke arah yang baik.

Bersiaplah selalu untuk menghadapi kritikan di segala suasana. Persiapan ini ibarat kita harus menggunakan sepatu khusus ketika harus mendaki gunung. Bila tak ada jalan pintas untuk sampai ke puncak, tak masalah bukan? Kita akan semakin tangguh menghadapi ancaman di depan kita, termasuk kritikan jenis apa pun.

Jaga selera humor kita. Kendati kritikan yang kita terima sangatlah kejam, tertawa sajalah atas apa yang sudah kita lakukan. Ketika kita menyadari tak bisa tertawa saat menonton film komedi, segeralah kita dan berjalan-jalanlah sebentar di sekeliling rumah untuk menghirup udara segar. Atau, hubungi teman kita yang memang memiliki selara humor paling oke agar hari kita kembali terisi dengan keceriaan.

(disarikan dari berabgai sumber oleh : Enung Martina)

Posted in Artikel, Lain-Lain | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

PUISI KEBATINAN

Posted by lembursingkur pada Maret 21, 2016

 

Tempel of Bahai in Haifa

MASUK KE DALAM DIRI

Duduk tegak, tangan di pangkuan

mata terpejam dalam diam

lidah menyentuh langit

mulut terkaptup sunyi

 

Tanpa suara hanya rasa yang berkelana

masa lalu, sekarang, dam masa depan

vision silih berganti

dari yang suci hingga yang keji

semua datang silih berganti

Pusatkan nafas pada satu titik

titik mula pada ulu hati

lokasi di bawah belahan payu dara

titik kedua, tiga jari di bawah pusar

titik ketiga antara kemaluan dan dubur

keempat menuju tulang ekor

kelima naik perlahan ke pinggang

merambat ke titik enam ada pada kedua pundak dan belikat

lanjut naik ke tengkuk,

itu titik yang ketujuh

yang terakhir titik ke delapan

meridian paling tinggi, kening tempat neokorteks

lokasi akal budi  bersemayam

 

Bernafas diam dan dalam

oksigen masuk biasa dan perlahan

prana bergerak lembut dan pasti

menyeruak tanpa henti

menerobos tanpa ampun

melintasi seluruh nadi dan aliran darah

menelusup masuk ke sumsum tulang belulang

Prana membuka sumbatan dan hambatan

dengan pasti dia mengalir tanpa peduli

panas-kebas

nyeri, pedih, perih

gatal, pegal, mual

pusing-bening

berdenyar silih berganti

datang dan pergi

 

Ulat bulu berjalan menelusuri pori-pori kulitmu

Riap serangga mengitari sekujur tubuhmu

sedetik pun tak terbebas tak terlepas

tanpa ampun prana menggempur yang tak teratur

melempar waktu

dan mendamparkannya pada keheningan

hening

bening

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

MEDITASI PERJALANAN MENUJU SEHAT

Posted by lembursingkur pada Maret 8, 2016

BENQ DIGITAL CAMERA

BENQ DIGITAL CAMERA

Tulisan ini saya bagikan berkaitan dengan pengalaman suami , Pak Bob ( Yohanes Bob Hariyadi Martopranoto) yang membagikannya pada saya. Saya menjalani apa yang suami saya share-kan dan ternyata mengalami hal yang bermanfaat bagi tubuh saya pada usia yang golden age lewat ini. Dalam Komunika beberapa edisi yang lalu, Pak Wahyu, salah satu umat dari Puspita Loka, pernah menyampaikan kesaksiannya berkaitan denagn meditasi ini.  Dalam tulisan ini, saya juga mau menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada Bapak Frans Sunioto (maaf kalau ejaannya kurang tepat) yang sudah banyak berbagi kepada banyak orang tentang metode meditasi yang membawa berkat kesehatan. Berkat Tuhan berlimpah kepada Bapak Frans dan keluarga.

Meditasi yang Pak Bob ikuti dengan master-nya Pak Frans ini bernama Zhen Qi Sirkulasi.  Seperti pada umumnya masyarakat mengetahui bahwa meditasi adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk memusatkan banyak titik perhatian ke satu titik perhatian. Salah satu teknik meditasi yang terkait dengan pernapasan adalah meditasi sirkulasi temuan DR. Li Shao Bo, seorang profesor asal Lanzhou, China. Meditasi ini disebut Zhen Qi. Zhen artinya asli, dan Qi artinya energi. Zhen qi atau energi asli/murni manusia sebenarnya sangat potensial untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan stamina, sayangnya hanya sedikit orang yang paham mengenai hal ini.

Zhen qi adalah ilmu yang mengajarkan orang supaya panjang umur dengan cara mengoptimalkan energi vital yang sudah ada dalam tubuh kita sendiri, yaitu dengan teknik pernapasan yang terkonsentrasi pada embusan napas (napas buang).  Zhen Qi Sirkulasi mengajarkan bahwa pernapasan dalam itu sangat penting, akan tetapi justru kita tidak pernah melakukannya. Kita terbiasa menggunakan pernapasan luar yang berlangsung antara 16-20 kali per menit. Menurut isi Kitab Kaisar Kuning ( buku pengobatan tradisional Tiongkok tertua yang memiliki pengaruh besar dalam pengukuhan dasar teori pengobatan tradisional Tiongkok yang masih eksis hingga saat ini), zhen qi akan efektif bila kita melakukan pernapasan dalam yang berlangsung antara 9-10 kali per menit. Hitungan 9-10 kali per menit menunjukkan bahwa kita diharapkan bisa bernapas dengan  dalam dan lambat.

Menurut DR. Li dalam bukunya “Treatise on Zhen-Qi Circulation“, konsentrasi pada embusan napas ini memiliki arti sangat penting. Saat kita menghembuskan napas, saraf parasimpatik akan bekerja dan saraf simpatik terhalangi. Akibatnya, tubuh menjadi rileks. Saat rileks, dengan sendirinya tekanan darah menurun dan segala nyeri akan hilang. Nah kalau bicara pada persarafan seperti ini, saya yakin paramedis lebih mengetahuinya.

Saat kita menghembuskan napas, oksigen menjadi sebuah kristal energi. Hembusan napas menyebabkan energi di jantung turun ke ulu hati, membuat sistem pencernaan bekerja sempurna. Lalu turun ke dan tian bawah (pusat energi di bawah pusar). Sembari mencapai pernapasan ideal ini, kita diajari menggerakkan zhen qi supaya membuka 8 meridian yang kita miliki,  yaitu yang qiao, yin qiao, yang wei, yin wei, chong, dai, ren, dan du.  Istilahnya memang agak ribet kala saya membaca petunjuk naskah yang dibawa suami saya, apalagi saat mendengarkan dan melihat CD-nya karena menggunakan bahasa Mandarin.

Ini gambar meridian yang dimaksudkan, saya contek saja  daripada bingung membayangkannya:

meditasi2-alur-zhenqi

Namun dalam prakteknya, kita hanya berkonsentrasi supaya zhen qi membuka dua meridian utama, yakni ren (meredien konseptual)  dan du/tu (meridian yang mengalir) . Setelah dua meridian utama atau gerbang energi terbuka, dengan mengatur supaya zhen qi melewati jalurnya, keenam meridian lainnya secara otomatis akan terbuka. Jalur energi pun menjadi lancar. Selanjutnya berakibat 12 meridian umum lainnya juga ikut terbuka, sehingga efeknya seluruh tubuh akan sehat karena seluruh jalur energi atau meridian tidak terhambat.

Teknik pelatihan Meditasi Zhen Qi ini berlaku untuk semua umur. Walaupun sangat sederhana, namun efek latihan ini luar biasa. Setelah jalur meridian terbuka, tubuh akan terasa segar, sehat, dan tidak mudah sakit. Pelatihan pun mudah hanya duduk di kursi/bangku tanpa bersandar, kaki menapak, tangan di pangkuan dengan telapak tangan tertutup, mata terpejam, dagu lurus, duduk santai, bernafas secara biasa tanpa menimbulkan bunyi. Sepanjang meditasi lidah ditekuk membentuk huruf L dan mulut tertutup (mingkem). Untuk teknik lihat pada link ini :  http://www.secapramana.com/isi/meditasi.htm

Ada sensasi tubuh yang saya rasakan pada saat saya menjalani meditasi ini. Sensasi yang saya rasakan adalah saat di meridian pertama saya merasakan pening dan tegang di kepala, kemudian berangsur terasa hangat di dada, lalu sel-sel di bagian kaki mulai berdenyut-denyut. Tangan juga mulai berekasi agak baal. Saat ke meridian 2 saya merasakan berat sekali karena dulu saya pernah dioprasi sesar. Nah, di meridian ini saya merasakan perut hangat dan menuju panas, bekas jahitan oprasi sesar saya berdenyut, berdenyar, dan nyeri sekali. Selain itu saya merasa ada ulat bulu yang merayap di sekitar pinggang, kaki, tangan, sangat gatal! Perasaan yang campur aduk di meridian 2 ini  saya rasakan sampai 3 hari  latihan. Mungkin karena daerah itu parah.

Hari ketiga saat saya latihan, saya mengalami buang air besar (mencret 3x). Pada meridian 3, 4, dan 5  saya merasakan panas dan sangat pegal  di sekitar pinggang sampai saya tak kuat duduk karena pegal sekali. Saya akhirnya ambil posisi berdiri. Pada meridian 3,4,5 juga saya merasa berat sekali sampai 3 hari juga sensasi itu saya rasakan. Demikian pula di meridian 6 dan 7 saya mrerasakan berat sekali. Panas, nyeri, tingcelekit (sakit datang-pergi) yang dari arah tulang ekor, merambat naik ke punggung, belikat, ulo-ulo (tulang punggung yang menghubungkan dengan tulang ekor). Saya merasakan berat di punggung kiri saya. Sensai panas selama berada di meridian ini saya rasakan.

Ada cerita di balik latihan yang saya jalani. Ceritanya saya tidak memenuhi kuota waktu sesuai tuntutan yang benar karena faktor kesibukan yang saya miliki. Saya memenuhi 13 kali latihan, namun pada hari ke-13 saya ada acara kemping Pramuka SMP St. Ursula,  sehingga latihan agak tersendat. Pada hari ke-13 saya latihan dalam posisi tidur menjelang istirahat malam di ruang kepala sekolah. Sensasi yang saya rasakan adalah otak saya sangat merasa geli, segeli-gelinya sampai saya tidak tahan. Nah, saya masih terus melanjutkan latihan pada hari ke-14 dan selanjutnya. Latihan kurang efektif juga karena sebentar dan juga banyak gangguan. Saya juga masih ada acara mengantar anak pelatihan menulis di Rumah Perubahan, Bekasi. Namun, pada hari ke-18 saya mengalami sensasi aneh. Saya melanjutkan latihan  di lapangan olah raga SMP-SMA Ursula sambil menunggu anak kelas VII dan VIII bertanding di lapangan. Saya duduk sambil berlatih meditasi.

Sensasi yang ini aneh sekali. Biasanya sensasi itu perasaannya agak menganggu kaena ketidaknyamanan. Namun, sensasi yang saya rasakan di lapngan ini membuat ‘nagih’ karena sangat nikmat, suka cita, dan diri saya ada dalam keadaan bersyukurrrrr sekali. Sepertinya saya dibanjiri dengan udara sepoi-sepoi yang tak ada hentinya. Anak rambut saya sekitar kepala saya terangkat semua seolah ada energi listrik statis yang menariknya. Saya rasanya tak ingin membuka mata karena kenikmatan yang belum pernah saya rasakan ini.

Selain itu efek dari meditasi (berlaku bagi semua jenis meditasi), kita dapat lebih menyadari kebesaran Sang Pencipta akan kehebatan dan kesempurnaan alam semesta ini, tempat  kita dapat memanfaatkan segala sesuatu dari alam yang tersedia di sekitar kita untuk mencapai kenikmatan hidup (sehat, sejuk, tenang, dan bahagia). Dengan demikian kita dapat lebih bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan segala sesuatu baik adanya (disarikan dari berbagai sumber).

Posted in Artikel, Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

KUIS BAKAT DAN KEPRIBADIAN ANAK

Posted by lembursingkur pada Desember 17, 2015

 

Saya pernah mengikuti sebuah pelatihan, tepatnya mendampingi anak dalam  kegiatan pelatihan, tetapi saya lupa apa itu nama pelatihannya. Dalam pelatihan itu ada beberapa pertanyaan yang mengarahkan pesertanya untuk melihat dirinya dengan cara mengasosiasikan pada sesuatu. Saya mencoba berproses seperti murid-murid saya. Di bawah ini pertanyaan tersebut :

  1. Siapakah orang yang sangat menginspirasimu untuk menjadi orang yang lebih baik?

Seperti apakah ciri/sifat/karakter yang dimiliki orang tersebut yang ingin kamu kembangkan dalam dirimu?

 

Jawaban saya:

Orang tersebut adalah Ibu (Maria Napti)

  • Pekerja keras
  • Pantang menyerah
  • Berbelas kasih
  • Percaya diri

 

  1. Bayangkan 20 tahun lagi kamu menjadi seorang yang sukses dan dikelilingi oleh orang-orang yang terpenting dalam hidupmu. Siapa sajakah mereka? Dan apa yang kamu rayakan?

 

Jawaban saya:

  • Ayahku, ibuku, anak-anakku (Metta, Aga, Abhimanyu), Bob (suamiku), sanak saudara, Presidium Maria Imaculatta, dan warga lingkungan St. Silverius, dan teman-teman St. Ursula BSD
  • Ulang tahun ke-70

 

  1. Kalau ada sebatang baja diletakkan di antara dua gedung pencakar langit, demi apakah kamu bersediua menyebranginya? Demi uang? Demi keluarga? Demi harga diri? Renungkanlah baik-baik?

 

Jawaban saya:

Demi harga diri dan keluarga

 

  1. Kalau kamu bisa menghabiskan waktu 1 hari di sebuah perpustakaan besar, mempelajari buku yang kamu sukai, buku apakah yang akan kamu pilih?

 

Jawaban saya:

Fiksi ilmiah, filsafat, rohani, sosial budaya, iptek

 

  1. Sebutkan 10 aktivitas yang dengan senang hati kamu lakukan?

 

Jawaban saya:

Berdoa, berjalan-jalan/traveling, mengunjungi seseorang teman / saudara, ke Gereja, mendengarkan musik, memasak, menulis, berkumpul dengan keluarga, beres-beres rumah, berkebun

 

  1. Dalam kondisi seperti apakah kamu biasanya merasa benar-benar terinspirasi? Jelaskan secara detail!

 

Jawaban saya:

Kondisi setelah mendapat masukan dari film, bacaan, pelatihan, motivasi, dan setelah liburan.

 

  1. Lima tahun lagi, sebuah surat kabar meliput tentang kamu dan mereka ingin mewawancarai 3 orang, yaitu orang tuamu, saudaramu, dan temanmu. Kamu ingin mereka mengatakan apa tentang dirimu?

 

Jawaban saya:

  • Orang tua: Enung adalah anak yang berbakt, berdaya juang tinggi, dan mencintai keluarga
  • Saudaramu : Kakak adalah saudara yang peduli kebutuhan adik-adiknya, bertanggung jawab, menjadi pengayom dik-adik, dan gampang dimintai tolong saat kesusahan, menjadi pendamai bagi kami saudara-saudaranya.
  • Teman : Enung adalah teman yang bisa dipercaya, mau menolong, bersahabat, dan selalu bersaemangat

 

  1. Jika kamu bisa disimbolkan/dilambangkan dengan sesuatu, apakah itu? Misalnya: setangkai mawar, lagu, hewan, dll. Mengapa simbol itu yang kamu pilih?

 

Jawaban saya:

Burung pipit: kecil, berani, terabng bebas, pekerja keras

 

  1. Kalau kamu bisa bersama dengan seseorang yang sangat berharga untuk ditemuai selama 1 jam, siapakah yang akan kamu pilih? Apa yang akan kamu tanyakan padanya?

 

Jawaban saya:

Abraham (Bapak semua bangsa)

Pertanyaan yang diajukan antara lain:

  • Mengapa Bapak Abraham begitu yakin akan janji Allah?
  • Bagaimana perasaan Bapak ketika melihat bangsa-bangsa di dunia ini satu sama lain saling menjegal atas nama agama/kepercayaan? Apa saran Bapak untuk mengatasi hal ini?

 

  1. Semua orang punya 1 bakat atau lebih. Coba kamu pilih daftar di bawah ini atau tuliskan yang lain jika belum ada!
Angka-angka Kata-kata Berpikir kreatif Olah raga Mesin
Berorganisasi Berbicara Menulis Menari Bernyanyi
Humor Musik Melukis Berdebat Komputer

 

Jawaban saya:

Kata-kata, berorganisasi, menulis, berkebun

 

 

Posted in Artikel, Lain-Lain | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

PENGALAMAN MENDAMPINGI ANAK KORBAN BULLYING

Posted by lembursingkur pada Desember 15, 2015

Pengalaman mendampingi anak yang di-bully menggembirakan dan mengesankan saya dalam berkomunikasi selama bekerja sebagai guru di SMP Santa Ursula BSD :

Saat saya mendampingi anak yang mengalami di-bully oleh temannya yang dulunya satu geng dengannya.  Bully yang dilakukan berupa ancaman melalui SMS, pandangan dingin, menjauhi, dan mengotori baju ganti di ruang ganti dengan sambal. Anak tersebut, sebut saja S, merasa tertekan saat dia berada di kelas 8 semester 2 karena dia dikeluarkan dari gengnya. S merasa terganggu dan takut masuk sekolah. Saat dia naik kelas 9, saya menjadi wali kelasnya.  Saya mengetahui dia dibully karena perilaku anak ini di kelas tampak pendiam dan tertekan serta prestasinya buruk. Ketika saya mempelajari rapotnya di kelas 7 dia selalu menduduki rangking antara 2-5. Namun, ketika di semester 2 kelas 8 dia menduduki rangking 15.

Kemudian saya memanggil dia dan bertanya tentang perasaannya. Dia bercerita tentang hal   yang menyebabkan dia di-dibully. Langkah berikutnya, saya berdiskusi dengan guru bimbingan konseling untuk mendampingi anak ini dan membantu menyelesaikan masalahnya. Langkah selanjutnya saya memanggil ketua geng yang me-mbully (kita sebut saja M) dan mempengaruhi anggota untuk ikut mem-bully.

Dari pembicaraan dengan M, saya menjadi tahu alasan M tidak suka S karena menurut M S suka ‘kepo’ terlalu ingin tahu urusan orang lain. Sementara S menyatakan bahwa ia merasa sebagai sesama teman dekat harus berbagi rahasia. Ada salah paham antara mereka.

Kami (saya dan guru BK) sepakat mempertemukan S dan M. Ketika mereka dipertemukan, terjadilah adegan seperti dalam sinetron Indonesia. Keduanya salingmemaki.  Kami membimbing keduanya untuk rekonsiliasi . Memerlukan waktu ya 4 minggu untuk mereka bisa melakukannya.

Akhirnya S dan M bertemu kembali sesuai dengan waktu yang disepakati bersama.  Pelukan saling memaafkan pun terjadi. Kami pastilah terharu melihatnya. Meskipun sesudah peristiwa itu, kdeduanya tak bisa karib kembali. Saya bisa memaklumi sesuatu yang sudah terputus ketika disambung lagi tak seutuh dulu. Apalagi ini dalam relasi hati.

Satu hal lagi yang menggembirakan saya adalah S pada semester 1 di kelas 9 meraih rangking 3 dan di semeter 2 ranking 2. Jelas ada korelasi antara antara prestasi dengan perasaan trertekan.  Karena itu, saya selalu berperinsip, tuntaskan bully dengan segera dan dampingi korban bully dengan baik sehingga ia tidak berlarut. Jangan biarkan bullying merajalela.

(Ch. Enung Martina)

Posted in Artikel, Lain-Lain | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

ARTIKEL TENTANG GURU PROFESIONAL

Posted by lembursingkur pada Desember 2, 2015

GURU, PROFESIKU

Pendidik merupakan pelita segala zaman, tanpa pendidik, niscaya manusia seperti binatang, sebab pendidikan adalah upaya mengeluarkan manusia dari sifat kebinatangan. Kedudukan guru sangatlah penting dalam pendidikan, tidak adanya guru, maka tak mungkin ada pendidikan. Karena itu, berbahagialah saya dan Anda yang berprofesi sebagai pendidik.

Guru merupakan seorang profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak jalur pendidikan formal. Profesi guru dihubungkan dengan kualitas manusia yang dibentuknya. Dengan demikian, kepiawaian guru menjadi hal yang utama dalam menentukan kualitasnya. Namun, dewasa ini guru hanyalah sebagai formalitas pekerjaan saja karena ada banyak guru di Nusantara ini yang tidak profesional. Menjadi tantangan bagi saya untuk bisa menjaga kualitas diri dalam mengajar dengan terus meningkatkan diri dalam wawasan maupun teknonologi.

Guru sebagai pendidik menjadi tokoh panutan bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar
kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa dan disiplin. Berkenaan dengan wibawa, guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, sosial, intelektual dalam pribadinya, serta memiliki kelebihan dan pemahaman ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan bidang yang dikembangkan. Kedisiplin dimaksudkan bahwa guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten atas kesadaran profesional karena guru bertugas untuk mendisiplinkan peserta didik di dalam sekolah, terurama  pada saat pembelajaran.  Karena itu, menanamkan disiplin guru harus memulai dari diri sendiri, dalam berbagai tindakan dan perilakunya.

Peranan guru sebagai pengajar, setiap guru harus memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman lain diluar fungsi sekolah seperti perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi, spiritual, dan memilih pekerjaan dimasyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial serta tingkah laku sosial anak. Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi standar yang dipelajari.

Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari mengajar  yang bertugas menyampaikan materi pelajaran, menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan dalam belajar. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi menimbulkan banyak informasi tersedia dalam berbagai media. Karena itu dalam pembelajaran agar berlangsung dengan baik terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran, sebagai berikut: membuat ilustrasi, mendefinisikan, menganalisis, mensintesis, bertanya, merespon, mendengarkan, menciptakan kepercayaan, memberikan pandangan yang bervariasi, menyediakan media untuk mengkaji materi standar, menyesuaikan metode pembelajaran.

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai ciri-ciri :

  1. Guru mempunyai komitmen pada peserat didik dan proses belajarnya
  2. Guru menguasai secara mendalam bahan / mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada para siswa
  3. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar
  4. Guru mampu berpikir secara sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya
  5. Guru seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.

Guru adalah pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas, moral, dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

Selain itu, proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Pelatihan yang dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya.

Guru juga sebagai agen pembaharuan yang  mempengaruhi keputusan inovasi para peserta didik (sasaran) ke arah yang diharapkan. Dengan demikian sebagai agen pembaharuan, ia harus memperhatikan tiga  tahapan  invention (penemuan) yang meliputi penemuan hal-hal baru dalam aspek tertentu dalam pendidikan, tahap kedua development (pengembangan) meliputi saran alternatif pemecahan masalah, percobaan,  penelitian, percobaan kembali, dan penilaian. Tahap ketiga adalah diffusion (penyebaran), mencakup penyebaran ide-ide baru kepada sasaran penerimanya.

Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model bagginya. Tingkah laku pendidik harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa, dan negara. Guru tidak hanya bicara saja, tetapi juka harus melakukann hal yang diujarkannya sehingga tidak ada istilah OD (omomg doang) ato NATO (no action, talk only). Seorang guru harus bisa berkedudukan sebagai teman bagi peserta didiknya sehingga mereka akan merasa lebih nyaman, tetapi tidak  kurang ajar, tetap bisa menempatkan dirinya sebagai murid.

Seorang guru tak hanhya berkaitan dengan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik saja, tetapi dia juga berinteraksi dengan teman sejawatnya yang juga guru. Tentunya, sebagai seorang rekan sejawat, teman seprofesi, dan kawan seperjuangan diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.

Dalam bidang hubungan dengan masyarakat  guru sebagai salah satu warga sekolah dituntut untuk berpartisipasi secara aktif dan konstruktif di lingkungan sekitar agar dalam menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan pihak luar tercapai dan terbina dengan baik.  Dalam hal ini sering kita melihat para guru ikut terlibat  dalam kegiatan di lingkungan keagamaan dan RT/RW.

Hari Guru yang diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya dapat dijadikan indikator betapa pentingnya peran guru dalam abad global dan era reformasi saat ini. Itu berarti, komunitas dunia secara global mengakui kontribusi guru terhadap pembentukan sikap, perilaku, serta ketercapaian transfer of learning pada para peserta didik baik secara individu maupun kelompok.

Begitu membaca sekian banyak artikel atau buku berkaitan dengan guru dan keguruan, nyatalah bahwa seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan ketrampilan agar pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya tidak ketinggalan zaman. Guru memang tumpuan harapan bagi orang banyak, baik rakyat jelata maupun petinggi negara. Tugas yang berat, tetapi mulia.  Itu menjadi tugas saya dan Anda yang mempunyai pilihan hidup menjadi guru.

Karena itu, saya sebagai seorang guru, mengajak Saudari-Saudara saya yang berprofesi sebagai guru untuk terus meningkatkan kualitas diri agar kita menjadi guru yang mempunyai harga diri dan bermartabat.  Dengan meningkatkan kualitas diri, pantaslah kiranya kita menyandang gelar yang selama ini didengungkan syair para penggubah  lagu yang memuja guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Saya nyatakan bahwa saya bangga sebagai guru.

Ch. Enung Martina

Posted in Artikel | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

JALAN MENUJU SANTIAGO

Posted by lembursingkur pada Desember 1, 2015

ziarah-gramedia5

Saya membaca buku  karya Paullo Coelho ini banyak gangguannya karena kewajiban dunia yang harus saya penuhi. Sehingga buku ini  baru selesai sesudah 1 bulan meminjam di perpustakaan SMA Santa Ursula BSD. Namun, waktu yang lama bukan halangan untuk mendapatkan inspirasi bukan? Nah, mari saya bagi hasil yang saya dapatkan dari membaca ini. O, ya salah satu inspirasinya adalah saya ingin berziarah ke Santiago de Compostela. Bisakah saya pergi ke sana?

Bagi Paulo Coelho sendiri, The Pilgrimage mempunyai arti yang sangat penting dalam perjalanan hidupnya. Novel ini merupakan pengalaman pribadinya yang ia tulis setahun setelah melakukan perjalanan ziarah Road to Santiago. The Pilgrimage mengungkapkan pencerahan-pencerahan yang ia peroleh pada awal-awal karirnya sebagai penulis.

Road to Santiago atau Perjalanan Menuju Santiago adalah perjalanan ziarah yang biasa dilakukan umat Kristiani, khususnya penganut Katolik, sejak awal Masehi. Umat Kristiani sejak abad pertama Masehi juga dianjurkan menempuh tiga rute peziarahan yang dianggap suci. “Setiap rute,” tulis Coelho dalam The Pilgrimage, “memiliki berkah dan keuntungan tersendiri bagi mereka yang berjalan menempuhnya.”

Perjalanan ziarah pertama yang dianjurkan itu adalah perjalanan menuju pusara Santo Petrus di Roma (Vatikan). Para peziarah ke Roma disebut sebagai Pengembara, bersimbolkan salib. Yang kedua, ziarah ke makam suci Yesus Kristus di Yerusalem. Para peziarahnya disebut sebagai Pembawa Daun Palem, karena mereka membawa daun palem yang dulu digunakan orang untuk menyambut Yesus saat memasuki Yerusalem. Dan, yang ketiga, adalah perjalanan ziarah ke makam San Tiago. Orang yang menempuh jalan ini disebut sebagai Peziarah, dengan simbol kulit kerang.

San Tiago adalah salah seorang dari tiga murid Yesus (dua lainnya: Saint Peter (Petrus) dan Saint John (Yohanes)) yang menjadi saksi kebangkitan Kristus. Di Inggris, San Tiago dikenal dengan nama Saint James, di Prancis Jacques, di Italia Giacomo, bahasa Latinnya Jacob, di Indonesia Yakobus,  dan nama aslinya (dalam bahasa Aramaic) Yaakov ben Zehdi.

San Tiago dimakamkan di suatu tempat di Tanjung Iberia, di daerah Galicia, Barat Daya Spanyol. Tempat itu kini dikenal sebagai Compostela, dan makam San Tiago berada di di Katedral Santiago de Compostela.

Dalam The Pilgrimage, Coelho menguraikan bahwa keputusannya melakukan perjalanan ziarah menuju Santiago, adalah lantaran perintah dari Sang Guru. Sang Guru meminta Coelho melakukan perjalanan ziarah menuju Santiago, guna menemukan kembali pedangnya, yang sebenarnya nyaris diperolehnya dalam suatu ritual di salah satu puncak gunung Serra do Mar di Brasil.

Cerita diawali dengan upacara inisiasi di sebuah ordo esoterik, yang oleh Coelho disebut sebagai Ordo Tradisi, di suatu tempat bernama Itatiaia, di ketinggian puncak gunung Serra do Mar, yang termasuk dalam rangkaian pegunungan Agulhas Negras (Jarum Hitam) Brasilia. Upacara berlangsung malam hari, 2 Januari 1986.

Dalam inisiasi itu Paulo akan dianugrahi sebuah pedang. Namun ketika Coelho menyentuh sarung pedang dan bersiap menggenggamnya, tiba-tiba saja Sang guru menginjak jemarinya, dan dengan nada marah mengatakan bahwa ia belum berhak memiliki pedang itu karena ia sedang diliputi kesombongan.

Sang Guru meminta Coelho untuk berjuang kembali melakukan pencarian pedang tersebut mulai dari awal. Dan, melalui isterinya, Sang Guru berpesan agar Coelho membuka peta Spanyol, dan mencari rute perjalanan dari abad pertengahan, yang dikenal dengan Jalan Misterius menuju Santiago. Jalan itu terbentang sekitar 700 kilometer, dari Saint-Jean-Pied-de-Port di Prancis hingga ke Katedral Santiago de Compostela di Spanyol. Perjalanan itu harus ditempuh dengan berjalan kaki, seperti yang dilakukan para peziarah di masa lalu. Tak tanggung-tanggung, ada sejumlah orang besar yang pernah melakukan perjalanan ziarah dengan rute tersebut, di antaranya Karel Agung, Santo Fransiskus dari Asisi, Isabella dari Castille, dan Paus Johannes Paulus XXIII.

Paulo Coelho pun berangkat menuju Saint-Jean-Pied-de-Port, dan menemui Mme Lourdes, seorang perempuan setengah baya, kuncen pintu gerbang menuju rute peziarahan. Dari Mme Lourdes, Coelho memperoleh kulit kerang, sebagai simbol para peziarah menuju Santiago. Namun Coelho bukanlah peziarah biasa yang akan dibiarkan berjalan sendiri tanpa pemandu.  Coelho, harus ditemani seorang pemandu yang akan menemuinya di suatu tempat.

Coelho bertemu dengan sang pemandu, yang belakangan diketahui ternyata seorang disainer ternama dan termasuk orang terkaya di Italia. Ia juga seorang anggota partai komunis Italia dan — anehnya — seorang penganut Katolik yang — tentu saja — sangat taat. Pemandu itu, yang disebutnya Petrus (untuk menyamarkan nama aslinya) tak hanya bertugas memandu (menunjukkan) rute perjalanan, tetapi juga berfungsi sebagai guru spiritual Coelho, yang akan mengajari Coelho berbagai hal yang bersifat batiniah. Mengarahkan Coelho untuk memandang hidup ini dengan penuh kasih tanpa batas. Penuh optimisme. Tanpa kekhawatiran dan ketakutan.

Coelho harus menjalani serangkaian latihan fisik. Terutama tahapan-tahapan latihan RAM, semacam latihan olah nafas dan olah tubuh, guna mengajari tubuh dan jiwa menyatu dengan semesta. Ia bahkan harus menyelam di sungai yang dalam, kemudian naik ke atas air terjun yang sangat membahayakan jiwanya. Coelho tidak boleh membantah perintah sang pemandu, meskipun berlawanan dengan akal sehat.

Coelho melukiskan perjalanan menuju Santiago itu dengan sangat detail. Para pembaca diajaknya menyusuri tempat-tempat yang indah. Ladang-ladang gandum yang membentang sepanjang mata memandang, padang-padang pasir yang berdebu, hutan sabana dan stepa, menyusuri pegunungan Pyrenees, mendaki dan menuruni tebing dan lembah.

Pemandu yang menemani Paulo rupanya berakhir sampai di sebuah kota kecil bernama  Ponferrada. Dalam mperpisahannya Petrus berkata kepada Paulo, “Jika kau berhasil mendapatkan orang memberitahukannya kepada kita. Kehidupan memberikan pengetahuan kepada kita setiap pedangmu, kau harus mengajarkan Jalan menuju Santiago ini kepada orang lain. Dan jika hal ini terjadi — saat kau menerima peranmu sebagai Guru — kau baru akan menemukan jawaban yang terdapat di hatimu.” “Semua orang sebenarnya tahu jawabannya,” lanjut Petrus, “bahkan saat belum ada waktu, dan rahasianya adalah menerima bahwa hanya dalam kehidupan sehari-hari saja kita akan mampu sebijak Sulaiman dan seperkasa Iskandar Agung. Namun kita baru akan menyadari hal ini hanya saat kita terpaksa mengajari orang lain dan terlibat dalam petualangan luar biasa seperti sekarang.”

Dalam kesendirian, di sebuah puncak gunung bernama El Cebrero, Coelho semakin menyadari bahwa Perjalanan Ziarah menuju Santiago yang hampir diselesaikannya itu, tak semata untuk mencari pedang. Melainkan untuk merasakan penderitaan dan sekaligus kebahagiaan umat manusia sekecil apapun.

Usai berdo’a di Gunung El Cebrero  , Coelho bergerak perlahan menuruni lereng menuju sebuah dusun yang juga bernama El Cebrero.  Di sana ada sebuah kapel yang kemudian dimasukinya. Di kapel itu, ternyata Sang Guru telah menunggunya di depan altar dengan sebilah pedang di tangan, sambil berseri penuh kebanggaan. Pedang itu, diserahkannya kepada Paulo Coelho, dengan penuh keikhlasan.

Perjalanan Ziarah menuju Santiago, hakikatnya merupakan perjalanan ziarah ke dasar diri, dan Coelho, telah melakukannya dengan baik. Namun, tidak semau orang bisa melakukan ziarah ke dasar diri. Saya pun termasuk orang yang berpendapat bahwa hal itu tidaklah mudah.  (Ch. Enung Martina)

Posted in Artikel, Ringkasan, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Pelajaran Membuat Resensi Buku

Posted by lembursingkur pada November 7, 2015

Di bawah ini kami cantumkan pengajaran membuat resensi buku ilmu pengetahuan. Selamat mempelajari dan selamat berkarya. 

Salam

Lembur Singkur

Mata Pelajaran                                 :       Bahasa Indonesia

Kelas/ Semester                               :       IX / 1 (satu)

Standar Kompetensi                       : 4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris, resensi,

dan karangan.

Kompetensi Dasar                           : 4.2 Meresensi buku pengetahuan

Penekanan Nilai                               :  Daya juang, ketelitian

Alokasi Waktu                                   : 2 jam pelajaran (2 x 45 menit)

  1. Indikator :    

Siswa mampu :

(1) mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku serta menunjukkan kelebihan serta

kekurangannya.

(2)  merangkum isi buku.

(3)  menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atas isi buku.

(4)  meresensi buku pengetahuan.

(5)  menyunting resensi.

 

  1. Tujuan Pembelajaran :

Setelah melakukan kegiatan pembelajaran melalui tanya jawab dan penugasan, diharapkan :

  1. siswa mampu mempunyai daya juang dalam membuat resensi yang baik.
  2. siswa mampu mengidentifikasi bentuk fisik dan isi buku.
  3. siswa mampu merangkum isi buku.
  4. siswa mampu menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atas isi buku.
  5. siswa mampu meresensi buku pengetahuan.
  6. siswa mampu menyunting resensi

Contoh Resensi Buku:

 

RESENSI BUKU ILMU PENGETAHUAN

“BUAH ANGGUR DUTA TANAMAN DALAM POT”

Disusun sebagai tugas akhir semsester

mata pelajaran Bahasa Indonesia

Tahun Ajaran 2012/2013

Disusun Oleh :

Nama        : Siwi Indah Sari

Nis               : 103386

Kelas           : XII IPA 2

PEMERINTAH KABUPATEN KEEROM

DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

SMA NEGERI 1 ARSO

Jalan Ketimun No.1, Kampung Asyaman, Kab.Keerom. Kode Pos 99368

 

  1.  Identitas Buku

Judul                     : Anggur dalam Pot

Penulis                 : Eko M. Nurcahyo

Penerbit              : Penebar Swadaya, anggota ikapi

Tahun Terbit      : 2011, cetakan ke- X

Tebal Buku          : vi + 50 hlm.; ilus.; 21 cm

Harga                    : Rp. 25.000

  1. Ikhtisar Isi Buku

Buku berjudul Anggur dalam Pot ini memuat uraian mengenai cara membudidayakan tanaman anggur dalam pot. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa menanam anggur memerlukan lahan yang luas serta perawatan yang sangat rumit. Namun, pada kenyataannya pandangan itu tidak tepat. Dalam buku berjudul Anggur dalam Pot ini dijelaskan bahwa sebenarnya pembudidayaan buah anggur tidaklah sesulit pandangan banyak orang.

Dalam buku ini dikemukakan hal-hal yang berkaitan dengan pembudidayaan tanaman anggur dalam pot atau kantong plastik. Hal-hal tersebut di antaranya meliputi seluk-beluk tanaman anggur beserta jenis dan ciri-cirinya. Tanaman anggur merupakan semak yang tumbuh memanjat. Semak ini memiliki keistimewaan, yakni ranting – rantingnya mampu mengeluarkan buah yang teramat lebat dan berasa lezat. Karena keistimewaan ini, anggur dibudidayakan sebagai tanaman penghasil buah.

Pada buku ini dikemukakan juga mengenai cara memilih bibit anggur yang baik, cara menyiapkan media tanam, serta cara perawatan selama pertumbuhan. Buah anggur umumnya muncul dari ranting. Oleh karena itu, semakin banyak ranting akan semakin banyak pula buah yang dihasilkan. Karena ditanam di dalam pot, pengaturan ranting harus benar-benar diperhatikan agar bentuk percabangan berkesan indah. Kunci utama untuk membuahkan tanaman anggur dalam pot adalah melakukan pemangkasan. Pemangkasan harus dilakukan secara selektif, yakni memilih cabang tersier dengan mata tunas menonjol yang dipangkas agar nantinya mengeluarkan bunga. Agar tanaman berbuah sepanjang tahun, pemangkasan tidak dilakukan secara serentak terhadap seluruh cabang tersier. Pemangkasan secara serentak membuat buah yang dihasilkan juga masak secara bersamaan. Akibatnya, ada saat tanaman tidak memiliki buah saat semua buah telah dipetik karena masak.  Setiap kali masak, buah dipetik dan ranting dibiarkan tumbuh selama satu bulan. Setelah itu ranting bisa dipangkas lagi untuk membuahkannya. Dengan cara seperti ini tanaman anggur dalam pot akan senantiasa dihiasi buah sepanjang tahun.

Pada bab akhir dalam buku ini dikemukakan hal-hal yang berkaitan dengan perawatan pohon anggur dewasa dari berbagai penyakit. Keindahan tanaman anggur dalam pot sering dirusak oleh hadirnya hama dan penyakit yang dapat menyebabkan daun berlubang–lubang, buah tertutup tepung kotor,  atau keadaan lain yang bisa dipastikan akan mengurangi  keindahan anggur sebagai tanaman hias. Hama yang biasa menyerang tanaman anggur antara lain tungau, ulat, belalang, dan rayap. Hama yang menyerang tanaman anggur dapat diatasi dengan akarisida dan insektisida, sedangkan penyakitnya dapat diatasi dengan fungisida.

  1. Kelebihan Buku

1.)     Menjelaskan secara terperinci mengenai  tanaman anggur, mulai dari karateristik, jenis, cara memilih bibit untuk ditanam di dalam pot, ciri-ciri bibit yang baik, dan cara memperoleh bibit tanaman anggur.

2.)    Untuk mempermudah memperoleh bibit tanaman anggur, dalam buku ini juga mencantumkan beberapa  alamat agen-agen penjual bibit tanaman anggur, sehingga masyarakat akan lebih mudah memperolehnya.

3.)    Setiap penjelasan dan tahap-tahap pelaksanaan disertai dengan gambar-gambar penjelas, sehingga memudahkan para pemula untuk mempraktikkannya.

4.)    Buku dikemas menarik dengan sampul buku yang berwarna dan sederhana, sehingga menarik minat para pembaca.

5.)    Gaya bahasa penulisan mudah dimengerti.

  1. Kelemahan Buku

1.)    Posisi cetak  isi dan letak gambar dalam buku ada yang miring, sehingga mengurangi kualitas buku.

2.)    Sebagian gambar penjelas tidak berwarna sehingga sukar dipahami karena gambar kurang jelas.

3.)    Terdapat judul bab yang kurang menarik karena menggunakan kalimat-kalimat sederhana yang tidak baku.

4.)    Terdapat penjelasan yang membingungkan, karena pada salah satu bab dijelaskan bahwa tanaman anggur tidak mudah stress sehingga mudah jika dipindah tempatkan. Namun, pada bab selanjurnya disebut bahwa tanaman anggur merupakan tanaman yang mudah stress. Hal ini dapat membingungkan para pembaca tentang kebenarannya.

  1. Nilai Buku

Buku berjudul Anggur dalam Pot ini sangat bermanfaat baik bagi petani anggur maupun masyarakat biasa , karena di dalam buku ini dijelaskan bagaimana proses membuahkan tanaman anggur dalam pot dengan sederhana dan mudah dimengerti. Manfaat yang diperoleh setelah membaca keseluruhan isi buku adalah lebih memahami proses menanam anggur yang selama ini di anggap sukar karena membutuhkan perawatan yang ekstra sulit, menjadikan tanaman anggur dalam pot bernilai jual tinggi. Jika pembaca tertarik untuk mempraktikkannya, ada tiga manfaat yang bisa didapat, yakni buah tanaman enak dimakan, tanaman anggur dalam pot dapat berbuah sepanjang tahun dan dijadikan tanaman hias yang bernilai jual tinggi.

Pada kenyataannya menanam anggur tidaklah sulit. Menanam anggur tak ubahnya menanam singkong. Potong rantingnya, lalu tancapkan di tanah, tak lama kemudian tumbuhlah tanaman anggur. Jadi, bertanam anggur dalam pot bisa menjadi alternatif bagi kita yang sama sekali tidak memiliki lahan pekarangan yang  luas. Kelebihan menanam anggur dalam pot adalah mudah perawatannya serta mudah dipindahkan, bahkan jika ditekuni bisa menjadi bisnis yang menarik dan menguntungkan.

(Sumber: https://rohmadarso.wordpress.com/resensi/resensi-buku-pengetahuan-anggur-dalam-pot/)

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.