Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

LAPORAN PERJALANAN 1: TERDAMPAR DI DUBAI

Posted by lembursingkur pada Juni 26, 2015

dubai

Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Begitulah orang-oang bijak berkata. Demikian pula dengan judul tulisan ini. Dalam perjalanan rombongan para guru dan tata usaha Santa Ursula BSD, kami mengalami terdampar di Dubai. Hal ini terjadi karena pesawat EMIRATES dengan penerbangan  EK357 pada tanggal 15 Juni 2015 dari Sukarno Hatta menuju Roma, yang sedianya hanya akan singgah di Dubai sekitar 4 jam,  ternyata berubah menjadi 11 jam karena ada kebakaran kecil di bandara Roma yang mempengaruhi pada oprasi Emirates di sana. Ini artinya kami transit di Dubai hampir seharian. Dan itu berarti pula kami menginap di hotel transit Dubai. Kami boarding pukul 17.10 dan pesawat berangkat pukul 17.35. Penerbangan Jakarta – Dubai memakan waktu sekitar 7 jam. Perbedaan waktu Jakarta – Dubai 3 jam. Kami tiba di Dubai sekitar pukul 24.35 waktu Indonesia bagian Barat atau pukul 21.35 waktu Dubai. Pastinya mata kami sudah sangat berat dan perih karena mengantuk. Meskipun tidur di pesawat, tetapi pastinya tak akan sesempurna di tempat tidur.

Bandara Internasional Dubai adalah bandara yang melayani penerbangan internasional sekaligus menjadi tempat singgah beberapa penerbangan internasional. Bandara yang megah ini tak pernah tidur. Menurut Wikipedia Bandara Internasional Dubai dirancang pada tahun 1959, saat Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum mengorder konstruksi bandara tersebut. Bandara ini diresmikan pada tahun 1960 dengan penerbangan pesawat DC-3 dan menjadi rumah bagi 9 maskapai penerbangan. Saat ini Bandar ini menangani semua jenis pesawat.

Bandara Internasional Dubai sekarang sudah mengalami ekspansi besar dengan konstruksi terminal 3 dan landasan pacu baru yang memiliki lebar 60 m. Ekspansi ini  membuat nyaman pesawat Airbus A380, yaitu sebuah pesawat berbadan lebar dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Bandara ini juga mengalami ekspansi untuk membangun 2 stasiun di Green Line dari Dubai Metro yang dibangun secara kompleks. Sistem metro ( Rapid transit) adalah angkutan cepat, kereta bawah tanah, yaitu sebuah jalur rel penumpang listrik di wilayah dalam kota dengan kapasitas dan frekuensi yang tinggi. Sistem ini memisahkan  jalur dari sistem transportasi lainnya. Sistem angkutan cepat umumya ditempatkan di terowongan bawah tanah atau rel melayang yang berada di atas tanah. Satu stasiun dibangun pada Terminal 1 dan yang lainnya dibangun pada Terminal 3. Sistem Metro operasinya dimulai sejak tahun 2012. Pokoknya sangat canggih dan membuat saya terbengong-bengong karena kagum dan  tidak mengerti.

sistem metro

Sistem Metro

Selain itu di bandara ini  secara luas diketahui umum  sebagai surga perbelanjaan Duty Free  (toko yang menjual barang impor kepada pembeli yang meninggalkan negara tersebut tidak dikenakan pajak atau tambahan lain) terbaik di dunia. Barang dengan harga menarik dan kualitas terbaik berputar di sini. Ada banyak toko di antara Bandara Internasional Dubai dengan branded internasional pula. Yang doyan belanja di sinilah sorganya.

Lanjutkan kisahnya karena nanti kita terjebak di pertokoan di bandara nan super wah ini. Kami akhirnya mendapatkan penginapan setelah sekian lama dibawa ke sana ke mari untuk mengurusi birokrasi ijin menginap. Lama sekali proses ini berjalan, lebih dari satu jam. Baru pukul 23.30 waktu Dubai, kami bisa mendapatkan angkutan menuju hotel transit kami. Di hotel, masih dilanjutkan mengantri kunci. Akhirnya pukul 24.30, kami mendapatkan kunci kamar masing-masing. Sesudah bersih-bersih, akhirnya pukul 01.00 pagi kami bisa beranjak tidur. Kamar hotelnya  nyaman. Apalagi bagi kami yang sudah mengalami pengembaraan lebih dari sehari itu.

Hotel itu membuka sarapan puku 07.00 waktu setempat. Aneka macam makanan Timur-Tengah dan Eropa bisa kita pilih untuk sarapan. Buah-buahan sangat segar. Terutama apelnya sangat renyah dan manis. Rotinya juga empuk dan masih hangat. Bagi penggemar daging, sosis dan daging asap menjadi pilihan terbaik. Luar biasa. Kami masih punya waktu lama di Dubai karena penerbangan baru pukul 15.00 waktu Dubai. Diputuskan bahwa rombongan akan mengikuti city tourdengan bis yang disediakan hotel. Tentunya dengan bayaran ekstra untuk acara ini.

Meskipun kami tak sempat mengunjungi semua objek wisata di Dubai, tetapi bagi saya terutama, ini luar biasa. Saya bisa mengetahui  Dubai lebih banyak lagi, tidak hanya sekedar di sekitar hotel.

Dubai adalah salah satu emirates (negara bagian) dari 7 bagian Uni Emirat Arab. Enam emirat yang lain adalah Abu Dhabi, Ajman, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah, dan Umm al-Qaiwain. Dubai terletak di pantai Teluk Persia di Uni Emirat Arab dan terletak 16 m di atas permukaan laut. Hampir 85% lebih orang yang tinggal di Dubai ini adalah ekspatriat, alias bukan warga lokal. Beragam suku dan ras ada di sini. Kota Dubai adalah pelabuhan pedagang penting, khususnya dari India, banyak di antaranya menetap di kota itu. Dubai dikenal karena ekspor permatanya hingga 1930-an. Kata pemandu yang menjelaskan di bis katanya Dubai memiliki iklim panas dan, pada beberapa waktu, lembap (kering selama panas yang ekstrim) dengan banyak bulan mencatat temperatur di atas 40 °C. Temperatur yang pernah tercatat di Dubai adalah 47.3 °C. Curah hujan sangat sedikit.

 Dalam hal ekonomi, Dubai termasuk emirat yang kaya. Terbukti dari pembangunannya yang gila-gilaan itu. Beberapa bangunan yang menggemparkan dunia antara lain adalah Burj al-Arab  merupakan hotel mewah berbintang 7 yang  berada di kawasan beachfrontDubai. Dinobatkan sebagai satu-satunya hotel bintang 7 di dunia. (Bintang 5 aja sudah keren, bagaimana dengan  bintang 7 ya?). Tidak sembarangan orang bisa masuk ke hotel ini, hanya untuk tamu yang sudah reservasi saja. Untuk yang ingin merasakan menginap di Burj Al Arab, siap-siap saja merogoh kocek 5.300-an dirham atau sekitar Rp. 20.000.000,- per malam. Bangunan Burj al-Arab, dirancang oleh Tom Wright, yang ketinggiannya mencapai 321 meter, serta memiliki 66 lantai. Salah satu tempat wisata di Dubai ini merupakan bangunan tertinggi yang seluruhnya difungsikan sebagai hotel. Bangunan tersebut berdiri pada sebuah pulau buatan yang berada pada jarak 280 meter dari lepas pantai di Teluk Persia. Burj al-Arab sendiri dimiliki oleh Jumeirah. Bangunan ini telah dianggap sebagai sebuah bangunan spektakuler oleh orang-orang di bidang pariwisata. Bangunan ini juga dibuat sebagai penyaing untuk hotel-hotel yang ada di dunia.

Bangunan kedua adalah Burj Khalifa. Bangunan ini  merupakan tempat wisata di Dubai yang memiliki arsitektur tertinggi dan paling menakjubkan di dunia. Menara Burj Khalifa memiliki tinggi 153 Lantai, hingga biasa di sebut-sebut menyentuh langit di kota Dubai. Bangunan spektakuler ini termasuk Bagian dari Hotel, Ruang kantor, hunian apartemen dengan semua fasilitas kemewahannya.

al burj

Burj al Arab

Kehebatan Dubai lain yang kami lihat (meskipun dari jauh) adalah Palm Jumeirah. Tempat ini  sebetulnya merupakan pulau buatan di teluk Persia. Jika dilihat dari atas, berbentuk menyerupai pohon palem. Palm Jumeirah merupakan salah satu tempat wisata di Dubai yang memiliki segala apa yang dibutuhkan buat menikmati liburan yang sangat luar biasa. Palm Jumeirah adalah ikon di Dubai yang bisa dibilang memiliki fasilitas apapun di dalamnya termasuk nama-nama hotel terkenal di dunia (seperti Fairmont Hotel, Atlantis, Ocana, Rixos, dll.),   tempat-tempat wisata yang spektakuler, fashion mewah,  serta pusat perbelanjaan.

Tempat lain yang kami lihat adalah  Jumeirah Beach.  Jumeirah Beach merupakan pantai paling terkenal di Dubai serta tempat wisata di Dubai yang paling banyak dikunjungi. Menurut sumber yang saya baca pantai tersebut membentang hingga 7 km, dan dibagi menjadi tujuh Pantai dan pantai masing-masing membentang panjang berkilo kilo meter. Ada 2 Pantai yang menyatu di masing-masing Jumeirah Park dan Wild Wadi. Wild Wadi merupakan Water Park yang berlokasi di Jumeirah Beach. Pantai ini dibuat untuk taman bermain air yang  memiliki berbagai fasilitas yang super lengkap. Tempat wisata ini banyak  dikunjungi keluarga.

jumeriah beach

Bangunan di Jumeriah Beach

Sebetulnya ketika saya berselncar di dunia maya, begitu banyak tempat wisata di Dubai. Namun, tentu saja tidak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu kami. Selain itu, Dubai memamng tak ada pada agenda kami. Beberapa tempat lain yang memukau dan tak sempat kami kunjungi adalah Miracle Garden, Bastakia Quarter, Dubai Museum, Naif Market, Dubai Marina, Madinat Jumeirah, Deira City Center, Dubai Mall, Emirates Mall, Ibnu Batutta Mall, Mall of the Emirates dll.

Namun, rombongan kami sempat mengunjungi sebuah mesjid dengan arsitektur nan menawan. Mesjid itu kubahnya berwarna biru. Mungkin pembuatan mesjid itu terisnpirasi oleh Mesjid Kubah Biru di Istambul yang melegenda itu. Mesjid itu bernama Masjid Al Farooq Omar Bin Al Khattab. Dari sumber yang saya baca Masjid ini  resmi dibuka pada tanggal 29 Juli 2011. Blue Mosque  ini berada di belakang Emarat petrol station dan di dekat persimpangan keduaShaikh Zayed Road. Selain menawarkan suasana yang nyaman dan tenang khas tempat ibadah, Masjid  Al Farooq Omar Bin Al Khattab menawarkan keunikan desain yang tidak lain merupakan perpaduan peradaban Islam yang begitu luar biasa. Ya, masjid megah Dubai yang satu ini dibangun dengan desain perpaduan antara gaya Ottoman dan gaya arsitektur Andalusia. Tepatnya struktur masjid dibangun berdasarkan pada gaya masjid Turki di era Ottoman dengan internal dekorasi, kaligrafi dan prasasti diambil dari the Moorish style of Islamic Spain.

blue mosque

Blue Mosque

Begitulah perjalanan kami di Dubai. Karena terdampar, kami menjadi mempunyai pengalaman dan wawasan tentang bagaimanakah Dubai. Dubai memang menawan dan menjadi kota metropolitan yang luar biasa. Namun, ketika saya melihat sekitar jalan sepanjang kami city tor, tampaknya kota ini begitu sepi. Tak tampak keramain penghuni kota itu. Tak nampak interaksi antarwarga. Ada beberapa orang yang tampak, mereka berjalan dalam ketergesaan dan kesendirian. Saya melihat kota ini begitu individualis. Manusia yang tinggal di dalamnya berada pada bangunan megah dengan fasiltas mewah dan pendingin ruangan. Mungkin mereka enggan ke luar karena suhu di luar begitu ekstrim. Dubai memenag menawan, tetapi saya tetap mencintai Indonesia yang semerawut dan hiruk pikuk. Ketika teman saya, Lucia Dwi Astuti,  bertanya: Teh, mau gak tinggal di Dubai? Tanpa pikir panjang saya menjawab: nggak!

 (Ch. Enung Martina)

 

Posted in Lain-Lain, LAPORAN Perjalanan | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

ARTIKEL SASTRA

Posted by lembursingkur pada Juni 8, 2015

SPIRITUALITAS DALAM KITAB KAMASUTRA

Chrysanthemum

Bila kita mendengar kata kamasutra, pikiran orang langsung tertuju pada sebuah buku atau kitab  yang berisi tentang sex. Pendapat umum kamasutra  merujuk hampir semua buku yang mengutas tentang aturan-aturan bercinta. Memang secara harfiah, pengertian kamasutra adalah ajaran atau aturan mengenai gairah. Tentu gairah yang dimaksud disini adalah gairah seksual. Merujuk pada istilah kamasutra umum ini, ada banyak kamasutra lain yang tersebar di wilayah Asia. Seperti, kamasutra India, kamasutra Arab, kamasutra Cina, hingga kamasutra Jawa.

Pada tulisan ini, saya akan mengetengahkan The Book of Love yang berasal dari India. Kamasutra India   sebenarnya merujuk pada sebuah kitab Kamasutra yang ditulis oleh Vatsyayana sekira 1800 tahun silam. Kama adalah keinginan,sedangkan sutra adalah suatu metode/formula. Jadi Kamasutra sendiri dapat diartikan sebagai metode/formula bagaimana memaknai kehidupan sebagai sebuah seni dalam menyalurkan keinginan manusia dari yang terbawah (seks) menuju pada kemuliaan (cinta) dan mengapai keillahiaannya (kasih).

Kamasutra India ditujukan untuk keharmonisan dan keserasian pasangan dalam hubungan seks. Pembahasan seks dalam Kamasutra yg ditemukan kembali oleh Resi Vyasa ini hanya mengulas satu bab saja tentang berbagai postur-postur sanggama. Jadi seks dalam kamasutra bukan hal yg diutamakan,namun sangat penting. Postur-postur dalam kamasutra bertujuan utk menjadikan pasangan suami istri tidak mengalami kebosanan,serta dapat melakukan eksplorasi mengeluarkan segala ” keliarannya” dng cara yg beradab.

Kamasutra bicara secara holistik. Di dalam Kamasutra diajarkan bagaimana mencapai kepuasan lewat persatuan lelaki dan perempuan. Namun kepuasan tersebut tidak hanya kepuasan fisik semata tapi juga utk mencapai kepuasan dari 5 lapisan kesadaran dr manusia. Lima lapisan kesadaran manusia mulai dari fisik,energi,mental,intelegentia dan spiritual.

Seks adalah seni. Jika tidak dipahami secara tepat,maka perbuatan seks seorang dua anak manusia tidak lebih baik dari hewan.Karena manusia merupakan mahluk yang dianugerahi dengan potensi untuk terus dikembangkan.

Kamasutra berbicara tentang kebebasan,yang tidak bisa dibakukan. Dibutuhkan pengetahuan yang benar dan tepat tentang seks dan kesehatan. Pendidikan yang benar dan relevan tentang seks. Di Indonesia sejak zaman dahulu pendidikan seks ini telah di ajarkan oleh para resi-resi kerajaan. Candi Cetho dan Sukuh merupakan candi tempat  untuk belajar  Kamasutra, tentang bagaimana   menjalin  hubungan yang sehat dan ‘nonviolence’ (berkualitas).

Pengetahuan serta pendidikan seks dibutuhkan sehingga tidak terjadi salah arah,mengartikan kebebasan seks sebagai sebuah kebebasan yg tanpa norma aturan/menggunakan aturan agama sbg dalih pembenaran. Kebebasan yg tidak bertanggung-jawab ini akan membawa manusia turun ke bawah dalam tataran sebagai manusia yg utuh dan mulia. Pengetahuan yg menyeluruh dalam seni kehidupan kamasutra akan membawa manusia menjadi pribadi yg dewasa. Seks dipahami bukan sekedar pelepasan nafsu semata,namun juga dihayati dan dirasakan sebagai penyatuan jiwa. Ada entitas yg lebih tinggi daripada sebuah kenikmatan yg sekejab.

Puncak tertinggi dari sebuah pertemuan atau ikatan manusia dalam perkawinan adalah bagaimana mengembangkan tiap pribadi sesuai dengan potensinya. Saling mendukung,saling mensupport dalam kebaikan,kebaikan yang tetap membuat setiap individu tetap dengan keunikannya yang khas. Inilah persahabatan yang sungguh indah. Demikianlah dari anak tangga seks, manusia dilembutkan dengan cinta antara dua hati dalam geraknya mencapai keilahian yang tak terbatas.

(disarikan dari berbagai sumber- Ch. Enung Martina)

 

 

 

Posted in Artikel | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

ARTIKEL PANCASILA: KEADILAN SOSIAL

Posted by lembursingkur pada Juni 4, 2015

padi-kapas1

Tulisan ini saya buat berkaitan dengan tugas saya menunggu anak-anak kelas VII-A SMP Santa Ursula BSD berproses dalam Proyek Pancasila. Sedianya proyek ini akan dipamerkan pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke -70 mendatang. Kelas ini mendapat tugas dalam proyek ini untuk membahas Pancasila sila ke -5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saya jadi tergelitik dengan kata-kata ini. Saya jadi ikut belajar bersama mereka. Sepertinya saya belajar PMP (Pendidikan Moral Pancasila) di masa  saya sekolah dulu. Namun, bedanya guru PMP saya tidak memakai metode proyek seperti ini. Mungkin kalau dulu dibuat proyek seperti ini, saya tidak bakal mengantuk belajar PMP.

Keadialn sosial itu apa?  Masyarakat yang tertata baik dalam keharmonisan dan keadilan merupakan cita-cita semua bangsa. Semua orang dalam satu negara selalu menginginkan hidup dalam keadilan dan persamaan hak dengan berpedoman pada peri kemanusiaan. Dengan demikian segala aspek yang melingkupi hidup masyarakat sudah tentu harus ditata seadil mungkin.

Bagaimanakah dengan negri kita tercinta ini?  Semestinya  undang-undang yang adalah sarana penataan semua warga negara Indonesia, haruslah disusun sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi norma keadilan. Termasuk dalam hal ini pelaksanaan hidup bernegara bagi para pemimpin bangsa.

Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan bahwa keadilan  adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.

Keadilan sosial juga merupakan salah satu butir dalam Pancasila. Kadang beberapa orang menganggap yang namanya keadilan itu adalah kesamaan. Semua dibagi sama, semua dibagi rata. Seperti grup lawak Bagito, yang konon artinya adalah bagi roto akhirnya tidak bertahan lama karena harus pecah akibat yang kononnya juga karena tidak membagi rata.

Keadilan adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Keadilan (bersama dengan kebaikan dan hormat terhadap diri sendiri) pada dasarnya merupakansalah satu prinsip moral dasar, yang pada hakikatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. keadilan sosial bukan semata-mata masalah keadilan individual. Artinya, keadilan sosial bukan hanya masalah kehendak baik dari masing-masing individu, seakan-akan kalau semua orang Indonesia ini mau berkehendak baik dan bertindak dengan adil, sepi ing pamrih rame ing gawe, lantas dunia ini akan beres dan keadilan sosial akan tercapai dengan sendirinya. Sampai batas tertentu itu ada benarnya juga, tetapi keadilan sosial tidaklah sesederhana itu.

Kita sering mendengar atau mungkin mengalami mendapat upah yang tidak adil. Berbicara tentang pemberian upah yang tidak adil itu terjadi belum tentu  karena kekejaman atau keserakahan si pemberi upah, melainkan karena struktur industri, kantor, lembaga, atau juga bahkan sistem ekonomi secara keseluruhan yang tidak mengizinkan terlaksananya keadilan tersebut. Kedailan sosial yaitu keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari struktur proses-proses ekonomis, politis, sosial, budaya, dan ideologis dalam masyarakat.

Namun, bukan suatu yang mudah untuk dilaksanakan. Kenyataannya hingga sekarang di negri ini banyak hal yang belum diletakkan sesuai pada tempatnya dan pada porsinya. Tentu langkah selanjutnya yang penting setelah mengerti apa itu keadilan sosial adalah bagaimana mengusahakannya, atau dengan kata lain,sebetulnya apa arti atau konsekuensinya kalau bangsa Indonesia mau mengusahakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila kelima.

Keadilan sosial secara hakiki adalah keadilan struktural, maka mengusahakannya juga selalu berarti mengurangi kemungkinan bekerjanya struktur-struktur yang menyebabkan ketidakadilan. Mengusahakan keadilan sosial jelas pertama-tama adalah membongkar struktur-struktur di atas yang menyebabkan segolongan orang tidak dapat memperoleh apa yang menjadi hak mereka atau tidak mendapat bagian yang wajar dari harta kekayaan dan hasil pekerjaan masyarakat sebagai keseluruhan.

Namun,  pada saat yang sama mengharapkan keadilan sosial hanya dari negara adalah naif. Bukan karena seakan-akan orang-perorangan yang menduduki tempat-tempat yang berkuasa niscaya bersikap acuh tak acuh terhadap nasib orang kecil, melainkan karena membongkar ketidakadilan sosial atau ketidakadilan struktural dengan sendirinya bertentangan dengan kepentingan-kepentingan golongan yang berkuasa, dan karenanya maksud baik itu dengan sendirinya pasti kalah terhadap kepentingan-kepentingan golongan-golongan yang mereka wakili untuk mempertahankan kedudukan yang menguntungkan itu. Oleh karena itu jelas bahwa keadilan sosial, selain harus diusahakanoleh negara, juga harus secara nyata diusahakan sendiri oleh mereka yang tertimpa ketidakadilan dan dibantu oleh berbagai pihak seperti lembaga, organisasi,  maupun perorangan dalam masyarakat.

(Ch. Enung Martina)

 

 

 

 

 

Posted in Artikel, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

NORWEGIAN WOOD

Posted by lembursingkur pada Mei 18, 2015

Saya mengakui  memang agak ketinggalan zaman saya membaca buku ini. Orang-orang sudah heboh sejak  28 tahun lalu (1987), tetapi saya baru saja selesai membacanya pada  12 Mei 2015.

 

Judul aslinya dalam bahasa Jepang adalah Naruwei no Mori. Buku ini banyak mendapat pujian dan di Indonesia sendiri telah mencapai beberapa cetakan. Buku karya Haruki Murakami, lahir di Kyoto, Jepang, 12 Januari 1949 merupakan penulis best-seller Jepang. Karyanya dalam tulisan fiksi dan non-fiksi telah menerima banyak klaim kritikus serta sejumlah penghargaan, baik di Jepang maupun di luar negeri. Karya fiksi Murakami, sering dikritik oleh Badan Literatur Jepang, sebagai karya yang surealistik dan nihilistik, yang ditandai dengan cara pembawaan Kafkaesque dengan tema kesendirian dan pengasingan. Haruki Murakami dipandang sebagai orang penting dalam literature modern. Haruki Murakami dipengaruhi dengan penulis barat.

I once had a girl
Or should I say she once had me
She showed me her room
Isn’t it good Norwegian wood?

She asked me to stay
And she told me to sit anywhere
So I looked around
And I noticed there wasn’t a chair

I sat on the rug biding my time
Drinking her wine
We talked until two and then she said
“It’s time for bed”

She told me she worked
In the morning and started to laugh
I told her I didn’t
And crawled off to sleep in the bath

And when I awoke I was alone
This bird had flown
So I lit a fire
Isn’t it good Norwegian wood?

Begitu kutipan lagu Norwegian Wood.  Ketika mendengar lagu karya Beatles, Toru Watanabe terkenang akan Naoko, gadis cinta pertamanya, yang kebetulan juga kekasih mendiang sahabat karibnya, Kizuki. Serta-merta ia merasa terlempar ke masa-masa kuliah di Tokyo, hampir 20 tahun silam, terhanyut dalam dunia pertemanan yang serba pelik, seks bebas, nafsu-nafsi, dan rasa hampa-hingga ke masa ketika ia bertemu seorang gadis badung, Midori memasuki kehidupannya, sehingga ia harus memilih antara masa depan dan masa silam.

Alur ceritapun mundur kemasa-masa ia masih bersekolah dan dekat dengan Kizuki dan pacar Kizuki, Naoko. Namun Kizuki tanpa sebab yang pasti memilih untuk bunuh diri dan itu sangat mengguncang Toru dan Naoko. Satu hal lagi, Naoko akhirnya juga pergi entah ke mana dan bersikap aneh. Toru akhirnya pergi ke Tokyo dan masuk kesalah satu universitas di sana. Ia tinggal di asrama.

Kehidupan Toru pun kembali berputar saat ia kembali bertemu dengan Naoko, Midori (seorang gadis badung, Reiko, Nagasawa, dan beberapa orang lainnya. Satu rahasianya adalah dia sangat mencintai Naoko, tapi ia tahu, sekalipun mereka pernah tidur bersama, Naoko sama sekali tidak mencintainya. Midori yang hadir dalam kehidupannya membuatnya merasa mencitai dua orang di dalam hatinya. Toru akhirnya tahu penyakit apa yang diderita Naoko yang misterius yang membuat Naoko harus menyingkir dari kehidupan normal dan pergi ke suatu tempat yang indah dan damai.

Guartan buku ini tak ayal lagi begitu seru, sarat dengan pemberontakan mahasiswa, seks bebas, minuman keras, dan lagu-lagu pop 1960-an. Novel ini juga sungguh-sungguh memukau dan menggambarkan gejolak masa remaja. — Independent on Sunday berhasil menggambarkan gelora cinta remaja. Kendati penuh dengan saat-saat memilukan dan kegelapan, banyak tokohnya yang tampak kesepian dan asyik dengan dunianya, novel ini sering kocak dan rinci dengan hal-hal yang serba ganjil. Tenang-tenang menghanyutkan dan akhirnya mengharukan.

Gaya Murakami menulis memang sangat mempeson  sehingga apa saja yang dia lukiskan kaya makna. Dalam Norwegian Wood, penulis mengambarkan tokoh Toru Watanabe adalah tipe orang berteman hanya dengan beberapa orang, senang membaca buku, dan menjalani hidup seperti orang kebanyakan. Toru watanabe belajar di kampus di mana nilai-nilai ideal diperjuangkan mahasiswa, menuntut adanya revolusi. Toru sama sekali tidak tertarik semua itu. Karena ada yang lebih penting untuk dia pertanyakan, yaitu persahabatan, cinta, dan kematian.

Karya ini termasuk karya yang realistik yang mudah untuk dibaca. Karya ini banyaknya bagian yang bercerita hubungan seks dengan rinci, lesbian, dan mastubasi yang mungkin  bagi beberapa pembaca  Indonesia agak jengah untuk membacanya. Novel ini tidak menampilkan tokoh antagonis, menyajikan misteri, dan misi yang diperjuangkan seperti banyak diceritakan di novel-novel lain. Bagi pembaca yang suka dengan akhir yang bahagia, jangan berharap membayangkan cerita yang  happy ending. Namun, kita belajar dari novel ini bahwa  setiap karakter utama yang mandiri menjadi manusia yang menghargai kebebasan dan kesendirian melebihi keakraban.

Ch. Enung Martina

Posted in Artikel, Ringkasan | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

ARTIKEL SASTRA JAWA KLASIK (SERAT CENTHINI)

Posted by lembursingkur pada Mei 11, 2015

CATATAN SESUDAH MEMBACA  SERAT CENTHINI JILID I

Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan sebuah buku klasik Jawa. Sebetulnya buku tersebut ditulis dalam bahasa Jawa yang kuno dalam bentuk tembang. Tentu saja saya tidak membaca versi bahasa Jawa, tetapi saya membaca dalam versi bahasa Indonesia yang terdapat di perpustakaan SMA Santa ursula BSD. Saya membaca baru jilid peratma.  Di bawah ini catatan saya  sesudah membaca buku tersebut.

Serat Centhini atau juga disebut  Suluk Tambanglaras  atau Suluk Tambangraras-Amongraga, merupakan salah satu karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru. Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa, agar tak punah dan tetap lestari sepanjang waktu. Serat Centhini disampaikan dalam bentuk tembang.

Serat Centhini disusun berdasarkan kisah perjalanan putra-putri Sunan Giri setelah dikalahkan oleh Pangeran Pekik dari Surabaya, ipar Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Kisah dimulai setelah tiga putra Sunan Giri berpencar meninggalkan tanah mereka untuk melakukan perkelanaan, karena kekuasaan Giri telah dihancurkan oleh Mataram. Mereka adalah Jayengresmi, Jayengraga/Jayengsari, dan seorang putri bernama Ken Rancangkapti.

Jayengresmi, dengan diikuti oleh dua santri bernama Gathak dan Gathuk, melakukan “perjalanan spiritual” ke sekitar keraton Majapahit, Blitar, Gamprang, hutan Lodhaya, Tuban, Bojonegoro, hutan Bagor, Gambirlaya, Gunung Padham, desa Dhandher, Kasanga, Sela, Gubug Merapi, Gunung Prawata, Demak, Gunung Muria, Pekalongan, Gunung Panegaran, Gunung Mandhalawangi, Tanah Pasundan, Bogor, bekas keraton Pajajaran, Gunung Salak, dan kemudian tiba di Karang.

Serat Centhini jilid pertama berisi tentang babad Giri yang mengisahkan Sunan Giri dimulai dari masa kejayaannya hingga dikalahkan oleh Pangeran Pekik dari Surabaya.  Kekalahan Giri berakhir dengan ditawannya Pangeran Giri dan diboyong ke Mataram. Sementara ketiga putra-putri Giri terpencar saat meloloskon diri dari kedaan chaos saat penyerangan tersebut.

Cerita selanjutnya buku jilid pertama mengisahkan perjalanan putra pertama Giri yang bernama Pangeran Jayengresmi diikuti Santri Gathak dan Gathuk untuk mencari adik-adik Pangeran yaitu Jayengsari dan Niken  Rancangkapti. Kedua adiknya ini diikuti oleh abdi setianya Buras.

Jayengresmi mencari adiknya dimulai dari arah timur ke arah barat Pulau jawa, yaitu dimulai dari bekas kerajaan Majapahit hingga Jayengresmi mendirikan padepokan di Gunung Salak,  Bogor. Di padepokan ini ia didatangi oleh Seh Ibrahim atau Ki Ageng Karang yang ingin mengangkat Jayengresmi menjadi anaknya. Ada pun Ki Ageng Karang ini adalah seorang pertapa dari Gunung Karang, Banten yang sangat terkenal ilmu dan kesaktiannya.

Bila dilihat dari tempat yang dikunjungi, Jayengresmi dengan diikuti oleh dua santri bernama Gathak dan Gathuk, melakukan “perjalanan spiritual” ke sekitar keraton Majapahit, Blitar, Gamprang, hutan Lodhaya, Tuban, Bojonegoro, hutan Bagor, Gambirlaya, Gunung Padham, desa Dhandher, Kasanga, Sela, Gubug Merapi, Gunung Prawata, Demak, Gunung Muria, Pekalongan, Gunung Panegaran, Gunung Mandhalawangi, Tanah Pasundan, Bogor, bekas keraton Pajajaran, Gunung Salak, dan kemudian tiba di Karang.

Dalam perjalanannya di berbagai tempat mencari kedua adiknya ini, Jayengresmi bertemu dengan orang-orang berilmu, bijaksana, dan manusia luhur. Selain itu ia juga bertemu dengan mahluk-mahluk halus. Jayengresmi banyak mendapat ilmu dan pengajaran dari orang-orang atau mahluk yang bertemu dengannya.

Dalam perjalanan ini, Jayengresmi mengalami “pendewasaan spiritual”, karena bertemu dengan sejumlah guru, tokoh-tokoh gaib dalam mitos Jawa kuno, dan sejumlah juru kunci makam-makam keramat di tanah Jawa. Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh itu, dia belajar mengenai segala macam pengetahuan dalam khazanah kebudayaan Jawa, mulai dari candi, makna suara burung gagak dan prenjak, khasiat burung pelatuk, petunjuk pembuatan kain lurik, pilihan waktu berhubungan seksual, perhitungan tanggal  hingga ke kisah Syekh Siti Jenar.

Perjalanan Jayengsari dan Niken  Rancangkapti dalam jilid pertama juga bertujuan mencari kakandanya yaitu Jayengresmi. Ketiga saudara ini salingmencari. Perjalanan mereka berdua dimulai dengan naik perahu ke Sunagi Emas dan turun di Wanakrama. Kemudian ke Desa Sidacerma, ke Tosari (ada di Pasuruan-Jawa Timur), Ranu Grati, Banyubiru, kaki Gunung Tengger, Malang, Baung, Singhasari, Sanggariti, Tumpang, Kidhal, Pasrepan, Tasari, Gunung Bromo, Ngadisari, Klakah, Kandhangan, Argopuro, Gunung Raung, Banyuwangi, Pekalongan, Gunung Perau, Dieng, sampai ke Sokayasa (Banjarnegara, Jawa tengah) di kaki Gunung Bisma Banyumas.

Dalam perjalanan itu mereka berdua mendapatkan pengetahuan mengenai adat-istiadat tanah Jawa, syariat para nabi, kisah Sri Sadana, pengetahuan wudhu, shalat, pengetahuan dzat Allah, sifat dan asma-Nya (sifat dua puluh), Hadist Markum, perhitungan slametan orang meninggal, serta perwatakan Pandawa dan Kurawa.

Bisa dikatakan bahwa kisah dalam Serat Chentini ini menyampaikan beragam macam hal dalam alam pikiran masyarakat Jawa, seperti persoalan agama, kebatinan, kekebalan, dunia keris, karawitan dan tari, tata cara membangun rumah, pertanian, primbon (horoskop), makanan dan minuman, adat-istiadat, cerita-cerita kuno mengenai Tanah Jawa.  Pokoknya buku ini seperti ensiklopedi Jawa yang dibalut dalam alur kisah para putra-putri Sunan Giri yang sedang berkelana. Bisa dikkatakan bahwa Serat Centhini merupakan sebuah ensiklopedi yang memuat berbagai informasi penting mengenai politik, ekonomi, sastra, budaya, religi yang telah berkembang di Jawa pada era Sebelum Masehi hingga pada ke 18 Masehi. Para krtiikus memuji kitab ini sebagai karya sastra istana Jawa yang megah, mewah, indah, dan bermutu tinggi.

Buku yang aslinya ditulis dalam bentuk tembang ini dianggap sebagai sastra klasik yang adhiluhung. Seperti kita ketahui bahwa dalam banyak kehidupan manusia, kita mengenal ajaran nyanyian atau tembang atau bahkan berbalas pantun, dimana isi dari ungkapan-ungkapan di dalamnya mengajarkan perumpamaan untuk menuju kepada kehidupan yang lebih baik. Tidak sedikit ajaran-ajaran agama juga memiliki tembangnya sendiri, seperti dalam agama Kristiani, di dalam Kitab Suci ada bagian disebutkan sebagai mazmur, Kidung Agung, atau puji-pujian kepada Allah. Di dalamnya juga bisa kita tangkap beberapa kata yang menggambarkan hubungan harmonis antara makhluk hidup yang ada di bumi ini, dan hubungan mahluk dengan khaliknya sebagai penghormatan kepada Sang Penciptanya.

Meskipun saya membaca buku turunannya dalam  bahasa Indonesia, tetapi saya bisa membayangkan keindahan sasatrawinya. Bila saya mendengarkan versi asli yang didendangkan para penembang, atau bila saya membaca  tulisan berisi tembang-tembang tersebut saya yakin  rasa, greget, dan nuansanya (fill)-nya akan lain dengan kala saya membaca buku turunanya. Teman saya, Anna Wiwin Yarniatun, atau Ibu Wiwin, yang adalah pencinta sasatra dan seni  Jawa, mengatakan bahwa ketika Serat Chentini itu ditembangkan membuat mak-nyos di hati.

Bila dilihat dari sisi sosiologisnya, di awal buku, diceritakan asal usul silsilah keluarga dan orangtua dari Jayengresmi, yaitu kakek Jayengresmi yang adalah Syekh Walilanang, seorang muslim dari Jedah yang mencoba masuk ke Kerajaan Blambangan sebagai benteng terakhir dari peradaban Majapahit di Jawa. Dengan kekuatannya, Syekh Walilanang berhasil menyembuhkan penyakit puteri raja dan mempersuntingnya, dengan harapan raja dan seluruh kerajaan bisa mengikuti ajaran agama Islam. Menarik melihat latarbelakang penyebaran agama Islam dan keruntuhan dari kerajaan Majapahit yang menyembah Dewa Siwa (Budha). Dituliskan di berbagai bagian mengenai “aspek negatif” dari para penyembah Dewa Siwa dari laskar Majapahit dan bagaimana para penyebar agama Islam tersebut termasuk Syekh Walilanang dan anaknya Sunan Giri berusaha mengembalikan masyarakat “Jawa” untuk kembali ke jalan yang “benar” dengan menganut agama Islam. Perspektif Islam sangat kuat dalam buku itu. Hal ini terutama memang berdasarkan cerita mengenai penyebaran agama Islam dan bagaimana kaidah-kaidah agama Islam menjadi patokan dalam perumpamaan dan ajaran-ajaran yang coba dikawinkan dengan ilmu Jawa Kuno.

Buku ini memang menarik terlebih karena buku ini merupakan karya klasik yang ditulis 2 abad yang lalu. Seperti karya-karya sastra yang lain yang meskipun diciptakan sekian abad yang lalu, bahkan sekian milenium yang lalu, kebijasanaan yang ada di daalmnya akan tetap relevan untuk kehidupan saat ini.

(Christina enung Martina, 11 Mei 2015)

Posted in Artikel | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

CERPEN REMAJA

Posted by lembursingkur pada Mei 9, 2015

kami tampilkan cerpen remaja yang merupakan salah satu karya siswa SMP Santa Ursula BSD.

(Ch. Enung Martina)

SARAH

By Anggi

          Sarah. Nama yang terlalu feminin untuk seseorang seperti… Sarah. Nama yang terlalu cantik dan kemayu untuk seseorang dengan kepribadian dan penampilan seperti Sarah. Buat gue, nama itu harusnya menjadi milik seorang wanita dengan jalan ala putri Solo, pelan dan butuh waktu seabad cuma buat jalan dari gerbang sekolah sampai kelasnya sendiri. Penampilannya menarik dengan make up yang tidak terlalu norak, hanya butuh sedikit polesan untuk menyempurnakan penampilan wajahnya. Senyumnya attractive dan auranya hangat, bukan aura kematian kayak Sarah yang gue kenal. Matanya bisa memperlihatkan inner beauty dan kecerdasannya. Itu nama ‘Sarah’ yang cocok buat gue.

            “Woy, Farrel! Ngelamun aja lo! Entar kesambet si Manis dari Jembatan Ancol, lho!” Seorang memukul pundak gue dengan horse power. Gue merasakan badan gue didorong sedikit ke samping dan tempat duduk yang harusnya menjadi singgasana gue yang cukup luas buat  bersantai, sekarang terisi dengan makhluk lain.

            Seorang Hawa seharusnya berperilaku seperti Hawa pada umumnya. Bukan mendorong-dorong orang seperti ini, lalu duduk satu kursi dengan seorang Adam. Kemanakah sopan santunnya ? Mungkin itu pemikiran sesepuh-sesepuh gue dua ratus tahun yang lalu. Buat anak muda sekarang, cewek atau cowok, yang penting lo berteman dan legal aja kalau duduk satu bangku berdua, asal bukan pangku-pangkuan. Ideologi yang melahirkan pencabul-pencabul ulung diusia sekolah menengah atas.

            Gue pun sebenernya ga masalah karena dia melakukan ini bukan buat modus, like everyone say. Karena gue nggak merasakan sama sekali tanda-tanda dia suka sama gue. Malahan, kayaknya dia pengen gue jadi cewek juga dengan banyak bergaul dengan gue.

            “Sar, si Manis lagi makan rujak di pojokan Museum Fatahilah! Gausah takut si Farrel bakal kesambet! Hahaha…” Aldi berkelakar. Tawanya mampu mencapai ruang guru di lantai dua, gue yakin.

            “Lagian si Farrel diem-diem aja dari tadi. Ketawa kek, apa kek.” Hawa di sampingku ini membela diri.

            “Lo tau sendiri orang kayak Farrel cuma bisa senyum-senyum doang. Nggak bisa ketawa ngakak guling-guling kayak lo.”

            “Hahahaha iya waktu itu si Sarah ngakak sampe hyperventilating gitu. Trus guling-guling di tanah kerajaan anak-anak SD.” Trixie menambahkan.

            Ya, gue inget banget di hari kedua gue sebagai anak baru, gue harus melihat pemandangan menakutkan. Sarah, ketawa guling-guling di depan gedung SD. Dan ada banyak orang disitu termasuk temen-temennya, Trixie, Bernadeth, Aldi, dan Danny. Anehnya, mereka ikut ketawa-ketawa gajelas disitu. Gue langsung menyelamatkan pride gue dengan mencopot name tag gue dan gue sembunyikan di antara buku-buku Fisika dan Matematika kelas 11 IPA.            Gue berjalan ke arah lain, berharap nggak ada satupun dari mereka yang notice keberadaan gue.

            Sayang, angin tak mampu sembunyikan wajah penuh penyesalan dengan semburat merah di pipi dari mereka. Aldi melihat gue berjalan menjauh dan langsung memanggil tanpa tedeng aling-aling.

            “Farrel!” Langkah gue langsung terhenti begitu mendengar nama gue dipanggil oleh Aldi. Pelarian ini gagal sudah. Gue berbalik dan menyambut mereka dengan senyuman yang gue buat semanis dan sesopan mungkin. Tak lupa gue melambaikan tangan. Maksud hati mengusir, tapi orang menganggap itu bentuk sopan santun. Beberapa adik kelas terlihat senyum-senyum, beberapa langsung berbisik-bisik ala fangirl. Emang gue boyband ? Oh iya ngomong boyband, Sarah sama Dedeth hobi boyband. Maksud gue, suka sama boyband.

            “Farrel sini aja bareng kita. Lo belom mau pulang kan?” Aldi dan Danny merangkulkan tangannya di pundak gue. Gue cuma bisa tersenyum, nggak tahu mau merespon apa.

            “Iya.” Standard acting anak baru. Patuh sama anak lama.

            “Yaudah bareng kita aja. Nggak enak kalo sendirian. Ya nggak, Dan ?”

            “Yoi.” Dan mereka menarik anak baru itu ke basecamp mereka. Kantin SD.

            Makanan dan snack kantin di SD nggak seberat di SMP/SMA. Snacknya ya disesuaikan sama umur anak-anak SD itu. Biskuit lah, sus, permen.. Biskuit juga macem-macem kan. Ada yang bentuknya sandwich, ada yang banyak susunya, ada yang rasa these and those.

            “Rel, mau apa? Gue jajanin deh.” Danny, temen pertama gue di kelas menawarkan jajanan di kantin. Gue bersikap gentle, menolak tawaran Danny dengan alibi perut udah kenyang.

            “Eyyyy, mana mungkin. Orang kayak lo mesti banyak makan! Lo nyelesaiin hampir semua soalnya Bu Itta!” Ujar Dedeth atau dulu gue masih memanggilnya Bernadeth, sambil mengunyah biskuit susu. Tinggi meja kantin cuma setengah dari badan kita. Rasanya kayak duduk di meja buat para dwarfs yang kuntet.

            “Bener semua lagi.” Tambah Trixie.

            “Wah, Bu Itta bakal tambah pilih kasih nih. Entar lo dijadiin angsa emasnya dia.” Gue agak mencelos mendengarnya. Gue seorang anak baru dan temen-temen gue bukan anak yang terbilang genius (kecuali Sarah sama Trixie. Mereka pinter banget). Sementara mereka memanggil gue megamind sejak hari pertama gue belajar di sekolah itu. Waktu pelajaran pertama bareng Bu Itta. Bu Itta masih terbilang muda buat seorang guru Fisika SMA. Maka dari itu, dia masih suka pilih-pilih sama anak muridnya. Di hari pertama, dia langsung ‘mendewakan’ gue dan bangga banget sama gue karena gue bisa jawab semua pertanyaan yang dia lontarkan. Sejak saat itu, nickname gue nambah jadi ‘Anak Emas Bu Itta’.

            Bu Itta suka sama anak-anak genius. Mungkin dia menganggap anak genius bisa merubah dunia ke arah yang lebih baik. Padahal koruptor itu jenius. Gue pernah SMP dan belajar pajak. Ngitung yang nggak dikorup aja cukup sulit. Apalagi koruptor mesti ngitung yang di korupsi berapa banyak plus harus bohong sana-sini biar ngga ketahuan kalau jumlah uangnya meroket.

            Sarah langsung menangkap perasaan uneasy yang terpancar dari muka gue. Dia berdehem sambil kemudian menyeruput teh kotaknya.

            “Udahlah nggak usah ngomongin Bu Itta. Bikin stress tau nggak ?!”

            “Alah, lo juga jago Fisika. Bullshit lo ngomong kayak gitu.” Dedeth menoyor bahu Sarah. Sarah merasa nggak terima ditoyor Dedeth.

            “Jijik lo Deth, lo juga! Tapi, sepinter-pinternya gue tetep aja otak gue jenuh! Gue yakin Farrel juga jenuh dengerin Bu Itta ngomong dua jam pelajaran. Terus akhir-akhirnya muji-muji Pak Robert!” Sarah menggebrak meja, wajahnya ditekuk. Gue tersenyum melihat tingkah Sarah yang blak-blakan.

            “Iyadeh, Sarah jenuh, Sarah jenuh.” Aldi melahap potongan pisang terakhirnya sambil senyum-senyum.

            “Makanya ulangan terakhir gue dapet 72 hahahaha.” Sarah tertawa. Namun sebelum dia mempersilahkan tawa khasnya itu keluar, matanya melirik ke arah gue dan ia melemparkan senyuman playful-nya. Agak menjengkelkan, tapi di lain sisi, melegakan.

            “Udah gue bilang si Farrel kesambet ! Elo semua sih ngatain si Manis makan rujak padahal kan favoritnya gado-gado! Dasar lo! Tuh kan si Farrel jadi kayak gitu deh!” Apalagi nih menyangkutpautkan gue pada pembicaraan mereka?

            “Lo semua kalo ngomong pelan-pelan aja. Kuping gue hampir congekan tau nggak? Kalo ngomong toa banget.” Gue menempeleng kepala Danny dan Aldi tanpa alasan yang jelas.

            “Eh rel! Kok gitu? Sarah yang tadi ngomong di kuping lo persis! Kita lagi makan choki-choki, lo tempeleng!” Danny nggak terima, gue tempeleng. Gue menoleh dan melihat seringai di wajah Sarah.

            “Kan dari tadi lo berdua yang asik nge-date sebangku berdua.” Sahut Trixie dengan senyum khasnya.

            “Hahahaha Farrel, Farrel. I think you haven’t adapted to your surroundings.” Sang Hawa tertawa sambil merebut choki-choki Aldi dan melayang ke tempat duduknya, dua meja ke kanan dari meja gue.

            Jam pelajaran Lucas, si native gimbal dari Skotlandia yang umurya terpaut hanya tiga tahun dari kita, rasanya lama banget, padahal dia cuma ngajak kita main scattegories, mainan anak SD buat nambah vocabulary. Pak Bertrand juga nggak peduli sama anak-anak dan si gimbal lagi. Dia lagi asik bikin komik kayaknya. Jangan salah, guru bahasa Inggris gue merangkep guru seni rupa. Sayangnya, nggak beneran digaji double atas kompetensinya dalam seni rupa.

            “So, guys. Let’s move on to another game. What do you think?” Lucas bertanya. Gue males dengerin pelajaran dia dan memilih untuk asik mainan ballpoint. Buka tutupnya, rombak ballpoint-nya terus rakit lagi.

            “You, the one who want to be an engineer.” Gue masih asik mainan ballpoint.

            “Em, Sarah, can you nudge him or pinch him so he…”

            “Rel. Farrel.” Gue merasakan jari-jari panjang serta kuku-kuku panjang menusuk lengan gue dan suara seseorang membangunkan gue dari angan-angan tentang ballpoint. Pasti Mark disuruh ‘membangunkan’ gue lagi sama si Lucas.

            “Apaan sih, To ?” Gue udah biasa dengan perlakuan Mark langsung melotot ke arahnya sambil menyebutkan nama belakangnya, Haryanto. Tapi bukan Mark Haryanto yang gue temukan tapi Sarah, si cewek psycho.

            “Sarah? Sejak kapan?” Gue mengerutkan dahi, merasa aneh dengan kehadiran Sarah. Harusnya tempat duduk Sarah jauh di ujung mata, tapi kenapa tiba-tiba di samping gue ?

            “Lo ngapain Sar?”

            “Lo kenapa demen ngelamun sih? Sekarang lo ngajak ballpoint ngelamun. Besok lo ngajak siapa lagi? Oh, gelas Erlenmeyer karena besok ada percobaan Kimia?”

            “Lo ngomong apa sih Sar?”

            “Rel, bangun dong! Lo nggak ikutin pelajaran daritadi! Lucas udah miscall lo berapa kali!” Gue menoleh ke depan, disambut oleh raut bingung si Lucas yang nggak ngerti obrolan gue sama Sarah.

            “Apakah ada masalah, Sarah?” Tanya nya dengan logat Skotlandia. Cuma itu kayaknya kalimat yang bisa dia ucapkan.

            “No, sir! No!” Sarah menunjukan gigi gingsul nya kepada sang native.

            “Okay. So, Fa… Ferrel.” Lucas berusaha melihat name tag gue. Gue nggak bereaksi apapun. Hanya menatap ballpoint yang setengah selesai.

            “Hey, why are you ignoring me?” ujar si native Skotlandia agak kesal.

            “Because you called Ferrel, not me.” Gue menaikkan bahu. Nggak ada satu pun yang mengerti ‘candaan’ gue, kecuali-

            “Bahahaha! Farrel, Farrel!” Cewek yang tadi mengganggu acara gue siang-siang sekarang ketawa ngakak di kelas. Beberapa anak terinfeksi tawa Sarah padahal mereka nggak mengerti apa yang Sarah tertawakan. Belum tentu mereka mengerti. Lucas tambah bingung dengan tawa yang menggelegar itu. Pak Bertrand yang tadi nggak peduli dengan kelas, mengangkat kepalanya untuk melihat si cewek.

            “Sarah, what’s wrong with you?”

            “No, sir. Sorry. But… You really don’t understand his very lame joke???” Dia baru saja mengejek ‘candaan’ gue.

            “No. I don’t really understand.”

            “His name pronounced as Fa-rrel, not Fe-rrel. Just pronounced it in Indonesian. That’s why he said you are calling Ferrel, not him.” Nggak salah gue berteman sama Sarah yang bisa mengerti candaan gue yang unik. Mungkin gue punya nickname baru buat Sarah. The translator.

            “Aaah… Hahaha finally! Thanks Sarah. Well, Farrel, I am sorry.” Lucas mengangkat tangannya kepada Sarah sebagai ucapan terima kasih sekaligus permintaan maaf untuk gue.

            “No problem.” Gue menunjukkan senyum manis gue lagi. Gue yakin, Aldi dan Danny lagi acting muntah di kursinya.

            “Okay then. Farrel, can you choose the next game for us ? Seems like you have a good entertaining soul.” Sial. Gue nggak pernah suka main game buat belajar bahasa Inggris kecuali gue anak lima tahun. Terakhir gue main games buat belajar bahasa Inggris adalah waktu umur gue delapan tahun alias masih kelas dua SD.

            “I…”

KRING !!!

            ‘Thanks God. You saved my life.” Gue membuat tanda salib.

            “Okay guys, see you next week! Thank you! And Farrel…” Gue merasa nama gue dipanggil oleh si native muda.

            “You have to treat her, a lot of snacks because she translated your lame joke to me and to your classmates.” Dia melemparkan senyumannya sebelum digiring keluar oleh Pak Bertrand ke ruang guru. Sekarang, dia ikut-ikutan mengejek gue, secara tidak langsung. Tiba-tiba, seseorang merangkul pundak gue.

            “I like his idea about treating me snacks.” Gue menatap Sarah yang lebih pendek dari gue dengan malas-malasan. Dia hobi banget gelayutan deket gue.

            “Nggak bawa duit.”

            “Nggak bawa apaan ? Nih, dompet lo merah semua.” Dompet gue berhasil direbut Danny dan dia berhasil melihat isi di dalam dompet itu.

            Kalau budaya seperti ini sudah ada sejak kakek gue masih di SMA, gue yakin Danny udah dilaporin ke guru sama kakek gue. Dia pasti udah dipukulin pake rotan. Sayangnya, budaya ini muncul di era gue, dan anehnya, gue biasa-biasa aja. Lebih aneh lagi kalo gue bawa-bawa rotan dan teriak-teriak ke Danny sambil mengayunkan rotan di genggaman gue: “KAMU MAU MENGULANG ITU LAGI?!?! JAWAB?!?!” Gue bahkan membiarkan dia memperlihatkan isi dompet ke Aldi.

            Kakek, sebenarnya aku ini cucu-mu atau bukan ??? Tanya gue pada jarum jam yang berputar.

            Waktu berlalu begitu cepat. Jam pelajaran terakhir telah usai dan waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh murid telah tiba. Pulang. Begitu pula anak-anak 11-A 2. Bel pulang sekolah terdengar seperti bel dari surga, bagaikan suara malaikat-malaikat yang memanggil mereka untuk keluar dari ‘neraka’ yang mereka ciptakan sendiri.

            Kecuali satu penunggu ‘neraka’ yang menyamar jadi setan padahal adalah seorang malaikat bernama Farrel. Dia masih duduk di kursinya, menghitung rumus. Bahkan usai berdoa, dia kembali berkutat dengan rangkaian angka dan variabel serta simbol-simbol yang ‘menghiasi’ buku latihannya. Matanya melahap setiap rumus yang tercantum di buku cetak lalu memindahkannya ke buku latihan. Jika pada umumnya selesai mata melahap, rumus kembali keluar lewat telinga kanan, otak Farrel cepat menangkap rumus-rumus itu sebelum keluar lewat telinga kanan. Bibirnya komat-kamit mengulang rumus-rumus tersebut dan tangannya dengan cepat menuliskannya ke buku latihan. Otaknya berubah fungsi jadi kalkulator super yang menghitung ekstra cepat.

            Mata sang jenius terlalu tertarik pada soal yang diberikan Bu Julie sampai tidak menyadari kehadiran Sarah di dekatnya. Sarah bersandar di meja Kenny, arah sorong-kanan dari meja Farrel. Kepalanya menggeleng-geleng melihat kecepatan tangan sang jenius. Dalam hati, dia mengagumi wajah Farrel yang terlihat serius dengan buku dihadapannya.

            ‘Kok dia bisa bikin muka se freak itu ya?’ Ya, kagum karena bisa bikin muka ala orang idiot.

            Butuh waktu tiga menit buat si megamind untuk menyadari bahwa ada makhluk yang memperhatikannya dari samping. Ia mengangkat wajahnya dari bukunya dan menatap makhluk itu.

            “Lo ngapain?” Sarah memutar matanya dan wajahnya yang sudah malas-malasan nungguin Farrel yang nggak sadar dengan kehadirannya makin menjadi-jadi.

            “Lagi buang air besar. Ya, lagi ngliatin lo lah! Nungguin lo!” Tanda tanya di wajah Farrel membesar. Tapi, dengan tenang dia memasukkan buku-bukunya ke dalam tas tanpa mengatakan sepatah kata pun. Sarah duduk menyamping di kursi tepat di depan meja Farrel, badannya menghadap Farrel.

            “Kok muka lo bisa gitu, Rel?” Kegiatan Farrel terhenti ketika ia mendengar pertanyaan aneh bin ajaib itu.

            “Muka gue kenapa?” Sang jenius melepas kacamatanya dan memasukkannya di tempatnya.

            “Freak.” Sarah mengedipkan matanya seperti tidak ada apapun yang terjadi.

            “Sorry?” Tanda tanya di wajah Farrel meledak sudah, dibom oleh pernyataan Sarah yang blak-blakan dan tidak liat kiri-kanan.

            “Iya, muka lo freak.” Sarah memutar-mutar ballpoint Farrel sambil melihat ke jendela. Butuh lima menit buat sang jenius untuk menyerap baik-baik pernyataan abstrak dan tiba-tiba dari Sarah. Pada akhirnya, Farrel hanya mendesah dalam keputusasaan dan melanjutkan beres-beresnya yang terpotong. Mereka berdua tenggelam dalam diam dan asik dengan pekerjaan masing-masing.

            “Lo kalem banget ya.” Kalimat aneh bin ajaib Sarah muncul lagi. Farrel selesai beres-beres dan sekarang menggantungkan tasnya di bahu kanan.

            “Lo mabok Sar. Gue beliin susu kotak di SD, yuk.” Farrel berjalan mendahuluinya. Senyum puas mengembang di wajah Sarah.

            “Took you long enough, friend.” Dan si cewek funky membuntuti Farrel sampai ke kantin SD.

            “Dan, si Sarah mana ya?” Bernadeth menjulurkan kepalanya.

            “Paling ke perpus.” Danny menggoreskan garis-garis acak yang membentuk pemandangan sekolah. Dua pensil diselipkan di telinga kiri dan kanannya. Bernadeth menyeruput jus mangga sambil menopang kepalanya dengan tangan kanan.

            “Deth, mendingan pohonnya warna hijau atau orange?” Orang yang ditanya malah keselek dan batuk-batuk.

            “Kok tiba-tiba nanya itu sih?”

            “Emang nggak boleh?” Danny mengangkat wajahnya untuk menatap Bernadeth.

            “Pertanyaan lo nggak mutu, Dan.” Bernadeth membanting pelan gelas plastik jusnya. Dia memang sudah lelah berhadapan dengan orang seperti Danny. Tapi pertemanan yang terjalin sejak SD membuat Bernadeth merasa biasa dengan tingkah Danny. Bernadeth selalu bertanya-tanya bagaimana dia bisa berakhir dengan mereka-mereka yang extraordinary ini. Nggak ada satupun dari temen-temennya yang nggak unik. Sarah murah senyum, gila dan easy going, tapi punya konflik dan sebenarnya tertutup serta anti sosial. Trixie anak yang emosional, gampang marah,  juga gampang nangis dan tertawa, tapi perhatian dan suka jahit.

            Farrel, The Thinker berjalan dengan otak jenius, tapi kadang ceplosannya bikin ketawa lebar-lebar. Orangnya juga bisa jadi misterius. Jangan-jangan entar dia bawa pistol dan ngebunuh Fiona kalau cewek itu sok pemimpin pas lagi kerja kelompok.

            Aldi orangnya gila Iron Man, bahkan namanya ditambahin Stark di belakangnya. Ignatius Rheynaldi Juwanto Stark. Absurd banget. Kalau ngamuk juga mengerikan, tipe-tipe Sarah. Tapi anaknya baik dan respect sama semua orang. Dia nggak akan membenci orang tanpa alasan. Katanya kayak cewek yang suka backstab.  Kalau nggak punya kesalahan ngapaian dibenci? Dia juga orang yang loyal. Sekalipun klan-nya kalah dalam peperangan dan ia ditangkap dan dipaksa membeberkan susunan pertahanan klan-nya, sampai mati pun dia nggak akan membuka mulutnya.

            Lain dengan Danny yang pintar akuntansi. Dari luar dia terlihat cool, dan tipe orang yang terpercaya, tapi jika ada balasan yang sesuai, hmmm… Bisa diatur sesuai dengan perhitungan akuntansinya yang njelimet itu. Tapi di lain sisi, Danny orang yang cheerful dan mudah dibaca. Ekspresinya akan berubah-ubah sesuai dengan perasaannya. Makanya, orang tau kapan harus stay away dari dia dan kapan harus, eh bisa seenaknya.

            “Deth? Dedeth? Dedeth sayang?” Bernadeth ikutan nglamun kayak Farrel, terbangun karena suara Danny yang kayak banci Taman Lawang keselek mic. Bernadeth memasang muka jijik karena Danny menyebut kata ‘sayang’ untuk memanggilnya.

            “Apa sih lo Dan? Sayang, sayang…” Danny hanya terkekeh  mendengar protes Bernadeth. Temannya ini sensitif banget.

            “Abis gue panggil Dedeth, Dedeth! Lo nggak jawab. Yaudah gue panggil sayang, biar kayak Sleeping Beauty. Bedanya Sleeping Beauty dicium, lo diteriakin.” Jemari Danny kembali berdansa di atas kertas.

            “Ih jijik lo Dan.”

            “Kok jijik? Lo gue katain kayak Sleeping Beauty nggak mau, kayak mbok jamu depan komplek juga nggak mau. Gue panggil ‘sayang’ pun gamau. Dasar lo cewek aneh.” Bernadeth mendecakkan lidahnya kemudian meneguk jus mangganya lagi. Danny memperhatikan Bernadeth yang meminum jusnya dengan kecepatan 100km/jam dengan senyum terkulum.

            “Ahhh…”

            “Heh, cewek kok gitu?”

            “Emang kenapa?”

            “Bikin suara kayak gitu. Nggak sopan tau.” Bernadeth mencibir.

            “Lo ngalahin nyokap gue… Ck..” Danny hanya menanggapi dengan senyuman kebapakan sambil melanjutkan kegiatannya.

            Kantin sejenak sepi tanpa sungut dan perdebatan dua insan muda yang sedang menikmati angin sore. Minuman yang tadinya masih setengah gelas, perlahan habis. Goresan-goresan yang tadinya acak dan hitam-putih, sekarang telah berbentuk dan berwarna. Jam terus berputar, namun mata sang dewi telah terikat dengan mahakarya ciptaan sang dewa di hadapannya. Dalam hati, ia mengagumi keahliannya dalam memainkan batangan kayu warna warni di atas kertas. Keheningan berlangsung lama ditemani daun-daun pohon yang bergemerisik.

            “Dan…”

            “ARGH SARAH ! LO CEWEK PSYCHO!”

            “CEPET BELIIN GUE SUSU KOTAK! YANG COKLAT! JANGAN SALAH LAGI!”

            “TAPI JANGAN GINI DONG, LO BERAT SAR !”

            “HEHEHE~ LUMAYAN DIGENDONG ANAK KUCING TAPI DALEMNYA HARIMAU. KAYAK LO HAHAHAHA.”

            “Aduh…. SAR!”

            “EH BERAT GUE CUMA 60 KG OKE??? MAU DITARO DI MANA NAMA BAIK OTOT LO YANG KEKAR INI KALO LO NGANGKAT GUE AJA GABISA?!” Sarah memukul lengan Farrel.

            “Nih ya Sar. Sekarang gimana gue beli susu kalo tangan gue dua-duanya dipake buat nggendong elu??? Turun dulu dong!” Sarah hanya terkekeh dan perlahan turun dari punggung Farrel. Yang menggendong langsung memijat tangannya berulang-ulang. Beban yang dia angkat bukan hanya beban benda saja tapi beban mental akibat suara Sarah.

            “Bagus, bagus…. Lumayan. Buat olahraga, bang.” Sarah menepuk punggung Farrel beberapa kali. Kemudian, dia hendak berjalan ke arah kantin ketika melihat dua sahabatnya duduk termangu melihat dia dan Farrel bertengkar hanya karena masalah sepele.

            “Oh…” Farrel juga melihat dua sahabatnya itu dan memberi senyum garing nan renyah.

            “Hai.”

#kumpulancerpen@SanurBSD#

Posted in Cerpen, Karya Siswa | Leave a Comment »

PUISI TENTANG SOSIAL

Posted by lembursingkur pada Mei 1, 2015

Suara Teriakan Perut
karya: Nathania Orlana Halim

Gemuruh suara perutmu
Kau tahan dengan tabah
Pedihnya dinding lambungmu
Kau tahan dengan lemah

Entah sampai kapan engkau bertahan
Entah sampai kapan engkau menunggu
Menunggu datangnya sesuap nasi
Untuk menghilangkan gemuruh diperutmu

Perutmu yang berteriak begitu keras
Menahan sakitnya kelaparan
Keringatmu mengalir deras
Menahan lemahnya tubuh rampingmu

Dagingmu yabg kian menipis
Tulangmu yang kian terlihat jelas
Bahkan kelaparan yang sangat pedih
Kau tahan dengan tabah

Wahai suara gemuruh perut
Sampai kapankah engkau akan berlangsung
Wahai suara teriakan perut
Sampai kapankah engkau akan bertahan

Tidakkah ada sesuap nasi yang kau dapati
Tidakkah ada seseorang yang peduli
Karna bila suara gemuruh perut berlangsung
Hari esok takkan seindah biasanya

Posted in Karya Siswa, Puisi | Leave a Comment »

PETA PIKIRAN

Posted by lembursingkur pada April 11, 2015

Mind Map (Peta Pikiran) dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide, tugas  atau informasi lainnya dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier. Mind Map pada umumnya menyajikan informasi yang terhubung dengan topik sentral, dalam bentuk kata kunci, gambar (simbol), dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari dan diingat secara cepat dan efisien.

Mind Map digagas dan dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog Inggris, yang meyakini bahwa penggunaan Mind Map tidak hanya mampu melejitkan proses memori tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan menganalisis, dengan mengoptimalkan fungsi belahan otak. Mind Map dapat mengubah informasi menjadi pengetahuan, wawasan dan tindakan. Informasi yang disajikan fokus pada bagian-bagian penting, dan dapat mendorong  orang untuk mengeksplorasi dan mengelaborasinya lebih jauh.

Mengikuti ikhtisar pola kerja MindMaple, Mind Map terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:

  1. Topik Sentral, pokok atau fokus pikiran/isu uyang hendak dikembangkan, dan diletakkan  sebagai  “pohon”.
  2. Topik Utama, level pikiran lapis kedua sebagai bagian dari Topik Sentral dan diletakkan sebagai “cabang”  yang melingkari “pohon”.
  3. Sub Topik,level pikiran lapis ketiga sebagai bagian dari cabang
  1. Bagaimana Membuat Mind Map (Peta Pikiran)?

Mind Map dapat dibuat secara manual atau dengan menggunakan bantuan software. Walaupun tidak ada ketentuan yang baku, tetapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman dalam menyusun Mind Map, (khususnya untuk Mind Map yang dibuat secara manual):

  1. Mulai dari tengah untuk menentukan Topik Sentral (menentukan “pohon”), dibuat dalam kertas kosong bentuklandscape, disertai gambar berwarna.
  2. Tentukan Topik Utama (menentukan “cabang”) sebagai bagian penting dari Topik Sentral.
  3. Tentukan Sub Topik sebagai  “ranting” yang diambil dari Topik Utama
  4. Secara kreatif gunakan gambar, simbol, kode, dan dimensi seluruh peta pikiran Anda.
  5. Sedapat mungkin gunakan kata kunci tunggal  (maksimal 2 kata),  dengan huruf kapital atau huruf kecil.
  6. Gunakan garis lengkung untuk menghubungkan antara Topik Sentral dengan Topik Utama dan Sub Topik. Untuk stimulasi visual, gunakan warna dan ketebalan yang berbeda untuk masing-masing alur hubungan.
  7. Kembangkan Mind Map sesuai gaya Anda sendiri.
  8. Untuk memahami suatu teks, Anda terlebih dahulu harus membaca teks tersebut untuk memperoleh gambaran mental (mental image) yang menyeluruh dan bermakna.

Membuat Mind Map dengan bantuan software tentu akan lebih mengasyikkan Untuk mencari software yang dibutuhkan, Anda bisa menelusuri sendiri di internet melalui bantuan Google dan Anda akan menjumpai berbagai produk software Mind Map. Salah satu software yang bisa digunakan adalah software Mind Map yang dikembangkan oleh MindMaple (bisa diunduh secara gratis  disini)

  1. Apa Manfaat Mind Map (Peta Pikiran) dalam Pembelajaran?

Mind Map dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik yang bersifat personal maupun kolaboratif. Khusus, dalam konteks pembelajaran, Mind Map dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami, mengorganisasikan dan memvisualisasikan materi dan aktivitas belajarmya secara kreatif dan atraktif.

  • Siswa dapat mempetakan apa yang didiskusikan bersama teman-temannya,
  • Siswa dapat mempetakan tentang proses dan hasil observasi yang dilakukannya.
  • Siswa dapat mempetakan tentang apa yang dibacanya
  • Siswa dapat mempetakan tentang apa yang didengarnya.
  • Siswa dapat mempetakan tentang apa yang harus dipresentasikannya di kelas, dan
  • Siswa dapat mempetakan aneka aktivitas belajar lainnya, baik yang berkenaan dengan perencanaan, pelaksaanaan maupun hasil belajarnya.

Dengan Mind Map, siswa diajak untuk mengkonstruksi pengetahuan secara kreatif, sesuai dengan apa yang dipahaminya masing-masing, bukan menjiplak pengetahuan secara membabi-buta.

Penggunaan Mind Map tampaknya cukup efektif membantu mahasiswa ketika sedang mengikuti Ujian Skripsi. Skripsi yang sedemikian tebal dapat direduksi dalam satu atau dua halaman saja. Bahkan, di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Mind Map telah menjadi keterampilan yang wajib dikuasai para mahasiswa.

Bagi guru, Mind Map dapat digunakan untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Dalam perencanaan pembelajaran, Mind Map bisa dimanfaatkan untuk kepentingan menyusun desain pembelajaran, baik yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar maupun pengembangan metode dan penilaian pembelajaran.

Dalam praktik pembelajaran di kelas, guru dapat dapat memanfaatkan Mind Map sebagai media pembelajaran atau mengintegrasikannya dengan metode pembelajaran yang digunakan.

Sedangkan dalam penilaian, guru dapat memanfaatkan setiap karya Mind Map siswa sebagai bahan penilaian produk dan bagian dari portofolio siswa, untuk melihat sejauhmana seorang siswa dapat memahami materi pelajaran yang diajarkan sekaligus mengenal kontruksi berfikir para siswanya.

Sementara, bagi guru BK/Konselor, Mind Map bisa menjadi salah satu materi layanan yang diberikan kepada siswa, khususnya berkaitan dengan layanan konten, dalam upaya membantu siswa memiliki keterampilan dan kebiasaan belajar yang efektif.

Tampaknya tidak ada keraguan lagi bagi kita untuk membelajarkan siswa menguasai keterampilan Mind Map ini sejak dini agar proses belajar dan pembelajaran dapat lebih efektif dan optimal.

(Sumber: https://akhmadsudrajat.wordpress.com)

Contoh mindmap:

karya Valencia Renata (SMP St. Ursula BSD)

 petapikiran

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

2014 in review

Posted by lembursingkur pada Januari 5, 2015

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 88.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 4 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

PUISI ALAM

Posted by lembursingkur pada Desember 1, 2014

 Pohon 

(oleh :NERISSA)

Tempat kami merenung.
Daunmu yang rindang,
membuat kami tenang.
Menghasilkan oksigen untuk semua orang.
Tetapi…
Manusia menebangmu tanpa rasa peduli.
Tak menanam tumbuhan kembali.
Mereka hanya mementingkan diri sendiri.
Jika…
Mereka tidak sadar akan perbuatannya,
Keindahan tinggallah kenangan.
Aku hanya dapat berharap…
ada yang tersadarkan,
untuk menjaganya.

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.