Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

Posts Tagged ‘contoh’

CONTOH LAPORAN MENYIMAK BERITA

Posted by lembursingkur pada Januari 23, 2010

Berita merupakan hal yang akrab dengan keseharian kita di jaman digital seperti sekarang ini. Kurikulum pun menyesuaikan dengan kebutuhan jaman. Karen itu di bawah ini disajikan contoh bagaimana menyimak berita di TV. Selamat membaca! ( Ch. Enung Martina )

Menyimak Berita

Senin, 23 November 2009

Nama acara TV            :           Liputan 6 Petang

Waktu tayang               :           17.00 WIB

Nama stasiun TV          :           SCTV

Nama penyiar               :           Rike Amru

Sumber berita               :           Televisi

Topik – topik berita      :        Kapal Tenggelam.

Kapal feri Dumai Express 10 tenggelam pada Minggu pagi (22/11) pukul 09.30 WIB, di perairan Tanjung Karimun, Batam, Kepulauan Riau. Kapal tenggelam dikarenakan adanya kebocoran atau bagian yang sobek pada badan kapal. Hantaman ombak besar menyebabkan kapal oleng dan tenggelam di perairan Tukong Hiu, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dalam perjalanan menuju Batam. Johan Hotapulu, nahkoda kapal menyatakan bahwa setelah kapal tenggelam, berbagai macam bantuan segera datang dan membantu para korban menyelamatkan diri.

Selasa, 24 November 2009

Nama acara TV            :           Kabar 15

Waktu tayang               :           15.00 WIB

Nama stasiun TV          :           TV One

Nama penyiar               :           Atika Sunarya

Sumber berita               :           Televisi

Topik – topik berita      :

Banjir Bandang.

Beberapa rumah di kecamatan Babussalam, kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam rusak akibat bajir bandang. Banjir bandang ini terjadi pada pukul 5 sore kemarin. Tak hanya merusak rumah, banjir juga hampir memutuskan jalur yang biasa dilalui warga sekitar. Pasca banjir kini warga resah, berusaha mengambil barang – barang mereka yang  dapat diselamatkan. Beberapa daerah di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam memang kerap kali mendapat banjir bandang. Hal ini disebabkan oleh pembalak liar di Aceh Utara ditambah masih tingginya intensitas hujan akhir – akhir ini. Sementara pencarian korban di Dairi, Sumatra Utara mebuahkan hasil, kesedihan lansung menyelimuti keluarga korban. Banjir di Dairi disebabkan oleh meluapnya dua aliran sungai yang menuju Danau Toba.

Selasa, 24 November 2009

Nama acara TV            :           Bandar Jakarta

Waktu tayang               :           21.30

Nama stasiun TV          :           Jak TV

Nama penyiar               :           -

Sumber berita               :           Televisi

Topik – topik berita      :        Pelecehan.

Seorang Ibu yang menggunakan toilet di sebuah rumah makan di Jakarta pada Senin (23/11) merasakan sesuatu yang mengganjal, Ia mendapati bahwa ada seorang lelaki sedang mengintipnya buang air kecil. Si ibu segera pulang ke rumah untuk mengadukan hal itu pada suaminya. Suaminya segera mendatangi rumah makan tersebut dan tidak mendapati petugas keamanannya, Ia berbicara pada salah satu karyawannya dan sesaat kemudian datang dua orang laki – laki, diantaranya mengenakan pakain seperi preman yang mengaku seorang polisi. Akhirnya pemilik rumah makan meminta maaf pada Suami dengan syarat, karyawan yang tadi mengintip harus diberhentikan.

Nama   :           Catharina Wenirosaline.

Kelas / no. absen          :           8-D / 5

SMP Santa Ursula

Kamis, 26 November

Posted in Lain-Lain | Dengan kaitkata: , , , | 21 Comments »

CONTOH PENGAJARAN REPORTASE

Posted by lembursingkur pada Agustus 24, 2009

Bahasa Indonesia untuk Kelas IX/smt 1

Kompetensi Dasar:

2.2 Melaporkan  secara lisan berbagai peristiwa dengan mengguna-kan kalimat yang jelas

Materi:

Pelaporan berbagai peristiwa

Indikator

  • o Mampu mendeskripsikan peristiwa secara rinci
  • o Mampu melaporkan bebagai peristiwa dengan kalimat yang jelas

Kegiatan

  1. Mencermati beberapa laporan peristiwa (menyimak dari reportase di TV)
  2. Menentukan sistematika laporan peristiwa
  3. Menentukan peristiwa yang terjadi di sekeliling yang akan dilaporkan (mencari dari berita koran)
  4. Menentukan pokok-pokok peristiwa (5W-H) sebagai dasar penyusunan  kerangka laporan
  5. Mendeskripsikan  pokok-pokok peristiwa dalam jalinan sistematika laporan
  6. Melaporkan secara lisan peristiwa yang  terjadi di lingkungan siswa dengan kalimat yang jelas.

Contoh Reportase:

Laporan Pemecahan Rekor Selam Dunia

Selamat pagi, para permirsa,

Saat ini, Minggu, 16 Agustus 2009, saya berada di lokasi pemecahan rekor selam dunia, tepatnya di Pantai Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara. Pemecahan rekor dunia selam dengan kategori   The Largest Scuba Diving Lesson ini dilakukan dalam rangkaian acara Sail Bunaken 2009. Sebelumnya, rekor penyelaman masal tercatat di Maladewa, Thailand oleh 958 penyelam yang menyelam selama 10 menit. Namun, akhirnya rekor tersebut dapat dipecahkan di Indonesia. Saat acara dimulai, tercatat 2.818 peserta yang terdaftar. Namun, setelah diregistrasi ulang pascapenyelaman, tercatat 2.465 penyelam. Kekurangan itu terjadi karena masalah pencatatan. Peserta yang akan turun dan yang sudah turun harus membubuhkan tanda tangan. Semua gerakan penyelam, seperti mulai masuk ke bibir pantai, berjalan menuju laut, mengenakan sepatu katak, dan mulai menyelam, menggunakan aba-aba diperhatikan. Sebab prosedur tersebut termasuk dalam penilaian tim juri. Keberhasilan pemecahan rekor oleh 2.465 penyelam yang menyelam selama kurang lebih 30 menit tersebut diputuskan langsung oleh juri Guinness Book of World Records, Lucia Sinigagliesi yang datang dari Inggris. Selain itu, hadir pula Lurah Malalayang, Lenda Neivi Pelealu yang menjadi juri lokal. Mereka menilai secara teliti dan objektif. Seperti yang terlihat juga di layar televisi Anda, terlihat  sejumlah pejabat, seperti Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad dan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar. Sejumlah perwira tinggi TNI, baik yang masih aktif maupun pensiun, juga ikut serta menyaksikan salah satu peristiwa bersejarah ini.

Demikian laporan kali ini. Saya Sari Sartika melaporkan dari pantai Malalayang,
Teluk Manado, Sulawesi Utara.

(Contoh laporan karya:  Sari Sartika kls IX-C-SMP Santa Ursula BSD)

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | 7 Comments »

SEX, SENI, dan CINTA

Posted by lembursingkur pada Agustus 9, 2009

KAMASUTRA (karya: Bhagavan Vatsyayan)

Kali ini mari kita berbicara sexualitas dan cinta dari sudut pandang seseorang yang religius dari sisi Hindu. Sudah sejak lama saya  ingin membaca dan mempelajari kitab ini. Sejak jaman kuliahku di Yogya dulu, saya tak menemukannya. Sampai mencari ke tempat buku bekas pun tak berjodoh dengan kitab ini. Waktu muda dulu penasaran karena orang bercerita yang aneh-aneh seputar sexualitas yang dimuat dalam kitab ini. Ketika saya  sudah tua seperti ini saya  pun belum berjodoh dengan kitab aslinya, baru merupakan turunan yang ditulis oleh Adnan Krisna. Ya, sudah, lumayan untuk sedikit memuaskan rasa ingin tahu tentang isi kitab ini.
Kama sutra berasal dari bahasa Sansekerta: kama artinya: keinginan dan sutra berarti formula.

Kitab ini ditulis oleh Bhagavan Vatsyayan untuk melihat bahwa sex adalah seni yang indah yang tak boleh dilecehkan. Sebetulnya beliau menulis kitab ini untuk petunjuk bagi para pria agar bisa menghargai perempuan dari segi sexualitas. Namun, banyak orang yang suka menerjemahkan salah. Yang perlu diketahui lagi bahwa Kamasutra tidak hanya berisi tentang sexualitas saja, melainkan juga pelajaran hidup yang lain di luar sexualitas. Bab tentang sex hanya bagian terakhir dari kitab tersebut.

Bhagavan Vatsyayan menulis kitab ini dalam rangka memberikan ajaran kepada para pria tentang cara-cara meraih kebahagiaan sempurna di dalam hidup. Salah satunya adalah kebutuhan naluriah manusia, yaitu sex. Menurut Sang Begawan, sex merupakan anugrah kehidupan yang tak boleh dilakukan sembarangan.

Sang Begawan beranggapan sex education perlu diberikan pada pria. Dalam kitabnya beliau memberikan pelajaran sex pada pria karena menurut beliau para perempuan sudah tak perlu diajari lagi. Perempuan biasana dijadikan budak/objek sex oleh para pria. Para lelakilah yang harus dididik untuk menghargai sexualitas supaya bisa mencapai kebahagiaan yang sempurna di antara pasangan. Tidak hanya satu pihak saja yang menikmatinya, sementara pihak yang lain tak menikmatinya.

Kamasutra mengatakan jangan menyimpan obsesi terhadap sex. Artinya penuhilah hasrat sexual dengan benar. Bhagavan Vatsyayan berpenapat sex tidak hanya menjadi kebutuhan biologis semata, tetapi menuju suatu kebutuhan yang lebih tinggi daripada itu. Hingga mencapai kesadaran rohani tertinggi.

Adnan Krisna berpendapat bahwa kesadaran para lelaki (sampai tua pun) berada di sekitar payudara perempuan. Kesadaran masih pada seputar cakra di bawah pusar (naluri sexual). Seorang pria selambat-lamatnya dalam usia 40 tahun sudah harus mencapai titik klimaks dalam kehidupan sexualnya. Artinya, sesudah usia itu, ia sudah harus masuk pada alam cinta.

Pada zaman sekarang banyak orang (pria) yang sudah berusia lanjut pun masih terobsesi dan berpusat seputar kehidupan sex. Sering kita mendengar, melihat, menyaksikan bagaimana seorang pria yang terhormat dalam masyarakat hidupnya berakhir tragis gara-gara pria itu hidupnya masih berpusat sekitar kebutuhanyna di bawah pusar. Dengan kata lain para pria harus mampu me- manage syahwatnya sebelum me – manage yang lain. (maaf perkataannya sangat indah).

Menurut Adnan Krisna, perkembangan sexualitas seorang pria yang baik dan benar adalah: dari sex (birahi) ke cinta. Dari cinta ke kasih. Sex adalah kebutuhan manusia, seperti makan dan minum. Seperti makan dan minum juga, kita tidak boleh berlebihan agar semuana menjadi sehat jasmani dan juga rohaninya. Sex dapat membuka lebar pintu cinta dalam kehidupan manusia sehingga kepuasan raga dan jiwa terpenuhi.

Demikian Bhagavan Vatsyayan menyampaikan kebijaksanaan dalam karyanya yang terkenal itu. Ulasan ini hanya merupakan secuil kebijaksanaan dari yang disampaikan Sang Begawan. Semoga membawa kita pada setitik pencerahan tentang keagungan kita sebagai ciptaan yang sempurna sebagai citra Allah.

(C. Enung Martina : beropini tentang sexualitas sesudah membaca buku turunan Kamasutra: bahwa sex adalah seni untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi, yaitu cinta dan untuk menggapai yang tertinggi: Sang Cinta itu sendiri)

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

CONTOH PENGAJARAN DIALOG INTERAKTIF

Posted by lembursingkur pada Agustus 8, 2009

DIALOG INTERAKTIF

(Bahasa Indonesia SMP kelas IX/1)

Kompetensi dasar:

1.2.  Mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio

Materi:

Cara mengomentari pendapat dalam dialog dan implementasinya

Indikator :

  • Mendata pendapat tiap-tiap narasumber
  • Mengomentari pendapat narasumber dengan alasan yang menyakinkan
  • Menemukan keteladan dari narasumber

Kegiatan Pembelajaran :

  • o Mendengarkan rekaman atau tayangan/siaran dialog interaktif
  • o Mendata pendapat tiap-tiap narasumber
  • o Bertanya jawab mengenai pendapat para narasumber
  • o Mengomentari pendapat tiap-tiap narasumber dengan alasan yang meyakinkan
  • o Menemukan keteladanan dari narasumber
  • o Membuat refleksi entang nilai-nilai hidup dari keteladanan narasumber

Di bawah ini disajikan contoh hasil laporan siswa sesudah mendengarkan dialog interaktif. (ch. enung martina)

Laporan Dialog Interaktif

Nama acara               : Kick Andy

Yang menayangkan : Metro TV

Pembawa acara         : Andy F. Noya

Narasumber               :

-         Karina de Vega (pemilik Panti Asuhan Eklesia)

-         Fredollin Djoebere (finalis Idola Cilik II, penghuni Panti Asuhan Eklesia)

-         Martin (penghuni Panti Asuhan Eklesia)

-         Maria Fransiska Bira (penghuni Panti Asuhan Eklesia)

-         M. Agus Gofurur Rochim (pemimpin Pondok Pesantren Madinnatunajah)

-         Ardian Malawat (murid di Madinnatunajah)

-         Yusuf (murid di Madinnatunajah)

-         Agustina / Stien (pendiri Panti Asuhan Pniel)

-         Emma Rachel (penghuni Panti Asuhan Pniel)

-         Jelvan (penghuni Panti Asuhan Pniel)

-         Arba (pengelola Panti Asuhan Al-Habibah)

-         Ichsan Malik (aktivis perdamaian)

-         Fitri Fausiah (psikolog lulusan UI)

Waktu penayangan  :Jumat,  24 Juli 2009  Pukul 21.30 – 23.00

Topik                          : Anak – anak Korban Konflik di Ambon

Isi dialog                    :

Fredollin Djoebere, atau biasanya dipanggil Olin, menceritakan pengalaman hidupnya saat terjadi konflik besar di Ambon. Saat itu Olin masih kecil ketika konflik terjadi. Ia terpaksa kabur ke hutan dan tinggal di sana selama 2 bulan, tetapi akhirnya dipindahkan ke barak pengungsian. Perjuangan Olin tidak berhenti sampai di situ saja. Ia mengaku sering bernyanyi saat hujan deras di malam hari untuk mengabaikan rasa lapar. Ia berbuat seperti itu karena bila ia bernyanyi lantang untuk mengalahkan suara hujan, ia akan kelelahan dan tertidur, sehingga rasa lapar terlupakan. Akhirnya Olin dan teman – temannya ditemukan oleh Ibu Karina de Vega, yang memang membangun panti asuhan untuk melindungi dan merawat anak-anak korban konflik di Ambon. Olin telah berjanji untuk tidak pernah menyerah dalam menggapai mimpinya dan ia pun meraih kesuksesan. Dengan usaha dan kemauan yang kuat, Olin telah berhasil mendapatkan peringkat 10 di acara Idola Cilik II, mengalahkan lebih dari 12.000 anak lainnya.

Selain Olin, Martin, yang juga merupakan anak asuh Ibu Karina, memiliki kenangan yang sangat buruk dalam peristiwa konflik di Ambon. Ia menyaksikan ibunya ditembak di depan matanya sendiri. Awalnya ia sempat merasakan dendam yang sangat mendalam, tetapi dengan bimbingan Ibu Karina ia percaya bahwa ia harus mengampuni orang lain. Martin mengatakan bahwa ia akan belajar keras agar menjadi orang sukses, lalu ia akan kembali ke Ambon untuk membangun tempat kelahirannya itu.

Ibu Karina juga ikut menceritakan pengalamannya bersama anak-anak asuhnya. Pada saat awal ia mulai merawat anak – anak korban konflik tersebut, ia menyadari banyak di antara mereka yang terluka secara fisik. Ada yang telinganya menjadi tuli dan banyak anak yang terkena serpihan bom. Ia menyatakan bahwa anak – anak yang terkena serpihan bom itu awalnya baik – baik saja, tetapi lama – kelamaan mulai mengeluh bahwa beberapa bagian tubuh mereka sakit. Untungnya ia segera membawa mereka ke dokter dan mereka semua bisa disembuhkan. Sampai sekarang ia masih merawat dan mendidik mereka agar kelak mereka dapat menjadi orang yang baik. Ia berpesan bahwa untuk berbuat baik kita tidak perlu menjadi orang kaya, yang penting kita tulus dan ihklas dalam membantu orang lain.

Menurut Bapak Ichsan Malik yang merupakan seorang aktivis perdamaian, pemicu konflik di Ambon saat itu adalah Indonesia yang sedang mengalami krisis ekonomi. Keadaan ekonomi sedang tidak stabil dan akhirnya muncul ricuh di mana – mana. Ia mengatakan bahwa untuk mencegah hal semacam itu terulang lagi, masyarakat harus belajar untuk menghargai perbedaan dan meningkatkan integrasi bersama.

Lalu ada juga cerita lain dari Ibu Agustina (biasanya dipanggil Ibu Stien). Pertama kali ia mendirikan Panti Asuhan Pniel dengan tujuan menampung anak – anak korban konflik di Ambon. Namun begitu panti asuhan mulai berjalan, ia sempat merasa putus asa dan hampir menyerah karena anak – anak itu begitu sulit untuk diatur dan tidak berdisiplin. Padahal ia sudah berpengalaman dalam bidang tersebut karena ia juga memiliki panti jompo. Tetapi akhirnya seiring dengan berjalannya waktu anak – anak itu sudah bersikap lebih baik. Mereka mengisi waktu luang mereka dengan bernyanyi dan bermain musik, dan kelompok paduan suara mereka pernah tampil dalam kampanye Megawati-Prabowo belum lama ini. Semua anak yang pernah menjadi korban konflik yang hadir di situ mendambakan perdamaian agar tak ada lagi yang memiliki pengalaman pahit seperti mereka.

Penilaian                    :

a)     Acara                          : Acara Kick Andy selalu memberikan inspirasi bagi orang – orang yang menontonnya. Topiknya juga tidak membosankan dan disajikan dengan data yang jelas, lengkap dengan para narasumber dan pakar di bidang yang sedang dibahas. Saya mendapat banyak pengetahuan dari menonton acara ini, contohnya tentang kasus kematian David, seorang murid di sekolah NTU, Singapur. Juga mengenai derita yang dialami anak – anak yang mengalami korban konflik di Indonesia dan berbagai informasi lainnya.

b)     Pembawa acara         : Menurut saya, Pak Andy itu berkarisma dan pintar bertanya pada para narasumbernya untuk mendapatkan informasi. Penontonnya menjadi mengerti akan masalah yang dibicarakan dan apa yang dialami para narasumber. Ia juga membawakan acara dengan santai seperti berbincang – bincang dengan teman, sehingga para narasumbernya tidak terlalu tegang dan gugup.

c)     Narasumber               : Semua anak yang diundang dalam acara Kick Andy kali ini memiliki cita – cita dan mimpi yang mulia; mereka ingin membangun kembali Ambon dan mereka menginginkan perdamaian. Mereka tak mau melihat orang lain menderita seperti mereka karena mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Mereka telah membuktikan bahwa mereka pun mampu meraih prestasi gemilang dan menjadi pribadi yang utuh walau kehidupan tak selalu adil pada mereka.

d)     Isi                                : Secara keseluruhan, acara ini sangat baik untuk disaksikan menurut saya. Kick Andy ditampilkan dengan menarik dan dapat ‘membuka’ mata kita akan apa yang sebenarnya terjadi di sekitar kita. Acaranya juga tidak hanya wawancara terus, kadang diselingi lagu – lagu (seperti penampilan paduan suara dalam acara kali ini) sehingga penontonnya tidak bosan.

Nilai hidup                :

  1. Konflik dan perang hanya akan membawa penderitaan.
  2. Jangan pernah menyerah walau pun keadaan dan lingkungan sangat tidak mendukung, sebab bila kita terus berusaha, kita bisa meraih kesuksesan kelak.

Fani IX C / 30

SMP SANTA URSULA BSD

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 49 Comments »

CONTOH WAWANCARA

Posted by lembursingkur pada Juli 29, 2009

Pengantar

Di bawah ini disajikan contoh pengajaran topik wawancara. Tulisan ini berisi RPP dan juga contoh tanya jawab wawancara (simulasi wawancara) hasil karya siswa SMP Santa Ursula BSD. (ch. enung martina)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas   /Semester : VIII/1
Standar Kompetensi :  :  Berbicara2.    Megungkap berbagai informasi melalui    wawancara     dan presentasi laporan
Kompetensi Dasar :     2.1. Ber­wa­wan­­cara de­ngan nara­sumber dari berbagai   kalangan   dengan  memperhatikan etika ber­wawancara
Indikator
  • Siswa mampu membuat daftar  pokok-pokok pertanyaan untuk wawancara
  • Siswa melakuan simulasi waancara di depan kelas
  • Siswa mampu melakukan wawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara
Alokasi Waktu :   4  X  45 menit (2 pertemuan)

1.  Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat mewawancarai seorang narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara

2.   Materi Pembelajaran

Cara berwawancara  dan implementasinya

3.  Metode Pembelajaran

a. simulasi

b.Tanya jawab

c. Demonstrasi

4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

a.   Kegiatan awal

1.   Siswa diminta berpasang-pasangan dan membuat kesepakatan. Salah satu siswa sebagai seorang narasumber (siswa teladan, ketua OSIS, juara lomba lukis, atau siswa beropini tentang topik tertentu/ sesuai keadaan masing-masing).

2.   Setiap siswa menyiapkan pertanyan-pertanyaan untuk pasangannya masing-masing.

3.   Siswa dibimbing guru menentukan hala-hal yang perlu dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan saat berwawancara.

b.  Kegiatan Inti

Setiap pasangan  siswa melakukan kegiatan simulasi wawancara ke depan kelas.

c.  Kegiatan  Akhir

Siswa dan guru melakukan refleksi

Siswa diajak menemukan nilai-nilai hidup dari kegiatan berwawancara

5.   Sumber Pembelajaran

a.    Buku Teks

b.    Nara sumber

c.    Rekaman Wawancara

6.   Penilaian

a.   Teknik                         : observasi

b.   Bentuk instrumen        : lembar observasi

c.   Soal /Instrumen           :

1.Lakukanlah kegiatan wawancara bersama teman pasangan kalian ke depan kelas!

Rubrik penilaian :

No

Aspek

Deskriptor

Skor

Skor maksimum

1 Bobot pertanyaan
  • Siswa memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat berbobot (analisis), variatif, dan jelas
  • Siswa memberikan pertanyan-pertanyaan yang berbobot dan jelas.
  • Siswa memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jelas.
  • Siswa memberikan pertanyan-pertanyaan yang ringan, informatif saja, dan kurang bervarisi.

4

3

2

1

4

2 Kesantunan bahasa
  • Siswa bertanya dengan bahasa yang santun
  • Siswa bertanya dengan bahasa yang cukup santun
  • Siswa bertanya dengan bahasa    yang kurang santun

3

2

1

3

3 Kekomunikatifan
  • Siswa bertanya dengan sangat komunikatif
  • Siswa bertanya dengan komunikatif
  • Siswa bertanya dengan cukup komunikatif
  • Siswa bertanya dengan kurang komunikatif

4

3

2

1

4

4 Etika wawancara
  • Dalam berwawancara siswa memperhatikan etika wawancara
  • Dalam berwawancara siswa  kurang memperhatikan etika wawancara
  • Dalam berwawancara siswa  tidak memperhatikan etika wawancara

2

1

0

2

Jumlah Skor Maksimum

13

Skor maksimal:

No 1)    = 4

No 2)    = 3

No 3)    =  4

No 4)   =   2

Jumlah = 13

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut.

Perolehan Skor
Nilai akhir = ———————— X Skor Ideal (100) =   .  .  .
Skor Maksimum (13)

Contoh naskah simulasi wawancara

SIMULASI WAWANCARA

Karya:

Catharina Wenirosaline 8D / 5

Vanessa Christiani 8D / 29

Topik                          :           Hiburan.

Narasumber                :           Romy Rafael.

Pewawancara              :           Wartawan dari majalah Magic Indonesia.

W : wartawan (Vanessa)        ,           N : narasumber (Weni).

W :      Selamat pagi Pak, saya wartawan dari majalah Magic Indonesia, boleh

saya mewawancarai Bapak?

N  :      Pagi. Tentu saja boleh, silahkan.

W :      Majalah Magic Indonesia akan memasukkan biografi anda sebagai salah

satu magician Indonesia , jadi wawancara ini berkaitan dengan

kehidupan  Anda?

N  :      Begitu ya? Baik saya siap.

W :      Terima kasih Pak.

Ilmu magic apa yang selama ini ditekuni?

N  :      Selama ini saya menekuni ilmu hipnotis.

W :      Darimana anda dapat mengetahui ilmu ini?

Apakah sejak anda mengetahuinya anda langsung tertarik?

N  :      Saat masih kecil, kehidupan saya dengan teman-teman saya yang lain

memang sedikit berbeda. Di saat teman-teman saya yang lain

berkumpul untuk bermain, saya menyendiri. Karena kebiasaan itu,

saya sering kali menjadi bahan ejekan teman-teman, dan jadilah saya

seorang yang tidak percaya diri.

Begitu pula saat saya duduk di bangku SMP, sifat saya yg

tertutup membuat saya tidak memiliki banyak teman. Beruntung dari

keadaan itu, saya memiliki ‘teman-teman baru’ berupa buku, dari buku-

buku yang saya baca itulah saya mendapatkan karakter diri saya dan

mulai tertarik pada ilmu hipnotis.

W :    Berapa lama anda mendalami ilmu hipnotis ini?

Dimana sajakah anda mendalaminya?

N  :      Saya mendalami ilmu hipnotis dan berbagai kegunaannya lebih dari

empat tahun di Amerika. Disana saya pernah belajar di Hypnotism

Training Institute, Ultimate Stage Hypnotism Institute dan Institute for

Neuro Research and Education.

W :     Sebelum anda benar-benar menekuni ilmu hipnotis ini, bagaimana

tanggapan atau reaksi orang tua anda?

N  :    Keputusan saya menekuni dunia ini memang mendapat tentangan dari

keluarga saya. Pola pikir kedua orang tua saya masih berdasarkan pada

persetujuan umum, kalau bekerja berarti menjadi pegawai.

W :      Sampai saat ini, hal apa saja yang telah dijalani bersangkutan dengan

ilmu hipnotis anda?

N  :      Sampai saat ini, saya menggunakan kemampuan hipnotis saya selain

untuk hiburan, juga untuk aktivitas klinis (pengobatan psikis), medis

(kedokteran),bahkan untuk bisnis dan perusahaan. Saya selalu

berusaha menghilangkan kesan negatif hipnotis lantaran karena kasus

penipuan dan

kejahatan dengan ilmu ini. Saya telah membuka Klinik Romy Rafael

Hypnotheraphy dengan menerima penyembuhan orang yang tengah

dalam keadaan stres, depresi, phobia, bahkan menghilangkan

kebiasaan buruk.

Selain itu, saya juga telah menyusun buku Hypnotheraphy : Quit

Smoking!, yang berisi panduan hypnoteraphy dalam bentuk buku dan

CD, untuk menghilangkan kecanduan rokok. Sekarang ini, saya

menjadi salah satu komentator di acara The Master dan tuan rumah

di Master Hipnotis Romy Rafael.

W :      Mengapa anda mendapat sebutan Master Hipnotis?

N  :      Pada tahun 2005 lalu saya berhasil mencatat rekor Museum Rekor

Indonesia atau yang dikenal MURI dengan menghipnotis sekitar 5000

orang yang hadir dalam sebuah acara seminar yang berlangsung di

Mangga Dua Square, Jakarta pada 11 November 2005.

W :      Menarik sekali perjalanan anda menuju kesuksesan anda sekarang ini,

semua dijalani tanpa kenal lelah.

Baik Pak, terima kasih atas waktu dan semua informasinya. Sukses

selalu dan selamat siang.

N  :      Sama-sama. Terima Kasih.

&  &  &

Posted in Uncategorized, Wawancara | Dengan kaitkata: , | 125 Comments »

ARTIKEL PENDIDIKAN NILAI

Posted by lembursingkur pada Juli 29, 2009

PENDIDIKAN NILAI DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Pendidikan nilai bukanlah pengajaran atau sesuatu yang diajarkan, melainkan suatu proses penggalian nilai-nilai hidup (value) yang dirasakan, dihayatai, dan dilakukan siswa dalam hidup kesehariannya bersama dengan orang-orang di sekitarnya dalam lingkungan di mana ia berada. Itu artinya anak bukanlah kertas kosong yang siap ditulisi dan diisi dengan nilai-nilai yang akan ditransfer oleh gurunya dalam proses pedidikan di sekolah. Anak sudah mempunyai seperangkat nilai yang ia pelajari dalam lingkungannya. Kalau begitu bagaimana pendidikan nilai di sekolah bisa dilaksanakan?

Seperti yang dikemukakan di atas bahwa pendidikan nilai adalah suatu proses penggalian nilai-nilai hidup (value) yang dirasakan, dihayatai, dan dilakukan siswa. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan,  tinggal menggali, mengembangkan, dan melanjutkan, serta memaksimalkan dari nilai-nilai yang sudah dipunyai siswa. Semua elemen sekolah melakukannya untuk mengoptimalkan pendidiakn nilai tersebut. Pendidikan nilai bukan hanya dilakukan guru PPKn atau guru agama saja, melainkan semua unsure sekolah. Secara serentak warga sekolah menghayati pendidikan nilai sebagai suatu gerakan bersama.

Dengan demikian seluruh komponen mulai dari komponen yang hidup, program, sampai sarana penunjang diciptakan untuk mewujudkan gerakan bersama tersebut. Dimulai dari kepala yayasan, kepala sekolah, guru, TU, karyawan, dan siswa serentak melakukannya. Memulainya dari hal yang sederhana sampai dengan hal yang besar. Pendidikan nilai menjadi jiwa dalam lembaga tersebut.

Tujuan pendidikan nasional  Indonesia sendiri sarat dengan nilai, kita cermati tujuannya:

Membantu anak didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ( UU Sisdiknas, pasal 3)

Rumusan lain yang berkaitan dengan pendidikan nilai adalah pendapat pakar pendidikan Indonesia yaitu almarhum Driyakara : memanusiakan manusia muda. Membantu manusia muda berkembang semakin menjadi manusia yang utuh dan sempurna.

Bila dicermati dari dua uraian di atas berkaitan dengan pendidikan, jelas bahwa proses pendidikan adalah tak lepas dari nilai-nilai hidup. Nilai-nilai hidup inilah yang akan menjadi pedoman untuk  seseorang menjadi manusia yang siap menghadapi hidupnya dengan segala tantangannya.

Untuk mampu menghadapi hidup dengan segala tantangannya, seseorang harus seperti apa?

  1. Manusia yang berakal budi, yang dapat berpikir, dapat memutuskan, dapat bertanggung jawab
  2. Manusia sebagai pribadi: rohani-jasmani secara keseluruhan. Sebagai pribadi ciptaan Tuhan, manusia bernilai. Karena itu tidak boleh direndahkan.
  3. Manusia yang social: yang hanya berkembang dan menjadi manusia karena bersama orang lain.
  4. Manusia yang berbudaya: yang hidup dalam budaya tertentu dengan nilainya sendiri.
  5. Manusia yang mempunyai tujuan  untuk hidup bahagia baik di dunia ini dan nanti di alam baka.

Kebahagiaan seseorang yang dialaminya tidaklah tercapai sempurna bila tidak keseimbangan  atau keselarasan dengan dirinya, dengan sesamanya, dengan alam semesta, dan dengan Sang Pencipta. Manusia tidak mungkin bahagia sendirian. Bila keseimbangan itu tidak terjadi, maka aka nada ancaman bagi kehidupan manusia. Untuk menjaga keseimbangan itu, maka perlu ada beberapa nilai yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Nilai-nilai itulah yang ingin kita Bantu kembangkan pada anak didik.

Ada banyak nilai yang ada dalam hidup manusia. Namun, kita dapat memilih nilai-nilai pokok. Beberapa nilai pokok yang dikembangkan dalam pendidikan bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. nilai yang berkaitan  dengan relasi manusia –Tuhan
  2. nilai yang berkaitan dengan manusia dan dirinya sendiri
  3. nilai yang berkaitan dengan relasi manusia dengan manusia lain
  4. nilai yang berkaitan dengan relasi manusia dengan alam semesta di sekitarnya.

Nilai yang berkaitan relasi manusia -Tuhan, antara lain: keimanan, ketakwaan terhadap Tuhan. Secara sederhana nilai-nilai itu bisa terlihat dengan beberapa contoh: hormat kepada Tuhan, bersujud, berserah kepada Tuhan dengan tindakan berdoa, pergi ke tempat ibadah, melakukan kebaikan, menghormati orang yang berkeyakinan berbeda dll. Kebanyakan agama mengajarkan tentang nilai ini.

Nilai yang berkaitan relasi manusia – diri sendiri meliputi anatar lain kejujuran, tanggung jawab, ketelitian, kedisiplinan, keterbukaan, kegembiraan, daya juang,  kemandirian,dll.

Nilai yang berkaitan relasi manusia-sesamanya: saling menghormati, hak azasi manusia, penghargaan pribadi manusia, demokrasi, toleransi, kepekaan sosial (orang kecil) , persaudaraan, kesatuan, nondiskriminatif, penghargaan gender, keadilan, kerjasama. dll.

Nilai yang berkaitan relasi manusia – alam semesta, antara lain: keselamatan alam, penghijauan, kebersihan lingkungan, reservasi alam, mengolah alam dengan bijak, pengolahan sampah, daur ulang .

Nilai-nilai itu bila dikembangkan akan menjadikan relasi manusia seimbang dengan Tuhan, diri srndiri, sesama, dan alam semesta. Nilai-nilai itu bila dilanggar akan menyebabkan kehancuran atau paling sedikit kekacauan dalam beberapa segi kehidupan sehingga dapat menganggu keharmonisan, kedamaian, dan kemajuan manusia secara utuh. Dengan demikian mengancam juga kebahagiaan yang menjadi tujuan manusia hidup.

Pendidikan nilai di sekolah seperti yang sudah disinggung  pada paragraph sebelumnya, merupakan tanggung jawab bersama. Yang paling menonjol dan langsung berhubungan dengan siswa memang guru. Oleh karena itu seorang guru/pendidik mempunyai tugas:

  1. membantu anak didik untuk berkembang menjadi manusia yang utuh dan penuh
  2. membantu anak didik mengembangkan nilai-nilai yang diperlukan untuk mengahadapi kehidupan
  3. mendampingi anak didik dalam penemuan nilai baru yang belum mereka miliki.

Pendidikan nilai di sekolah dapat dilaksanakan dengan cara:

  1. pendidikan nilai tersendiri secara khusus lewat pelajaran nilai, seperti pelajaran Budi Pekerti
  2. pendidikan nilai lewat pelajaran agama dan moral
  3. melalui pelajaran biasa oleh setiap guru
  4. melaluli suasana dan kebiasaan sekolah yang sudah dirancang sedemikian rupa
  5. melalui kegiatan di luar kelas dan di luar sekolah, misalnya ekstrakurikuler
  6. atau gabungan dari butir-butir di atas

Dengan demikian kita mengetahui bahwa pelajaran nilai di sekolah bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Setiap sekolah atau lembaga pendidikan apa pun bisa melakukannya. Bila pendidikan nilai serentak dilakukan oleh setiap sekolah dan lembaga pendidikan, niscaya bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang luhur dan besar. Bangsa kita akan menjadi bangsa yang sangat beradab. Itu adalah kerinduan setiap insane yang mencintai kehidupan. Semoga harapan kita semua bukanlah harapan kosong belaka. Mari kita memulai pendidikan nilai ini dari diri sendidi, keluarga, dan akhirnya ke masyarakat luas.

(Ch. Enung Martina: disarikan dari berbagai sumber yang didapatkan dengan membaca dan mengikuti seminar)

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

REFLEKSI DALAM PROSES PENDIDIKAN

Posted by lembursingkur pada Juli 18, 2009


(Tulisan didasarkan pada pertemuan guru Santa Ursula BSD  dengan Romo Hendra Sutedja, SJ tahun 2002)

Kegiatan belajar mengajar di sebuah sekolah bisa merupakan suatu kegiatan industri pendidikan belaka atau bisa pula merupakan tanggapan nyata atas rahmat panggilan dan perutusan  yang mendatangkan  keselamatan  dalam dunia pendidikan. Kalau belajar mengajar sebagai kegiatan yang kedua, maka seluruh kegiatan  belajar mengajar ini menjadi wujud  nyata hadir, tumbuh, dan berkembangnya hal yang baik. Untuk belajar mengajar yang pertama, dibutuhkan skil management seperti layaknya suatu industri. Dalam kegiatan belajar mengajar ini tidak ada tempat  untuk Tuhan dan untuk iman.

Bila sebuah sekolah memilih yang kedua, maka selain skil-skil management, sekolah itu perlu (bahkan merupakan urutan pertama)  mengelola batin, menggali, memupuk, mengembangkan nilai-nilai hidup. Untuk itu seluruh unsur dan relasi dunia pendidikan perlu menajamkan daya-daya jiwa dan trampil mewujudkannya dalam kata serta tindakan sebagai pribadi dalam kebersamaannya dengan orang lain.

Untuk hal semua itu perlu adanya kepekaan/kesadaran untuk melihat bahwa Tuhan ada bersama-sama di tengah-tengah hidup kita, Tuhan mengajar dan kita menanggapi-Nya.

Hal yang mendasar yang perlu diperhatikan  dalam proses adalah bagaimana Tuhan mengajar kita menjadi peka dan tajam untuk mendengar, memahami sentuhan dan sapaannya, serta mengungkapkannya dalam kata dan perbuatan. Untuk mencapai hal itu, kita memerlukan alat yaitu ketrampilan menangkap pesan komunikasi Tuhan. Alat itu kita sebut REFLEKSI.

Refleksi arti harafiahnya adalah ‘menengok kembali’, biasanya dipakai untuk menunjuk pada sesuatu tindakan yang mengolah kembali apa yang menjadi pengalaman nyata seseorang, baik yang berkaitan dengan pemahaman maupun afeksinya. Yang membawahi itu semua adalah menemukan arus dasar yang menjadi sumber dari semua itu.

Di dalam dan melalui kita, Tuhan melaksanakan karya penyelamatan-Nya. Pengalaman merupakan lahan kita untuk dapat bertemu Tuhan yang sedang mengungkapkan-Nya pada kita. Kehendak Tuhan adalah arus dasar yang dapat menggerakkan kita. Sedangkan refleksi adalah menemukan Tuhan menemukan Tuhan dalam kompleksitas campuran macam-macam unsur dan pengalaman kita.

Refleksi menjadi hal mutlak karena refleksi merupakan suatu usaha untuk menemukan arus dasar. Karena itu refleksi hal perlu ditekuni untuk hidup batin kita.  Selain itu refleksi juga membuat arus dasar kreatif muncul ke permukaan kesadaran untuk dipahami dan diinginkan. Refleksi yang dilakukan dengan baik dan teratur membantu orang untuk menemukan jati dirinya.

Proses kreatif mencapai kepenuhan arti hanya terjadi dalam iman. Karena hanya dalam rahmat Tuhan orang mampu menengok kembali sampai pada  kedalaman sejati mata air kehidupan.

Tindakan Tuhan dalam jiwa seseorang sesuai dengan rencana-Nya sehingga manusia dibuat asyik untuk masuk dalam kegiatan  mengamati, kemudian manusia dibantu untuk memahami arti gerak itu. Akhirnya manusia dibantu untuk berkeinginan menghayati apa yang ditemukannya.

Tahap selajutnya seseorang bisa memakai kemampuannya untuk mengamati, mengenali, dan memahami gerak batinnya sehingga ia mampu menghayati tawaran kasih Tuhan.

Yang perlu kita ingat dan lakukan dalam sebuiah refleksi yaitu percaya bahwa Tuhan ikut serta  dalam semua pengalaman kita  dengan daya juang yang membantu kita untuk tumbuh. Hal yang berikutnya yang perlu dilakukan adalah ambil jarak dari peristiwa. Akhirnya melanjutkan untuk mencoba merasakan gereak batin  dalam peristiwa:

  1. yang membangun, menumbuhkan, dan menyatukan hal  yang berasal dari Tuhan.
  2. Yang merusak dan memecah belah  berasal dari musuh
  3. Gunakan acuan/refrensi  yang mendukung dan objektif (contoh: Kitab Suci, ajaran agama, , visi misi sebuah lembaga, dll)

Sesudah itu pelajari bagaimana Tuhan mengajar dan bagaimana musuh menipu. Kemudian tegaskan diri bagaimana kita mau menerima tawaran Tuhan.  Akhirnya sebuah refleksi akan diakhiri dengan ucapan syukur dan mohon berkat.

(ditulis kembali oleh Christina Enung Martina)

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Contoh RPP Bahasa Indonesia

Posted by lembursingkur pada Juli 16, 2009

RENCANA PEMELAJARAN

Satuan Pendidikan                   :  SMP

Mata Pelajaran                          :  Bahasa Indonbesia

Kelas/Program                          :  VII

Semester/Tahun Pemelajaran  :  I /2008-2009

Alokasi Waktu                          :  2  x  45 menit

Pelaksanaan                              :  1  x  pertemuan

Standar Kompetensi

Mendengarkan

Memahami wacana lisan  melalui kegiatan mendengarkan berita

Kompetensi Dasar

Menyimpul­kan  isi berita yang diba­cakan dalam beberapa kalimat

Indikator

  1. Mampu menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan
  2. Mampu menyarikan  pokok-pokok  berita menjadi isi berita
  3. Mampu menyimpulkan isi berita dalam satu alinea.

Materi Pemelajaran

Penyimpulan berita

Model/Pendekatan/Strategi/Metode

Metode            :

Tanya jawab

Penugasan

Bahan Ajar dan Alat Bantu/Media Pemelajaran

Bahan Ajar       :  Teks berita

Alat / Media     : TV/Radio

Kaset/CD berita

Langkah-langkah Pembelajaran

Apersepsi

Tanya jawab tentang berita

Kegiatan Inti   :

a. Mendengarkan berita

b. Menuliskan pokok-pokok berita

c. Memberikan tanggapan terhadap isi berita lewat diskusi

d. Menyarikan pokok-pokok berita menjadi isi berita

Penutup          :

a. Menyimpulkan isi berita dalam satu alinea

b. Membuat refleksi

Evaluasi

Tes tertulis

Bentuk Uraian

Pertanyaan / Soal

Tuliskan minimal tiga pokok berita yang terdapat dalam rekaman berita berikut ini!

a. Tunjukkan intisari pokok-pokok beritanya!

b. Tuliskan simpulan isi berita yang kamu dengarkan ke dalam satu alinea!

Kunci atau Kriteria Jawaban

No

Aspek

Deskrpisi

Skor

1 Pokok berita 1. menjawab tiga

  1. 2.    menjawab dua

3. menjawab satu

3

2

1

2 Intisari pokok berita 1. menjawab tiga

2. menjawab dua

3. menjawab satu

3

2

1

3 Simpulan isi berita
  1. jelas dan lengkap
  2. cukup jelas dan lengkap/ jelas dan cukup lengkap
  3. kurang jelas dan cukup lengkap/ cukup jelas dan kurang lengkap
  4. kurang jelas dan kurang lengkap

4

3

2

1

Total skor

10

Skor maksimal 10 X 100

Tangerang, 15 Agustus  2008

Mengetahui,                                                                            Guru Mata Pelajaran,

Kepala Sekolah

Pengawas

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

ARTIKEL TENTANG GURU

Posted by lembursingkur pada Juli 9, 2009

JADI GURU,  ENAK TENAN!

Menjadi guru adalah sebuah panggilan juga sebuah pilihan. Dikatakan panggilan karena memang tidak semua orang terpanggil untuk profesi yang selalu disoroti dari sisi kesejahteraannya yang minim ini. Orang juga memilih untuk menjadi guru dari sekian banyak profesi yang ada. Ada orang yang menjadi guru itu karena niat ingsun, tetapi juga banyak yang karena kecelakaan, terpaksa, daripada tidak bekerja / jadi pengangguran… ya sudah jadi guru.

Bahkan saya pernah mendengar ada seorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan dengan ekstrim mengatakan alasan  seseorang masuk sekolah keguruan karena ketidakmampuan ekonomi dan intelektual. Ketika saya mendengar perkataan orang ini, saya tersingung juga. Apalagi ia mengatakannya dengan nada sinis dan meremehkan. Orang yang mengemukakan itu bisa salah, tetapi juga bisa benar. Orang memilih sekolah keguruan karena biayanya relatif murah. Memilih sekolah keguruan karena seseorang tahu bahwa kapasitas otaknya tidak mungkin menjadi dokter.

Entah apa pun alasannya kalau seseorang sudah menjadi guru, ya… tidak ada lagi pemilahan karea cita-cita atau karena terpaksa dan alasan ekonomi atau kecerdesan.. Guru adalah guru, terpaksa atau pun tidak, bodoh atau cerdas, kreatif atau tidak. Kalau seseorang sudah terjun menjadi guru pemilahan itu tak ada lagi. Mengapa? Karena guru sama-sama harus mendidik anak yang dipercayakan kepadanya. Ia mempunyai tanggung jawab moral untuk membawa siswa menjadi cerdas.

Menjadi guru memang sebuah tantangan untuk situasi di masa sekarang. Banyak guru di belahan nusantara ini yang mempunyai tantangan berbeda-beda. Guru di pedalaman tantangannya berkaitan dengan medan tempat ia beratarung dan juga dengan kesejahteraan yang jauh dari semestinya. Menjadi guru di kota besar pun sama mempunyai tantangan yang tentunya berbeda dengan di pedalaman. Ini berkaitan dengan bagaimana seorang guru di kota besar harus bisa menempa diri lebih kreatif agar tidak ketinggalan jaman, agar bisa memberikan lebih daripada ilmu yang dimiliki muridnya yang jauh lebih maju karena adanya teknologi yang semakin meroket.

Saya  tahu kalau saya mengajar siswa dari Wamena (Papua),  cara saya menghadapi siswa dan cara saya mengajar akan berbeda denagn ketika saya berhadapan dengan anak Ursula BSD.  Yang jelas saya akan kebingungan dulu bagaimana saya berhadapan dengan mereka karena saya belum pernah mengalami seperti itu. Saya akan terpesona karena kepolosan dan keluguan mereka. Kalau hal mengajar sebenarnya tidak ada masalah, di mana pun kita bisa mengajar. Baik mengahdapi murid di Wamena atau di Bumi Serpong Damai. Pasti tantangan yang saya hadapi untuk kedua sekolah itu berbeda.

Yang bikin seorang guru suka otaknya kisut dan kerut merut itu adalah masalah lain, antara lain administrasinya.Itu salah satu yang dirasakan para guru di kota besar.  Apa lagi mengajar di sekolah yang dianggap orang sekolah bagus, sekolah unggulan, atau apalah sebutannya. Nah, tuntutannya juga bagus. Itu adalah salah satu tantangannya.

Tantangan lain bagi guru di kota besar adalah peserta didik yang dihadapi. Anak jaman sekarang kebanyakan anak audio-visual karena kerjanya menonton tv dan main game. Giliran disuruh membaca wacana, agak lelet dan pemahaman juga kurang. Ada banyak hal lain yang lebih menarik daripada pelajaan sekolah. Anak lebih suka mengurusi yang menurutnya menarik daripada mengurusi pelajaran sekolahnya.

Saya guru  untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Seperti sudah diketahui oleh semua siswa bahwa bahasa Indonesia itu adalah pelajaan yang sangat membosankan.Bikin bête, begitu kata mereka. Sudah bukan rahasia lagi kalau para siswa banyak yang tidak suka dengan pelajaran bahasa Indonesia. Apalagi kalau ditambah dengan gurunya yang nyinyir, menyebalkan, dan sok galak, serta suka mengintimidasi. Sudah pasti bahasa Indonesia adalah pelajaran yang akan dicaci, dibenci, dan dihindari. Siswa sering berdoa agar guru bahasa Indonesianya tiak masuk untuk berbagai alasan termasuk alasan yang paling buruk misalnya terpeleset di kamar mandi.

Tentunya situasi seperti di atas merupakan tantangan untuk para guru bahasa Indonesia. Bagaimana guru bahasa Indonesia bisa membawakan pelajaran di kelasnya dengan menarik. Tentunya perlu usaha. Dan usaha tentunya perlu pengorbanan.

Salah satu tantangan bagi kami guru bahasa Indonesia adalah bagaimana membiasakan anak atau kata lebih sadisnya memaksa anak untuk mau membaca. Keterampilan yang satu ini akhir-akhir ini sudah banyak ditinggalkan anak-anak kita karena mereka lebih doyan nongkrong di depan face book-nya atau di depan game-nya. Namun,  guru jangan disebut guru kalau tidak bisa melaksanakan kehendaknya kepada siswanya. Ada dikatakan dalam bahasa Jawa dalang ora kurang lakon. Termasuk saya tentu saja. Saya adalah guru yang suka memaksa dengan piawai. Akhirnya keterampilan membaca yang sudah tak digubris ini mulai lagi dilakukan oleh murid saya. Itu bocah saya paksa membaca novel  Indonesia yang ringan dulu. Kudu selesai. Kalau  sudah,  buat resensi sederhana dengan analisis unsur  intrinsiknya lengkap dengan relevansi isi novel dengan hidup mereka. Wah, mereka akan protes dengan merayu-rayu supaya tugas diganti yang lain saja (bagi anak yang tidak suka baca). Tapi guru itu tak akan kalah lakon dengan muridnya.  Pasti dengan diplomasi yang sangat logis dan dengan penjelasan yang sangat ilmiah dengan mengikutsertakan perkembangan jaman dan pendidikan nilai, akhirnya mereka mengerjakan tugasnya juga. Dan akhirnya jadilah  analisis meraka. Mereka membuat laporannya. Bagus-bagus lagi. Tuh, kan ternyata mereka bisa.  Asal mau.

Ada juga jenis anak yang sukanya membaca. Nah, kalau yang ini tutup ketemu tumbul tuh. Saya  senang bertemu anak yang seperti ini. Murid yang begini bagaikan batu intan, yang bisa terus digosok, dan pada waktunya dia akan bersinar denagn cemerlang. Setiap angkatan pasti akan bertemu dengan anak-anak yang seperti ini.Bahkan, saya  pernah mempunyai anak yang mempunyai  koleksi 1000 buku dan semua bukunya dia baca! Keren, habis! Begitu bahasa remajanya.

Saya  adalah guru bahasa Indonesia yang suka mengoceh ke utara dan selatan. Terkadang murid saya melongo karena saya terlalu cepat dalam berbicara, terutama siswa di  kelas kecil. Kalau siswa kelas yang besar mereka sudah tahu kelakuan gurunya yang suka agak abstrak. Itulah menjadi tantangan lagi bagi guru bagaimana menyampaikan sesuatu kepada siswa gar bisa diterima denan baik.

Saya senang mengajar bahasaIndonesia. Mengapa? Karena materi yang diajarkan luas bisa juga menjangkau hal di luar kaidah kebahasaan. Apa lagi kalau sedang belajar wacana atau sastra. Materi bisa dibelokkan ke mana kita mau, sesuai apa yang mau kita tuju. Misalnya hal yang beraitan dengan pendidikan nilai, berkaitan dengan kehidupan. Mengajar materi kesastraan  paling enak di kelas besar karena mereka interpretasinya sudah lebih maju dan pengusaaan bahasanya juga bisa lebih baik. Tentunya pandai-pandainya memilih bacaan yang tepat.

Menjadi guru memang menyenangkan, meskipun kalau diukur dari segi materi gak ada cucok-cucoknya. Kala saya  bertemu dengan beberapa orang yang jarang bertemu selalu mengatakan: Masih awet muda aja.  Pernah ada pengalaman begini. Suatu hari saya mendapat tugas dari Legio Maria untuk menjaga di klinik gereja. Ternyata dokter jaganya dua orang. Salah satunya mantan murid saya.  Murid saya memperkenalkan saya pada rekannya : Ini kenalin guru SMP gue. Temannya sontak berbicara: Sumpeh, lho. Tuanya hampir sama dengan lo! wuih, langsung terhanyut tuh perasaan saya. Saya kira itu adalah bagian rahmat yang diberikan Pencipta kepada guru. belum lagi segudang pengalaman lain untuk berelasi dengan manusia, pribadi yang unik, yang tak ada yang sama dari satu murid ke murid yang lain.  Itu berarti  jiwa kita tiap-tiap saat terisi dengan makanan yang menyegarkan. Maka selalu terlambungkanlah rasa syukur dalam rongga dada kita, guru.

Saya belajar dari Sang Guru, Isa  Almasih,  yang selalu mencintai murid-muridnya, sekalipun murid itu menghianati-Nya.  Saya  berharap, para guru di mana pun berada tetap  menjadi guru yang baik, tetap bersemangat dan selalu percaya bahwa Sang Pemilik Kehidupan selalu akan mencukupkan kita. AMIN. (Ch. Enung Martina)

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

PEREMPUAN ITU BERNAMA ASTRID LINDGREN

Posted by lembursingkur pada Juli 7, 2009


Kita akan belajar dari seorang perempuan bernama Astrid Lindgren. Pelajaran kita kali ini adalah tentang masa kanak-kanak yang indah, tentang kasih sayang dan persahabatan, tentang makna keluarga, tentang keakraban dengan alam dan lingkungan, dan  tentang perbuatan yang dianggap gila. Betapa kita sering berada di seputar itu semua, namun terkadang kita menjauh karena banyak alasan untuk melakukannya.

Siapakah Astrid Lindgren itu? Astrid dilahirkan tahun 1907 dengan nama Astrid Anna Emilia Erricson. Ia dibesaran di tanah pertanian bernama Nas, sebuah desa di luar kota kecil Vimmerby, Swedia sebelah selatan. Beberapa buku karyanya berdasarkan pada kehidupan keluarganya dan pengalaman masa kecilnya.

Astrid Lindgren adalah puteri dari Samuel Augustus Erricson dan Hanna Jhonson. Ia mempunyai dua orang saudari dan seorang saudara laki-laki yang bernama Gunnar Erricson. Gunnar Erricson pernah menjadi salah satu anggota parlemen Swedia.

Sesudah menyelesaikan sekolahnya Astrid bekerja di salah satu kantor surat kabar lokal di Vimmerby. Tahun 1926 ia hamil dari hasil hubungannya dengan kepala editornya. Kepala editornya menawarkan diri untuk menikahi Astrid, tetapi Astrid keberatan. Akhirnya  Astrid pindah ke Stockholm untuk belajar menjadi juru tik dan stenographer. Ia menitipkan anak lelakinya, Lars, dalam pengasuhan keluarga angkat.

Meskipun ia mendapatkan bayaran yang rendah, ia berusaha sedapat mungkin untuk menabung dan bepergian ke Kophenhagen sesering mungkin untuk berada bersama Lars. Ia banyak menghabiskan waktunya di kereta api dalam perjalanan pergi- pulang.

Akhirnya ia merencanakan untuk membawa Lars ke rumahnya, menitipkannya kepada kedua oang tuanya sampai ia mamapu mebawanya ke Stockholm. Tahun 1931, ia menikah dengan atasannya Sture Lindgren. Tiga tahun kemudian ia hamil dan melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Karin.

Akhirnya tahun 1941, Astrid dan keluarganya pindah ke sebuah apartemen di Dalagatan, dengan pemandangan ke seluruh Vasaparken. Ia wafat di Dalagatan pada tahun 2002 dalam usia 94 tahun.

Banyak penghargaan yang ia peroleh, antara lain sebagai juara ke-2 dalam kompetisi yang diselenggarakan  oleh penerbit Raben & Sjogren untuk novelnya yang berjudul Britt-Marie Unberdus Her Heart pada tahun 1944. Setahun kemudian, ia mendaatkan juara pertama dalam kompetisi yang sama untuk buku anak yang dikarangnya yang berjudul Pippi Longstocking. Sejak itu buku-bukunya disukai anak-anak di seluruh dunia. Setelah itu ia selalu menerbitkan bukunya setiap tahun, kadang-kadang lebih.

Sejak tahun 1946 sampai tahun 1970 ia bekerja sebagai editor kepala di penerbit Raben & Sjogren. Buku-bukunya diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa di dunia. Ia selalu membela hak anak-anak. Karya-karyanya jelas ditulis dan ditujukan untuk anak-anak, tampak dari pilian bahasa, dan juga alurnya, serta juga sudut pandangnya. Pesan dalam ceritanya sangat universal dan bisa dipahami semua anak di dunia.

(dikumpulkan dari berbagai sumber oleh Ch. Enung Martina)

Posted in Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.