Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL SASTRA 6

Posted by lembursingkur pada Oktober 18, 2009

NOVEL SASTRA 8

Abdul Muis adalah sastrawan terkemuka Indonesia juga seorang jurnalis, aktivis partai politik dan pejuang kemerdekaan yang berperan besar dalam menumbuhkan nasionalisme rakyat Indonesia melalui karya-karya, tulisan-tulisan di media massa serta sepak terjangnya dalam organisasi pergerakan nasional. ( Ch. Enung Martina )

Judul               : Pertemuan Jodoh

Pengarang      : Abdul Muis

Penerbit         : Balai Pustaka

Cetakan          : Cetakan IV tahun 2001

Ringkasan       :

Suatu hari seorang murid Frobelkweekschool bernama Ratna, berkenalan dengan pemuda bernama Suparta di kereta, dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Suparta mencarikan tempat duduk untuk gadis itu, karena tempatnya  dipenuhi barang-barang milik sepasang suami istri Tionghoa.  Saat tiba di Stasiun Cimahi, suami istri Tionghoa itu ditahan polisi karena terbukti membawa obat-obatan terlarang.

Perkenalan Ratna dan Suparta cukup berkesan bagi sepasang anak muda itu. Suparta pun berkesempatan untuk mengantar gadis itu sampai ke halaman sekolahnya. Selanjutnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan lewat surat.

Beberapa bulan kemudian, Suparta yang murid Stovia itu, melalui suratnya mengutarakan keinginannya untuk memperistri Ratna. Kemudian Ratna membalasnya dan menyambut baik niat Suparta. Ia bersedia juga menghabiskan masa liburannya di Sumedang dan berkenalan juga dengan keluarga Suparta.

Sambutan Ibu Suparta ternyata tidak begitu ramah. Ratna kecewa terhadap sikap Nyai Raden Tedja Ningrum yang memandangnya dengan sinis, setelah mengetahui bahwa Ratna bukan keturunan ningrat. Ibu Suparta bahkan sengaja membicarakan nama gadis lain yang dianggapnya lebih pantas untuk anaknya, yang tak lain adalah teman sekelas Ratna di Frobelkweekschool.

Setelah kejadian itu, Ratna  bertekad untuk melupakan Suparta. Berita pertunangan Suparta dengan Nyai Raden Siti Halimah tidak membuatnya putus asa. Namun kemalangan lain terpaksa harus ia terima. Usaha pembakaran kapur milik ayahnya, Tuan Atmaja, bangkrut. Akibatnya Ratna memutuskan untuk keluar dari sekolahnya karena tidak ada biaya.

Cobaan-cobaan itu tidak membuat Ratna patah semangat. Ia pun kemudian berusaha mencari pekerjaan dan ia menjadi pelayan toko. Gaji yang ia terima sebagai pelayan toko digunakan untuk membiayai sekolah adiknya, Sudarma. Namun baru empat bulan ia bekerja, toko itu harus ditutup atas perintah pengadilan. Ratna kembali menganggur dan tidak lama kemudian ia melamar pekerjaan di kantor advokat. Namun, ia terpaksa mengurungkan niatnya karena si advokat itu berusaha menggodanya. Dalam kebingungan, ia lewat di depan sebuah rumah besar. Pikirannya kemudian muncul, menjadi pembantu rumah tanggapun tak apa yang penting pekerjaan halal. Akhirnya  ia  menjadi pembantu Tuan dan Nyonya Kornel.

Sementara itu, Suparta yang sudah menjadi dokter berusaha menjumpai Ratna kembali. Ia kehilangan jejak kekasihnya itu. Ia juga menyesalkan sikap ibunya yang menolak  keinginannya untuk memperistri Ratna. Namun, ketika sikap keras hati ibunya itu melunak, Suparta justru kehilangan jejak Ratna. Berkat pertolongan direktris Frobelkweekschool, dokter muda itu memperoleh alamat orang tua Ratna di Togagapu. Ternyata, di rumah orang tua Ratna, Suparta juga tak menjumpai gadis itu. Orang tua Ratna yang melihat kesungguhan Suparta merasa tersentuh hatinya sehingga mereka memberitahukan alamat Ratna di Kebon Sirih. Alangkah tekejutnya Suparta ketika mendengar bahwa Ratna sudah berangkat ke Jakarta bersama adiknya pagi itu, sedangkan pemilik rumah tempat Ratna menumpang tidak mengetahui tujuan kakak beradik itu ke Jakarta.

Sementara itu, selama Ratna menjadi pembantu keluarga Kornel, berbagai cobaan harus diterimanya dengan tabah. Kehadirannya dalam keluarga itu tidak luput dari rasa iri Jene, pembantu yang juga bekerja pada keluarga Kornel. Suatu ketika, Ratna dituduh mencuri perhiasan Nyonya Kornel atas fitnah Jene, kemudian Ratna dibawa ke kantor polisi. Ketika para polisi yang menjaganya lengah, ia melarikan diri, kemudian terjun ke sungai di sekitar Jembatan Kwitang. Beruntung, nyawanya masih dapat diselamatkan. Dalam keadaan sekarat, ia dibawa ke rumah sakit.

Secara kebetulan dokter yang merawat Ratna adalah Suparta. Pertemuan itu tentu saja membesarkan hati keduanya. Keyakinan Suparta bahwa Ratna tidak bersalah, ikut mempercepat kesembuhan wanita muda itu. Untuk memulihkan nama baik Ratna, Suparta menyiapkan seorang pengacara terkenal untuk mendampingi gadis pujaannya di pengadilan, karena Ratna masih harus berurusan dengan penegak hukum.

Di pengadilan, terbukti bahwa Ratna tidak bersalah. Pencuri perhiasan Nyonya Kornel ternyata adalah Amat, kekasih Jene. Pembantu keluarga Kornel yang bernama Jene itu diduga diperalat oleh kekasihnya. Pengadilan juga memutuskan bahwa Amat bersalah dan diganjar 5 tahun penjara. Sementara itu, Jene tidak dikenakan hukuman walaupun sebenarnya harus dituntut.

Sidang pengadilan juga telah mempertemukan Ratna dengan Sudarma, adiknya, schatter pegadaian Purwakarta yang bertindak sebagai saksi pertama. Lalu atas kesepakatan Suparta dan Sudarma, Ratna disuruh beristirahat di sebuah paviliun “Bidara Cina”. Gadis itu tidak diizinkan bertemu dengan sembarang orang, kecuali Suparta yang setiap sore datang memeriksa kesehatannya. Lambat laun, kesehatan Ratna mulai pulih. Ia juga mulai dapat mengingat-ingat segala sesuatunya termasuk hubungannya dengan Suparta.

Begitu Ratna meninggalkan tempat peristirahatannya, Suparta langsung melamarnya. Tuan Atmadja sekeluarga berkumpul di rumah Sudarma menyelenggarakan pesta perkawinan anaknya dengan Dokter Suparta.

Kebahagiaan pengantin baru itu bertambah lagi ketika mereka pulang ke Tagogapu. Rumah ayah Ratna kini lebih besar dibandingkan sebelumnya. Keadaan Tuan Atmaja sekarang sudah lebih baik berkat bantuan kedua anaknya. Kini, pengantin baru itu menempati sebuah rumah besar, bersebelahan dengan rumah orang tua Ratna. Rumah itu sengaja dibangun Suparta sebagai hadiah perkawinan bagi istrinya.

Opini tentang isi cerita :

Novel Pertemuan Jodoh, karangan Abdul Muis merupakan novel Roman yang cukup bagus dan menarik, yang mengisahkan seorang pemuda ningrat yang jatuh cinta pada gadis keturunan biasa. Banyak rintangan yang menghalangi mereka, namun akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali. Cerita berakhir dengan “Happy Ending”, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia. Alur cerita cukup menarik, masyarakat kini sudah tidak lagi mempertahankan tradisi mereka, seperti bangsawan harus menikah dengan bangsawan. Cinta mengalahkan segalanya, walaupun tidak menuruti keinginan ibunya. Pertemuan jodoh menceritakan kehidupan yang banyak dialami oleh kebanyakan orang dan berdasarkan pengalaman dan pengamatan dari kehidupan lingkungan tempat tinggal.

Pesan moral :

-Tidak membeda-bedakan derajat manusia, manusia diciptakan Tuhan dengan derajat yang sama, yang penting manusia itu mempunyai moral yang baik. Sikap rendah hati dan tidak sombong yang dimiliki Suparta.

-Tidak selalu menuruti keinginan orang lain (termasuk ibunya). Suparta hormat pada ibunya, namun pendapat Suparta bertentangan dengan ibunya dalam memilih jodoh. Suparta mempunyai prinsip hidup sendiri, asalkan baik, boleh tetap dijalankan.

-Ketekunan Suparta dalam belajar, walaupun ia mengalami patah hati (putus cinta dengan Ratna). Suparta tetap tekun belajar dan akhirnya menjadi dokter.

-Kesabaran dan keteguhan hati Suparta dalam menanti gadis pujaannya Ratna, juga menanti kepulihan Ratna dari tekanan hidup yang dialaminya.

-Kerendahan hati Ratna dan ketidakputusasaannya dalam mempertahankan hidup. Ratna tidak gengsi menerima pekerjaan sebagai pembantu untuk mempertahankan hidup dan membantu biaya sekolah adiknya.

-Tidak dendam dan membalas sikap orang yang telah menyakitinya. Ratna difitnah teman kerjanya (Jene) dan dituduh mencuri.

-Dengan kesabaran, keteguhan hati dan sifat yang tidak mudah putus asa akhirnya keduanya (Ratna dan Suparta) memperoleh kebahagiaan.

(Andrew Setiawan)

NOVEL SASTRA 9

Judul: Kalau Tak Untung

Pengarang: Selasih

Penerbit: PT Penerbit dan Percetakan Balai Pustaka

Cetakan: 14

Ringkasan:

Dikisahkan seorang gadis kecil bernama Rasmani tinggal bersama orang tua, kakak, dan adiknya di sebuah desa terpencil. Mereka hidup sangat berkekurangan dan dijauhi oleh penduduk sekitar. Ia memiliki seorang sahabat bernama Masrul. Rasmani sudah menganggap Masrul sebagai seorang kakak.

Ketika mereka beranjak remaja, Masrul merantau ke Painan untuk mencari pekerjaan. Rasmani dan Masrul sama-sama merasa kehilangan, meskipun mereka tidak menyadarinya. Bahkan ketika Masrul ditunangkan dengan seorang gadis bernama Aminah, keduanya semakin sedih.

Di Painan, Masrul jatuh cinta pada seorang gadis bernama Muslina karena kecantikan dan kekayaan orang tua Muslina. Hingga akhirnya, ia menikah dengan Muslina dan memutuskan pertunangannya dengan Aminah, serta berusaha melupakan Rasmani meskipun ia tidak bisa. Mendengar berita pernikahan itu Rasmani semakin sedih, meskipun ia tak menunjjukkan perasaannya itu kepada Masrul.

Beberapa tahun kemudian Masrul bercerai dengan Muslina karena banyaknya masalah keluarga. Masrul kembali ke desanya dan disambut hangat oleh Rasmani dan keluarganya. Masrul pun memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Rasmani. Rasmani yang sangat mencintai Masrul tidak menolak. Namun, Rasmani yang terus mengalami depresi berat karena kekasihnya itu, mulai melemah dan sakit-sakitan. Hingga akhirnya, ia meninggal. Sebelum meninggal, Rasmani berpesan kepada Masrul bahwa ia sangat mencintai Masrul.

Opini tentang isi:

Menurut saya, bahasa pada buku ini membuat buku ini berbeda dengan buku yang lain. Tidak semua orang dapat mengerti bahasa buku ini. Bahkan, ketika saya membaca, terkadang saya harus membaca lebih dari 1x tiap kalimatnya. Namun, cerita pada buku ini kurang menarik. Mungkin karena remaja pada jaman ini lebih suka membaca buku yang penuh dengan gambar (komik) yang terkenal pada jaman sekarang, daripada membaca novel lama.

Pelajaran Moral:

-          Cinta tidak dapat memisahkan 2 orang yang saling mencintai hingga maut menjemput.

-          Kita harus bersikap baik kepada semua orang.

-          Kita tidak boleh tertarik dengan orang hanya karena harta dan kecantikan.

(Yohana Anita – 9B)

…ooOoo…

About these ads

2 Tanggapan to “RINGKASAN NOVEL SASTRA 6”

  1. Eldhini said

    Menurut saya roman ini cukup bagus, cerita di akhir juga mengharukan.

  2. OCHA said

    bagus banget iia sipnosis.a percis bngt yang aqu baca

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: