Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

RINGKASAN NOVEL 10

Posted by lembursingkur pada Oktober 11, 2009

NOVEL  19

Judul

DI Hatimu Aku Berlabuh

Pengarang Marga T

PT Gramedia Jl. Palmerah Selatan 22

Ringkasan

Ini ada novel yang mengisahkan seorang anak perempuan yang cantik jelita , namanya adalah Kolekta.Kolekta baru saja mau duduk di bangku SMP.Untuk mendaftar masuk ke SMP , tidaklah mudah untuk Kolekta.Karena , untuk mendapatkan formulir pendaftaran haruslah berebutan satu sama lain.Tiket yang disediakan per hari hanya 50 buah.Sedangkan formulir – formulir itu hanya dibagikan selama 4 hari , namun orang yang menginginkannya banyak sekali.Kolekta sudah putus asa , namun datanglah sesosok lelaki yang tampan.Lelaki ini menawarkan formulir itu kepada Kolekta dan berkata bahwa ia bisa mendapatkan tiket itu lagi.Tanpa sadar , tiket itu sudah berada di tangan Kolekta dan pemuda itu telah pergi ntah kemana.Kolekta sangat berhutang budi pada lelaki itu.

Tibalah hari dimana ia masuk ke sekolah pertamanya.Yang pertama kali menyambut kedatangan Kolekta adalah Nigel.Nigel adalah  laki – laki yang sangat berambisius untuk menjadi ketua RT ( ketua kelas ).Sehingga , ia harus mengenal setiap anak yang berada dikelasnya itu.Kolekta menjadi resah , karena pemuda yang memberikan formulir kepadanya itu belum juga muncul.Ia akan merasa bersalah sekali jika ternyata pemuda itu tidak masuk gara- gara telah memberikan formulir kepadanya.Lonceng sudah berbunyi , semua murid – murid memberi salam kepada wali kelasnya yang bernama Ibu Trista setelah itu mereka duduk di bangkunya masing – masing.Tibalah saat untuk memperkenalkan diri pada teman – teman sekelas.Tiap anak yang berusaha untuk memperkenalkan diri mereka , selalu saja dicemooh.Contohnya , ada seorang anak yang bernama Abu . salah satu anak di kelas tersebut berkata , “ abu gosok , atau abu bakar ? “ sekelas tertawa . Tak kalah juga Nigel yang menuangkan bensin sehingga suasana di kelas menjadi ramai.Tidak hanya Abu  , tetapi semua anak yang memperkenalkan diri dibegitukan.Ada – ada saja yang kata – kata yang dilontarkan dan membuat seisi kelas tertawa terbahak – bahak.

Tak disangka , munculah sosok yang ditunggu – tunggu oleh Kolekta.Pemuda itu bernama Dante.Ia telat masuk ke sekolah karena saat perjalanan menuju ke sekolah , jalanannya macet , sehingga ia telat masuk ke sekolah.Karena Kolekta adalah gadis paling cantik di sana , ia menjadi perebutan .Dante yang sejak pertama kali melihat saja , langsung terpikat olehnya.

Tibalah saat pemilihan ketua RT.Tak diragukan lagi yang keluar menjadi ketua RT adalah Nigel.Padahal Dante juga mendaftarkan diri sebagai ketua RT , namun kalah telah dengan Nigel dengan 28 – 10 suara.Hal itu terjadi karena diketahui bahwa Dante menyogok teman – temannya agar memilihnya dalam pemilihan ketua RT.Hal yang paling disenangi Kolekta adalah bertukaran buku dengan Ramses , yaitu adiknya Dante.Karena hobi ini terus berlanjut hingga ia kelas 3SMP , pertemanan mereka makin erat.Berbagai perisitiwa sedih dan lucu mewarnai tahun – tahun mereka di SMP.

Datanglah seorang produser film yang bernama Pak Leo , atau biasanya dipanggil om Leo. Ia mendapat tawaran bermain film bersama Dante sebagai pemeran pembantu utama.mereka berdua juga ditemani oleh teman – teman sekelasnya.Naomi , yang sangat iri kepada Kolekta karena tidak berhasil terpilih untuk mendapatkan peran tersebut , diam – diam mulai menusuk Kolekta dari belakang.Tak disangka dari tahun ke tahun Kolekta dan Dante menjadi bintang yang bersinar. Kolekta mendapatkan banyak sekali tawaran untuk bermain film dan iklan.

Suatu saat , Kolekta mendapatkan suatu tawaran untuk menjadi model dalam memperagakan baju yanga didesain oleh perancang model nasional.Yang terpilih adalah Kolekta , Naomi , bersama – sama kedelapan gadis lainnya.Tak diduga , ternyata salah satu kaki Kolekta berdarah.Tak disangka , ternyata ada paku berkarat yang berada di dalam sepatu Kolekta.Melihat itu , Naomi tersenyum misterius dan langsung maju kepanggung karena gilirannya tiba.Karena hal itu , Kolekta tidak jadi muncul di panggung dan di bawa ke dokter ditemani oleh Ibu Trista.Kolekta menderita demam dan tidak masuk selama 3 hari.Lukanya terkena infeksi.Kolekta dipaksa oleh teman – teman nya dan termasuk ibu gurunya agar mau memberitahu sesuatu tentang suatu hal yang dipendam oleh Kolekta sendiri , karena itu ada hubungannya dengan kecelakaan yang terjadi saat Mode Show.. Kolekta sempat ingin mengundurkan diri  , namun karena teman – teman menyemangatinya termasuk Dante , ia mengurungkan niat tersebut.

”Naomi adalah orang yang hanya bisa menghina orang , tapi giliran ada ulangan hanya bisa mencotek kau. Kalau aku jadi kau , akan kulabrak dia.Memang mulut saja yang besar , tapi otak bukannya di kepala mala di dengkul!! “ itulah kata – kata yang dilontarkan oleh Mesina , teman sekelas Kolekta .Kolekta hanya bisa terdiam.Tiba – tiba ia teringat akan yang terjadi pada saat gladiresik karena Naomi juga berusaha mencelakakannya.

Dante , yang merasa Kolekta lebih mimilih Adiknya , Ramses, merasa sangat sakit hati.Suatu hari , Dante menghampiri Ramses yang sedang makan di ruang makan.Ia sampai emosi dan memecahkan sebuah piring di depan mata Ramses.Ramses hanya diam – diam saja sambil tertawa kecil dalam hatinya karena menurutnya , nanti Dante akan mendapatkan kuliah dengan mamanya selama 5 menit.Ketika di vila , tempat Kolekta , Dante dan kru – kru film yang lain tinggal , Dante menghampiri kamar Kolekta.Didapatinya Kolekta sedang memakai kimono.Duduklah Dante disebelah Kolekta .Melihat hal itu , Kolekta sedikit menjauh darinya.Dante berkata kepada Kolekta ,” apa aku ini tidak lebih baik daripada Ramses , ha?”  .  ” apa – apaan si , ini tidak ada hubungannya dengan Ramses , kami hanya temanan koq . Lagian apa urusan kau”, jawab Kolekta.Mendengar itu , Dante jadi emosi dan tidak dapat mengontrol dirinya.Ia memojokan Kolekta dan menarik tali komono yang dipakai oleh Kolekta.Tapi , Kolekta cepat – cepat menahan tali tersebut sehingga tidak berhasil lepas.,” apa – apaan sih kau Dante .” jawab Kolekta sambil berteriak.”Percuma kau berteriak sampai lehermu putus , tidak akan ada yang mendengar,” jawab Dante sambil tersenyum sinis.Kolekta seperti sedang menghadapi Banteng yang sedang mengamuk.Itu membuat nyali Kolekta menjadi ciut.Dilepaskanlah Tali Kimono Kolekta oleh Dante, dan hanya menyisakan gaun tidurnya.Dante langsung memeluk Kolekta .Ia berusaha berteriak minta tolong , tapi tetap saja tidak ada yang menolong.Kecupan pertama mampir tergesa disertai desis kemarahan, “ Apa kelebihan adikku dari aku ? Akan kutunjukan padamu siapa sebenarnya yang lebih berhak atas dirimu.Kecupan kedua dan ketiga datang beruntun , makin lama makin panas.Karena dipeluk begitu erat , sukar sekali baginya untuk nerkelit ke samping.Dirobeknya gaun tidur Koleka dan Kolekta mendadak menjadi panik.Tolonggg!! Tolongg!!! dia menjerit sekuat yang dia bisa.Namun tetap saja tidak ada yang mendengarnya.Dibungkamlah mulut Kolekta dengan segumpal kain nilonnya.Kolekta meronta sekuat tenaga , tapi apa dayanya melawan banteng buas yang sedang mengamuk.Malampun berlalu dengan tenang.Namun , Kolekta yang dulu sudah tidak ada.

Kolekta sangat ingin kembali ke Jakarta karena ia tidak tahan dengan Dante yang seperti ini.”Dante telah berubah !! , “ katanya. Ia sudah membicarakan kepada om Leo bahwa ia ingin kembali ke Jakarta . Dante bersedia mengantarkannya hingga sampai ke Jakarta.Mengetahui hal itu , Kolekta berusaha untuk menghindari Dante . Saat itu , Dante sedang mabuk berat.Mesina , sudah melarang Dante untuk mengemudi , begitu juga Kolekta.Tapi tetap saja kata – kata itu tidak didengarkanya.Kolekta berusaha menghindari Dante . Ia bersembunyi diantara semak – semak agar meyakinkan Dante bahwa ia telah berangkat duluan.Leganya hati Kolekta setelah melihat mobil tersebut telah pergi .Jalanan pada malam itu sangat licin dan becek karena sudah terguyur air hujan.Saat ditengah perjalanan , Kolekta melihat kerumunan orang – orang.Salah satu orang di sana memberitahunya bahwa ada mobil yang jatuh ke jurang.Memang benar mobil yang jatuh itu adalah mobil yang dikendarai oleh Dante dan Dante meninggal seketika di tempat kejadian.

di koran tertulis  ,” DANTE BRAMASTA TUTUP USIA “ pada baris pertama tertulis , “  BINTANG REMAJA YANG DICALONKAN UNTUK PIALA CITRA BAGI PERANNYA DALAM FILM KEDUANYA YANG BERJUDUL ‘MATAHARI SELALU TERBIT LAGI’ KEMARIN JAM 13.10 MENINGGAL DUNIA AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI ….

Ibu Dante menuduh bahwa Kolekta adalah dalang yang menyebabkan anaknya Dante terbunuh.Sejak hari itu , Kolekta terus memikirkan Dante.

Opini

Novel ini menurut saya adalah novel yang menarik.Isi novel ini sangat mudah dimengerti karena isi ceritanya memang biasanya terjadi pada kehidupan kita sehari – hari .Penggunaan kata – kata yang digunakan juga baik.Para pembaca yang menyukai cerita – cerita romantis , pasti banyak yang memilih untuk membaca novel ini.Namun , ada beberapa kata yang sulit dimengerti seperti , “ eunteu nyaho nenaonan “ . Kalimat ini sampai sekarang masih belum dapat saya mengerti.

Nilai – nilai yang diperoleh

-         Janganlah memiliki perasaan iri hati terhadap sesama kita.

-         Hidup memang penuh dengan cobaan , untuk itu kita tidak boleh mudah menyerah dan terus berusaha untuk medapatkan hasil yang terbaik.

-         Jika musuhmu melakukan hal – hal yang tidak baik kepadamu  , jangan dibalas dengan perbuatan yang tidak baik juga karena itu tidak akan menyelesaikan masalah.Lebih baik sadarkanlah dia , mungkin saja mau berubah . (Bryan Hori-9C/4)

NOVEL  20

Judul : Putri Duyung

Pengarang : Maria

Ringkasan :

Harum adalah seorang gadis yang tidak mengenal ayahnya sendiri sejak kecil. Ia sangat menyukai melukis. Suatu hari ia mendapat pesanan untuk mengirim lukisan yang ia buat untuk sebuah hotel di Anyer. Sang pembeli (pengelola hotel tersebut), pak Arifin, sangat bangga pada lukisan Harum. Tanpa ia sadari, wajah yang ada di lukisan tersebut adalah wajah Harum. Karena pak Arifin sangat menyukai lukisan Harum, ia mengajak Harum untuk menginap di hotel tersebut selama beberapa hari. Namun Harum tidak dapat menginap pada hari itu, karena ia berencana untuk mengajak ibunya.

Saat Harum tiba di rumah, ibunya dapat melihat dari mata Harum bahwa Harum kelelahan. Maka Harum mengajak ibunya menginap di hotel pak Arifin beberapa minggu yang akan datang.

Setibanya Harum dan ibunya di hotel tempat pak Arifin bekerja, pak Arifin mengajak Harum berbincang-bincang. Pak Arifin memberi tahu Harum bahwa sebuah restoran di dekat hotel tempat mereka menginap, memajang lukisan-lukisan yang indah. Karena sebelumnya sang pengelola restoran adalah seorang pelukis juga. Maka Harum menjadi tertarik untuk datang ke restoran tersebut. Setibanya di restoran, ia merasa terpesona pada lukisan-lukisan yang terpajang. Maka Harum bertanya-tanya pada seorang ibu yang merupakan keponakan dari pelukis tersebut tentang sang pelukis. Ternayata sang pelukis sudah lama berhenti melukis tanpa sebab yang pasti. Saat Harum diajak melihat lukisan-lukisan lainnya, ia merasa heran dengan  satu lukisan yang pernah dilukis puluhan tahun itu, karena lukisan tersebut sama persis dengan lukisan yang pernah Harum untuk pak Arifin. Dan wajahnya lukisan tersebut pun sama, padahal lukisan Harum menggunakan wajah Harum sendiri sebagai model.

Keesokan harinya Harum datang ke restoran itu lagi. Kali ini untuk bertemu dengan si pelukis sambil melukis di hadapannya, dengan tujuan agar si pelukis mau melukis lagi. Kakek Hendro, si pelukis, merasa sudah akrab sekali dengan Harum begitu  pula Harum, padahal mereka baru berkenalan beberapa hari yang lalu. Mereka juga masih terheran-heran dengan lukisan yang mereka buat. Hingga akhirnya Harum mengajak ibunya untuk bertemu kakek Hendro. Pada saat itulah mereka mengetahui hal sesungguhnya. Sebelumnya ibu Harum tidak pernah mau membahas ayah Harum. Tetapi entah mengapa saat bersama kakek Hendro ia mau menceritakan secara lengkap. Dan saat ia menceritakan tentang ayah Harum, kakek Hendro menjadi sangat kaget dan hampir pingsan. Karena ternyata ayah Harum adalah anak kakek Hendro. Dan itu menandakan bahwa Harum adalah cucu kakek Hendro. Itu sebabnya mereka bisa akrab walau baru beberapa hari berkenalan. Lalu kakek Hendro bertanya pada keponakanya mengenai anaknya, ayah Harum. Dan ia mengatakan bahwa anak kakek Hendro ada di Jakarta dan sudah berkeluarga lagi.

Setelah Harum bertemu dengan ayahnya, sering kali ayahnya menginap di rumah Harum, bila tidak ada ibu harum karena ayah Harum masih merasa tidak enak hati dengan ibu Harum. Dan kakek Hendro merasa nyaman tinggal bersama Harum dan anaknya.

Suatu hari kakek Hendro mengajak Harum dan ayah Harum untuk membuat pameran bersama. Dengan tema lukisan tiga generasi. Dan tentu memajang lukisan putri duyun dari tiga generasi. Karena itu merupakan lukisan terunik yang pernah kakek Hendro lihat.

Hal yang dapat diambil : ikatan kekeluargaan sangat kuat hingga bisa mempertemukan sebuah keluarga yang sudah puluhan tahun yang lalu berpisah. ( Nile  – 9C/8 )

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: