Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

OPINI SISWA TENTANG MEMBACA

Posted by lembursingkur pada Mei 31, 2009

Buku Adalah Jendela Dunia

Banyak orang mengatakan hal yang serupa seperti judul di atas untuk membujuk agar orang-orang rajin membaca. Namun, jaman sudah berubah. Jaman sekarang, remaja maupun dewasa ingin memperoleh sesuatu secara instan. Semua orang ingin asal jadi tanpa mau bersusah payah. Kelihatannya peribahasa “bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian” berangsur-angsur mulai terlupakan. Ya. Jaman sekarang remaja jarang sekali membaca buku untuk menyerap ilmu pengetahuan. Kebanyakan mereka lebih senang browsing di internet sekaligus main facebook. Akibatnya, konsenterasi remaja jadi teralih sepenuhnya pada facebook dibandingkan menyerap ilmu tersebut.

Kurangnya minat membaca remaja ini tampaknya semakin menurun karena munculnya jejaring sosial facebook, friendster, myspace, twitter, dsb. Remaja lebih memilih membuka jejaring tersebut dibandingkan membaca. Padahal, buku menjadi sarana yang paling penting untuk remaja. Dengan membaca, kita bisa berkreativitas, berimajinasi dan munculnya penulis andal asal Indonesia. Kebanyakan novel-novel bermutu dan bagus adalah guratan penulis luar negeri, bukan Indonesia. Sunguh kesempatan yang bagus untuk mengharumkan Indonesia.

Akhir kata, saya pikr lebih bagus jika sekolah atau siapa pun yang peduli melakukan sesuatu untuk meningkatkan semangat membaca di kalangan remaja. Karena dengan membaca, kita bisa menuntut ilmu dan ilmu itu bisa digunakan untuk kehidupan sukses di masa depan. Membacalah sebelum hari senja. Ingat! Penyesalan selalu datang terlambat. (Stella 7D-36)

Membaca

Pada jaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih, hal tersebut mempengaruhi benyak para remaja, yaitu membuat banyak para remaja menjadi malas, bukan hanya malas membaca nemun ada juga yang menjadi malas belajar dll, dan menyebabkan nilai menjadi turun serta membuat orang tua menjadi panik. Membaca merupakan hal yang penting bagi kehidupan banyak orang bukan para remaja saja karena membaca dapat membuat pengetahuan kita menjadi luas sehingga dapat membuat atau menghasilkan suatu karya.

Membaca kadang kala mengasyikan dan kadang kala juga membosankan bagi kalangan remaja, pada jaman sekarang banyak remaja yang tidak mau membaca karena menganggap membaca tidak penting, membosankan, dll. Dengan tidak membaca, pengetahuan kita menjadi sempit (tidak tahu apa-apa) dan kita dapat malu. Dengan rajin membaca kita dapat meningkatkan pengetahuan kita, kata-kata kita, serta kretifitas kita dalam membuat suatu karangan.

Bagi remaja yang tidak menyukai membaca, mereka akan kesulitan bila sedang membuat suatu karangan karena sulit mencari kata-kata yang baik yang menarik bagi para pembaca. Dengan adanya teknologi yang canggih, minat baca para remaja menjadi sangat menurun dan waktu baca tersebut digantikan dengan membuka internet ( facebook, friendster, dll), para remaja yang tadinya meluangkan waktu untuk membaca buku namun sekarang lebih memilih membuka internet dan menganggap membuka internet sebagai hiburannya agar tidak bosan. Namun membuak internet malahan mengganggu / manyita waktu untuk membaca buku / belajar tanpa kesadaran para remaja.

Membaca merupakan hal yang sangat penting untuk para remaja sekarang agar dapat berkreasi, namun ada pula yang menyukai membaca komik ataupun novel, dll. Namun tingkat membaca tersebut menurun dari pada sebelum teknologi berkambang/ semakin canggih.

(Vanessa 7D)

Opini Tentang Membaca di Kalangan Remaja

Sebagai seorang remaja, ada baiknya jika kita makin banyak membaca dan juga meningkatkan skill kita dalam membaca.Namun sekarang, seiring dengan makin berkembangnya teknologi, para remaja lebih sering browsing internet, bermain facebook, dll. dibandingkan dengan membaca. Budaya seperti ini harus diminimalkan karena kan merusak perkembangan bagi para remaja. Baiknya, jika para remaja diberi porsi membaca yang cukup untuk seusianya. Jangan sampai porsi membaca yang diberikan terlalu sedikit ataupun malah berlebih.

Mungkin akan sulit bagi kita untuk memulai membaca, tapi cintailah membaca karena membaca adalah salah satu upaya untuk bisa sukses kelak. Mulailah membaca dari hal-hal yang kecil (koran , majalah, dll.). Setelah terbiasa membaca, mulailah membaca bacaan yang lebih ’berat’ (novel, biografi, otobiografi, dll.). Dengan begitu, kita akan bisa meningkatkan skill membaca dan bisa mencintai membaca.

Dengan cara seperti yang telah disebutkan, maka kita akan menjadi maniac membaca. Tapi, walaupun membaca baik untuk kita, kita tetap tidak boleh membaca terus menerus dari waktu ke waktu karena bila kita terlalu asyik membaca, maka hal-hal penting lain yang perlu dan penting kita lakukan akan menjadi terduakan. Jadi, membaca baik untuk kita tapi ada batasnya juga.

Karya:

Reinaldo Putra 7D/34

MINAT BACA

Minat membaca di kalangan remaja di kota-kota yang sudah berkembang sudah lumayan baik. Namun di pelosok-pelosok pedesaan yang susah mendapatkan pendidikan, buku merupakan suatu hal yang langka. Sehingga tidak semua orang dapat menikmati keindahan dan kekayaan dari buku. Remaja-remaja jaman sekarang juga kebanyakan membaca buku dari jenis-jenis tertentu saja. misalnya : hanya membaca tentang percintaan remaja. buku tentang komputer, games,dll. Tepatnya buku yang membuat mereka merasa terhibur dan tentu saja mereka tidak mementingkan tentang kadar informasi yang mereka dapatkan dari buku tersebut.

Minat membaca biasanya harus mulai ditanamkan pada anak-anak yang sudah memasuki TK atau SD. Dan yang pasti saat sudah memasuki masa remaja kita-kita harus sudah membaca buku dari segala macam tipe. Selain itu untuk menambah pengetahuan kita, kita juga dapat menambah pengalaman membaca kita.. Semakin kita sering membaca, semakin cepat juga kita membaca bacaan dan memahami berbagai macam bacaan. Dan seharusnya kita membaca itu dengan keinginan kita sendiri, jangan berpikir bahwa “kalau membaca hanya jika disuruh oleh guru atau orang tua”. Membaca harus merupakan minat kita tersendiri. Walaupun tantangannya tidak mudah karena kita kebanyakan lebih suka chatting, nonton, bermain facebook , dll. Tapi harus diingat juga bahwa buku itu sumber ilmu kita,jadi kita tidak blh melupakan buku.

Kita juga jangan lupa jika buku itu ada kalangan umurnya. Jadi sebaiknya kita membaca buku yang pantas kita baca. Maksudnya, jangan membaca buku-buku yang untuk kalangan orang dewasa. Jadi ,kita harus menseleksi mana yang buku kita boleh baca dan tidak boleh kita baca. Sebaiknya kita mendapatkan pengawasan dari orang tua dalam memilih buku, agar kita tidak membaca yang seharusnya tidak boleh kita baca.

(Cindy Angelica)

Dampak dari Membaca di Kalangan Remaja

Menurut saya, kurangnya ketertarikan membaca dalam kalangan remaja, membuat terhambatnya kemajuan bangsa kita.

Banyak remaja yang sudah aktif dalam kegiatan membaca ataupun dalam kegiatan mengembangakan minat baca, dengan adanya mobil baca keliling, perpustakaan yang dibuka di sekolah-sekolah atau muka umum, adanya penyuluhan tentang penting membaca, dll.

Namun masih banyak pula yang menganggap membaca itu tidak penting dan hanya membuang-buang waktu saja, padahal sebenarnya membaca itu berdampak langsung dalam kehidupan sehari-hari kita.

Dengan membaca, kita akan memperoleh banyak sekali manfaat, misalnya, kita jadi tidak gaptek, bisa bersosialisasi dimasyarakat dengan baik, punya pengetahuan luas, dan masih banyak lagi.

Membaca dikalangan remaja juga ada sisi negatifnya.

Banyak remaja yang sudah berani membeli lalu membaca bacaan yang sebenarnya untuk orang dewasa dan belum pantas dikonsumsi oleh remaja-remaja seperti kita. Hal ini bisa menyebabkan banyak remaja yang pergaulannya menjadi tidak benar.

Oleh sebab itu, kita harus mengembangkan minat baca kita, dengan syarat orang tua wajib mendampingi dan membantu kita dalam memilih bacaan sehingga kita tidak sembarangan membaca.

Selain itu kita juga harus bisa memetik nilai hidup yang bisa dipetik dari bacaan yang kita baca agar kita bisa menjadi remaja yang lebih baik dan membuat Bangsa kita maju dengan adanya remaja-remaja penerus Bangsa yang baik.

Karya :  Patricia Claresta

CLARA 7D – 30

Membaca Di Kalangan Remaja

Membaca di kalangan remaja zaman sekarang mulai mudah ditebak. Dapat kita lihat bahwa remaja sekarang cenderung membaca buku yang menurutnya menghibur dan umumnya merupakan bacaan-bacaan ringan seperti komik, majalah fashion dan remaja, dan lain-lain. Tetapi tetap tidak menutup kemungkinan bahwa ada remaja yang lebih memilih bacaan yang memberi informasi tentang Negara dan dunia kita. Yang dimaksudkan adalah buku pengetahuan atau ensiklopedi, buku-buku pelajaran, novel dewasa yang bahasanya rumit, dan koran seperti Kompas, Seputar Indonesia,  serta

Menurut pengamatan dan pengalaman saya sebagai anak SMP, remaja SMP masih sangat dekat dengan bacaan seperti komik/animasi. SMP adalah masa peralihan dari masa remaja ‘kekanak-kanakan’ menuju ke remaja SMA yang lebih dewasa, maka sebab itu, bacaan anak SMP ada saja. Siswi-siswi SMP juga tidak ketinggalan. Kebanyakan membaca majalah, atau novel-novel remaja yang umumnya bertema cinta-cintaan dan humor. Jujur, saya pribadi tidak begitu menyukai novel novel remaja Indonesia karena kadang isinya kurang berguna alias norak. Untuk koran, sepertinya siswa-siswi SMP ini ada juga yang membaca koran. Tetapi mungkin koran khusus. Seperti koran bola, masak memasak, dan gaya hidup. Soal bacaan pengetahuan seperti ensiklopedi, pada masa ini sudah mulai ada perkembangan. Banyak juga remaja SMP sangat suka membaca sehingga mencari pengalaman dengan membaca novel novel tebal yang berbahasa rumit.

Bagaimana dengan remaja SMA ? Remaja SMA sudah mulai dewasa dan pikirannya sudah mulai berat. Seperti memikirkan kemana akan melanjutkan pendidikannya, atau mungkin sudah memikirkan soal pacaran. Teenlit lebih laku dikalangan remaja SMA daripada remaja SMP. Bacaannya belum terlalu jauh berbeda dengan remaja SMP. Tetapi mungkin remaja SMA lebih memilih bacaan yang lebih  dewasa. Soal remaja SMA, saya tidak tau banyak, tetapi setidaknya, saya dapat melihat bahwa remaja SMA masih senang membaca komik dan majalah fashion. Menurut pendapat saya, remaja SMA zaman sekarang lebih suka bermain bersama teman temannya daripada membaca. Tetapi tetap pada yang telah saya katakan sebelumnya, tidak menutup kemungkinan soal remaja yang membaca novel berat dan koran.

Kalau saya pribadi sih, lebih suka mengoleksi komik  karena isinya menarik dan sensasinya lebih berasa. Maksudnya, entah mengapa kalau sedang membaca komik, saya jadi serius menanggapi cerita di dalamnya. Rasanya menusuk sampai ke hati. Dilengkapin pula dengan gambar gambarnya yang bagus. Menurut saya, komik jepang merupakan komik terbaik. Isinya berbobot dan kebanyakan cocok untuk saya. Kalau boleh jujur, komik favorit saya adalah One Piece. Komik ini benar benar seru dan banyak situasi yang menurut saya lebih menarik dari komik lainnya. Kreativitas sang pengarang juga tak habis habis. Ceritanya berangsur lucu dan juga kadang menyedihkan. Sampai saat ini, bacaan favorit saya adalah komik.

(kathlene.7d.23)

MINAT BACA PARA REMAJA

By : Crystalia Tanuwijaya VII D – 08

Minat baca di kalangan remaa sekarang sudah dapat kita tebak. Kebanyakan mereka lebih memilih untuk membaca buku yang dapat menghibur mereka dan biasanya buku-buku ini tergolong dalam bacaan fiksi. Namun bukan berarti tidak ada remaja yang mempunyai minat baca yang tinggi.

Menurut pengalamanku, aku lebih memilih untuk membaca dan mencari-cari artikel dari internet dari pada harus membaca koran dan majalah setiap hari. Mungkin, ini bukan hanya aku yang mengalami tetapi juga mungkin dialami oleh remaja-remaja lain.

Pendapatku setelah mengalami dan mengamati minat baca dari beberapa remaja lain yaitu sejak berkembangnya teknologi, minat membaca dikalangan remaja menjadi menurun. Ini karena dari media-media yang ada, selain kita mencari-cari artikel, kita juga akan terbawa untuk membuka yang lain. Misalnya seperti Facebook, Friendster, Blog, dll. Ini membawa dampak buruk bagi remaja-remaja yang mengalami hal seperti ini, karena waktu kita di depan komputer akan bertambah banyak dan waktu belajar akan berkurang sehingga nilai-nilai di sekolah menjadi turun.

Membaca Bagi Kaum Muda

Membaca adalah salah satu kegiatan yang sangat yang penting bagi
kehidupan manusia sehari-hari. Manfaatnya tidak hanya untuk mengisi
waktu luang, namun juga untuk menambah wawasan.
Sebenarnya, dulu saya sendiri juga tidak terlalu gemar membaca. Kakak
sayalah yang pertama-tama membuat saya suka membaca. Buku pertama yang
saya baca atas keinginan saya sendiri adalah komk Detektif Conan. Saat
itu saya duduk di kelas sekitar 2 SD. Saya membaca tiap akhir pekan
dan hari libur lainnya. Sejak itu, saya banyak sekali membaca buku.
Jenis buku yang gemar saya baca sekarang adalah novel. Padahal yang
diperkenalkan kakak saya adalah komik, namun saya lebih menyukai
novel, terutama novel petualangan. Sekarang, tidak hanya hari libur
saja saya membaca. Bahkan saat menjelang ulangan pun saya sering
melanggar perintah orang tua saya dengan membaca buku. Dengan membaca,
saya memperoleh keasyikan tersendiri, yang selama ini tidak pernah
bisa dimengerti oleh orang tua saya.
Jika saya melihat sekeliling saya, yaitu teman-temn saya, pada
umumnya banyak di antara mereka yang juga gemar membaca. Paling
banyak, teman-teman saya yang seusia dengan saya menyukai komik. Tapi
ada juga yang menyukai novel seperti saya, baik novel petualangan,
misteri, kisah cinta, maupun lainnya.
Namun sayangnya, tidak sedikit juga pemuda-pemudi di Indonesia yang
tidak suka membaca.. Saya pernah membaca sebuah artikel yang
menyebutkan bahwa sedikit sekali anak muda Indonesia yang gemar
membaca. Mereka berpendapat bahwa membaca itu hanya membuang waktu
saja. Bahkan ada yang sama sekali tidak percaya akan pepatah buku
adalah jendela dunia. Menurut mereka, membaca itu tak ada gunanya.
Menurut saya, banyak pemuda yang tidak suka membaca karena mereka
berpendapat bahwa menonton TV jauh lebih seru. Selain lebih cepat dan
praktis, juga lebih menarik dengan gambar penuh warna yang bisa
bergerak. Saya juga menyadari hal itu. Terkadang membaca buku juga
terasa membosankan. Namun demikian, buku tetap saja memiliki daya
tarik tersendiri bagi segelintir orang.
Kemungkinan kedua, para pemuda lebih tertarik bermain game daripada
menyimak cerita dari buku ataupun dari televisi. Kemungkinan ini bisa
saja terjadi, karena dengan bermain game, kita sebagai pemain ikut
terlibat secara aktif dalam jalan cerita.
Tiap orang memang berbeda-beda, dan kita tidak bisa memaksakan
kehendak dengan memaksa orang lain untuk mengikuti kita gemar membaca.
Namun memang sangat disayangkan jika mereka menganggap membaca itu
tidak ada gunanya. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha dengan
mengajak orang lain untuk gemar membaca.

(Jassynda 7D/20)

MEMBACA DAN MANFAATNYA

Jaman sekarang,teknologi sudah maju bahkan sebagaian org di dunia sudah diperbudak oleh teknologi seperti hp blackberry,ituh merupakan hp yg selalu online untuk internet jadi setiap saat kita akan bisa mendapatkan email bahkan saat santai jadi mau tidak mau kita terganggu. lalu game boy, ituh juga kita jadi tergantung akan itu. misalkan yang lebih akurat itu seperti dulu kita membaca koran atau mendengarkan radio,sekarang kita hanya melihat di internet, nonton tv,dll… sama seperti novel,sekarang semua cerita yg ditulis diliris menjadi sebuah film sehongga orang menjadi malas untuk membaca cerita asli nya.

tanpa disadari itu membuat dan membiasakan kita untuk malas membaca. itu menurunkan minat baca manusia.

Akibat yang disebabkannya adalah banyak siswa gagal ujian karena tidak mampu belajar dengan serius, menurut saya bukan karena anak itu malas melainkan karena anak itu tidak terbiasa membaca sehingga membaca bahan ujian yang begitu banyak nya menjadi frustasi dan stres dan tidak bisa mengejar waktu.

selain itu juga, saya pernah membaca perjuangan seorang anak yang tidak bisa bersekolah tetapi anak itu pintar karena membaca.

Padahal, membaca banyak bermanfaat… menurut hasil http://klubhausbuku.com/2008/11/manfaat-membaca/ yaitu :

1.membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan

2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangakan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
9.Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

Menurut saya minat baca seseorang dapat menurun karena :

1.gangguan dari perkembangan teknologi

2.faktor pertemanan juga merupakan hal yg patut di perhatikan. karena di jaman muda adalah masa-masa yg susah bagi seorang anak terhadap keluarganya. menurut mereka pertemanan adalah yang terpenting sehingga tidak mau du bilang kuper karena sering ke perpustakaan  lalu mereka hanya pergi ke mal bersama-sama.

3.faktor keluarga. karena tanpa dukungan keluarga minat baca seseorang akan menurun juga

4.kemauan dan tekat seseorang untuk menjadi maju,pintar,terdidik,dan cerdas.

Saya juga sudah memikirkan selama beberapa hari ini bahwa menurunnya minat baca dapat diatasi dengan cara : 1.memikirkan bahwa buku adalah yang membuat orang pintar

2.ajak teman-teman dan anggota keluarga untuk membiasakan membaca juga.

3.memberi tau orang-orang manfaat membaca, dan akibat orang tidak membaca.

4.belajar lah dari sebuah buku novel ringan yang tipis lalu ke tebal dan ke novel yang berat dan setelah itu kita tetep bisa punya waktu untuk berinternetan ri aslakan tidak lupa waktu dan kita tetep beljara membaca-baca hal-hal yang berguna saat berada di dunia maya.

(Nara Puspaputri Pernama, kelas 7d no.28)

Gaya Membaca Anak Muda

oleh: Dennisa Audrey VIID . 10

Gemarnya membaca merupakan salah satu faktor ukur kecerdasan seseorang. Di era modern ini, banyak yang mengatakan bahwa membaca adalah gerbang pintu menuju kesuksesan. Dalam kata lain, buku merupakan salah satu sumber utama pengetahuan sebagai jaminan menuju kelangsungan hidup yang cerah. Namun, sayang sekali, jumlah orang yang buta aksara di negeri Indonesia kita tercinta ini, dapat mengalahkan jumlah buku-buku yang ada di sebuah toko buku, akibatnya, mereka mereka ini, tidak mendapatkan perbekalan cukup dalam jalan menuju kesuksesan.

Sekarang, saya akan mempersempit dan memfokuskan pembahasan yang bertopikkan membaca ini. Dengan semua kekurangan dan kelebihan di lingkungan masyarakat, apa pengaruh dan gaya pola membaca di kalangan remaja ? Inilah opini saya tentang membaca di kalangan remaja, terutama siswa-siswa pelajar.

Pada dasarnya, bila dilihat keseluruhan dari siswa-siswa pelajar yang berpendidikan seharusnya mereka gemar membaca, apalagi di usianya yang menginjak remaja, pasti kemampuan untuk membaca pun juga meningkat, begitu pula juga dengan rasa keingin tahuan. Kesusahan dalam membaca yang sering dijumpai adalah ketika sang pembaca tidak mengerti isi yang di maksud dalam bacaan yang di baca, salah satu faktor yang menyebabkan nya mungkin di sebabkan oleh sempitnya kosa kata yang ada pada sang pembaca. Namun, di usia remaja ini, apalagi untuk siswa pelajar, pastinya tidak ada alasan bahwa kosa kata mereka sempit, karena di lingkungan belajar pun mereka telah terlatih dan sering sekali menjumpai prihal aksara.

Saya sebagai seorang pelajar, pastilah tahu bagaimana rasanya belajar dan membaca buku pelajaran. Maka dari itu, saya dapat menghipotesakan bahwa seorang pelajar, akibat dari seringnya membaca buku pelajaran di sekolah, di jam sekolah maupun setelah jam sekolah, akan mengalami kejenuhan, karena kejunahan itu disebabkan oleh isi buku pelajaran yang membosankan, maka berdampak lah pada buku-buku lain. Dampak nya, dapat menyebabkan sang pelajar merasa bahwa semua buku yang bertemakan pendidikan bahkan model-model kisah rakyat sekalipun membosankan. Padahal buku-buku seperti itu yang lebih berguna. Akhirnya siswa-siswa pelajar remaja lebih memilih untuk membaca novel-novel humor, percintaan remaja, maupun komik. Namun, apakah bacaan alternatif yang dipilih siswa-siswa pelajar ini, selama nya akan bersifat negatif bagi perkembangan kecerdasan sang siswa ? Sebenarnya, pilihan alternatif ini tidak selama nya akan bersifat negatif.

Bila diambil contoh; misalkan saja seperti buku komik, gambar-gambar lucu dan menarik akan membuat sang pembaca tertarik dan tertantang untuk menggambar sebagus sang komikus, alhasil, kreatifitas dan imajinasi sang pembaca akan bertambah. Namun tidak selama nya sang komik membawa dampak positif. Komik-komik juga sering dijumpai menampilkan adegan kekerasan dan  bahasa-bahasa kasar yang sebenarnya bukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seseorang yang memang gemar membaca komik, pada akhirnya merasa bahwa hal-hal negatif yang ditampilkan oleh komik menjadi sesuatu yang biasa, lalu mulai lah dipraktikkan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari dan dapat menimbulkan ‘kelatahan’ pada orang di sekitarnya. Bisa gawat bukan ?

Memang tidak dapat dianggap sepele, salah-salah, budaya tutur bahasa kita yang sopan dapat terancam punah. Benar sekali, baru saja di ambil 1 contoh, namun dampak nya bila di pikir-pikir besar pengaruhnya! Jadi, untuk megatasi nya, kita dapat memulai yang mudah-mudah saja dari sekarang, seperti mulai memilah-milah bacaaan buku alternatif, tidak perlu buku berbau pendidikan, pembuatan perpustakaan kecil di rumah juga dapat menimbulkan rasa keinginan untuk membaca. Selagi kita muda, ayo kita bersama-sama meningkatkan kebiasaan membaca. Jangan menganggap buku pendidikin sebagai sesuatu yang membosankan lagi yah!!

Membaca di Kalangan Remaja

Menurut saya, kalangan remaja zaman sekarang jarang yang suka mambaca. Mungkin hanya 3 dari 7 remaja di dunia yang gemar membaca. Tapi tentu jumlah itu sangatlah sedikit. Teman-teman saya juga tidak banyak yang gemar membaca. Misalnya jika saya bertanya tentang buku apa yg disukai kepada teman-teman saya, banyak yang berkata bahwa ia tidak suka membaca. Saya sendiri juga tidak terlalu suka membaca. Saya hanya membaca buku yang saya gemari saja.

Menurut saya, rendahnya ketertarikan para remaja untuk membaca disebabkan oleh banyaknya permainan-permainan video game, komputer, atau film-film yang menarik untuk ditonton. Sehingga lama kelamaan buku bacaan tidak lagi diminati, terutama oleh kalangan remaja zaman sekarang. Kebanyakan remaja berpendapat bahwa membaca hanya untuk kutu buku. Tapi sebenarnya tidak.

Menurut saya, sebaiknya para remaja lebih banyak membaca buku. Buku sebenarnya sangat bermanfaat bagi manusia. Bisa untuk belajar, pengetahuan, atau pun hiburan. Jika para remaja masih enggan mambaca buku, menurut saya masa depan akan menjadi tidak cerah. Para remaja menjadi lebih terpaku pada video game, komputer, atau TV. Sebaiknya sekolah-sekolah lebih membiasakan murid-muridnya agar banyak membaca. Demi masa depan yang cerah.

(Oleh Geraldy Ananta)

Antara Membaca dan Facebook

Menurut saya membaca di kalangan remaja sangat bermanfaat. Karena seperti yang kita semua tau bahwa membaca dapat menambah pengetahuan tentang banyak hal. Bisa dalam bidang pendidikan di sekolah, pelajaran, pertemanan, keluarga dan lain sebagainya. Namun terkadang membaca juga bisa menjadi sumber ide dan pikiran yang tidak baik karena tidak sesuai dengan umurnya. Teknologi sekarang sudah sangat maju, jaman pun sudah berubah, tidak sulit untuk mencari berbagai macam informasi yang tidak sesuai dari internet, berbagai macam majalah, buku, dan koran. Jadi menurut saya, orang tua harus membantu mengawasi anak remaja. Anaknya sendiri pun sebagai anak yang dianggap sudah lebih besar, lebih bertanggung jawab dan lebih bisa dipercaya harus bisa memutuskan sendiri mana yang pantas dan mana yang tidak.

Menurut saya remaja jaman sekarang sudah jarang membaca apalagi buku. Karena sekarang ada berbagai macam program seperti facebook, friendster, blog. Remaja jaman sekarang rata-rata lebih memilih untuk membuka facebook daripada membaca, karena sebagian remaja berpikir membaca adalah suatu hal yang kuno. Menurut saya sebaiknya kita sebagai remaja harus menyeimbangkan keduanya. Kita membuka facebook agar tidak dikatakan “kuper”, supaya terlihat bahwa kita mengikuti perkembangan jaman. Namun kita juga harus mengerti bahwa dengan membuka facebook informasi yang kita peroleh tidak akan sebanya saat kita membaca buku pelajaran, buku pengetahuan dan sebagainya. Jadi menurut saya tidak salah untuk membuka facebook dan lainnya. Yang diperlukan hanya keseimbangan antara membaca buku pelajaran dan membuka berbagai macam program dari internet..

Sekian opini saya

(Debby VII d / 9)

Membaca di Kalangan Remaja

Membaca sangatlah banyak manfaatnya bagi kita. Dengan membaca buku, banyak informasi dan pengetahuan yang dapat kita peroleh. Banyak orang  mengatakan bahwa buku adalah sumber ilmu. Apabila kita rajin membaca buku, maka ilmu pengetahuan dan kosa kata kita akan bertambah.

Pada zaman yang modern ini, minat membaca di kalangan remaja sangatlah memprihatinkan. Banyak remaja yang senang bermain game, duduk di depan komputer berjam-jam untuk membuka Facebook, dan sebagainya sehingga tidak menyisakan waktu untuk setidaknya membaca sebuah buku atau bahkan koran. Padahal, kita semua tahu bahwa di dalam koran terdapat banyak sekali informasi dan berita baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Seharusnya kita harus rajin membaca koran agar tidak ketinggalan informasi-informasi penting.

Kita tentu ingin agar negara kita menjadi negara yang maju dan tidak kalah dari negara-negara yang lain. Namun, negara kita termasuk negara yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi sehingga banyak yang menganggap remeh Indonesia. Banyak sekali pengangguran yang terdapat di negara kita. Hal ini disebabkan karena minimnya ilmu pengetahuan mereka. Sebagai remaja, kita tentu ingin agar kelak menjadi orang yang sukses. Karena itu, marilah kita mulai membaca sejak dini.

(Oleh: Yoseph W. Rangga P. VIID/38)

JAM BACA BERKURANG

Di abad 21 ini banyak remaja di seluruh dunia yang mengurangi jam baca mereka, apalagi pada zaman ini ada yang namanya email, friendster, facebook, blog, dll. Banyak orang di seluruh dunia terbius oleh chatting ala abad 21, diantara orang banyak itu adalah remaja. Banyak remaja beranggapan bahwa lebih asyik mengikuti hidup ala abad 21 (chatting) daripada membaca, karenanya mereka mengurangi kegiatan membaca baik dalam hal akademis (tentang pengetahuan) maupun non-akademis (novel). Para remaja itu (yg gila chatting) belum mengetahui dampak chatting itu pada diri mereka masing-masing.
Tapi tidak semua remaja beranggapan begitu, ada pula yang mengatakan bahwa chatting itu memang asyik tapi membaca juga perlu. (contohnya aku!!) Bagiku membaca berguna untuk menambah wawasan juga bisa dilakukan untuk refreshing alias menghilangkan stress, apalagi saat setelah ujian!! Tidak sedikit lho yang bilang membaca itu seru!!
Ada juga pemerintah yang dengan bijaksana melaksanakan kegiatan wajib baca bagi beberapa kalangan. Menurutku hal ini sangat membantu selain untuk membuat orang menjadi suka membaca juga untuk membiasakan orang-orang dalam membaca, meskipun hanya sebentar namun ini dapat membantu apabila digunakan sebaik mungkin.

Oleh: Jessica Putri
Kelas/no: 7D/21

Remaja Bisa Membaca!

Seperti yang kita tahu, membaca dikalangan remaja mulai menurun. Banyak remaja yang lebih suka untuk bermain, mengobrol, dan berpacaran. Nah, disini saya akan memberikan pendapat saya serta berbagi sedikit pengalaman saya.

Saya mengamati para remaja (termasuk saya), lebih sering chatting dan bermain Facebook atau Friendster (internet). Dalam chatting dan facebook/friendster kita memang bisa lebih memperluas pergaulan dan wawasan. Tetapi banyak remaja yang menyalahgunakan internet. Mereka banyak menggunakan internet untuk berpacaran, bermain, dan bahkan tak segan untuk membuka situs-situs dewasa. Disini saya menyadari bahwa waktu-waktu membaca para remaja harus ditingkatkan.

Saya teringat pada pengalaman saya saat saya membuka internet. Pada waktu itu saya membuka facebook dan bermain selama 5 jam. Setelah itu, saya sadar akan kebiasaan remaja zaman sekarang. Saya berpikir bahwa kita para remaja harus memperluas wawasan dan memperbanyak membaca. Ketika itu pula, saya langsung membuka situs google dan mencari artikel-artikel menarik untuk dibaca seperti tentang isu kiamat 2012. Disana saya mendapat banyak pengetahuan yang sangat penting. Sejak saat itu, saya mulai memperbanyak porsi membaca saya dan meluangkan waktu untuk membaca di perpustakaan.

Disisi lain, saya melihat sebagian kalangan remaja yang suka membaca. Mereka banyak meluangkan waktunya untuk membaca. Mereka bisa membaca buku di perpustakaan,internet,dsb. Terlihat bahwa remaja yang suka membaca kebanyakan merupakan remaja yang pintar dan berkualitas. Saya sangat kagum terhadap mereka dan merasa bahwa ini sangat baik. Setelah saya melihat ini, saya sadar akan pentingnya membaca dan begitu banyaknya manfaat dari membaca. Saya ingin mengajak seluruh remaja Indonesia meluangkan waktunua untuk membaca. Dengan membaca, kualitas anak bangsa akan berkualitas dan dapat memajukan negara serta membanggakan keluarga da negara. Saya mengajak para remaja untuk membuktikan bahwa Remaja bisa Membaca!

( Hillary Johnson 7d-18)

Membaca Bagi Remaja

Membaca, nama yang tak asing lagi kita dengar. Membaca dapat didefinisikan secara umum sebagai suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Dengan membaca, kita dapat menambah ilmu, memperluas wawasan kita, atau bahkan hanya sekedar untuk hiburan semata.

Seperti yang sudah dibahas di paragraf sebelumnya, membaca dapat dilakukan oleh siapa saja. Termasuk oleh para remaja saat ini. Minat membaca di kalangan remaja di kota-kota besar secara kasat mata telah berkembang dengan baik. Meskipun hal itu hanya sebatas untuk jenis bacaan tertentu khususnya bacaan yang menghibur, namun kebiasaan membaca ini secara bertahap dapat diarahkan kepada buku-buku yang membantu perkembangan remaja. Hal ini penting karena kemauan untuk membaca sangat berkaitan dengan pendidikan generasi muda. Minat baca pada kalangan remaja harus ditumbuhkan sejak mereka masih diusia dini.

Aktivitas remaja yang sangat bervariasi membutuhkan pendidik yang kreatif untuk meningkatkan minat membaca bagi remaja. Meningkatkan minat membaca bagi remaja dapat dilakukan dengan cara membiasakan seseorang untuk membaca sejak masih anak-anak. Yang terpenting adalah menyadarkan hati para remaja agar timbul minat membaca dari dirinya sendiri dan bukan karena paksaan dari orang tua. Tentu saja tantangannya tidak ringan, karena begitu banyak kegiatan lain yang daya tariknya lebih besar dari pada membaca. Apalagi bagi anak-anak kalangan menengah keatas, kegiatan membaca banyak tersaingi oleh kegiatan lain seperti nonton.

Dengan membaca kita juga bisa mendapatkan banyak manfaat. Manfaat dari membaca aatara lain:

  1. Membaca dapat menambah ilmu kita, dapat memperkecil tingkat kebodohan yang ada di

Indonesia atau bahkan di luar negeri.

2.      Dengan sering membaca, kita dapat mengembangakan kefasihan dalam bertutur kata.

3.      Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara
berpikir.

4.      Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe

dan model kalimat.

5.      Untuk jenis bacaan yang bersifat menghibur, membaca dapat menghilangkan rasa bosan.

Demikianlah manfaat-manfaat yang bisa kita dapatkan dari membaca. Membaca itu penting untuk kemajuan bangsa dan negara kita. Semoga dengan meningkatnya minat membaca, para remaja sekarang dapat membuahkan hasil yang memuaskan bagi kiata semua. (Felicia)

Membaca di Kalangan Remaja

Membaca adalah hal yang sudah tidak asing di telinga kita. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, atau pun lansia semua membaca. Sebenarnya membaca itu memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah menambah pengetahuan dan wawasan kita.

Tapi sayangnya, menurut saya para remaja di dunia tidak terlalu gemar membaca. Kenapa hal ini bisa terjadi? Sepertinya mereka lebih memetingkan pergi ke mall bersama teman, beli baju, atau bermain internet daripada membaca. Banyak tempat untuk bisa mendapatkan bacaan, yaitu toko buku, perpustakaan, bahkan tukang koran di pinggir jalan pun bisa menjadi tempat mendapatkan bahan bacaan.

Dengan begitu banyak tempat, kenapa para remaja tidak terlalu tertarik membaca? Bila hal ini terus berlanjut apa yang akan terjadinya dunia ini? Karena itu tingkatkanlah semangat membaca kita untuk masa depan yang lebih baik.  Irene Melissa

Membaca bagi Remaja

Membaca merupakan sumber ilmu yang sangat penting. Informasi dan pengetahuan apapun dapat diperoleh dari membaca. Sayangnya, walau banyak yang menyadari hal itu, minat baca di kalangan remaja dapat dikatakan masih rendah.

Hal utama yang mengurangi minat baca di kalangan remaja adalah membaca dianggap sebagai beban. Para remaja menganggap bahwa membaca adalah hal yang sangat membosankan. Apalagi dengan munculnya game-game flash, para remaja tentu lebih tertarik pada permainan seperti itu. Padahal yang dimaksud membaca tidak harus buku-buku tebal yang membosankan. Membaca juga dapat menyenangkan yaitu melalui internet dan lain-lain.

Menurut saya,ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menarik minat baca, di antaranya adalah menentukan waktu yang tepat dantidak berpikiran buruk dahulu sebelum mulai membaca. Bila dua hal itu sudah dapat dilakukan, maka membaca dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Tapi, kesadaran masing-masing orang juga sangat berpengaruh. Oleh sebab itu, sebaiknya orangtua sudah mulai menanamkan kesadaran anak untuk membaca sejak dini.

Jadi kesimpulannya.menurut saya, minat baca di kalangan remaja masih cukup rendah. Tapi, hal itu dapat ditanggulangi. Dan yang terpenting adalah kesadaran masing-masing orang untuk meningkatkan minat bacanya.

(Oleh:Geil Emdi7D/15)

Membaca di Kalangan Remaja

Membaca memang sangat penting bagi semua kalangan, termasuk remaja. Membaca memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan kita. Membaca menentukan kualitas hidup manusia. Membaca berarti membuka jendela pengetahuan. Dan membaca merupakan kunci dari keberhasilan. Namun, belum banyak yang menyadari betul akan pentingnya membaca.

Niat membaca di kalangan remaja Indonesia masih tergolong rendah. Tak heran jika tingkat pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain yang penduduknya rajin membaca. Padahal membaca itu sangat penting. Dengan membaca, informasi kita bertambah, sehingga pengetahuan dan wawasan kita menjadi semakin luas.

Oleh karena itu, mulai saat ini, kita harus meningkatkan kesadaran membaca kita. Dan dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan tingkat pendidikan kita. Ki ta harus rajin membaca sejak dini agar kelak kita dapat meraih kesuksesan dan masa depan yang cerah.

(Firsta Sisilia/ 7-D/ 13)

Membaca di kalangan remaja

Membaca, sudah menjadi hal yang baisa. Karena membaca sangat penting sebagai sumber ilmu pengetahuan, atau sebagai hiburan. Baik membaca buku pelajaran, komik, novel, dan lain-lain.

Membaca merupakan hal yang sangat penting karena membaca juga menentukan masa depan kita. Kegiatan membaca pada remaja sangatlah esensial karena masa remaja adalah masa terpenting dalam kehidupan manusia. Pada masa remaja berbagai informasi akan menentukan perkembangan moral dan kepribadiannya. Bahan bacaan merupakan masukan yang penting bagi perkembangan mental seorang remaja, oleh karena itu apabila bahan bacaan anak dan remaja tidak diseleksi dengan baik, dan tanpa pengarahan dan penjelasan dari guru dan orang tuanya, maka akan mempengaruhi perkembangan psikologis seseorang.

Namun, apakah membaca sudah dijadikan sebagai hobi, atau suatu kegiatan yang rutin dilakukan? Sebagian remaja sering kali menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan. Walaupun tidak semua remaja demikian.

Seperti yang telah diketahui bahwa membaca sangat penting bagi remaja. Oleh karena itu, akan sangat penting agar membaca dijadikan sebagai kegiatan yang rutin dilakukan. Atau usahakan agar membaca sering dilakukan. Dengan demikian manfaat dari membaca akan lebih cepat dirasakan.

Membaca tidak hanya dari buku saja, tetapi juga dapat dilakukan melalui media elektronik. Adapun melalui koran, majalah, dan lain-lain. Tidak menjadi masalah membaca dari media lain, selain buku. Yang terpenting Indonesia memiliki generasi unggul di masa depan. Salah satu cara untuk menggapainya adalah dengan membiasakan budaya membaca sejak dini.

Meningkatkan minat baca remaja, perlu didukung dengan gerakan menulis buku. Dengan banyak menulis, minat baca juga dapat meningkat. Karena untuk dapat membuat suatu tulisan yang menarik, penulis juga akan banyak membaca dan terinspirasi dari tulisan orang lain. Dan jika hasil tulisan para remaja Indonesia terbit sebagai hasil tulis anak muda Indonesia, ini akan menjadi hal yang membanggakan. Baik keluarga, dan negara. Akan lahir pengarang-pengarang muda yang unggul di Indonesia bila hal ini telah dibiasakan.

Gerakan meningkatkan budaya membaca harus merupakan bagian dari budaya masyarakat. Di era reformasi yang penuh keterbukaan seperti saat ini komunikasi adalah pintu gerbang kesuksesan. Dan dalam masyarakat yang sangat beragam maka komunikasi, termasuk melalui media cetak dan buku-buku, harus dapat diakses oleh berbagai kalangan.   ( Nia 7D-40)

Membaca di Kalangan Remaja

Minat baca di kalangan remaja di kota-kota besar secara kasat mata telah tumbuh dengan baik. Meskipun hal itu hanya sebatas untuk jenis bacaan tertentu khususnya bacaan yang menghibur, namun kebiasaan membaca ini secara bertahap dapat diarahkan kepada buku-buku yang membantu perkembangan jiwa remaja. Hal ini penting karena minat membaca sangat berkaitan dengan pendidikan dan pembinaan generasi muda sebagai aset berharga bagi suatu bangsa. Minat baca pada kalangan ini harus ditumbuhkan sejak mereka masuk usia taman kanak-kanak atau setidaknya ketika memasuki sekolah dasar.

Biasanya, para remaja membaca buku seperti buku novel,majalah,atau komik. Namun dengan menambahnya teknologi di kehidupan sehari-hari, kita dapat membaca melalui via internet. Namanya adalah blog. Blog adalah suatu wahana untuk menulis tentang apapun. Isi dari suatu blog dapat berupa curhat, berita, komentar tentang suatu hal, lirik lagu, bahkan sampai bisnis internet yang dapat menghasilkan uang. Dari blog kadang kita bisa melihat bagaimana seseorang memandang suatu hal atau suatu masalah. Aku mengenal blog untuk pertama kalinya pada tahun 2002, dan pada saat itu aku menyimpulkan bahwa blog adalah sarana seseorang untuk mengungkapkan isi hatinya, seperti menulis dalam buku diary.

Kegiatan membaca pada remaja sangatlah esensial karena masa remaja adalah masa terpenting dalam kehidupan manusia. Pada masa remaja berbagai informasi akan menentukan perkembangan moral dan kepribadiannya. Bahan bacaan merupakan masukan yang penting bagi perkembangan mental seorang remaja, oleh karena itu apabila bahan bacaan anak dan remaja tidak diseleksi dengan baik, dan tanpa pengarahan dan penjelasan dari guru dan orang tuanya, maka akan mempengaruhi perkembangan psikologis seseorang.

Meningkatkan minat baca pada remaja perlu didukung oleh gerakan meningkatkan penulisan buku. Terbitnya buku-buku hasil karya putera-puteri bangsa Indonesia akan meningkatkan kepercayaan bahwa anak bangsa kita inovatif. Hadirnya buku-buku karya remaja Indonesia sebagai penulis muda yang kreatif dan produktif, sangatlah membanggakan. Oleh karena itu, kini generasi baru penulis muda Indonesia membutuhkan pemerintah untuk mendukung hak berkreasi mereka melalui berbagai kebijakan. Program ini harus merupakan kegiatan yang terpadu baik di sekolah ataupun luar sekolah, baik di pemerintahan ataupun kalangan swasta. Para penulis harus diberi kemudahan dan fasilitas yang memadai. Para penerbit diberi bantuan agar mempermudah mereka membantu para penulis baik dalam honorarium, insentif, serta royalti agar mereka bersemangat menerbitkan buku-buku baru yang murah. Pemerintah perlu menyediakan subsidi yang besar agar biaya produksi buku menjadi murah dan mudah, sehingga dapat dijual dengan harga murah dan terjangkau oleh masyarakat luas.

(Yosua-7D/39)

MEMBACA ITU BIASA

Sekarang, saya akan mengutamakan opini saya berhubungan dengan hal membaca khususnya di kalangan remaja. Membaca adalah hal yang sangat familiar, hampir semua umur dan kalangan bisa membaca. Mungkin yang belum bisa hanyalah anak-anak batita dan orang– orang yang memiliki kekurangan sejak lahir atau kekurangan lainnya. Bahkan orang buta pun sekarang bisa membaca atau setidaknya mengetahui informasi tidak hanya dengan pendengaran saja, karena sudah tersedia huruf Braille. Nah, saat ini saya akan mengutarakan opini saya tentang hal ini yakni membaca, yang sepertinya sudah mulai berkurang pada zaman sekarang karena kemajuan teknologi.

Menurut saya, umumnya para remaja sekarang kurang suka membaca, walaupun masih ada juga yang suka membaca. Tetapi pada umumnya kurang karena ada TV yang lebih praktis, tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui informasi di dalamnya , dan lebih seru karena ada gambar serta suaranya. Padahal kalau menurut saya menonton TV tidak sepenuhnya juga manguntungkan karena ada juga kekurangan – kakurangannya. Antara lain harganya yang mahal. Dan lagi, menonton TV tidak dapat membuat kita santai karena terlalu berisik dan selain itu juga dapat merusak mata, meskipun membaca buku juga dapat merusak mata jika kita membaca terlalu dekat atau tulisan dalam buku terlalu kecil/berimpitan, atau karena membaca di dalam ruangan yang kurang penerangannya, tetapiu semua itu masih dapat diatasi dan dihindari. Dan meskipun Meskipun menonton TV juga dapat bermanfaat karena kita bisa mendapatkan berita dengan jelas dan cepat.

Dan menurut saya remaja saat ini paling – paling lebih sering membaca buku pelajaran, majalah, atau Koran saja. Yang tidak perlu menghabiskan waktu yang banyak, dan tambah seru dan menarik Karena ada gambarnya. Dan kalau tentang buku pelajaran itu hanya karena keharusan atau perlu.

Tetapi dilihat dari sisi lain, remaja sekarang yang pada umumnya bersekolah dan melakukan banyak kegiatan lain di luar sekolah, sepertinya waktunya memang kurang  untuk membaca bacaan yang lainnya. Yah, kecuali buku pelajaran. Tetapi kalau seperti ini kan masih bisa juga membaca hanya dijadikan hobi, untuk mengisi waktu luang atau bila sedang libur. Di kalangan remaja pada umumnya yang hobi membaca menyukai buku bacaan seperti novel, majalah, buku cerita, dan lain – lain. Tetapi itu bagi yang hobi. Bila yang lebih suka membaca dan lebih menyukai kegiatan lain, memang tisak seharusnya dipaksakan. Tetapi bisa juga membiasakan diri untuk membaca, karena tidak ada salahnya dan lagi pula juga menguntungkan bagi kita.

Nah, itulah opini – opini saya tentang membaca di kalangan remaja. Sekian dari saya, maaf bila ada  kata – kata saya yang salah. Dan mohon untuk tidak tersinggung karena ini hanya opini saya pribadi. Sekian dan terima kasih.

Disusun oleh:

Regina Stefani Roren 7d/32

Membaca Dikalangan Remaja

Mendengar kata membaca, dapat kita tangkap yaitu anak-anak yang mulai bisa membaca sampai orang dewasa, bahkan orang yang sudah tua. Membaca adalah bagian dari kehidupan kita semua. Tanpa kita sadari, setiap orang tidak terlepas dari kegiatan membaca walaupun mungkin hanya selembaran yang sering disebar orang untuk tujuan promosi dagang dan lainnya. Tetapi dapat kita lihat bahwa di daerah-daerah terpencil dan terbelakang penduduknya, masih banyak mereka yang buta huruf. Mereka yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan inisiatif kita dituntut untuk memajukan bangsa ini.

Banyak pula relawan-relawan yang turun kejalan untuk membantu mengajarkan membaca. Dan ini hal yang patut dicontoh oleh kalangan remaja saat ini. Kita harus peka dan menggalakkan minat baca, bukan hanya di desa-desa kecil tapi terutama di kota-kota besar dimana pengaruh perkembangan tehnologi semakin pesat. Ada pepatah mengatakan bahwa ” Membaca adalah jendela ilmu dan membuka cakrawala dunia “. Hal ini benar sekali, karenanya di kalangan remaja minat membaca harus ditingkatkan untuk memupuk hal-hal positif. Remaja selalu dikaitkan dengan sesuatu yang tidak stabil. Maka para orang tua harus memberikan contoh pada anak-anak remaja untuk mengisi waktu dengan membaca.

Kita patut bangga dengan remaja-remaja Indonesia yang berprestasi dalam bidang apaun. Mereka dapat menunjukkan pada dunia luar bahwa prestasi dapat diraih dengan rajin belajar dan membaca. Dan kita semua harus bekerja keras dan bersatu padu untuk memajukan bangsa Indonesia dengan merata yaitu satu kata ” Membaca “.

( Luisa Agatha 7D)

Opini tentang membaca di kalangan remaja

Menurut saya membaca di kalangan remaja sangat dibutuhkan, karena hanya dengan membaca buku kita bisa menambah ilmu apapun dari buku itu. Tuntutan pendidikan sekarang semakin tinggi, makadari itu kita harus banyak membaca. Apasalahnya kalau kita membaca?   Tidak ada pastinya, justru kitalah yang mendapat berkah dari mebaca itu, banyak remaja jaman sekarang jarang membaca, remaja jaman sekarang lebih mementingkan membuka internet daripada belajar. Walaupun era membaca sudah digeser oleh era digital tetapi seharusnya kita tidak boleh menggeser era membaca karena untuk menjadi pelajar kita harus giat2 membaca.

Pengalaman saya membaca ternyata lebih menyenangkan daripada membuka website facebook,myspace. Saat saya membaca itu terasa menyenangkan dibanding membuka komputer atau bermain. Dibandingkan membuka komputer yang saya rasa tidak ada gunanya dan dapat merusak moral kita sebagi pelajar lebih baik kita membaca karena dengan membaca kita itu bisa mempunyai/mendapatkan nilai-nilai hidup yang dibaca dari buku cerita itu. Coba kalian bandingkan jika kalian membuka facebook waktu itu terasa sangat lebih cepat berganti bandingkan dengan mebaca buku, waktu itu akan lebih lama.

Saya juga punya tips untuk membaca yaitu, janganlah membaca disaat kalian sedang banyak – banyaknya PR dari rumah, sebaiknya kalian membaca buku disaat waktu luang karena saat waktu luang bacaan yang kalian baca lebih gampang dimengerti daripada saat tidak di waktu luang. Saya juga punya pengalaman yaitu saat kelas saya sering sekali membuka internet hanya untuk bermain saat itu saya sedang bermain komputer saya merasa bosan dengan apa yang saya lakukan ini, karena saya hanya sebagai pemuja keajaiban teknologi padahal bukulah yang menciptakan teknologi (manusia membaca buku dan setelah manusia punya pikiran setelah membaca barulah manusia menciptakan teknologi) tetapi justru saya jarang membaca buku tetapi saat itu sudah berubah, saya sekarang sudah mengurangi bermain komputer dan justru menambah waktu untuk membaca buku.

Sekian dari opini saya, terimakasih jika dimuat oleh yth.ibu enung martina.

(antonio andre deprito lisapaly)

OPINIKU

-Membaca di Kalangan Remaja-

Membaca merupakan jendela dunia, karena dapat memperluas pengetahuan dan cakrawala kita serta memberikan imajinasi yang membantu dalam meningkatkan kreativitas kita untuk berkreasi. Dalam membaca juga memiliki teknik, karena membaca yang terlalu dekat dengan mata dapat menimbulkan dampak yang negative bagi kesehatan tubuh khususnya indera penglihatan yaitu mata. Dalam membaca juga harus memperhatikan cara membaca yang baik dan benar. Membaca yang baik dan benar adalah dengan secara urut dan runtut, mengerti bagian-bagian kata, bagian-bagian kalimat, dan bagian-bagian paragraph sehingga menyambung sebagai alur cerita yang dimengerti. Membaca yang baik akan membuat kita dapat mengingat dengan baik, karena ingatan kita tersusun secara urut dan struktur.

Namun banyak dari remaja sekarang tidak terlalu suka membaca, mereka kini lebih cenderung bermain/ melakukan kegiatan olahraga dibandingkan membaca apalagi anak laki-laki. Penyebab ketidaksukaan seseorang terhadap membaca mungkin karena membaca bersifat membosankan dan membuat kita harus berpikir, apalagi jika kita harus membaca buku yang bersifat pengetahuan dan pelajaran yang sering disajikan dalam sekolahan. Hal tersebut mungkin disebabkan dengan penggunaan bahasa yang monoton, struktural dan formal. Sedangkan bacaan yang disukai oleh remaja kebanyakan adalah buku cerita seperti komik, novel, kumpulan cerpen atau juga majalah remaja yang membahas seputaran hidup mereka. Tapi ada juga orang yang berpikir bahwa membaca merupakan pengungkapan imajinasi seseorang dan menyenangkan. Contohnya saya, saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang memiliki hobi membaca. Saya sangat menyukai buku apa saja, kecuali mungkin buku biografi karena menurut saya itu membosankan. Buku membuat saya terhanyut ke dalam petualangan dan imajinasi di dalamnya sehingga saya dapat melupakan segala masalah yang saya alami. Saya dapat tertawa dan menangis saat membaca buku karena kisah yang tertulis didalamnya.

Dari membaca, terkadang timbul keinginan untuk menumpahkan imajinasi ke dalam suatu kertas dari kebanyakan pembaca. Dengan kata lain menulis buku. Para penulis buku banyak mengatakan bahwa karir mereka diawali dari keseringan mereka membaca buku yang akhirnya menimbulkan ide untuk menciptakan suatu cerita. Selain itu, kita juga harus memperkaya kosakata kita. Karena tanpa kosakata yang baik, keindahan suatu cerita akan berkurang.

Jadi kesimpulannya, minat membaca dalam kalangan remaja sudah mulai berkurang untuk beberapa materi bacaan formal seperti buku pelajaran atau buku yang menyajikan bahasa formal. Tetapi membaca dalam kalangan remaja telah berpindah ke bentuk yang berbeda berdasarkan kesukaan mereka seperti majalah, komik, novel dan lain – lain.

Oleh:

Ananda Santia Citra Dewi/ 7D/ 1


About these ads

2 Tanggapan to “OPINI SISWA TENTANG MEMBACA”

  1. Andre berkata

    AHHERRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!! kenapa opini gw gak dimasukin????

    Bu enung,, masukin dong opini saya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: