Lembur Singkur

Kumpulan Karya Pendidikan dan Budaya

Dongeng Fabel

Posted by lembursingkur pada November 4, 2014

Beruang !!!

oleh Gregorius Reinhard

“Benny, ayo cepat mandi !” seru mama Benny.

“Iya, Ma, Benny mandi bentar lagi.” jawab Benny.

Benny adalah seekor anak kura – kura yang memang malas mandi, ia senang bermain dengan Jesse, seekor anak anjing sampai lupa untuk mandi. Mereka sudah berteman dan bermain sejak masih sangat kecil. Beruntung, lingkungan tempat tinggal mereka dekat, dan orangtua mereka juga sudah lama kenal, sehingga mereka menjadi akrab.

Suatu hari, Jesse mempunyai ide untuk menjelajahi Hutan Terlarang, dimana air terjun dan sebuah kolam yang airnya masih jernih, bersih, dan segar. Tadinya Benny ragu karena ‘katanya’, konon di Hutan Terlarang, seekor kelinci pernah bermain di hutan tersebut dan tidak pernah kembali, serta ‘katanya’ banyak binatang buas di sana. Tetapi, setelah dipikir – pikir, Benny memutuskan untuk pergi ikut Jesse.

Keesokan harinya di pagi hari, Jesse dan Benny berangkat tanpa ijin dari orangtua mereka. Mereka bilang, mereka hanya main sebentar. Padahal mereka berangkat ke Hutan Terlarang. Petualangan pun dimulai.

Mereka berjalan kaki. Berjalan kaki jauh melewati padang gurun, lautan, kebun apel, serta melewati padang semak berduri. Mereka mengatasi rintangan bersama – sama. Tanpa terasa, matahari telah berada di atas kepala mereka. Teriknya sangatlah menyengat.

Namun tidak berapa jauh dari tempat mereka berdiri, air terjun terlihat. Dengan bunyi yang indah dan pemandangan yang anggun, air terjun tentunya sangat menggoda mereka untuk segera memasukikolam dimana air terjun mengalirkan airnya. Rupanya mereka telah sampai di Hutan Terlarang. Dan, wah ternyata airnya benar – benar jernih dan bersih. Bebatuannya juga indah, serta banyak ikan – ikan kecil menghiasi kolam.

“Woohoo !” teriak Jesse sambil melompat ke dalam kolam.

“Brrr !” lanjutnya kedinginan.

Benny pun menyusul. Mereka bermain air dan tentunya menikmati pengalaman tersebut sampai tiba – tiba…

“Grrr !” suara yang tidak diketahui asalnya muncul. Benny dan Jesse segera menghentikan kegiatan. Mereka mencoba menangkap dan mendengar suara tersebut. Namun tiba – tiba…

“Meow!”. Mereka berdua tertawa terbahak – bahak.

“Grrr!” suara tidak dikenali pun muncul lagi. Jesse dan Benny segera bersembunyi karena mereka merasa suara itu semakin dekat.

“Beruang ! Aaah !” teriak Jesse keras.

“Tutup mulutmu Jesse.” bisik Benny pelan sambil menutup mulut Jesse. Namun telat, beruang mendengar teriakan Jesse dan mendekati mereka berdua. Tanpa piker panjang, Jesse yang adalah seekor anjing langsung berlari kencang meninggalkan Benny si kura – kura. Benny tidak bisa berlari kencang seperti Jesse karena ia adalah seekor kura – kura.

Benny panic, tetapi di sisi lain ia harus tetap tenang. Huh, beruntung, Benny langsung mengambil tindakan dengan berpura – pura mati. Beruang yang bingung hanya bisa mengendus – endus cangkang Benny. Sebenarnya Benny geli ketika diendus, namun ia harus tetap diam.

Beruang pun pergi meninggalkan Benny. Setelah beruang pergi jauh, Benny meninggalkan Hutan Terlarang.

“huhh… untung saja mama pernah mengajarkanku cara mengatasi beruang.” Sahut Benny lega.

Benny pulang meninggalkan Hutan Terlarang tanpa Jesse yang tidak tahu sudah pergi kemana. Sesampainya di rumah, Benny menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya. Orangtuanya bersyukur Benny selamat. Tetapi kemanakah Jesse ? Orangtua Jesse cemas memikirkan nasib anaknya, tetapi Benny menenangkan mereka.

Setelah kejadian itu, Benny kesepian tanpa Jesse. Benny terus berandai – andai kemanakah Jesse pergi. Kemanakah anjing muda itu pergi ?

Belasan tahun berlalu, seekor kura – kura yang sudah dewasa dan berkeluarga bertemu dengan seekor anjing dewasa di dekat sebuah kolam kecil. Ya, mereka adalah Benny dan Jesse.

Pesan Moral : Jangan egois, janganlah meninggalkan teman, tolonglah teman sehingga persahabatan dan relasi terus terjaga.

Posted in Karya Siswa | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

FABEL

Posted by lembursingkur pada Oktober 20, 2014

Di bawah ini kami sajikan karya siswa SMP Santa Ursula BSD. Ini merupakan dongeng fabel yang dibuat oleh beberapa peserta didik. 

Yodi yang Keras Kepala

oleh  Natalia Tonadi / VIII B

Pada zaman dahulu kala di suatu padang rumput yang luas, hiduplah segerombolan sapi. Di antara mereka terdapat seekor anak sapi yang keras kepala, suka memerintah, licik, serakah, dan sering menjahili teman-temannya. Anak sapi itu bernama Yodi. Ia suka menjahili teman-temannya dengan mengata-ngatai mereka. Hampir semua anak-anak sapi membeci Yodi. Ketika para anak sapi lain sedang bermain atau berlari-larian, Yodi hanya duduk di bawah pohon sambil memakani rumput yang ada di sekelilingnya karena sifatnya yang sangat malas.

Suatu pagi,Yodi mengajak Simi, seekor anak sapi yang tidak pernah terkena jebakan Yodi untuk pergi menyusuri sebuah hutan dekat dengan tempat tinggal mereka. Yodi bermaksud untuk menjahili Simi saat mereka berada di tengah hutan. Tidak terpikir sama sekali oleh Simi bahwa dirinya akan dijahili. Dari awal perjalanan, Yodi sudah memerintahkan Simi untuk membawa barang bawaannya yang berisi kebutuhan pribadinya. Ia juga memerintahkan Simi untuk berjalan di depannya karena ketakutan akan binatang buas dapat menerkam mereka. Simi yang sama sekali tidak mengetahui pikiran jahat yang ada di kepala Yodi dengan senang menjalani keinginan dan perintah Yodi.

Ketika matahari bersinar terik di atas kepala Yodi dan Simi, Yodi mengusulkan untuk beristirahat dan makan siang. Mereka berdua mulai makan dengan lahap untuk mengisi ulang energi mereka yang telah terkuras. Yodi yang tidak berpikir panjang langsung menghabiskan semua makanannya sedangkan Simi menyisakan sedikit dari makanannya untuk nanti jika ia merasa lapar dan agar ia tidak merasa terlalu kekenyangan. Setelah selesai mengisi perut, mereka pun memulai kembali perjalanan mereka.

Di tengah perjalanan, Yodi mulai merasa lapar lagi karena kebiasaannya yang suka makan. Ia mengetahui Simi masih memiliki sisa bekal dan ingin memintanya. “Sim, bolehkah aku meminta sisa makananmu dari siang tadi? Aku merasa lapar lagi nih,” tanya Yodi. “Oh, baiklah. Ini, ambil saja sisa makananku,” jawab Simi yang baik hati. Yodi pun langsung mengambil makanan Simi tanpa berterimakasih dan melahapnya dengan cepat. Tetapi sayangnya, rumput Simi yang dimakan oleh Yodi ternyata sudah tidak segar lagi karena terlalu lama dibiarkan di tas Simi. Yodi pun merasa kesakitan di perutnya. Mau tidak mau, Yodi harus melanjutkan perjalanan. Dengan menahan rasa sakit di perutnya, Yodi merintih kesakitan pada setiap langkah yang diambilnya.

Saat sedang berjalan, Simi menemukan sebuah sungai yang bening. Mereka harus menyeberangi sungai itu sebagai jalan pintas untuk kembali ke rumah mereka. Simi tidak berani untuk melewati sungai itu karena takut akan ada buaya. Tetapi, mengetahui sifat Yodi yang malas dan jahil, Yodi memilih untuk menyeberangi sungai tersebut agar dapat cepat pulang sekaligus melakukan rencana usilnya kepada Simi. Ia mengetahui bahwa ada banyak buaya di sungai tersebut. Jika tidak berhati-hati, kaki mereka bisa tergigit. Simi sudah melarang dan meperingatkan Yodi agar tidak nekat menyeberangi sungai itu. Yodi menghiraukan kata-kata Simi dan pergi menyeberangi sungai dengan harapan Simi akan mengikuti dirinya.

Tidak mau mengambil resiko, Simi berputar balik dan mencari jalan lain untuk bisa pulang tanpa melewati sungai yang penuh dengan sungai itu. Simi sadar bahwa ia akan dijahili Yodi ketika Yodi mengajak dirinya untuk menyeberangi sungai bersama. Harapan Yodi untuk menjahili Simi pun tak akan bisa tersampaikan.

Di tengah sungai, Yodi mulai merasa takut akan adanya buaya. Ketakutannya menjadi nyata. Terdapat buaya yang sedang menuju ke arah Yodi sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Yodi pun mulai berlarian di dalam air. Tetapi, ia kalah cepat dengan buaya tersebut sehingga kakinya tergigit oleh buaya. Ia merintih kesakitan saat melihat kakinya yang berdarah. Yodi pun berjalan pulang dengan kakinya yang pincang. Betapa menyesal dirinya karena tidak mendengarkan kata-kata Simi.

Di dalam cerita tersebut, kita dapat belajar bahwa penyesalan selalu datang terakhir. Kita tidak boleh menjahili teman-teman kita karena pasti kita akan mendapatkan balasannya.

Posted in Karya Siswa | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

CONTOH RPP KURIKULUM 2013

Posted by lembursingkur pada Agustus 17, 2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SatuanPendidikan            : SMP

Kelas/Semester                 : VII/1

Mata Pelajaran                  : Bahasa Indonesia

Topik                                      : Teks Hasil Observasi

Jumlah Pertemuan           : 3 x Pertemuan

Alokasi Waktu :6 x 45 Menit

 

Kompetensi Inti

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
  2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

Kompetensi Dasar

  • Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.
  • Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi
  • Memahami teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan

Indikator Pencapaian Kompetensi

  1. Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.
  2. Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana menyajikan informasi lisan dan tulis
  3. Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi
  4. Mengetahui isi teks hasil observasi
  5. Mengetahui struktur teks hasil observasi
  6. Mengetahui ciri bahasa teks hasil observasi

Tujuan Pembelajaran

  • Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis
  • Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana menyajikan informasi lisan dan tulis
  • Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan sikap jujur, tanggung jawab, dan santun dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam menyusun/memproduksi hasil observasi baik lisan maupun tulisan
  • Setelah membaca teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui isi teks hasil laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan.
  • Setelah membaca teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui struktur teks hasil laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan
  • Setelah membaca teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui cirri bahasa teks hasil laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan

Materi Pembelajaran

  • Teks hasil observasi
  • Struktur teks hasil observasi
  • Ciri bahasa teks hasil observasi

 

Metode Pembelajaran

Metode Inkuiri, diskusi,  tanya jawab, penugasan,  dan presentasi.

Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama

  1. Kegiatan Pendahuluan
    • Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
    • Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
    • Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
    • Untuk menarik minat, siswa mendengarkan pembacaan puisi bertema lingkungan hidup yang berjudul “Tanah Kelahiran” karya Ramadhan K.H.
    • Siswa diberi pemahaman tentang teks laporan hasil observasi yang dikaitkan dengan fenomena yang terjadi di sekitar siswa. Guru menggugah kesadaran siswa agar  mencintai lingkungan hidup
  2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

  • Siswa mengamati sebuah gambar tentang lingkungan hidup.
  • Siswa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan apa yang dilihat dalam gambar dan pengetahuan siswa tentang lingkungan alam Indonesia atau lingkungan yang ada di sekitar siswa.

Elaborasi

  • Siswa mengambil undian yang berisi istilah kebahasaan. Lalu, masing-masing siswa menyebutkan kata yang sama, bersatu membentuk kelompok kecil.
  • Siswa mendapatkan fotokopi teks hasil observasi.
  • Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca dan menjawab pertanyaan tentang isi teks hasil observasi.
  • Salah satu kelompok melaporkan hasil diskusinya.
  • Kelompok lain merespon atau menanggapi dengan responsif dan santun.
  • Siswa mengisi latihan berupa mencocokan kalimat dan kata yang isinya berkaitan dengan teks.
  • Siswa bersama guru membahas hasil latihan.

Konfirmasi

  • Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat memahami isi teks hasil observasi
  • Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam memahami isi teks hasil observasi
  • Siswa terbaik mendapatkan penghargaan dari guru.
  1. Kegiatan Penutup
  • Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
  • Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
  • Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

Pertemuan Kedua

  1. Kegiatan Pendahuluan

Siswa menrespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya

  • Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
  • Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti

Eksplorasi

  • Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang struktur teks hasil observasi dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks hasil observasi.
  • Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan struktur teks hasil observasi.

Elaborasi

  • Siswa duduk kembali bersatu dengan kelompoknya masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang.
  • Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca dan berdiskusi menentukan struktur teks hasil observasi.
  • Wakil dari masing-masing kelompok secara bergiliran melaporkan hasil diskusinya.
  • Kelompok lain merespon atau menanggapi dengan responsif dan santun.

Konfirmasi

  • Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat memahami struktur teks hasil observasi
  • Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam memahami struktur teks hasil observasi.

Kegiatan Penutup

  • Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
  • Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
  • Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

Pertemuan Ketiga

Kegiatan Pendahuluan

  • Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
  • Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
  • Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Inti

Eksplorasi

  • Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang ciri-ciri bahasa teks hasil observasi dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks hasil observasi.
  • Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan ciri-ciri bahasa teks hasil observasi.

Elaborasi

  • Siswa duduk kembali bersatu dengan kelompoknya masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang
  • Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca dan berdiskusi menentukan ciri-ciri bahasa teks hasil observasi.
  • Wakil dari masing-masing kelompok secara bergiliran melaporkan hasil diskusinya.

Konfirmasi

  • Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat memahami ciri-ciri bahasa teks hasil observasi
  • Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam memahami ciri-ciri bahasa teks hasil observasi

Kegiatan Penutup

  • Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
  • Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
  • Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru
  • Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Penilaian Proses

No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian Instrumen Penilaian Keterangan
1. Religius Pengamatan Proses  Lembar Pengamatan Hasil penilaian nomor 1 dan 2 untuk masukan pembinaan dan informasi bagi Guru Agama dan Guru PKn
2. Tanggung jawab
3. Peduli
4. Responsif
5. Santun

.

Penilaian Hasil

IndikatorPencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Penilaian Instrumen
Mengetahui isi teks hasil observasi Tes tertulis Tes uraian
  1. Bacalah dengan saksama teks laporan hasil observasi berikut! Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
Mengetahui struktur teks laporan hasil observasi observasi Tes tertulis  Tes uraian 

 

  1. Identifikasikanlah dan jelaskan struktur teks laporan hasil observasi!
Mengetahui cirri-ciri bahasa teks laporan hasil observasi Tes tertulis  Tes uraian 

 

  1. Identifikasikanlah dan jelaskan cirri-ciri bahasa teks laporan hasil observasi!!

 

 

 

 

 

 

PedomanPenskoran :

Soal no. 1

Aspek Skor
Siswa menjawab pertanyaan
  • Jawaban betul
1

 

Soal no. 2

Aspek Skor
Siswa mengidentifikasi struktur teks observasi
  • Jawaban sempurna
5
  • Jawaban kurang sempurna
3
  • Jawaban tidak sempurna
1
SKOR MAKSIMAL 5

 

Soal no. 3

Aspek Skor
Siswa mengidentifikasi ciri-ciri  bahasa teks laporan hasil observasi
  • Jawaban sempurna
5
  • Jawaban kurang sempurna
3
  • Jawaban tidak sempurna
1
SKOR MAKSIMAL 5

 

Sumber Belajar

Ismail Marahimin. 2008. Penulisan Populer. Jakarta: Pustaka Jaya

Parera, J.P. 2003. Menulis Tertib dan Sistematis. Jakarta : Erlangga

Keraf, Gorys.  2004.  Argumentasi dan Deskripsi. Ende Flores: Nusa Indah

Jakarta,  Juli  2013

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

 

Endang Kurniawan, M. Pd.

 

Lampiran

Lembar Pengamatan

LEMBAR PENGAMATAN  SIKAP

Mata Pelajaran  :……………………………………………………………………………………..

Kelas/Semester:……………………………………………………………………………………….

Tahun Ajaran     :……………………………………………………………………………………….

Waktu Pengamatan: ………………………………………………………………………………..

Sikap  yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah perilaku religius, jujur, tanggung jawab, dan santun.

Indikator perkembangan sikap perilaku religius, jujur, tanggung jawab, dan santun.

  1. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas
  2. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
  3. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
  4. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

No. Nama Siswa Religius Jujur Tanggung jawab Santun
BT MT MB MK BT MT MB MK BT MT MB MK BT MT MB MK
1.
2.
3.
4.
5.
..

 

 

 

 

 

 

Posted in Lain-Lain | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

KURIKULUM 2013

Posted by lembursingkur pada Juli 27, 2014

Ada beberap info penting tentang kurikulum 2013 silakan kunjungi link ini!

liputanpendidikan.blogspot.com

 

 

 

 

Salam

Lembur Singkur

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

cerrpen : JANJI PELANGI SENJA

Posted by lembursingkur pada April 26, 2014

( kaya Ch. Enung Martina)

(menang dalam lomba cerpen tingkat dewasa  sebagai juara favorit tahun 2013 yang diselenggarakan PT Rohto Lab. Indonesia )

Kau tahu bahwa aku suka pelangi. Begitu sempurna  lengkungnya. Begitu indah warnanya. Bila aku memandang pelangi, jiwaku berkelana bersama para bidadari cantik yang gemulai bebas bercengkrama. Pelangi membawa jiwa murni para bidadari. Pelangi berbicara tentang kuasa semesta yang tak pernah memandang siapa. Pelangi  berbisik tentang kasih Ilahi yang dititipkan pada bias matahari di ujung  titik-titik air. Bahkan Nabi Nuh pun percaya bahwa pelangi adalah janji Ilahi yang tak mungkin diingkari.

 

Pelangi dan Nuh

Nuh, lelaki yang berani tampil beda pada masanya. Aku kira, aku jatuh cinta pada lelaki ini. Karena pelangi,  aku jatuh cinta padanya. Dia tahu bahwa pelangi itu adalah sebuah janji. Dia tahu bahwa bianglala itu adalah cinta. Ia tahu bahwa pelangi adalah batas imajinasi dan isi hati. Ia sangat tahu bahwa pelangi adalah sinar Ilahi. Ia sangat tahu. Biar air  menenggelamkan dunia dan menghanyutkan segala, tapi jinji Dia padanya tak akan terlupa. Nuh, lelaki perkasa. Penakluk air bah. Percaya bahwa diujung butiran kristal-kristal air itu bila berpadu dengan pendaran cahaya surya akan  ada titik titik cahaya yang melukis janji abadi. Dia sangat tahu. Aku juga tahu bahwa janji abadi itu ada pada pendar cahaya pelangi. Nuh dan aku adalah dua mahluk yang mencintai pelangi.

 

Bagaimana dengan Para Bidadari?

Para bidadari itu pergi ke bumi meniti pelangi. Begitu kata ayahku. Mereka ingin mandi menyejukkan diri sambil mengamati panorama bumi. Pelangi adalah tangga cahaya yang membawa mereka naik dan turun dari khayangan dan dunia. Pelangi adalah sarana yang menghubungkan khayangan dengan mayapada. Menghubungkan antara ilusi dan mimpi-mimpi. Menghantarkan angan-angan dan kenyataan. Antara fiksi dan realitas.

Aku sangat ingin berjumpa bidadari. Mungkin mereka bisa bercerita tentang mengapa pelangi bisa berwarna aneka. Barangkali mereka bisa bercerita bagaimana cahaya pelangi bisa berpendar. Atau aku juga bisa bertanya tentang lengkungan pelangi yang sangat sempurna. Ada aneka hal yang aku bisa tanyakan tentang pelangi pada mereka.

 

Bidadari mahluk gaib yang lahir dari imajinasi. Membawa inspirasi untuk sekian banyak fiksi. Menggugah banyak pujangga untuk mencipta aneka karya yang berkisah tentang dirinya. Membuat para penyair mencipta puisi indah tentang kecantikan perempuan bagai bidadari. Menjadikan para komponis menggubah lagu merdu. Namun bagiku bidadari tak akan terpisah dari  pelangi. Keduanya mempesona.

 

Imajinasi Pelangi

Kau tahu ada banyak kisah tentang pelangi. Satu kisah ini menggugahku karena di dalamnya ada cinta yang dalam meski harus berkorban.

 

Konon katanya matahari hanya mau bersinar saat musim kemarau saja. Pada musim hujan, ia selalu bersembunyi. Tak ada yang tahu dimana letak matahari oleh karena awan-awan kelabu mendung menaungi permukaan bumi sepanjang musim. Hujan datang hampir setiap hari. Karena itulah, tanaman pokok dan tanaman lainnya rusak oleh banjir atau terendam.Sebaliknya, di musim kemarau, hujan hampir tak kunjung tiba. Hanya terik matahari yang panas meranggas sepanjang musim. Alam sangat tak bersahabat.

 

Matahari  takut dengan hujan. Layaknya api yang berkobar pasti akan padam oleh limbahan air. Karena itulah ia bersembunyi di balik awan dan hanya mau muncul bersinar bila tak ada setitik  hujan pun. Dan semua mahluk hidup setuju lebih baik begini daripada matahari padam selamanya.

 

Namun, seorang bocah tangguh dan pemberani bernama Pi, tak mempercayai cerita itu. Ia yakin matahari takkan padam oleh hujan. Karena itulah nanti saat besar, ia bertekad akan terbang ke matahari dan membujuknya agar bersinar di musim hujan.Bertahun-tahun kemudian, Pi tumbuh menjadi pemuda gagah dan tak mengenal takut. Ia bertekad membujuk matahari agar tetap bersinar di musim hujan. Para tetua-tetua mengimingi-imingi Pi agar mengurungkan niatnya dengan berbagai macam cara, termasuk menawarkan gadis-gadis, rumah, dan harta yang lain. Namun Pi tak terbujuk. Tekadnya bagaikan batu karang.
Suatu hari di musim hujan, ia mulai perjalanannya dengan mendaki gunung tertinggi. Setelah itu, ia meminta pertolongan seekor elang raksasa untuk menerbangkannya ke matahari. Sang elang setuju dan segera mereka melesat menembus awan-awan kelabu.Pi mencari-cari matahari di antara awan-awan mendung. Namun setiap kali ia melihatnya, sang matahari selalu menghilang di balik awan. Pi dan sang elang berkejar-kejaran dengan matahari beberapa lama sebelum akhirnya sang elang lelah dan tak sanggup lagi. Namun Pi tak menyerah. Saat matahari kembali muncul, ia melompat dari elang dan menghujam ke arahmatahari. Mereka bergelut di angkasa beberapa lama, hingga akhirnya mereka berada di bawah awan-awan mendung. Tubuh Pi terbakar seluruhnya, tetapi sebelum lenyap, ia tersenyum memandang matahari yang akhirnya sadar bahwa ia takkan padam didera hujan.  Bahkan, sinarnya mulai memancarkan warna-warna lain yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ada biru, merah, hijau,  kuning, jingga, nila, dan ungu. Manusia-manusia di bawah terkejut begitu melihat pancaran sinar matahari yang berwarna-warni memenuhi langit yang tak lagi hanya kelabu. Mereka semua seakan-akan terhipnotis, tak berkedip.  Belumpernah sesuatuyang seindah ini terpampang di depan mata mereka. Menyaksikan keindahan itu dan melihat pengorbanan Pi banyak orang menitikkan air mata karena terharu.

 

Sejak itu, matahari tak lagi merasa takut terhadap hujan. Walaupun tak setiap hari, matahari sekali-kali menampakkan dirinya di kala hujan. Bila ia muncul menerobos hujan maka pancaran sinar warna-warni selalu terbentuk dan menghiasi angkasa.Para tetua menamai sinar warna-warni itu sesuai nama sang pemuda pemberani tersebut, Pi. Namun sang elang raksasa protes, toh ia ikut membantu mewujudkan cahaya-cahaya indah itu walau hanya setengah jalan. Setelah ramai berdebat dan berdiskusi diantara mereka, akhirnya mereka setujui menamakannya dengan Pelangi dari Pi dan Elang.

 

Merindu Pelangi

Begitulah legenda pelangi. Begitulah aku,  begitu jatuh cinta pada pelangi. Namun sudah begitu lama pelangi tak lagi datang mengunjungiku. Sepertinya dia sedang asyik dengan dirinya dan kecantikannya. Atau dia terlalu lena bersolek untuk tampil di hari lain. Atau dia merajuk karena aku terlalu sibuk untuk memandang dan mengaguminya. Aku tak tahu karena tak ada berita  yang menjadi tanda keabsenannya.

 

Kini aku sungguh merindukannya. Merindukan pelangi mampir menyapaku. Hari-hariku yang penat memerlukan sapaan ramah dari para bidadari  jelita. Hatiku yang kering memimpikan bisikan pelangi.  Relung kalbuku merindu senyum tulusnya. Bagiku pancaran aneka warna bianglala itu memberi energi separuh nyawa untuk menyambung  hidup menapak jalan.

 

Sudah lama kutelusuri langit untuk mencarinya. Bila rintik gerimis datang ke bumi, aku segera berlari menghampiri. Kala senja kemerahan menyapa, aku segera melihat siapa tahu bianglala datang bertandang.  Namun, pelangi tak tampak tiba. Para bidadari enggan menyapa dan lengkungan warna nan indah tak juga nampak. Akhirnya aku memutuskan untuk sabar menantinya datang.

 

Hingga suatau hari……

Siang  itu langit mendung. Gelap gulita menyelimutinya. Sedari kemarin udara begitu gerahnya bak memanggang semua mahluk. Suhu yang kian hari kian merayap naik, menampakkan betapa bumi kian melemah. Begitulah apa yang digambarkan para ahli ekologi  tentang dampak pemanasan global, benar adanya. Rambut-rambut bumi yang menjadi pelindungnya kian hari kian gundul.  Keserakahan mengeksplorasi di seluruh jengkal bumi  mampu membawa kegoncangan pada semesta.

 

Kelembaban udara siang itu, mampu mengacaukan manusia. Tingkah polah pun  terganggu. Badan cepat lelah membuat orang menjadi-jadi dalam resah.  Lihatlah bagaimana para kuli bangunan yang seharusnya  bekerja untuk merampungkan galian fondasi , mereka lebih suka berteduh di bawah pohon tanjung pelindung jalan.Semua orang merindukan hujan. Tetesannya mampu menyejukkan badan. Menentramkan hati. Tapi, aku tetap merindukan pelangi.

  

Pelangi-pelangi alangkah indahmu…

Sedari tadi Abhimanyu,  bocah lelaki yang berusia 2 tahun 7 bulan itu,  rewel. Ini salah, itu salah. Aku,  ibunya tak lagi mampu mengatasinya. Bocah ego sentris  ini memerintahkan ibunya terlibat dalam dunia permainan dan dunia khayalannya. Ia berubah peran  menjadi Caillou, bocah gundul dari Spanyol. Tak lama kemudian sudah mengubah dirinya menjadi si Timmy, domba kecil dalam kisah Timmy Time. Berikutnya dia menyatakan bahwa ia Pangeran Abhimanyu.  Sementara itu peran pembantu siap melaksanakan titah Paduka.  Disuruh merangkak, berjongkok, menari, bernyanyi, dan aneka hal menyesuaikan dengan peran utama dan kisah yang sedang ia mainkan.

 

Namun, lama-lama terasa lelah  juga. Akhirnya diputuskan dengan setengah dibujuk dan setengahnya lagi dipaksa: membawa ke kamar mandi. Memandikannya, mengganti bajunya, dan akhirnya memasukkannya ke kamar tidur. Apakah perkara selesai? Tidak Saudara! Dalam kamar dia masih mengeluarkan jurus macam-macam. Mulai bernyanyi dan bercerita dengan mulut mungilnya dan berkisah tentang tokoh-tokohnya. Perpaduan antara tokoh nyata, tokoh kartun, dan khayalannya. Luar biasa!

 

Meskipun aku tahu menyalakan AC itu adalah pengkhianatan tehadap lingkungan yang pastinya akan menambah parahnya global warming, satu-satunya cara untuk membuat Si Pangeran Kecil itu nyaman adalah dengan menyalakan AC. Benar saja, dengan udara yang silir-silir, bocah itu giras-nya mulai berkurang. Mulailah dia lendotan sambil mengedot di botol susunya. Mulai minta diceritakan  cerita kesukaannya : Si Cimot Mencari Ibunya , kisah tentang anak kura-kura. Cerita itu sedikit kisah aslinya banyak kisah sulapan dari ibu Pangeran Kecil yang sudah mulai kreatif membuat anaknya diam manis.

 

Akhirnya, sebotol susu dengan ukuran 240 cc habis terminum, Si Cimot sudah ketemu ibunya, dan udara dari AC yang semilir, berhasil membuat bocah itu tertidur pulas! Yang pasti aku pun ikut terdampar di samping Pangeran Kecil ini menikmati silirnya udara, sementara di luar panas terik menyengat.

 

Bias-bias warna dari cahaya matahari dan butiran air itu memenuhi ingatanku. Aku, Pangeran Abhimanyu, Caillou, dan Timmy semua bermain di antara lengkungan busur cahaya ini. Ledakan keindahan mengelilingi kami. Kami bergembira dalam rona warna. Terlena dalam gelepar sinar. Lelah menghantarkan kami di ujung serat-serat sintettik  kasur busa. Bocah kecil dan ibunya terlelap bersama para tokoh dari negri antah berantah.

 

Abhimanyu dan  Pelangi

Kami terbangun kala senja tiba. Udara sudah betul-betul dingin. Rupanya hujan turun selama kami terkapar di siang itu. Kami benar-benar terbangun ketika ada yang memanggil dari luar pagar.

 

“ Abhimanyu! Ada pelangi!”

 

Aku segera menyisir rambutku. Kusibak tirai dan mengintip dari baliknya. O, rupanya Amelia, gadis kecil anak tetangga yang memanggil. Kami keluar. Benar, ada pelangi persis terlihat jelas di tanah lapang yang lahannya sedang dibangun. Pelangi itu utuh.Berbentuk busur.  Melengkung, warnanya jelas, mejikuhibiniu: merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu. Sempurna. Ini pelangi yang utuh. Lihatlah, bahkan lengkungan itu membayang menjadi dua. Namun yang satu tak seterang yang pertama. Semua anak keluar. Ada yang ambil HP  dan kamera untuk mengabadikannya. Semua berceloteh mengomentari pelangi senja itu.

“ Bagus betul! ”

“ Indah banget! ”

“ Gile… bagus bener! ”

Abhimanyu kecil berkata: ” Telima kacih Tuhan! ”

 

Aku terbengong dan terdiam. Sudah lebih dari tiga tahun ini aku tak melihat pelangi. Bukan berarti pelangi itu tak datang. Namun, ketika ia datang aku kebetulan tak bertemu dengannya. Kini ia hadir di hadapanku. Kini ia tersenyum memandangku. Ledakan warna itu hadir sekarang. Bias-bias warnanya bagaikan serat-serat benag berwarna yang ditenun untuk membuat sebuah selendang.

Dan aku berurai air mata memandangnya. Ia membisikkan kata lirih di hatiku: “ Aku tetap mengingatmu. Ada salam dari para bidadari. Jangan kuatir segalanya baik-baik saja.”

 

Dongeng masa kanak-kanak dulu tentang tangga yang membawa bidadari turun dari kayangan untuk mampir mandi kembali hidup. Kisah Al Kitab tentang janji Tuhan.  Kisah tentang Nuh, seorang laki-laki yang padanya aku jatuh cinta. Pelangi merupakan tanda kasih Tuhan pada manusia, dan sekaligus janji –Nya bahwa Dia tak akan lagi menghukum dunia dengan air bah seperti pada masa Nuh. Begitu terngiang cerita guru sekolah mingguku. Senja ini aku sungguh terhibur dengan hadirnya pelangi. Pelangi yang sempurna. Utuh di hadapanku.

 

Aku masuk rumah karena pelangi itu semakin memudar dengan datangnya sang malam yang siap menggantikan tugas sang siang. Dengan berlatarkan langit nan jingga karena lembayung menggantikan pelangi, aku masuk bergandengan tangan dengan Pangeran Kecilku. Jari-jarinya yang halus dan montok terasa hangat di tanganku.  Kehangatan genggamannya dan keindahan pelangi masih terus terasa samapai ke hati. Pelangi senja membawa semangat dan harapan. Pelangi bak sebuah janji akan cinta yang tak pernah berkesudahan.

 

- Senja di akhir Maret 2013-

 

Posted in Cerpen | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

BUKU IPTEK

Posted by lembursingkur pada Februari 27, 2014

Mari kita membaca buku ilmu pengetahuan agar bertambah wawasan. Di bawah ini disajikan ringkasan buku IPTEK. Selamat membaca.

Ch. Enung Martina

IDENTITAS BUKU

Judul                          : Kupu-Kupu ~Metamorfosis~
Original Spanish Title   : La Mariposa
Penulis                        : —- Tidak Tertulis —-
Alih Bahasa                 : Novida R. Gultom
Penerbit                      : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit                 : 1996

RINGKASAN

Kupu-kupu termasuk seekor serangga,sejenis dengan lalta,capung,lebah,dan kumbang. kupu-kupu dapat bertempat tinggal dimana saja asalkan tempatnya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas,tentunya kupu-kupu di setiap tempat berbeda seperti, kupu-kupu di Amerika Serikat berbeda dengan kupu-kupu di Asia.
Kupu kupu mengalami metamorfosis yang berarti perubahan fisik sang kupu-kupu. kupu-kupu dibedakan menjadi dua bagian yaitu Diurnal dan Nokturnal. Diurnal adalah kupu-kupu yang aktif di siang hari dan mempunyai antena halus yang ujung nya menerupain tongkat. sedangkan Nokturnal adalah kupu-kupu yang aktif di malam hari dan mempunyai bentuk peraba yang tidak halus.
Contoh kupu-kupu Diurnal adalah kupu-kupu Ngengat Macan, sedangkan contoh kupu-kupu Nokturnal adalah Ngengat Sphinx. berikut penjelasan tentang Metamorfosis yang terjadi pada kupu-kupu :
Telur ~> Ulat ~>Kepompong ~> Kupu-kupu dewasa. kupu adalah hewan penghisap Nektar tetapi ada beberapa dari mereka yang tidak makan Nektar melainkan memakan tepung sari.

Saya juga baru tahu bahwa ada kupu-kupu yang tidak makan, karena ada kupu-kupu yang hanya hidup selama beberapa jam, dan mereka harus mencari pasangan. kupu-kupu betina harus bertelur. Umumnya, mereka tidak makan dengan baik sebab mereka yang tidak mempunyai tabung spiral hanya mengisap nektar yang mengandung lemak dan protein yang di butuhkan untuk pertumbuhan. kupu-kupu yang memiliki probosis sangat pendek tidak pernah mengisap sari bunga. mereka hidup dari persediaan makanan yang dikumpulkan saat menjadi ulat. Tabung pencernaan nya pun mereka tidak gunakan melainkan untuk menjadi kantong udara agar mereka bisa terbang. kupu-kupu juga tidak tumbuh. makanan yang dimakannya digunakan untuk memperoleh energi sewaktu bereproduksi dan terbang.
Kupu-kupu dapat mempertahankan diri dari serangan musuh. Salah satu caranya adalah karena bentuknya yang kecil dan tak terlihat sampain yang besar yang tampak untuk diserang. sedangkan ulat dilindungi sisik yang berbulu penyengat atau dengan menggunakan gerakan mengancam, seperti ngengat rajawali di atas tumbuhan merambat untuk mengusir penyerangnya. warna beberapa jenis kupu-kupu yang aposematik memperingatkan musuhnya (burung atau kadal) bahwa mereka memiliki rasa yang tidak enak dan beracun. ulat juga bisa menakut-nakuti musuhnya dengan cara membesarkan bagian depan tubuhnya.
Kupu-kupu Diurnal dan Nokturnal memiliki cara berbeda untuk menemukan pasngan hidupnya. Untuk kupu-kupu Diurnal menggunakan warna kulitnya untuk menarik perhatian si lawan jenis. Sedangkan kupu-kupu Nokturnal menggunakan indra penciumannya untuk mengenali Feromon yang dikeluarkan pasangannya.

Biasanya kupu-kupu betina mengeluarkan Subtansi yang berbau dan kupu-kupu jantan mendekteksi menggunakan antenannya yang berkembang dengan baik. Kupu-kupu betina menarik perhatian pejantan dengan mengeluarkan Subtansi ketika mereka mencari tempat untuk bertelur. Dengan cara ini mereka tidak mebuang waktu untuk mencari pejantannya terlebih dahulu. Tanda pengenal ini digunakan sebab ia tidak meninggalkan jejak bagi musuhnya. Hanya pejantan dari spesies yang sama yang dapat mengenalinya dan daya tarik ini sangat tahan lama.
Kupu-kupu yang menguntungkan manusia seperti Ulat Sutra. sejarahnya adalah seperti berikut, Ulat Sutra adalah kupu-kupu yang menguntungkan manusia. Bangsa Cina telah mengetahui selama berabad-abad cara mengekstrasi benang sutra dari kokon ulat ini. Bertahun-tahun sebelumnya kaisar merahasiakan cara membuatnya sampai kemudian ada dua orang musafir yang mengetahui dan membawa beberapa telur dengan menyembunyikan nya di dalam tongkatnya ke luar negri dari negri Cina. Ulat kupu-kupu ini menetas pada musim semi dan selama empat bulan hanya makan dedaunan murbei, Sutranya tidak akan berkualitas jika mereka makan daun selada. Bila periode ini berakhir mereka membuat kokon sutra dan di dalamnya berubah menjadi kepompong. Untuk mendapatkan sutra, mereka harus mengorbankan kepompong sebelum kupu-kupu keluar dari kokon sebab jika kokon pecah, tidak dapat digunakan untuk membuat sutra.
Akhir kata, saya mengucapkan terimakasih untuk Ibu Enung karena membarikan kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan saya dalam waktu wajib pinjam ini.. semoga ringkasan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.. Terimakasih..

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Tanaman Hias Indoor Populer

Posted by lembursingkur pada Oktober 15, 2013

Judul            : Peranan Tanaman Hias Indoor Populer

Penulis          :                        -

Penerbit        : PT Penebar Swadaya, anggpta IKAPI

Tahun terbit  : –     Cetakan 1  _ Jakarta 1997

-          Cetakan 2  _ Jakarta 1998

-          Cetakan 3  _ Jakarta 2001

==========================================================================================

Peranan tanaman indoor ( tanaman hias dalam ruangan ) semakin lama semakin dibutuhkan  di kota-kota besar karena dapat memperindah ruangan sekaligus menciptakan kesegaran dan kenyamanan. Selain itu, tanaman indoor juga dapat menangkal kejemuan dan kelelahan mental sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan gairah kerja, ketenteraman, dan kejernihan pikiran. Sayangnya, tanaman indoor yang dipajang di dalam ruangan seringkali rusak, sakit, merana, atau tidak tahan lama karena salah perawatan atau salah pilih tanaman.

Pembangunan fisik di kota-kota besar, seperti berdirinya gedung pencakar langit, rumah-rumah megah, hotel, perkantoran, dll. Semua itu memberi kesan keras, kaku, dan kurang alamiah. Pembangunan-pembangunan tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan lingkungan dan ruang tinggal manusia sebagai penghuni utamanya. Dampak yang ditimbulkan sering kurang menyenangkan. Karena kurang alamiah, lingkungan baru itu sering mengurangi kenyamanan kerja dan mudah menimbulkan gangguan kesehatan, seperti pening, mata pedas dan berair, dll.

Gejala-gejala itu oleh para ahli kesehatan disebut sick building syndrome ( SBS ).Gangguan kesehatan karena SBS itu terjadi karena ruangan yang digunakan untuk tempat tinggal, kantor, dan kegiatan kerja yang dirancang sedemikian rupa agar terlindung dari panas sinar matahari, tiupan angin, dan guyuran air hujan. Ruangan dibuat tertutup tanpa jendela dan hanya sedikit cahaya dan udara segar dari luar ruangan yang dapat masuk. Praktis lingkungan di dalam ruangan sangat berbeda dengan lingkungan alam di luar ruangan. Ruangan yang tertutup tanpa jendela hanya mempunyai sedikit persediaan cahaya dan udara segar. Suasana itu kurang memenuhi kesehatan.

Maka dari itu, kita memerlukan tanaman-tanaman yang membuat mata kita tidak perih, tidak pening, hidung tidak tersumbat, dan semua penyakit SBS. Jika di dalam ruangan kita memerlukan tanaman indoor atau tanaman indoor plant. Ada juga yang menyebutnya tanaman wisama sari karena dipajang untuk mempercantik ruangan. Adanya sentuhan tanaman indoor yang dipajang di dalam ruangan ini dapat mencegah timbulnya gangguan penyakit. Kehadiran tanaman itu sangat berperan dalam memberikan kesegaran, keindahan, dan kesejukan suatu ruangan.Dengan demikian, penghuni gedung-gedung modern dapat lebih tenang dan dapat lebih aktif bekerja dengan suasana yang lebih nyaman di ruangnya.

Yohanes Andy Laiyan

Posted in Karya Siswa, Ringkasan | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

BUKU TENTANG HUKUM MUPHY

Posted by lembursingkur pada Juli 22, 2013

Judul        : Murphy’s Law (Hukum Murphy)
Pengarang    : Richard Robinson
Penerbit    : Rahat Books
Tahun terbit    : 2008

Bab 1 membahas bagaimana indera-indera kita dapat memungut
kepingan-kepingan jigsaw mental. Mata melakukannya dengan cara
membuang 99% informasi yang dia terima, dan selebihnya dikerjakan oleh
otak. Telinga melakukannya dengan cara memilih suara-suara yang ingin
kita dengarkan, dan berusaha mengabaikan selebihnya. Kulit, dalam
keadaan normal, membuang derau acak yang diterimanya sebagai sentuhan
kecil dan ringan serta informasi-informasi lain yang dianggapnya
kurang penting. Namun terkadang kita juga terlalu menyadari
derau-derau acak tersebut dan berfantasi bahwa ada seekor serangga
kecil yang merayap di tubuh kita. Lidah dan hidung memiliki saluran
tersendiri yang langsung terhubung dengan amigdala, pusat rasa takut
otak. Ada satu indra lagi yang sering terkucilkan dari Panca Indra,
yaitu Propriosepsi. Kemampuan berjalan, berlari dabn berdiri tegak
bergantung pada pengetahuan ini, dan pesan-pesan semacam itu
dikirimkan dari seluruh tubuh ke bagian otak bernama otak kecil.
Bab 2 membahas tentang pengukuran. Bagi manusia purba, ketepatan
bukanlah tujuan utama, tidak sama dengan kita sekarang, yang
menghitung sampai satuan millimeter. Sekedar tahu, istilah terbaru
untuk menghadapi dunia yang gila ketepatan ukuran ini adalah
attodetik, yaitu satuan sepersatumiliar detik. Namun, walau kita hidup
dan bertumbuh di dunia yang gila ketepatan ukuran ini, tetap saja,
pada kenyataannya, kita sering terkecoh oleh ilusi optik yang
merupakan pelanggan bandel dalam hidup kita.
Bab 3 berisi tentang ingatan. Kita manusia sangat tergantung pada
ingatan kita untuk menebak apa yang sedang kita lihat, atau dengar,
atau rasakan, atau alami, namun ingatan kita bisa saja salah, dan kita
akan celaka. Seperti pada cerita Roadrunner, yang mengira cahaya yang
ia lihat dalam sebuah terowongan panjang adalah ujung terowongan
tersebut, mati terlindas kereta yang lewat karena cahaya tersebut
sebenarnya adalah cahaya dari kereta api itu sendiri.
Bab 4 berbicara tentang membuat koneksi. Dalam membuat koneksi atau
menyusun gambar dari potongan-potongan jigsaw  mental kita, sering
sekali terjadi kesalahan. Namun, alih-alih kita mengoreksi kesalahan
itu, kita malah menjejalkannya dan memaksa potongan jigsaw itu masuk.
Kesalahan-kesalahan  tersebut sering berupa kesalahan yang naïf,
contohnya, jika kita melihat 2 hal bersamaan, kita akan menganggap
salah satunya sebagai penyebab dari yang lain. Dengan kata lain kita
sebagai manusia selalu menginginkan jawaban yang sederhana, kita
cenderung memaksa potongan jigsaw yang salah masuk ke tempat yang
salah.
Bab 5 berisi tentang emosi. Emosi sangatlah penting bagi kehidupan
kita, dan kehidupan tanpa emosi adalah mustahil, sama seperti
kehidupan tanpa aroma dan suara. Antonio Damasio bercerita tentang
seorang pasien tumor otak ganas yang menjalani operasi tumor. Pasien
itu bernama Elliot. Ia memang sembuh, dan ingatannya tetap utuh. Ia
bisa melakukan apa saja, namun operasi tadi menyebabkan kerusakan
hubungan antara amigdala dan  frontal lobes sehingga ia sulit sekali
memutuskan sesuatu, dan bisa menghabiskan sepanjang hari hanya untuk
berusaha memutuskan sesuatu yang amat sederhana.
Bab 6 berjudul ‘Pandangan Umum’. Bab ini dimulai dengan struktur otak
yang sederhana, yaitu saraf-saraf cermin. Saraf cermin membuat kita
mengernyit saat melihat orang lain disuntik, atau membuat kita
menangis saat menonton adegan sedih, atau membuat kita merasa sedih
saat teman kita sedang sedih. Dengan demikian, saraf cermin bisa juga
disebut sebagai empati. Saraf cermin nantinya akan menciptakan meme,
yang membuat kita mampu berbudaya. Meme sendiri artinya adalah
sifat-sifat yang dipelajari atau unit-unit kebudayaan. Contohnya, pada
kehidupan sekarang, istilah-istilah seperti ‘so what gitu lho…’ dan
‘apa banget’.
Bab 7 adalah ‘Serba Pintar’. Dalam dunia ini, banyak sekali kekusutan
yang sering terjadi. Dalam buku Hukum Murphy, terdapat penjelasan;
1. Kita tidak yakin dengan apa yang kita lihat
2. Keputusasaan dalam mengukur benda-benda yang kita lihat
3. Ingatan membingungkan yang kita miliki
4. Kita menggunakan ingatan membingungkan itu untuk mengambil kesimpulan
Bab 8, Sains Murni dan Matematika. Bab ini berisi tentang masih
banyaknya sisi gelap dalam dunia ini, dan masih banya pencerahan yang
harus dilakukan. Dulu, selama lebih dari 2000 tahun manusia
mempercayai hukum Aristoteles, yang mengatakan bahwa dunia ini terdiri
atas 4 unsur, api dari langit, tanah dari bumi, dan lain-lain. Tidak
ada yang percaya pada hokum Newton, Einstein dan Copernicus yang
seharusnya lebih benar. Makin banyak sains murni yang menjelaskan
keanehan dunia, makin berkurang kehidupan yang terasa.

Jassynda
VIIId/15

Posted in Ringkasan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

BUKU ILMU PENGETAHUAN POPULER

Posted by lembursingkur pada Juni 11, 2013

Judul          : BIWARA Pembangun Dam

Penerbit     : Eex Media Komputindo

Tahun terbit:1996

Habitat Biwara

Biwara hidup di sungai yang tenang, danau, dan sungai di hutan.Untuk bertahan hidup mereka butuh air yang tidak membeku dan mengering. Waktu tertentu, mereka sangat banyak menempati daerah luas. Sekarang mereka hidup di Amerika Utara, di Eropa sudah hampir punah. Biwara diakui sebagai binatang yang inteligensinya tinggi. Biwara merupakan binatang pengerat terbesar kedua(+30kg).

Jenis Biwara

Biwara merupakan famili Rodentia terdiri dari 1.700 spesies lebih. Dibagi mejadi tiga sub ordo bedasarkan rahang, termasuk famili bajing yaitusub-ordo sciuromorpha yang tersiri dari 378 spesies.karakteristik umum yang mencirikan Biwara adalah otot masester lateral, otot yang menggerakkan rahang bawah dan otos masester interiornya untuk mengatupkan rahang.

Bagian Dalam Tubuh Biwara

otak, mata, mulut, gigi seri yang kuat, diastema, kaki depan, jari kelima, hati, jantung, rambut, telinga, tulang punggung, paru-paru, ginjal, lambung,usus, pinggul, femur, kaki belalang, kelenjar castoreum, ekor.

Cara Membangun Dam

Dam yang sederhana tediri dari satu batang kayu besar, melintang, dan bersandar pada pohon, yang ada di tepi sungai.

Dam yang paling kuat terbuat dari batang kayu yang ditancapkan di dasar, yang menahan batang kayu yang lain secara transversal.

Bila tidak dapat menancapkan batang kayu di dasar, biwara memaksa damnya dengan menyandarkan cabang besar di atasnya.

Insinyur Dan Arsitek

Diameter pondok besar dan memanjang, sehingga seseorang dapat masuk kedalamnya.

Pondok biwara yang klasik memiliki beberapa pintu masuk dan keluar, dan terdapat ruang hibernasi ditengahnya.

Pondok dibangun di tepi sungai yang arusnya tidak terlalu deras.

Biwara membangun pintu keluar darurat di tepi sungai, yang membuatnya dapat keluat jika air mulai membeku.

Bagian Dalam Pondok

pintu masuk dan keluar, ruang makan, tempat istirahat, ruang hu\ibernasi dan perawatan. Stuktur pondok selalu sama bila dibangun di dalam air.

Nenek Moyang Biwara

Paleo beaver adalah nenek moyang biwara. Dia adalah biwara penggali. Ilmuan menemukan liang biwara yang primitif dan aneh yang mirip sekrup vertikal yang besar dan kedalaman 2,5 meter dan disebut kal kecil setan. Ischyromis adalah salah satu binatang pengerat pertama yang diketahui. Ia hidup di Amerika Utara 54 juta tahun yang lalu.

Musuh Biwara

beruang cokelat, serigala, lynx, berang-berang adalah musuh yang sangat berbahaya. Biwara melindungi diri dengan giginya yang tajam.

dibuat oleh whitney 

Posted in Karya Siswa, Lain-Lain, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

BUKU ILMU PENGETAHUAN

Posted by lembursingkur pada Mei 31, 2013

Judul                     : MENGENAL CAPUNG

Penulis                   : Shanti Susanti

Penerbit                : Puslitbang Biologi – LIPI

Tahun penerbit       : 1998

Ringkasan              :

Capung adalah binatang yang menarik, memiliki 4 sayap, kepala besar, antenna, toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Mata capung sangat besar disebut mata majemuk, terdiri dari ommatidium. Dengan ini dia bisa melihat ke segala arah dan mendektesi gerakan yang jauhnya lebih dari 10 meter. Dan kakinya sangat kuat jadi diggunakan untuk hinggap di suatu tempat, bukan untuk berjalan.

Capung hidup seluruh dunia, paling banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Di Indonesia terdapat sekitar 750 jenis capung. Capung juga dapat hidup di pengunungan tinggi dan kawasan kutub utara.

Capung menghabiskan sebagian hidupnya sebagai nimfa (sepasin) yang sangat bergantung pada perairan  seperti sungai, sawah, danau, kolam, atau rawa.

Capung mengalami daur hidupnya sebanyak tiga tahap, yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Daur ini termasuk metamorfosis tidak lengkap. Nimfa terkenal dengan pemangsa yang ganas di dalam air dan bernafas dengan insang. Pada waktuknya selama lima tahun nimfa naik ke atas permukaan, memanjat tumbuhan dan berubah menjadi capung dewasa.

Telur capung ada yang panjang dan bulat, telurnya terdapt sebuah lubang untuk dimasuki sperma sebelum ditaruh oleh induknya. Selama 1-3 minggu telur akan menetas. Selain itu telur dapat sebagai makanan ikan besar.

Perilaku menarik capung, capung kawin dengan cara yang aneh. Capung akan melakukan perkawinan dengan terbang, dengan menggunakan ekornya capung jantan akan mencengkram bagian kepala betina, lalu betina membengkokkan ujung perutnya menuju alat kelamin jantan yang sudah tersi sperma. Dan capung memiliki kebiasaan  untuk berjemur.

Manfaat capung bagi kehidupan manusia ada banyak salah satunya adalah. Capung sebagai inspirasi para seniman lukis,perancang mode, penulis puisi dan lagu. Dapat juga sebagai makanan perangsang, sebagai obat, dan digunakan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak- anak dengan cara si capung menggelitik pusar anak tersebut. Capung dapat juga sebagai pembasmi binatang kecil yang berbahaya sepertijentik- jentik nyamuk.

Capung merupakan binatang yang akan punah karena habitat yang rusak karena ulah manusia. Oleh sebab itu, capung harus dilestarikan. Dengan cara tidak menangkapnya, dimakn atau dimainkan, juga harus dilestarikan tempat tinggalnya/ habitat.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.